Arsip Tugas Akhir

Repository publikasi ilmiah mahasiswa STK St. Yakobus Merauke

189
Karya Ilmiah
7
Kali Dilihat
1,582
Diunduh
Menampilkan 1–15 dari 189 karya ilmiah
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2026
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK PADA MATERI TERLIBAT DALAM HIDUP MENGGEREJA DENGAN METODE PEMBELAJARAN SIMULASI PADA SISWA KELAS IV SD YPPK ST MIKAEL KWEEL DISTRIK ELIGOBEL KABUPATEN MERAUKE
HERLINA BEATRIX KATKIRIK (1403017)
metode simulasi hasil belajar Pendidikan Agama Katolik
Pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya siswa. Pendidikan Agama Katolik sebagai bagian dari kurikulum pendidikan memiliki fungsi untuk meningkatkan kualitas iman, moral dan ketakwaan peserta didik. Untuk itu hasil belajarnya pun harus ditingkatkan salah satunya dengan perbaikan metode pembelajaran yang inovatif.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan desain mengadopsi dari Stephen Kemmis dan MC Tanggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD YPPK St. Mikael Kweel Distrik Eligobel Kabupaten Merauke berjumlah 30 siswa. Penelitian dilakukan selama kurang lebih 2 bulan dalam 2 siklus terdiri dari perencanaan, observasi, tes dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif sebagai ukuran keberhasilan proses perbaikan pembelajaran. Penerapan metode simulasi melalui 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksaan pelaksanaan tindakan simulasi, dan tahap penutup/evaluasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan metode simulasi siswa yang berpartisipasi aktif maupun siswa sebagai pengamat aktif mampu mengembangkan imajinasi, membentuk kekompakan kelompok, siswa tidak malu dan ragu untuk mengembangkan potensi. Hal tersebut secara efektif dapat m meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan kualitas pada ranah kognitif dari skor tes sebelum tindakan (pre tes) sebesar 65,68 meningkat menjadi 70,13 pada siklus I. Kemudian pada siklus II skor hasil belajar kognitif tersebut meningkat lagi menjadi 70,46. Sedangkan skor pada ranah afektif dari siklus I 67 meningkat menjadi 77 pada siklus II.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan agar guru selalu mengevaluasi metode pembelajaran yang digunakan dan menerapkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satunya adalah dengan metode pembelajaran simulasi yang terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara efektif.
PDF 0 24
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2026
PENGARUH MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA-SISWI KELAS IV DAN V DI SEKOLAH DASAR YPPK HATI KUDUS KELAPA LIMA MERAUKE
DEPOSINA DJONLER (2002006 )
Minat Baca Hasil Belajar Kognitif
Skripsi ini berjudul PENGARUH MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SISWI SD YPPK HATI KUDUS KELAPA LIMA
MERAUKE. Skripsi ini diinspirasikan oleh situasi dan kondisi yang terjadi di SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke bahwa cukup banyak siswa memiliki minat baca yang sangat rendah sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa tersebut sehingga skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh minat baca terhadap hasil belajar kognitif siswa siswi kelas IV dan V SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas IV dan V SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke sebanyak 36 orang. Instrumen yang di gunakan adalah berupa angket dengan model skala Likert dengan jumlah butir instrumen penelitian variabel minat baca sebanyak 30 soal sementara variabel hasil belajar di lihat dari nilai rapor dan tidak di teliti karena sudah melewati validitas. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5 %, N=36 dengan nilai kritis 0,1 dan hasil uji reliabilitas minat baca diperoleh koefisien alpha sebesar 0,888 diperoleh koefisien alpha sebesar. Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai r² sebesar 0, 313 (31,3%) yang berarti terdapat pengaruh meskipun pengaruhnya lemah, artinya pengaruh minat baca tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif. Variabel lain yang berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa siswi sebesar 68,7%, yang menunjukkan bahwa Ha di terima dan Ho ditolak. Hal ini berarti minat baca berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa siswi.
Berdasarkan hasil penelitian ini di sarankan agar siswa siswi meningkatkan minat baca dan mengatur waktu mereka dengan baik untuk membaca, baik di sekolah, rumah maupun di mana saja serta di harapkan agar ada dukungan dari guru dan orang tua. Dalam upaya meningkatkan minat baca dalam dunia pendidikan yakni menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan, ruang baca yang nyaman, kegiatan membaca bersama, kompetensi dan penghargaan, keterlibatan keluarga.
PDF 1 26
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2026
PERAN DOA PAGI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE SEBAGAI CALON KATEKIS
Faustina Yanondoyowop (2102008)
Doa Pagi Pembentukan Karakter Mahasiswa Calon Katekis STK Santo Yakobus Merauke
Faustina Yanondoyowop tahun 2025. Skripsi ini berjudul “Peran Doa Pagi dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke sebagai Calon Katekis” penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa doa pagi merupakan kegiatan rutin wajib di sekolah tinggi katolik (STK) Santo Yakobus Merauke sebagai upaya menanamkan nilai-nilai karakter bagi mahasiswa calon katekis. Peran dan makna kegiatan ini dalam membentuk karakter mahasiswa belum sepenuhnya optimal, ditandai dengan rendahnya partisipasi dan kecenderungan sebagaian mahasiswa menggapnya hanya sebagai rutinitas administratif semata, tanpa disertai kesadaran rohani yang mendalam. Rumusan Masalah: Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini merumuskan tiga fokus utama untuk dikaji, yaitu: 1) Bagaimana peran doa pagi dalam membentuk karakter mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke sebagai calon katekis? 2) Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan doa pagi dalam proses pembentukan karakter mahasiswa, baik dari sisi internal maupun eksternal? 3) Upaya-upaya apa yang dilakukan oleh mahasiswa untuk menghayati dan meningkatkan keterlibatan aktif dalam kegiatan doa pagi sebagai bagian dari proses pembentukan karakter? Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran doa pagi dalam pembentukan karakter mahasiswa STK Santo Yakobus Merauke, khususnya dalam nilai spiritualitas, tanggung jawab, dan kedisiplinan; mengidentifikasikan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya; dan mendeskripsikan berbagai upaya mahasiswa untuk menghayati serta meningkatkan keterlibatan aktif doa pagi.
Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian adalah mahasiswa yang aktif doa pagi, mahasiswa yang tidak aktif doa pagi, BEM (Bidang Kerohanian), Dosen dan Waket III Kemahasiswan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa doa pagi memiliki peran penting dalam pembinaan iman dan karakter mahasiswa, berfungsi sebagai wadah untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan spiritualitas. Namun, efektivitasnya terhanbat oleh faktor internal: rendahnya motovasi pribadi dan komitmen spiritual, serta masalah manajemen waktu yang menyebabkan ketidakhadiran atau keterlambatan. Faktor eksternal: tuntutan akademik yang padat dan masalah ekonomi mahasiswa; sementara itu, mahasiswa yang aktif doa pagi menunjukkan upaya pribadi berupa pengaturan jadwal dan menjadikan doa pagi sebagai prioritas, disimpulkan bahwa doa pagi belum optimal karena partisipasi dan pengayatan yang kurang.disarankan mengintegrasikannya dengan kurikulum (misalnya spiritualitas Katekis) untuk memperkuat komitmen spiritual dan mengubahnya dari kewajiban menjadi kebutuhan rohani mahasiswa.
PDF 2 26
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2026
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KONTROL DIRI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA DI PAROKI SANTO PETRUS EROM
Fransiska Selfiana (2102010)
Pola Asuh Orang Tua Kontrol Diri Media Sosial Remaja
Skripsi ini berjudul PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KONTROL DIRI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA DI PAROKI SANTO PETRUS EROM. Tulisan ini terinspirasi dari situasi dan kondisi Remaja santo Petrus Erom yang banyak menggunakan media sosial namun kurangnya mendapatkan pola asuh orang tua, sehingga skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh pola asuh orang tua terhadap perilaku remaja dalam mengakses media sosial di paroki Santo Petrus Erom. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis regresi linier sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh antara pola asuh orang tua (variabel bebas) dan kontrol penggunaan media sosial pada remaja (variabel terikat). Populasi penelitian ini adalah 70 remaja berusia 12-18 tahun di Paroki Santo Petrus Erom, yang semuanya dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan media sosial pada remaja. Pengujian hipotesis dengan SPSS 25.0 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,019, yang mana lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,078 menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh sebesar 7,8% terhadap kontrol penggunaan media sosial, sementara 92,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bahwa sangat pentingnya peran aktif orang tua dalam membimbing anak-anak mereka agar menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
PDF 2 25
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2026
SPIRITUALITAS KATEKIS BERDASARKAN KISAH NABI YESAYA 42: 1 - 9 DAN APLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN IMAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
OLIVA NDARO (2102023)
Kata kunci: Spiritualitas katekis Nabi Yesaya 42:1-9 mahasiswa Katolik doa pagi
Penelitian ini berangkat dari fenomena menurunnya penghayatan spiritualitas di kalangan mahasiswa calon katekis di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Aktivitas rohani seperti doa pagi, rekoleksi, dan pelayanan sering dipandang sebagai rutinitas formal yang terpisah dari kehidupan akademik. Kondisi ini mencerminkan adanya krisis spiritualitas yang seharusnya menjadi inti dari pembinaan iman mahasiswa Katolik. Melalui refleksi atas kisah Hamba Tuhan dalam Yesaya 42:1-9, penelitian ini berupaya menggali nilai-nilai spiritualitas kenabian yang dapat menjadi inspirasi pembentukan pribadi katekis yang setia, rendah hati, dan berbelarasa dalam pelayanan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa tentang spiritualitas katekis berdasarkan kisah Nabi Yesaya, menganalisis penghayatan doa pagi sebagai bagian integral dari pembinaan spiritual, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi penguatan spiritualitas mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap mahasiswa dan dosen pembina rohani di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan tetap menjaga keabsahan data melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memahami spiritualitas katekis sebagai relasi pribadi dengan Allah yang diwujudkan dalam doa, pelayanan, dan sikap hidup. Namun, penghayatan terhadap doa pagi masih rendah, ditandai dengan kehadiran yang tidak konsisten dan motivasi yang cenderung formalistik. Faktor penyebabnya antara lain: kejenuhan, kurangnya pendampingan rohani, serta lemahnya integrasi nilai spiritualitas dalam kegiatan akademik. Di sisi lain, mahasiswa yang memiliki kesadaran iman yang tinggi menilai doa pagi sebagai momen pembaruan diri dan sarana pembentukan karakter spiritual.
Penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai dalam Yesaya 42:1-9 yakni kelembutan, kesetiaan, keadilan, dan ketekunan-sangat relevan untuk membentuk spiritualitas katekis masa kini. Spiritualitas kenabian yang digambarkan oleh Nabi Yesaya menginspirasi mahasiswa untuk menjadi “hamba Tuhan” yang melayani dengan kasih dan keteguhan, bukan dengan kekuasaan. Upaya penguatan spiritualitas mahasiswa dapat dilakukan melalui pembinaan reflektif, pendampingan personal, integrasi nilai-nilai iman dalam kurikulum, dan peneguhan komunitas doa yang partisipatif. Dengan demikian, pembinaan spiritual di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke tidak hanya menghasilkan lulusan yang cakap secara intelektual, tetapi juga matang secara rohani dan siap menjadi pelayan iman yang profetik di tengah masyarakat.

PDF 1 35
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
FAKTOR DETERMINAN MINIMNYA PARTISIPASI MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE DALAM KEGIATAN DOA PAGI
YUNISTA PASKALINA (2102040)
Partisipasi Mahasiswa Doa Pagi Faktor Internal
Skripsi ini berjudul FAKTOR DETERMINAN MINIMNYA PARTISIPASI MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE DALAM KEGIATAN DOA PAGI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi mahasiswa STK Santo Yakobus Merauke dalam kegiatan doa pagi sebagai bagian penting dari pembinaan spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal (seperti motivasi spiritual dan pemahaman doa) serta faktor eksternal (seperti dukungan lingkungan kampus dan jadwal akademik). Partisipasi tinggi berkaitan dengan kesadaran religius yang kuat dab dukungan komunitas, sedangkan partisipasi rendah dipengaruhi oleh kurangnya motivasi dan kesibukan studi. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan pastoral yang personal dalam pembinaan rohani mahasiswa.
PDF 0 24
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
STUDI KOMPARASI PEMAHAMAN UMAT STASI SANTO CAROLUS MANGGISUBA TENTANG SIFAT-SIFAT HAKIKI PERKAWINAN MENURUT AJARAN GEREJA KATOLIK DAN SUKU MUYU
YANUARIA WOSUN ( 2102037)
Perkawinan Katolik Suku Muyu sifat hakiki inkulturasi.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan membandingkan sifat-sifat hakiki perkawinan menurut ajaran Gereja Katolik dan menurut pandangan budaya Suku Muyu di Stasi Santo Carolus Manggisuba, Paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Gereja katolik memangdang perkawinan sebagai sakramen suci yang bersifat monogami, tak terceraikan, dan terbuka terhadap kehidupan. Sementara itu, Suku Muyu melihat perkawinan sebagai ikatan sosial dan kekerabatan antar keluarga besar yang memiliki makna adat dan simbolik yang mendalam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan komparatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, umat, pastor paroki, dan pasangan katolik Suku Muyu, serta studi literatur tentang ajaran Gereja Katolik adat Muyu. Hasil penelitian menunjukkan adanya titik temu dan perbedaan mendasar antara keduanya. Titik temu terletak pada penghargaan terhadap kesetiaan, keterbukaan terhadap anak, dan pandangan bahwa perkawinan adalah hal yang sakral. Perbedaannya terletak pada pemahaman tentang monogami, ketakterceraikan, dan makna sakramental. Penelitian menegaskan pentinya inkulturasi iman Katolik dalam budaya lokal agar ajaran Gereja dapat dihayati secara kontekstual oleh umat Katolik Suku Muyu. Gereja diharapkan terus mengembangkan pembinaan pastoral keluarga dan dialog budaya untuk memperkuat pemahaman tentang makna perkawinan Katolik.
PDF 0 24
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
IMPLEMENTASI POLA PENDIDIKAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN IMAN ANAK MELALUI DOA-DOA POKOK DI STASI SANTO CAROLUS MANGGISUBA PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
TRISANTI RAHANGIAR (2102031)
Implementasi Iman Doa-Doa Pokok Pendidikan
Skripsi yang berjudul “Implementasi Pola Pendidikan Orang Tua dalam Mengembangkan Pendidikan Iman Anak melalui Doa-Doa Pokok di Stasi Santo Carolus Manggisuba, Paroki Bunda Hati Kudus Kuper” ini membahas tentang implementasi pola pendidikan orang tua dalam mengembangkan iman anak melalui doa-doa pokok di Stasi Santo Carolus Manggisuba, Paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kesadaran orang tua di stasi tersebut akan pentingnya peran mereka dalam membina iman anak melalui doa-doa pokok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap 11 informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua belum sepenuhnya menerapkan pola pendidikan iman anak secara optimal, khususnya dalam memperkenalkan dan membiasakan doa-doa pokok. Akibatnya, anak-anak di Stasi Santo Carolus Manggisuba belum mampu mengenal dan menghayati doa-doa pokok secara mendalam, yang pada akhirnya berdampak pada perkembangan spiritual dan pembentukan karakter mereka. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan peran orang tua sebagai pendidik pertama antara lain adalah keterbatasan ekonomi, waktu, dan pengaruh lingkungan. Temuan ini menjadi perhatian penting yang perlu ditanggapi secara serius oleh pihak-pihak terkait, khususnya di tingkat Paroki Bunda Hati Kudus Kuper.
PDF 0 21
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
PENGARUH PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP MINAT BACA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE.
Thomas Vilkanova Roni Mau (2102030)
pengaruh gawai minat baca mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke Merauke.
Skripsi ini berjudul Pengaruh Penggunaan Gawai Terhadap Minat Baca Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan gawai terhadap minat baca mahasiswa. 2) megetahui besarnya pengaruh penggunaan gawai terhadap minat baca mahasiswa. 3) menemukan upaya apa yang dapat meningkatkan minat baca mahasiswa.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dari semester II-XIII sebanyak 122 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan bentuk skala likert dengan jumlah butir instrumen penelitian variabel penggunaan gawai sebanyak 30 soal, sedangkan variabel minat baca sebanyak 30 soal. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5% dengan N=122 orang. Hasil uji validitas variabel X menunjukkan dari 30 butir, 27 butir valid (rentang 0,22–0,52) dan 3 butir tidak valid (rentang 0,14–0,18). Pada variabel Y, 26 butir valid (rentang 0,26–0,47) dan 4 butir tidak valid (rentang 0,15–0,18). Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach menunjukkan nilai 0,782 untuk variabel X dan 0,732 untuk variabel Y, sehingga keduanya dinyatakan reliabel.
Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi Fhitung sebesar 0,531, lebih besar dari taraf signifikan 0,05, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya, penggunaan gawai tidak berpengaruh signifikan terhadap minat baca mahasiswa. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,003 menunjukkan bahwa hanya 0,3% variasi minat baca dijelaskan oleh penggunaan gawai, dan 99,7% dipengaruhi faktor lain.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar peningkatan minat baca mahasiswa tidak hanya difokuskan pada pembatasan penggunaan gawai, tetapi juga melalui penciptaan lingkungan sosial dan akademik yang mendukung. Mahasiswa didorong untuk memperluas pergaulan baik di dalam maupun di luar kampus melalui kegiatan-kegiatan positif yang mendorong literasi dan diskusi ilmiah. Interaksi antar teman sebaya yang sehat juga diharapkan membentuk komunitas belajar yang harmonis dan memotivasi peningkatan minat baca secara berkelanjutan.
PDF 0 25
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
STUDI DESKRIPTIF TENTANG KETERLBATAN WANITA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA (WKRI) DALAM KARYA PASTORAL DI PAROKI KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM MOPAH LAMA
SIPRITA OKTAVIA ROSARI (2486208062)
WKRI keterlibatan karya pastoral Paroki Kristus Raja Semesta Alam Mopah Lama.
Studi Deskriptif Tentang Keterlibatan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dalam Karya Pastoral di Paroki Kristus Raja Semesta Alam Mopah Lama.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan dan Peran Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dalam karya pastoral di Paroki Kristus Raja Semesta Alam Mopah Lama. Fokus penelitian mencakup pemahaman anggota tentang hidup berorganisasi, bentuk-bentuk keterlibatan mereka dalam karya pastoral dan hidup menggereja, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi partisipasi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota WKRI Paroki Kristus Raja Semesta Alam Mopah Lama memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai hidup berorganisasi sebagai sarana pelayanan dan persekutuan umat. Keterlibatan mereka tampak nyata dalam berbagai kegiatan pastoral yang menjadi program kerja tahunan organisasi WKRI. Hal tersebut nampak dalam pelayanan liturgi, kunjungan kasih, pendampingan kategorial, serta dukungan terhadap kegiatan sosial gereja. Faktor pendukung utama keterlibatan tersebut antara lain adanya semangat kebersamaan, dukungan dari pastor paroki, dan rasa tanggung jawab iman. Namun, terdapat pula hambatan seperti keterbatasan waktu, faktor usia, dan kurangnya regenerasi anggota muda.
Secara keseluruhan, keberadaan WKRI di Paroki Kristus Raja Semesta Alam Mopah Lama memiliki kontribusi yang signifikan dalam memperkuat kehidupan menggereja dan karya pelayanan pastoral umat Allah di tingkat parokial.
PDF 0 26
Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Katolik (Profesi) 2025
POTRET BUDAYA KEKERASAN VERBAL MELALUI PERILAKU SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR YPPK SANTA MARIA FATIMA KELAPA LIMA KABUPATEN MERAUKE
SIMON KAMEUBUN (2102028)
kekerasan verbal budaya komunikasi siswa sekolah dasar strategi edukasi
Skripsi ini berjudul “Potret Budaya Kekerasan Verbal Melalui Perilaku Siswa Di Lingkungan Sekolah Dasar YPPK Santa Maria Fatima Kelapa Lima Kabupaten Merauke”. Penelitian ini berangkat dari fenomena maraknya perilaku kekerasan verbal di kalangan siswa, seperti ejekan, hinaan, serta penggunaan kata-kata kasar yang berdampak pada kondisi psikologis, pembentukan karakter, dan prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan verbal serta mengambarkan strategi sekolah dalam menanggulangi perilaku tersebut.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian mencakup kepalah sekolah, guru wali kelas, guru bidang studi, orang tua, serta siswa Sekolah Dasar YPPK Santa Maria Fatima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan verbal paling sering muncul berupa ejekan teriak kondisi fisik, pemakaian nama orang tua sebagai panggilan, dan menggunakan kata-kata kasar. Faktor penyebabnya antara lain kurangnya pengawasan guru di luar kelas, pengaruh teman sebaya, dan pola komunikasi di lingkungan keluarga.
Upaya yang dilakukan sekolah untuk menekan kekerasan verbal meliputi penetapan peraturan tertulis, penyeluhan tentang pentingnya berkomunikasi dengan sopan, pengembangan pembelajaran berbasis karakter, serta keterlibatan aktif guru dan orang tua. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan strategi pendidikan yang terintegrasi dan kolaboratif dalam membangun budaya anti kekerasan verbal di sekolah.
PDF 0 25
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
PENGARUH PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 MERAUKE
ROSALINA W. LETSOIN (2102027)
gawai gadget prestasi belajar siswa SMK
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intensitas penggunaan gawai, mengetahui tingkat prestasi belajar, dan menganalisis pengaruh penggunaan gawai terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Merauke. Fenomena penggunaan gawai yang semakin masif di kalangan pelajar memiliki dampak yang ambivalen terhadap proses pembelajaran, di mana gawai dapat menjadi media pembelajaran yang efektif namun juga dapat menimbulkan distraksi dan penurunan konsentrasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Merauke tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 266 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling dengan rumus Slovin, sehingga diperoleh sampel sebanyak 160 siswa. Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) intensitas penggunaan gawai siswa tergolong sedang hingga tinggi dengan rata-rata skor 99,74; (2) prestasi belajar siswa menunjukkan variasi yang beragam dipengaruhi berbagai faktor internal dan eksternal; (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan gawai terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai F-hitung 43,200 > F-tabel 3,90 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Besarnya pengaruh ditunjukkan oleh koefisien determinasi (R²) sebesar 0,215 atau 21,5%, dengan persamaan regresi Y = 39,966 + 0,572X. Nilai korelasi (r) sebesar 0,463 menunjukkan hubungan positif kategori sedang. Kesimpulannya, penggunaan gawai yang bijak dan terarah untuk keperluan pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, sementara penggunaan yang tidak terkontrol dapat memberikan dampak negatif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya literasi digital, regulasi penggunaan gawai di sekolah, serta sinergi antara guru dan orang tua dalam membimbing penggunaan gawai siswa.
PDF 0 25
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
DARI PASIF KE PARTISIPATIF: UPAYA PASTORAL DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN OMK DI LINGKUNGAN SANTA MARGARETHA MARIA ALACOQUE PAROKI SANTO MIKHAEL KUDAMATI
PASKALINA MARGARETH WAAP (2002020)
Orang Muda Katolik Keterlibatan Pastoral Gereja
Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi nyata keterlibatan OMK dan menemukan model pendampingan pastoral yang dapat mendorong perubahan sikap dari pasif menjadi partisipatif. Latar belakang penelitian ini adalah oleh rendahnya keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK) dalam kehidupan menggereja. Sebagian besar OMK hanya hadir pada kegiatan seremonial Gereja dan belum menunjukkan keterlibatan yang mendalam dalam tanggung jawab iman maupun pelayanan rohani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman OMK tentang hidup menggereja masih terbatas pada aspek kehadiran fisik, belum pada kesadaran iman dan tanggung jawab rohani. Rendahnya keterlibatan disebabkan oleh kurangnya pendampingan yang terarah, kegiatan yang monoton, minimnya dukungan keluarga, serta kurangnya ruang bagi kaum muda untuk berperan aktif dalam pelayanan Gereja. Penelitian ini juga menemukan adanya potensi besar dalam diri OMK untuk terlibat lebih aktif apabila mereka diberi kesempatan, kepercayaan, dan dukungan yang sesuai dengan kehidupan kaum muda masa kini. Kesimpulan penelitian adalah perubahan dari sikap pasif ke partisipatif dapat terjadi melalui tiga upaya utama, yaitu: membangun komunikasi dan relasi yang akrab antara Gereja dan kaum muda, mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan minat serta kebutuhan OMK, dan memberikan ruang bagi mereka untuk berperan sebagai pelaku dalam kehidupan menggereja. Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan terbuka, Gereja dapat menumbuhkan semangat keterlibatan OMK secara aktif sehingga semangat “Dari Pasif ke Partisipatif” benar-benar terwujud dalam kehidupan pastoral di lingkungan.
PDF 0 24
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
PEMAHAMAN UMAT KATOLIK MENGENAI MAKNA DOA ROSARIO SUATU ANALISIS KUALITATIF DI STASI SANTO AGUSTINUS SP 6 PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
NIRTO GABRIEL MASANG (2102022)
Doa Rosario Umat Katolik Analisis Kualitatif Stasi Santo Agustinus Sp 6
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara mendalam pemahaman umat Katolik mengenai makna doa Rosario di Stasi Santo Agustinus SP 6, Paroki Bunda Hati Kudus Kuper, Keuskupan Agung Merauke. Fokus penelitian ini diarahkan untuk mengungkap sejauh mana umat memahami nilai teologis, spiritual, dan devosional dari doa Rosario sebagai bagian penting dalam kehidupan iman Katolik. Selain itu, penelitian ini juga berupaya menggambarkan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman umat, baik dari segi pembinaan iman, kebiasaan keluarga, maupun peran lingkungan gereja dalam menumbuhkan semangat devosi kepada Bunda Maria.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 20 informan yang terdiri atas Ketua Dewan, Sekretaris, Bendahara, serta umat Stasi Santo Agustinus SP 6.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar umat memiliki pemahaman yang masih terbatas terhadap makna doa Rosario. Doa Rosario lebih dipandang sebagai rutinitas keagamaan, terutama pada bulan-bulan devosi kepada Bunda Maria (Mei dan Oktober), tanpa disertai penghayatan rohani yang mendalam. Rendahnya pemahaman ini dipengaruhi oleh kurangnya katekese yang berkelanjutan dan minimnya pendampingan pastoral dalam pengembangan iman umat. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis berupa pelatihan, pembinaan, dan pendalaman makna doa Rosario melalui program katekese yang berkesinambungan bagi pengurus liturgi maupun umat di lingkungan basis.
Penelitian ini merekomendasikan agar umat Stasi Santo Agustinus SP 6 bersama tim pastoral mengembangkan pendekatan pastoral yang kontekstual dan partisipatif guna mendorong keterlibatan aktif umat dalam doa Rosario, sehingga mereka mampu memahami serta menghayati makna doa tersebut secara lebih mendalam.
PDF 0 25
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS QUIZIZZ PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS V SD YPPK DON BOSCO BUDHI MULIA MERAUKE
Maria Susana Oratmangun (2102018)
Media pembelajaran interaktif Quizizz Pendidikan Agama Katolik Hasil belajar kognitif
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik di SD YPPK Don Bosco Budhi Mulia Merauke, serta mengukur besaran pengaruh tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain survei korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 89 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dua instrumen: (1) kuesioner terstruktur untuk mengukur persepsi siswa terhadap penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz dengan menggunakan skala Likert; dan (2) studi dokumentasi untuk memperoleh data hasil belajar kognitif dari nilai rapor mata pelajaran PAK. Instrumen kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan dalam penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 20.0, yang didahului dengan uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas, uji linearitas, dan uji heteroskedastisitas.
Hasil penelitian menunjukkan temuan signifikan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran PAK, yang dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 57,081 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima; (2) Besaran pengaruh penggunaan Quizizz terhadap hasil belajar kognitif adalah sebesar 39,6% (R² = 0,396), dengan nilai korelasi R = 0,629 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif antara kedua variabel. Hal ini menunjukkan bahwa 39,6% variasi hasil belajar kognitif siswa dapat dijelaskan oleh penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz, sementara 60,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz efektif meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran PAK di sekolah dasar. Keefektifan Quizizz disebabkan oleh beberapa karakteristik unggulannya, antara lain: sifat pembelajaran yang student-centered, pemberian feedback atau umpan balik langsung kepada siswa, unsur gamifikasi yang menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan melalui skor, papan peringkat (leaderboard), avatar, dan musik pengiring, serta fleksibilitas penggunaan untuk pre-test, post-test, dan monitoring aktivitas peserta didik secara real-time. Media pembelajaran berbasis Quizizz dapat menjadi alternatif inovatif untuk mengatasi permasalahan pembelajaran konvensional di sekolah dasar, khususnya untuk mata pelajaran yang memerlukan penguasaan aspek kognitif seperti pengetahuan iman, kisah-kisah dalam Kitab Suci, pemahaman makna sakramen, dan hafalan doa-doa pokok.
PDF 1 23