Arsip Tugas Akhir

Repository publikasi ilmiah mahasiswa STK St. Yakobus Merauke

189
Karya Ilmiah
7
Kali Dilihat
1,582
Diunduh
Menampilkan 16–30 dari 189 karya ilmiah
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
STUDI DESKRIPTIF: PEMA HAMAN SISWA KELAS IV DAN V SEKOLAH DASAR NEGERI KAMANGI TENTANG TATA GERAK LITURGI DALAM PEMBELAJARAN AGAMA.
MARIA OKTOFINA WAMBONGGROP (2102017)
Liturgical Gestures Catholic Religious Education Student Understanding Elementary School
The purpose of this study is to describe the level of students' understanding of liturgical gestures, identify thefactors that hinder this understanding, andformulate efforts that can be made to improve it within the context of Catholic Religious Education. This research employed a qualitative approach using a descriptive method. The research subjects consisted of 23 informants, namely the school principal, the Catholic religion teacher, seven parents or guardians, and fourteen students from grades IV and V ofSD Negeri Kamangi. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed through the processes ofdata reduction, data presentation, and conclusion drawing.

The results of the study indicate that students' understanding of liturgical gestures remains relatively low. Most students are only able to perform basic liturgical movements such as making the sign ofthe cross, folding their hands, standing, and kneeling, but they do not yet understand the theological and spiritual meanings behind each gesture. Thefactors inhibiting students' understanding include internal factors such as shyness, lack of self-confidence, and low learning motivation; external factors such as limited variation in teaching methods and inadequate learning facilities; andfamily environmental factors that do not yet support prayer habits or provide religious role models at home.

Efforts that can be made to enhance students' understanding include the implementation of practice-based learning, role-playing activities, integration of songs and movements, the use of interactive media, and collaboration between schools and families in developing continuous liturgical habits. Through this synergy, students are expected not only to perform liturgical gestures correctly but also to understand and internalize their meanings in their dailyfaith life.
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA KETERLIBATAN UMAT DALAM IBADAH SABDA PADA HARI MINGGU DI STASI SANTO PAULUS SEMANGGA DUA PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
Lusiana Kalikimbian (2102041)
: involvement of the people worship of the word contextual pastoral.
The purpose of this study is to analyze the factors that cause low involvement of the people and formulate contextual pastoral strategies to increase the involvement of the people in the worship of the word. The method used is qualitative with a descriptive approach. Data obtained from the congregation through observation, interviews, and documentation of the congregation, the station council, the liturgical section, the ward chairman and the catechesis section. The analysis was carried out by grouping the causative factors into internal aspects (lack of faith understanding, personal motivation, spiritual habits) and external aspects (lack of pastoral support, geographical circumstances, economic conditions and environmental conditions). The results of this study show that the low involvement of the people is influenced by the lack of understanding of the people about the worship of the word, the lack of pastoral assistance, and the influence of modern lifestyles so that the people are less involved in liturgical activities, also the factor of the people's habits that focus more on their personal busyness.
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
PENGARUH KONDISI EKONOMI TERHADAP PARTISIPASI ORANG MUDA KATOLIK DALAM KEGIATAN PASTORAL LITURGI DI LINGKUNGAN SANTO KORNELIUS PAROKI KATEDRAL SANTO FRANSISKUS XAVERIUS MERAUKE
Lurina Magdalena Ife (2002032)
Kondisi ekonomi partisipasi OMK kegiatan pastoral liturgi.
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Kondisi Ekonomi Terhadap Partisipasi Orang Muda Katolik (OMK ) Dalam Kegiatan Pastoral Liturgi di Lingkungan Santo Kornelius Paroki Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke “. Penelitian ini berangkat dari fenomena banyak Orang Muda Katolik yang tidak terlibat aktif dalam kegiatan pastoral liturgi di lingkungan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan OMK dalam kegiatan pastoral liturgi seperti menjadi pemazmur, lektor, misdinar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, membagi kuesioner, dan dokumentasi. Informasi penelitian mencakup ketua lingkungan dan anak -anak OMK di lingkungan Santo Kornelius. Hasil penelitian menunjukkan banyak OMK yang terlibat aktif dalam kegiatan liturgi di lingkungan Santo Kornelius. Salah satu faktor penyebabnya adalah kondisi ekonomi keluarga yang tidak mendukung OMK dalam kegiatan liturgi, karena ada OMK yang membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup hari-hari.

PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
KEHARUSAN EKONOMI DAN PARTISIPASI AGAMA: STUDI FENOMENOLOGIS KETERLEPASAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM PERAYAAN EKARISTI DI LINGKUNGAN SANTO KORNELIS PAROKI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS KATEDRAL MERAUKE
Linus Kaibu (1902022)
Economic Necessity Eucharistic Participation Catholic Young Adults Personal Spirituality
This study aims to explore the phenomenological experience of Catholic Young Adults (OMK) and analyze how they make sense of this detachment. The research employs a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was conducted through in-depth interviews, participant observation, and documentation with key informants consisting of OMK, parish neighborhood administrators, and priests. The results indicate that "economic necessity" is the primary structural barrier, manifesting in three forms: (1) conflicting and unpredictable work schedules, especially for informal sector workers such as port laborers; (2) physical exhaustion after work; and (3) a rational priority for fulfilling basic needs. Phenomenologically, detachment from the Eucharist is not construed as a loss of faith. Instead, OMK experience internal conflict and consciously construct personal spirituality, such as private prayer and reading the Holy Scriptures at home, as a form of compensation. This phenomenon reflects the concept of Believing without Belonging. Other inhibiting factors affecting this condition are internal OMK conflicts and minimal pastoral accompaniment. Conversely, the supporting factors that still attract OMK are the quality of lively liturgy and the active involvement of OMK in service tasks.
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA RASA TANGGUNG JAWAB MAHASISWA DALAM MENJALANKAN TUGAS DOA PAGI DI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE.
Imelda Maria Goreti Mabur (2102013)
Tanggung jawab Doa pagi Mahasiswa Pembinaan rohani
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya rasa tanggung jawab mahasiswa dalam menjalankan tugas doa pagi di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas mahasiswa semester IV 5 orang dua laki-laki tiga perempuan dan mahasiswa semester VI orang dua orang laki-laki tiga orang perempuan, satu dosen pembina, serta satu anggota BEM bidang kerohanian sebagai informan utama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan langkah reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya rasa tanggung jawab mahasiswa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup rendahnya rasa percaya diri, motivasi spiritual yang lemah, dan persepsi yang kurang tepat terhadap makna doa pagi. Faktor eksternal meliputi kurangnya pengawasan dari pihak kampus, belum adanya pembina rohani tetap, serta pengaruh lingkungan sosial yang kurang mendukung. Meskipun demikian, mahasiswa yang memiliki motivasi iman dan kesadaran rohani tinggi menunjukkan tanggung jawab yang lebih besar dalam melaksanakan doa pagi. Doa pagi di STK Santo Yakobus Merauke berperan penting dalam membentuk kedisiplinan, karakter spiritual, dan rasa tanggung jawab mahasiswa sebagai calon katekis. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan rohani yang terarah, pendampingan dosen yang konsisten, serta peran aktif BEM dalam mendorong mahasiswa agar lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap tugas doa pagi.
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
IMPLEMENTASI KATEKESE MODEL SHARED CHRISTIANI PRAXIS UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI STASI SANTO YOHANES RASUL RAWA BIRU PAROKI SOTA SANTO ARNOLDUS JANSEN
FITALIA YADAO KABUJAI (1902015)
Kata kunci: katekese Shared Christian Praxis keterlibatan orang muda Katolik
Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi katekese model Shared Christian Praxis (SCP) untuk meningkatkan keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK) dalam kehidupan menggereja di Stasi Santo Yohanes Rasul Rawa Biru. Latar belakang penelitian adalah rendahnya partisipasi OMK dalam kegiatan pastoral, dimana hanya 15% dari 40 OMK yang terlibat aktif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan partisipatif melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 6 informan, dan dokumentasi pelaksanaan katekese. Model SCP Thomas Groome diterapkan dalam dua pertemuan dengan tema "Meningkatkan Keterlibatan Orang Muda Katolik dalam hidup menggereja " dan "Datang dan Ikutilah Aku."
Hasil penelitian menunjukkan rendahnya keterlibatan OMK disebabkan tiga faktor: ekonomi (prioritas mencari nafkah), internal (kurang motivasi, malu, tidak percaya diri), dan eksternal (minim dukungan keluarga, tidak ada pembinaan terstruktur). Implementasi SCP mendapat respons positif meskipun partisipasi terbatas. Peserta menunjukkan perkembangan dari sikap pasif menjadi lebih terbuka dalam berbagi pengalaman. Model SCP efektif meningkatkan kesadaran identitas kristiani, kepercayaan diri, dan komitmen keterlibatan, meskipun dampaknya masih terbatas.
Kesimpulan penelitian adalah model SCP terbukti efektif namun memerlukan dukungan Sistemik dan konsistensi jangka panjang. Model ini menawarkan alternatif katekese yang kontekstual dan partisipatif, mengintegrasikan pengalaman hidup dengan tradisi iman. Penelitian merekomendasikan pengembangan program pastoral holistik, peningkatan kapasitas katekis lokal, dan penguatan sistem pendampingan Multi-level
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK DALAM KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR KATOLIK SANTA THERESIA BUTI
Yustinus Hendrinus Pagu (1902053)
Model Pembelajaran Kurikulum Merdeka Prestasi Belajar
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Berpusat Pada Peserta Didik Dalam Kurikulum Merdeka Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Katolik Santa Theresia Buti”. Judul penelitian dipilih berdasarkan motivasi penulis untuk mengetahui teori yang menyatakn bahwa terdapat pengaruh Model Pembelajaran berpusat pada Peserta didik dalam kurikulum merdeka terhadap prestasi belajar peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Karolik Santa Theresia Buti. Jenis penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian bersumber dari data primer dan instrumen yang digunakan berupa angket yang disebarkan kepada 60 responden sebagai sampel finite. Penyebaran angket disertai 5 alternatif jawaban yakni sangat setuju, setuju, netral, kurang setuju dan sangat tidak setuju. Hasil penyebaran angket dianalisis menggunakan bantuan IBM SPSS versi 28,0 for windows. Berdasarkan hasil analisis ditemukan tingkat kevalidan data bervariasi yakni rendah, sedang dan tinggi serta memiliki tingkat reliabel yang tinggi. Selanjutnya hasil analisis mengungkapkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas serta data berdistribusi normal. Hasil analisis selanjutnya mengungkapkan bahwa variabel bebas berpengaruh secara parsial dengan persentase sebesar 61,5% untuk pengaruh model pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam kurikulum merdeka terhadap prestasi belajar Peserta Didik. Adapun hasil analisis R2 menampilkan besarnya pengaruh kedua variabel tersebut dengan persentase sebesar 34%. Sesuai analisis data secara keseluruhan disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam kurikulum merdeka terhadap prestasi belajar peserta didik dengan tingkatan pengaruh yang besar.
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
UPAYA MENINGKATKAN PERSPEKTIF MASYARAKAT RUKUN TETANGGA TENTANG ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PANTI ASUHAN SANTO VINCENTIUS MERAUKE DAN IMPLIKASI PASTORAL
FATIMA MARTINS (2002011)
Perspektif Masyarakat Anak Berkebutuhan khusus Implikasi Pastoral
Skripsi ini berjudul “Upaya Meningkatkan Perspektif Masyarakat Rukun Tetangga Tentang Anak Berkebutuhan Khusus Di Panti Asuhan Santo Vincentius Merauke Dan Implikasi Pastoral”. Topik ini diinspirasi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di lingkungan rukun tetangga, khususnya di lingkungan Domba IV belum sepenuhnya terbuka terhadap anak berkebutuhan, sehingga skripsi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung anak berkebutuhan khusus di Panti Asuhan Santo Vincentius Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Infroman dalam penelitian ini berjumlah 9 orang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa masyarakat RT 008 memiliki pandangan yang bervariasi terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, dengan sebagian besar menunjukkan sikap positif dan empati, sementara sebagian lainnya menunjukkan penolakan dan ketidaknyamanan, yang dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman terhadap anak nerkebutuhan khusus.
Data Konkret persentase anak berkebutuhan dengan jenis kecacatan, tuna netra 23%, tuna rungu wicara 29%, tuna laras 12%, cerebal palsy 18%, autis 6%, retmen 6%, lambat bicara 6%. Tuna rungu wicara dan tuna netra merupakan dua jenis kecacatan yang paling banyak ditemukan, diikuti oleh cerebral palsy. Ini mengindikasikan adanya kebutuhan yang lebih besar dalam penyediaan fasilitas dan program yang sesuai untuk kedua jenis kecacatan. Data ini memberikan gambaran tentang jumlah persentase cukup besar dari anak-anak yang mengalami berbagai kebutuhan khusus, menunjukkan betapa pentingnya perhatian dan dukungan dari masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian ini upaya yang diberikan yakni untuk meningkatkan perspektif masyarakat tentang anak berkebutuhan khusus di Panti Asuhan Santo Vincentius Merauke dan Implikasi Pastoral, perlu dilakukan pendekatan holistik yang mencakup edukasi, kegiatan sosial inklusif, program kunjungan, peningkatan kesadaran dan tindakan positif masyarakat, guna mengembangkan pemahaman yang lebih positif dan inklusif serta memperkuat solidaritas masyarakat dengan demikian memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan humanis.
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENGARUH MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA-SISWI KELAS IV DAN V DI SEKOLAH DASAR YPPK HATI KUDUS KELAPA LIMA MERAUKE
DEPOSINA DJONLER (2002006 )
Minat Baca Hasil Belajar Kognitif
Skripsi ini berjudul PENGARUH MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SISWI SD YPPK HATI KUDUS KELAPA LIMA
MERAUKE. Skripsi ini diinspirasikan oleh situasi dan kondisi yang terjadi di SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke bahwa cukup banyak siswa memiliki minat baca yang sangat rendah sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa tersebut sehingga skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh minat baca terhadap hasil belajar kognitif siswa siswi kelas IV dan V SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas IV dan V SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke sebanyak 36 orang. Instrumen yang di gunakan adalah berupa angket dengan model skala Likert dengan jumlah butir instrumen penelitian variabel minat baca sebanyak 30 soal sementara variabel hasil belajar di lihat dari nilai rapor dan tidak di teliti karena sudah melewati validitas. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5 %, N=36 dengan nilai kritis 0,1 dan hasil uji reliabilitas minat baca diperoleh koefisien alpha sebesar 0,888 diperoleh koefisien alpha sebesar. Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai r² sebesar 0, 313 (31,3%) yang berarti terdapat pengaruh meskipun pengaruhnya lemah, artinya pengaruh minat baca tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif. Variabel lain yang berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa siswi sebesar 68,7%, yang menunjukkan bahwa Ha di terima dan Ho ditolak. Hal ini berarti minat baca berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa siswi.
Berdasarkan hasil penelitian ini di sarankan agar siswa siswi meningkatkan minat baca dan mengatur waktu mereka dengan baik untuk membaca, baik di sekolah, rumah maupun di mana saja serta di harapkan agar ada dukungan dari guru dan orang tua. Dalam upaya meningkatkan minat baca dalam dunia pendidikan yakni menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan, ruang baca yang nyaman, kegiatan membaca bersama, kompetensi dan penghargaan, keterlibatan keluarga.
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL MAHASISWA DI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
VIDELIS NILO LEBA (2002025)
Pergaulan Teman Sebaya Kecerdasan Interpersonal
Skripsi ini berjudul PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL MAHASISWA DI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE. Topik ini diinspirasi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di Kampus Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke bahwa cukup banyak mahasiswa yang lebih dominan memiliki pergaulan yang berdampak pada kecerdasan interpersonal sehingga skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap kecerdasan interpersonal mahasiswa di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kuantitaif dengan model analisis regresi. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dari semester II-XII sebanyak 132 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan model skala semantik yang dikembangkan dalam 98 pernyataan dengan dua variabel yakni pergaulan teman sebaya (50) dan kecerdasan interpersonal (48). Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5 %, N=132 orang dengan nilai kritis 0,1 dan hasil uji reliabilitas pergaulan teman sebaya diperoleh koefisien alpha sebesar 0,903 berarti reliabilitas instrumen sedang dan reliabilitas kecerdasan inerpersonal diperoleh koefisien alpha sebesar 0,908 berarti reliabilitas instrumen sangat tinggi.
Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai r² sebesar 0,473 (47,3%) yang berarti terdapat pengaruh meskipun pengaruhnya lemah, artinya pergaulan teman sebaya tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap kecerdasan interpersonal mahasiswa. Variabel lain yang yag berpengaruh terhadap kecerdasan interpersonal mahasiswa sebesar 52,7% , yang menunjukan bahwa Ha di terima dan Ho ditolak. Hal ini berarti pergulan teman sebaya berpengaruh terhadap kecerdasan interpersonal mahasiswa.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar mahasiswa perlu untuk meningkatkan pergaulan entah itu di lingkup kampus maupun di luar kampus serta ada dukungan dari para dosen. Dalam upaya meningkatkan pergaulan dalam dunia pendidikan yakni menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, inklusif dan mendukung. Peningkatan interaksi antar teman sebaya berpotensi menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan kondusif untuk perkembangan pribadi mahasiswa.
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENTINGNYA KEGIATAN KATEKESE UMAT TENTANG MUSIK LITURGI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KETERLIBATAN UMAT DALAM PERAYAAN LITURGI HARI MINGGU DI STASI SANTO AGUSTINUS SP6 PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
VERONIKA VEDE (2002024)
Musik Liturgi dan Partisipasi Umat
Musik liturgi merupakan suatu musik Gereja yang penting dalam peribadatan. Musik liturgi memliki aturan tersendiri yang tidak dapat dimainkan secara sembarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya kegiatan katekese umat tentang musik liturgi untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan umat dalam perayaan liturgi pada hari minggu di stasi Santo Agustinus SP 6 Paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang melibatkan 20 informan yang terdiri dari Ketua Dewan, Sekretaris, Bendahara dan umat stasi Santo Agustinus SP 6. Hasil penelitian diketahui bahwa umat Stasi Santo Agustinus SP 6, secara teori belum sepenuhnya memahami tentang musik liturgi dan kurangnya partisipasi umat dalam bernyanyi pada saat perayaan liturgi pada hari minggu. Selai itu mereka juga kurang terlibat dalam latihan bernyanyi dan juga pada setiap hari minggu kurang terlibat aktif dalam perayaan liturgi. Maka dengan memberikan katekese pelatihan serta pemahaman kepada umat, umat tersebut berpartisipasi aktif dalam bernyanyi.
Dari hasil penelitian ini disarankan untuk lebih diketahui bahwa musik liturgi belum sesuai dengan apa yang dipahami secara teori dan praktek yang dilakukan oleh umat stasi Santo Agustinus SP 6 maka disarankan bahwa bagi stasi agar meningkatkan pelatihan dan pembinaan bagi seksi liturgi maupun umat lingkungan dan juga memberikan pemahaman melalui pendekatan kepada umat agar terlibat aktif dalam perayaan liturgi.
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENTINGNYA PERAN ORANG TUA DALAM MENCEGAH PERILAKU PENYALAHGUNAAN LEM AIBON PADA KALANGAN ANAK REMAJA DI LINGKUNGAN SANTO MIKHAEL PAROKI BAMPEL
Valentina Heatubun (2202053)
Penyalahgunaan Lem Aibon Anak Remaja Peran Orang Tua Pencegahan.
Skripsi ini berjudul “Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Mencegah Perilaku Penyalahgunaan Lem Aibon Pada Kalangan Anak Remaja di Lingkungan Santo Mikhael Paroki Bampel”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 8 informan, yang terdiri atas 6 orang pengguna aktif lem aibon, orang tua dari pelaku pengguna lem aibon dan ketua lingkungan. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa perhatian, pengawasan dan pendampingan orang tua yang kurang dalam membatasi pergaulan anak akan mengantarkan anak pada pergaulan yang tidak sehat, salah satunya dengan menghirup uap lem aibon. Oleh karena itu sangat diperlukan pendampingan yang baik dari orang tua terhadap pergaulan anak, sehingga dapat membatasi pergaulan anak yang terlalu bebas. Terkait dengan hal tersebut maka harus diadakan sosialisasi mengenai bahaya penggunaan lem aibon baik di sekolah maupun dilingkungan masyarakat, agar tidak menghirup uap lem tersebut.
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENGARUH PEMBELAJARAN LOGIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
RIDA YUFANI WILBERTINA APAY (1902042)
Pengaruh Pembelajaran Logika Kemampuan Berpikir Kritis.
Skripsi ini berjudul Pengaruh Pembelajaran Logika Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui adakah pengaruh pembelajaran logika terhadap kemampuan berpikir kritis dan 2). mengetahui seberapa besar pengaruh pembelajaran logika terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus merauke. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis regresi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 196 mahasiswa yang aktif dan mengisi KRS tahun ajaran 2023/2024. Sampel penelitian ini berjumlah 58 mahasiswa. Instrumen yang digunakan yaitu angket dengan dua model pertanyaan yaitu 31 nomor tentang pembelajaran logika dan 37 nomor tentang kemampuan berpikir kritis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran logika terhadap kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa STK St. Yakobus Merauke adalah nilai Fhitung pada tabel anova di atas sebesar 85,580 dengan memiliki df2 sebesar 56. Analisis nilai Fhitung pada tabel anova, diperoleh signifikasi sebesar 0,000 yang berarti 0,000<0,05. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak yang menunjukkan bahwa pembelajaran logika berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa STK St. Yakobus Merauke. Besar pengaruh penggunaan pembelajaran logika terhadap kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa STK St. Yakobus Merauke yakni pengujian hipotesis diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Ini berarti terdapat pengaruh yang sangat signifikan dari pembelajaran logika terhadap kemampuan berpikir kritis. Pada tabel model summary diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,604. Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas berpengaruh sebesar 60,4% terhadap variabel terikat, sedangkan 39,6% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan Lembaga STK St. Yakobus Merauke tetap mempertahankan pembelajaran logika sebagai mata kuliah prasyarat.
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
IMPLEMENTASI NILAI KERENDAHAN HATI BUNDA MARIA DALAM HIDUP UMAT DI LINGKUNGAN SANTO KORNELIUS PAROKI KATEDRAL SANTO FRANSISIKUS XAVERIUS MERAUKE BERDASARKAN PERIKOP INJIL LUKAS 1: 26-45
PAULUS TUP (1902040)
Nilai-Nilai kerendahan Hati Bunda Maria Pastoral Katekese Pendidikan Katolik
Penelitian ini mengkaji secara mendalam implementasi nilai kerendahan hati Bunda Maria dalam kehidupan umat di stasi Santo Kornelius dengan merujuk pada inspirasi teologis perikop Injil Lukas 1: 26-45. Latar belakang kajian ini berangkat dari tantangan dan pengalaman kontemporer yang dihadapi Umat Katolik, terutama dalam mengaktualisasikan nilai-nilai kebajikan injili dalam realitas kehidupan. Nilai kerendahan hati yang diungkapkan secara nyata oleh Bunda Maria, khususnya saat ia menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel bertemu dengan Elisabet, merupakan teladan utama bagi komunitas iman yang berjuang menghidupi ajaran kristiani secara konsisten dan otentik dalam masyarakat modern yang cenderung menjunjung tinggi individualisme dan prestise duniawi.
Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pembinaan iman berbasis biblis, liturgi yang kontekstual, pastoral, dan praksis sosial gereja dalam mendukung keharmonisan dalam menerapkan nilai-nilai kerendahan hati Bunda Maria di tengah umat. Rekomendasi utama yang disampaikan berupa tema integrasi kerendahan hati Maria ke dalam seluruh lini pelayanan gereja, seperti homili, katekese, pelatihan kader umat, dan pendampingan komunitas basis.
Penelitian ini, dilakukan dengan analisis hermeneutika biblis terhadap teks Lukas 1:26-45 guna menyingkapi makna naratif dan pesan spiritual terkait kerendahan hati Maria. Proses eksplorasi ini didukung dengan wawancara mendalam, refleksi, analisis dari magisterium gereja, serta interpretasi kontemporer mengenai relevansi nilai kerendahan hati di tengah dinamika perubahan sosial. Hasil analisis teologis terlihat bahwa sikap Maria yang rela menerima kehendak Allah, keberaniannya menanggalkan ambisi pribadi, dan keterbukaannya terhadap misteri ilahi menjadi landasan utama terbentuknya spiritualitas kerendahan hati yang dewasa dan transformatif.
Pendekatan kualitatif dipilih sebagai strategi utama penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dalam aktivitas pastoral, wawancara mendalam dari umat, serta dokumentasi kegiatan rohani di tengah komunitas.
Analisis data menunjukkan bahwa internalisasi nilai kerendahan hati Bunda Maria tidak terjadi secara instan melainkan melalui proses pelatihan rohani, pendampingan pastoral intensif, dan pengaruh keteladanan para pemimpin komunitas. Namun demikian, ditemukan pula sejumlah tantangan yang menghadang umat, seperti pengaruh budaya materialisme, egosentrisme, serta melemahnya tradisi devosi Maria akibat arus sekularisasi. Kondisi ini menjadi refleksi penting tentang kebutuhan pendalaman iman dan pemaknaan spiritualitas Katolik yang relevan dengan konteks zaman.

Novelti penelitian ini memiliki signifikansi ilmiah dan praktis memperdalam pemahaman tentang spiritualitas Maria dalam konteks Gereja Lokal yang pluralistik. Secara praktis, hasil penelitian memberikan kontribusi bagi para pemimpin gereja, guru agama/katekis, dan pelayan pastoral lainnya dalam mengembangkan strategi pembinaan....
PDF 0 14
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENTINGNYA PARTISIPASI DEWAN PASTORAL PAROKI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PASTORAL DI PAROKI SANTO MIKAEL KUDA MATI
PAULINA EMANUELA TAWURUTUBUN (2002022)
Partisipasi Dewan Pastoral Paroki dan Pelayanan Pastoral di Paroki St. Mikael Kuda Mati
Paulina Emanuela Tawurutubun 2002022, Pentingnya partisipasi Dewan Pastoral Paroki dalam Meningkatkan Pelayanan Pastoral di Paroki Santo Miakel Kuda Mati, Skripsi, Program Sarjana, Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik, Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus- Merauke 2024.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya Partisipasi DPP dalam meningkatkan Pelayanan Pastoral di paroki St. Mikael Kuda Mati. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan dua instrument pengumpulan data yaitu instrument wawancara dan instrument observasi. Pada instumen wawancara, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai nara sumber sebanyak 12 orang informan, sedangkan pada instrument observasi, proses pengumpulan datanya dilakukan melalui pengamatan terhadap fenomena-fenomena yang menjadi tujuan dari penelitian tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Dewan Pasroral Paroki secara keseluruhan belum berpartisipasi aktif dalam meningkatkan pelayanan pastoral di paroki St. Mikael Kuda Mati. Salah satu penyebab utamanya ialah kurangnya pemahaman mereka terhadap peran, fungsi dan tanggung jawab sebagai anggota DPP. DPP adalah badan konsultatif yang bertugas untuk membantu uskup dan imam dalam merencanakan, Menyusun, dan mengkoordinasikan program-program pastoral dalam komunitas Gereja. Dalam hal ini Anggota DPP berpartisipasi dan bertanggungjawab dalam meningkatkan pelayan pastoral di paroki.
PDF 0 10