Penelitian ini mengkaji tentang peran katekis awam dalam pelayanan Sabda di Stasi Bunda Maria Butas, Paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Katekis Awam dalam mendukung pelayanan pastoral Gereja, khususnya dalam konteks pelayanan Sabda di wilayah stasi yang memiliki keterbatasan jumlah imam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran, tantangan, serta kontribusi katekis awam dalam pelayanan Sabda, serta merumuskan strategi pengembangan pelayanan katekese yang efektif.
Landasan teoretis penelitian ini berpijak pada dokumen-dokumen Gereja seperti Christifideles Laici, Evangelii Nuntiandi, dan Catechesi Tradendae yang menegaskan pentingnya peran awam dalam karya evangelisasi dan katekese. Teori-teori katekese kontekstual dan pendekatan pastoral partisipatif juga digunakan sebagai kerangka analisis. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para Katekis Awam, Pastor Paroki, dan Umat, observasi partisipatif terhadap kegiatan katekese, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Katekis Awam memainkan peran vital dalam empat dimensi utama: (1) Penyelenggaraan katekese rutin untuk
berbagai kelompok usia, (2) Pendampingan persiapan sakramen, (3) Penyelenggaraan ibadat sabda pada saat ketiadaan imam, dan (4) Pembinaan iman keluarga. Tantangan yang dihadapi meliputi: keterbatasan sumber daya manusia dan materi katekese, kesulitan kontekstualisasi ajaran iman, serta koordinasi dengan struktur pastoral paroki. Di sisi lain, ditemukan bahwa keterlibatan katekis awam berkontribusi positif dalam: penguatan pemahaman iman umat, peningkatan partisipasi liturgi, dan pengembangan komunitas basis.
Analisis mendalam pada bab empat mengungkapkan beberapa temuan kunci: Pertama, efektivitas pelayanan katekis awam sangat dipengaruhi oleh kualitas formasi yang mereka terima dan dukungan struktural dari paroki. Kedua, pendekatan katekese yang kontekstual dan dialogis terbukti lebih efektif dalam membantu umat menginternalisasi ajaran iman. Ketiga, pelayanan katekis awam berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara ajaran Gereja dan realitas hidup umat sehari-hari.
Pembahasan juga mengidentifikasi beberapa aspek yang memerlukan pengembangan: (1) Peningkatan kapasitas katekis melalui program formasi berkelanjutan, (2) Pengembangan materi katekese yang lebih kontekstual, (3) Penguatan sistem koordinasi dan pendampingan pastoral, serta (4) Pengembangan metode evaluasi pelayanan yang lebih sistematis.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran katekis awam sangat fundamental dalam memastikan keberlangsungan dan efektivitas pelayanan Sabda di tingkat stasi. Rekomendasi yang diajukan meliputi: (1) Pengembangan kurikulum formasi katekis yang lebih komprehensif, (2) Penguatan struktur pendam.....