Arsip Tugas Akhir

Repository publikasi ilmiah mahasiswa STK St. Yakobus Merauke

130
Karya Ilmiah
4
Kali Dilihat
185
Diunduh
Menampilkan 130 karya ilmiah
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2026
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK PADA MATERI TERLIBAT DALAM HIDUP MENGGEREJA DENGAN METODE PEMBELAJARAN SIMULASI PADA SISWA KELAS IV SD YPPK ST MIKAEL KWEEL DISTRIK ELIGOBEL KABUPATEN MERAUKE
HERLINA BEATRIX KATKIRIK (1403017)
metode simulasi hasil belajar Pendidikan Agama Katolik
Pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya siswa. Pendidikan Agama Katolik sebagai bagian dari kurikulum pendidikan memiliki fungsi untuk meningkatkan kualitas iman, moral dan ketakwaan peserta didik. Untuk itu hasil belajarnya pun harus ditingkatkan salah satunya dengan perbaikan metode pembelajaran yang inovatif.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan desain mengadopsi dari Stephen Kemmis dan MC Tanggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD YPPK St. Mikael Kweel Distrik Eligobel Kabupaten Merauke berjumlah 30 siswa. Penelitian dilakukan selama kurang lebih 2 bulan dalam 2 siklus terdiri dari perencanaan, observasi, tes dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif sebagai ukuran keberhasilan proses perbaikan pembelajaran. Penerapan metode simulasi melalui 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksaan pelaksanaan tindakan simulasi, dan tahap penutup/evaluasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan metode simulasi siswa yang berpartisipasi aktif maupun siswa sebagai pengamat aktif mampu mengembangkan imajinasi, membentuk kekompakan kelompok, siswa tidak malu dan ragu untuk mengembangkan potensi. Hal tersebut secara efektif dapat m meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan kualitas pada ranah kognitif dari skor tes sebelum tindakan (pre tes) sebesar 65,68 meningkat menjadi 70,13 pada siklus I. Kemudian pada siklus II skor hasil belajar kognitif tersebut meningkat lagi menjadi 70,46. Sedangkan skor pada ranah afektif dari siklus I 67 meningkat menjadi 77 pada siklus II.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan agar guru selalu mengevaluasi metode pembelajaran yang digunakan dan menerapkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satunya adalah dengan metode pembelajaran simulasi yang terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara efektif.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2026
PENGARUH MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA-SISWI KELAS IV DAN V DI SEKOLAH DASAR YPPK HATI KUDUS KELAPA LIMA MERAUKE
DEPOSINA DJONLER (2002006 )
Minat Baca Hasil Belajar Kognitif
Skripsi ini berjudul PENGARUH MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SISWI SD YPPK HATI KUDUS KELAPA LIMA
MERAUKE. Skripsi ini diinspirasikan oleh situasi dan kondisi yang terjadi di SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke bahwa cukup banyak siswa memiliki minat baca yang sangat rendah sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa tersebut sehingga skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh minat baca terhadap hasil belajar kognitif siswa siswi kelas IV dan V SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas IV dan V SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke sebanyak 36 orang. Instrumen yang di gunakan adalah berupa angket dengan model skala Likert dengan jumlah butir instrumen penelitian variabel minat baca sebanyak 30 soal sementara variabel hasil belajar di lihat dari nilai rapor dan tidak di teliti karena sudah melewati validitas. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5 %, N=36 dengan nilai kritis 0,1 dan hasil uji reliabilitas minat baca diperoleh koefisien alpha sebesar 0,888 diperoleh koefisien alpha sebesar. Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai r² sebesar 0, 313 (31,3%) yang berarti terdapat pengaruh meskipun pengaruhnya lemah, artinya pengaruh minat baca tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif. Variabel lain yang berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa siswi sebesar 68,7%, yang menunjukkan bahwa Ha di terima dan Ho ditolak. Hal ini berarti minat baca berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa siswi.
Berdasarkan hasil penelitian ini di sarankan agar siswa siswi meningkatkan minat baca dan mengatur waktu mereka dengan baik untuk membaca, baik di sekolah, rumah maupun di mana saja serta di harapkan agar ada dukungan dari guru dan orang tua. Dalam upaya meningkatkan minat baca dalam dunia pendidikan yakni menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan, ruang baca yang nyaman, kegiatan membaca bersama, kompetensi dan penghargaan, keterlibatan keluarga.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2026
PERAN DOA PAGI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE SEBAGAI CALON KATEKIS
Faustina Yanondoyowop (2102008)
Doa Pagi Pembentukan Karakter Mahasiswa Calon Katekis STK Santo Yakobus Merauke
Faustina Yanondoyowop tahun 2025. Skripsi ini berjudul “Peran Doa Pagi dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke sebagai Calon Katekis” penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa doa pagi merupakan kegiatan rutin wajib di sekolah tinggi katolik (STK) Santo Yakobus Merauke sebagai upaya menanamkan nilai-nilai karakter bagi mahasiswa calon katekis. Peran dan makna kegiatan ini dalam membentuk karakter mahasiswa belum sepenuhnya optimal, ditandai dengan rendahnya partisipasi dan kecenderungan sebagaian mahasiswa menggapnya hanya sebagai rutinitas administratif semata, tanpa disertai kesadaran rohani yang mendalam. Rumusan Masalah: Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini merumuskan tiga fokus utama untuk dikaji, yaitu: 1) Bagaimana peran doa pagi dalam membentuk karakter mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke sebagai calon katekis? 2) Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan doa pagi dalam proses pembentukan karakter mahasiswa, baik dari sisi internal maupun eksternal? 3) Upaya-upaya apa yang dilakukan oleh mahasiswa untuk menghayati dan meningkatkan keterlibatan aktif dalam kegiatan doa pagi sebagai bagian dari proses pembentukan karakter? Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran doa pagi dalam pembentukan karakter mahasiswa STK Santo Yakobus Merauke, khususnya dalam nilai spiritualitas, tanggung jawab, dan kedisiplinan; mengidentifikasikan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya; dan mendeskripsikan berbagai upaya mahasiswa untuk menghayati serta meningkatkan keterlibatan aktif doa pagi.
Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian adalah mahasiswa yang aktif doa pagi, mahasiswa yang tidak aktif doa pagi, BEM (Bidang Kerohanian), Dosen dan Waket III Kemahasiswan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa doa pagi memiliki peran penting dalam pembinaan iman dan karakter mahasiswa, berfungsi sebagai wadah untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan spiritualitas. Namun, efektivitasnya terhanbat oleh faktor internal: rendahnya motovasi pribadi dan komitmen spiritual, serta masalah manajemen waktu yang menyebabkan ketidakhadiran atau keterlambatan. Faktor eksternal: tuntutan akademik yang padat dan masalah ekonomi mahasiswa; sementara itu, mahasiswa yang aktif doa pagi menunjukkan upaya pribadi berupa pengaturan jadwal dan menjadikan doa pagi sebagai prioritas, disimpulkan bahwa doa pagi belum optimal karena partisipasi dan pengayatan yang kurang.disarankan mengintegrasikannya dengan kurikulum (misalnya spiritualitas Katekis) untuk memperkuat komitmen spiritual dan mengubahnya dari kewajiban menjadi kebutuhan rohani mahasiswa.
PDF 1 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2026
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KONTROL DIRI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA DI PAROKI SANTO PETRUS EROM
Fransiska Selfiana (2102010)
Pola Asuh Orang Tua Kontrol Diri Media Sosial Remaja
Skripsi ini berjudul PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KONTROL DIRI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA DI PAROKI SANTO PETRUS EROM. Tulisan ini terinspirasi dari situasi dan kondisi Remaja santo Petrus Erom yang banyak menggunakan media sosial namun kurangnya mendapatkan pola asuh orang tua, sehingga skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh pola asuh orang tua terhadap perilaku remaja dalam mengakses media sosial di paroki Santo Petrus Erom. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis regresi linier sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh antara pola asuh orang tua (variabel bebas) dan kontrol penggunaan media sosial pada remaja (variabel terikat). Populasi penelitian ini adalah 70 remaja berusia 12-18 tahun di Paroki Santo Petrus Erom, yang semuanya dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan media sosial pada remaja. Pengujian hipotesis dengan SPSS 25.0 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,019, yang mana lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,078 menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh sebesar 7,8% terhadap kontrol penggunaan media sosial, sementara 92,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bahwa sangat pentingnya peran aktif orang tua dalam membimbing anak-anak mereka agar menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
PDF 1 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2026
SPIRITUALITAS KATEKIS BERDASARKAN KISAH NABI YESAYA 42: 1 - 9 DAN APLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN IMAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
OLIVA NDARO (2102023)
Kata kunci: Spiritualitas katekis Nabi Yesaya 42:1-9 mahasiswa Katolik doa pagi
Penelitian ini berangkat dari fenomena menurunnya penghayatan spiritualitas di kalangan mahasiswa calon katekis di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Aktivitas rohani seperti doa pagi, rekoleksi, dan pelayanan sering dipandang sebagai rutinitas formal yang terpisah dari kehidupan akademik. Kondisi ini mencerminkan adanya krisis spiritualitas yang seharusnya menjadi inti dari pembinaan iman mahasiswa Katolik. Melalui refleksi atas kisah Hamba Tuhan dalam Yesaya 42:1-9, penelitian ini berupaya menggali nilai-nilai spiritualitas kenabian yang dapat menjadi inspirasi pembentukan pribadi katekis yang setia, rendah hati, dan berbelarasa dalam pelayanan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa tentang spiritualitas katekis berdasarkan kisah Nabi Yesaya, menganalisis penghayatan doa pagi sebagai bagian integral dari pembinaan spiritual, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi penguatan spiritualitas mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap mahasiswa dan dosen pembina rohani di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan tetap menjaga keabsahan data melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memahami spiritualitas katekis sebagai relasi pribadi dengan Allah yang diwujudkan dalam doa, pelayanan, dan sikap hidup. Namun, penghayatan terhadap doa pagi masih rendah, ditandai dengan kehadiran yang tidak konsisten dan motivasi yang cenderung formalistik. Faktor penyebabnya antara lain: kejenuhan, kurangnya pendampingan rohani, serta lemahnya integrasi nilai spiritualitas dalam kegiatan akademik. Di sisi lain, mahasiswa yang memiliki kesadaran iman yang tinggi menilai doa pagi sebagai momen pembaruan diri dan sarana pembentukan karakter spiritual.
Penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai dalam Yesaya 42:1-9 yakni kelembutan, kesetiaan, keadilan, dan ketekunan-sangat relevan untuk membentuk spiritualitas katekis masa kini. Spiritualitas kenabian yang digambarkan oleh Nabi Yesaya menginspirasi mahasiswa untuk menjadi “hamba Tuhan” yang melayani dengan kasih dan keteguhan, bukan dengan kekuasaan. Upaya penguatan spiritualitas mahasiswa dapat dilakukan melalui pembinaan reflektif, pendampingan personal, integrasi nilai-nilai iman dalam kurikulum, dan peneguhan komunitas doa yang partisipatif. Dengan demikian, pembinaan spiritual di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke tidak hanya menghasilkan lulusan yang cakap secara intelektual, tetapi juga matang secara rohani dan siap menjadi pelayan iman yang profetik di tengah masyarakat.

PDF 1 7
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
FAKTOR DETERMINAN MINIMNYA PARTISIPASI MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE DALAM KEGIATAN DOA PAGI
YUNISTA PASKALINA (2102040)
Partisipasi Mahasiswa Doa Pagi Faktor Internal
Skripsi ini berjudul FAKTOR DETERMINAN MINIMNYA PARTISIPASI MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE DALAM KEGIATAN DOA PAGI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi mahasiswa STK Santo Yakobus Merauke dalam kegiatan doa pagi sebagai bagian penting dari pembinaan spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal (seperti motivasi spiritual dan pemahaman doa) serta faktor eksternal (seperti dukungan lingkungan kampus dan jadwal akademik). Partisipasi tinggi berkaitan dengan kesadaran religius yang kuat dab dukungan komunitas, sedangkan partisipasi rendah dipengaruhi oleh kurangnya motivasi dan kesibukan studi. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan pastoral yang personal dalam pembinaan rohani mahasiswa.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
STUDI KOMPARASI PEMAHAMAN UMAT STASI SANTO CAROLUS MANGGISUBA TENTANG SIFAT-SIFAT HAKIKI PERKAWINAN MENURUT AJARAN GEREJA KATOLIK DAN SUKU MUYU
YANUARIA WOSUN ( 2102037)
Perkawinan Katolik Suku Muyu sifat hakiki inkulturasi.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan membandingkan sifat-sifat hakiki perkawinan menurut ajaran Gereja Katolik dan menurut pandangan budaya Suku Muyu di Stasi Santo Carolus Manggisuba, Paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Gereja katolik memangdang perkawinan sebagai sakramen suci yang bersifat monogami, tak terceraikan, dan terbuka terhadap kehidupan. Sementara itu, Suku Muyu melihat perkawinan sebagai ikatan sosial dan kekerabatan antar keluarga besar yang memiliki makna adat dan simbolik yang mendalam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan komparatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, umat, pastor paroki, dan pasangan katolik Suku Muyu, serta studi literatur tentang ajaran Gereja Katolik adat Muyu. Hasil penelitian menunjukkan adanya titik temu dan perbedaan mendasar antara keduanya. Titik temu terletak pada penghargaan terhadap kesetiaan, keterbukaan terhadap anak, dan pandangan bahwa perkawinan adalah hal yang sakral. Perbedaannya terletak pada pemahaman tentang monogami, ketakterceraikan, dan makna sakramental. Penelitian menegaskan pentinya inkulturasi iman Katolik dalam budaya lokal agar ajaran Gereja dapat dihayati secara kontekstual oleh umat Katolik Suku Muyu. Gereja diharapkan terus mengembangkan pembinaan pastoral keluarga dan dialog budaya untuk memperkuat pemahaman tentang makna perkawinan Katolik.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
IMPLEMENTASI POLA PENDIDIKAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN IMAN ANAK MELALUI DOA-DOA POKOK DI STASI SANTO CAROLUS MANGGISUBA PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
TRISANTI RAHANGIAR (2102031)
Implementasi Iman Doa-Doa Pokok Pendidikan
Skripsi yang berjudul “Implementasi Pola Pendidikan Orang Tua dalam Mengembangkan Pendidikan Iman Anak melalui Doa-Doa Pokok di Stasi Santo Carolus Manggisuba, Paroki Bunda Hati Kudus Kuper” ini membahas tentang implementasi pola pendidikan orang tua dalam mengembangkan iman anak melalui doa-doa pokok di Stasi Santo Carolus Manggisuba, Paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kesadaran orang tua di stasi tersebut akan pentingnya peran mereka dalam membina iman anak melalui doa-doa pokok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap 11 informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua belum sepenuhnya menerapkan pola pendidikan iman anak secara optimal, khususnya dalam memperkenalkan dan membiasakan doa-doa pokok. Akibatnya, anak-anak di Stasi Santo Carolus Manggisuba belum mampu mengenal dan menghayati doa-doa pokok secara mendalam, yang pada akhirnya berdampak pada perkembangan spiritual dan pembentukan karakter mereka. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan peran orang tua sebagai pendidik pertama antara lain adalah keterbatasan ekonomi, waktu, dan pengaruh lingkungan. Temuan ini menjadi perhatian penting yang perlu ditanggapi secara serius oleh pihak-pihak terkait, khususnya di tingkat Paroki Bunda Hati Kudus Kuper.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
PENGARUH PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP MINAT BACA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE.
Thomas Vilkanova Roni Mau (2102030)
pengaruh gawai minat baca mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke Merauke.
Skripsi ini berjudul Pengaruh Penggunaan Gawai Terhadap Minat Baca Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan gawai terhadap minat baca mahasiswa. 2) megetahui besarnya pengaruh penggunaan gawai terhadap minat baca mahasiswa. 3) menemukan upaya apa yang dapat meningkatkan minat baca mahasiswa.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dari semester II-XIII sebanyak 122 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan bentuk skala likert dengan jumlah butir instrumen penelitian variabel penggunaan gawai sebanyak 30 soal, sedangkan variabel minat baca sebanyak 30 soal. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5% dengan N=122 orang. Hasil uji validitas variabel X menunjukkan dari 30 butir, 27 butir valid (rentang 0,22–0,52) dan 3 butir tidak valid (rentang 0,14–0,18). Pada variabel Y, 26 butir valid (rentang 0,26–0,47) dan 4 butir tidak valid (rentang 0,15–0,18). Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach menunjukkan nilai 0,782 untuk variabel X dan 0,732 untuk variabel Y, sehingga keduanya dinyatakan reliabel.
Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi Fhitung sebesar 0,531, lebih besar dari taraf signifikan 0,05, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya, penggunaan gawai tidak berpengaruh signifikan terhadap minat baca mahasiswa. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,003 menunjukkan bahwa hanya 0,3% variasi minat baca dijelaskan oleh penggunaan gawai, dan 99,7% dipengaruhi faktor lain.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar peningkatan minat baca mahasiswa tidak hanya difokuskan pada pembatasan penggunaan gawai, tetapi juga melalui penciptaan lingkungan sosial dan akademik yang mendukung. Mahasiswa didorong untuk memperluas pergaulan baik di dalam maupun di luar kampus melalui kegiatan-kegiatan positif yang mendorong literasi dan diskusi ilmiah. Interaksi antar teman sebaya yang sehat juga diharapkan membentuk komunitas belajar yang harmonis dan memotivasi peningkatan minat baca secara berkelanjutan.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
STUDI DESKRIPTIF TENTANG KETERLBATAN WANITA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA (WKRI) DALAM KARYA PASTORAL DI PAROKI KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM MOPAH LAMA
SIPRITA OKTAVIA ROSARI (2486208062)
WKRI keterlibatan karya pastoral Paroki Kristus Raja Semesta Alam Mopah Lama.
Studi Deskriptif Tentang Keterlibatan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dalam Karya Pastoral di Paroki Kristus Raja Semesta Alam Mopah Lama.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan dan Peran Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dalam karya pastoral di Paroki Kristus Raja Semesta Alam Mopah Lama. Fokus penelitian mencakup pemahaman anggota tentang hidup berorganisasi, bentuk-bentuk keterlibatan mereka dalam karya pastoral dan hidup menggereja, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi partisipasi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota WKRI Paroki Kristus Raja Semesta Alam Mopah Lama memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai hidup berorganisasi sebagai sarana pelayanan dan persekutuan umat. Keterlibatan mereka tampak nyata dalam berbagai kegiatan pastoral yang menjadi program kerja tahunan organisasi WKRI. Hal tersebut nampak dalam pelayanan liturgi, kunjungan kasih, pendampingan kategorial, serta dukungan terhadap kegiatan sosial gereja. Faktor pendukung utama keterlibatan tersebut antara lain adanya semangat kebersamaan, dukungan dari pastor paroki, dan rasa tanggung jawab iman. Namun, terdapat pula hambatan seperti keterbatasan waktu, faktor usia, dan kurangnya regenerasi anggota muda.
Secara keseluruhan, keberadaan WKRI di Paroki Kristus Raja Semesta Alam Mopah Lama memiliki kontribusi yang signifikan dalam memperkuat kehidupan menggereja dan karya pelayanan pastoral umat Allah di tingkat parokial.
PDF 0 2
Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Katolik (Profesi) 2025
POTRET BUDAYA KEKERASAN VERBAL MELALUI PERILAKU SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR YPPK SANTA MARIA FATIMA KELAPA LIMA KABUPATEN MERAUKE
SIMON KAMEUBUN (2102028)
kekerasan verbal budaya komunikasi siswa sekolah dasar strategi edukasi
Skripsi ini berjudul “Potret Budaya Kekerasan Verbal Melalui Perilaku Siswa Di Lingkungan Sekolah Dasar YPPK Santa Maria Fatima Kelapa Lima Kabupaten Merauke”. Penelitian ini berangkat dari fenomena maraknya perilaku kekerasan verbal di kalangan siswa, seperti ejekan, hinaan, serta penggunaan kata-kata kasar yang berdampak pada kondisi psikologis, pembentukan karakter, dan prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan verbal serta mengambarkan strategi sekolah dalam menanggulangi perilaku tersebut.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian mencakup kepalah sekolah, guru wali kelas, guru bidang studi, orang tua, serta siswa Sekolah Dasar YPPK Santa Maria Fatima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan verbal paling sering muncul berupa ejekan teriak kondisi fisik, pemakaian nama orang tua sebagai panggilan, dan menggunakan kata-kata kasar. Faktor penyebabnya antara lain kurangnya pengawasan guru di luar kelas, pengaruh teman sebaya, dan pola komunikasi di lingkungan keluarga.
Upaya yang dilakukan sekolah untuk menekan kekerasan verbal meliputi penetapan peraturan tertulis, penyeluhan tentang pentingnya berkomunikasi dengan sopan, pengembangan pembelajaran berbasis karakter, serta keterlibatan aktif guru dan orang tua. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan strategi pendidikan yang terintegrasi dan kolaboratif dalam membangun budaya anti kekerasan verbal di sekolah.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
PENGARUH PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 MERAUKE
ROSALINA W. LETSOIN (2102027)
gawai gadget prestasi belajar siswa SMK
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intensitas penggunaan gawai, mengetahui tingkat prestasi belajar, dan menganalisis pengaruh penggunaan gawai terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Merauke. Fenomena penggunaan gawai yang semakin masif di kalangan pelajar memiliki dampak yang ambivalen terhadap proses pembelajaran, di mana gawai dapat menjadi media pembelajaran yang efektif namun juga dapat menimbulkan distraksi dan penurunan konsentrasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Merauke tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 266 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling dengan rumus Slovin, sehingga diperoleh sampel sebanyak 160 siswa. Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) intensitas penggunaan gawai siswa tergolong sedang hingga tinggi dengan rata-rata skor 99,74; (2) prestasi belajar siswa menunjukkan variasi yang beragam dipengaruhi berbagai faktor internal dan eksternal; (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan gawai terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai F-hitung 43,200 > F-tabel 3,90 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Besarnya pengaruh ditunjukkan oleh koefisien determinasi (R²) sebesar 0,215 atau 21,5%, dengan persamaan regresi Y = 39,966 + 0,572X. Nilai korelasi (r) sebesar 0,463 menunjukkan hubungan positif kategori sedang. Kesimpulannya, penggunaan gawai yang bijak dan terarah untuk keperluan pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, sementara penggunaan yang tidak terkontrol dapat memberikan dampak negatif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya literasi digital, regulasi penggunaan gawai di sekolah, serta sinergi antara guru dan orang tua dalam membimbing penggunaan gawai siswa.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
DARI PASIF KE PARTISIPATIF: UPAYA PASTORAL DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN OMK DI LINGKUNGAN SANTA MARGARETHA MARIA ALACOQUE PAROKI SANTO MIKHAEL KUDAMATI
PASKALINA MARGARETH WAAP (2002020)
Orang Muda Katolik Keterlibatan Pastoral Gereja
Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi nyata keterlibatan OMK dan menemukan model pendampingan pastoral yang dapat mendorong perubahan sikap dari pasif menjadi partisipatif. Latar belakang penelitian ini adalah oleh rendahnya keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK) dalam kehidupan menggereja. Sebagian besar OMK hanya hadir pada kegiatan seremonial Gereja dan belum menunjukkan keterlibatan yang mendalam dalam tanggung jawab iman maupun pelayanan rohani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman OMK tentang hidup menggereja masih terbatas pada aspek kehadiran fisik, belum pada kesadaran iman dan tanggung jawab rohani. Rendahnya keterlibatan disebabkan oleh kurangnya pendampingan yang terarah, kegiatan yang monoton, minimnya dukungan keluarga, serta kurangnya ruang bagi kaum muda untuk berperan aktif dalam pelayanan Gereja. Penelitian ini juga menemukan adanya potensi besar dalam diri OMK untuk terlibat lebih aktif apabila mereka diberi kesempatan, kepercayaan, dan dukungan yang sesuai dengan kehidupan kaum muda masa kini. Kesimpulan penelitian adalah perubahan dari sikap pasif ke partisipatif dapat terjadi melalui tiga upaya utama, yaitu: membangun komunikasi dan relasi yang akrab antara Gereja dan kaum muda, mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan minat serta kebutuhan OMK, dan memberikan ruang bagi mereka untuk berperan sebagai pelaku dalam kehidupan menggereja. Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan terbuka, Gereja dapat menumbuhkan semangat keterlibatan OMK secara aktif sehingga semangat “Dari Pasif ke Partisipatif” benar-benar terwujud dalam kehidupan pastoral di lingkungan.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
PEMAHAMAN UMAT KATOLIK MENGENAI MAKNA DOA ROSARIO SUATU ANALISIS KUALITATIF DI STASI SANTO AGUSTINUS SP 6 PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
NIRTO GABRIEL MASANG (2102022)
Doa Rosario Umat Katolik Analisis Kualitatif Stasi Santo Agustinus Sp 6
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara mendalam pemahaman umat Katolik mengenai makna doa Rosario di Stasi Santo Agustinus SP 6, Paroki Bunda Hati Kudus Kuper, Keuskupan Agung Merauke. Fokus penelitian ini diarahkan untuk mengungkap sejauh mana umat memahami nilai teologis, spiritual, dan devosional dari doa Rosario sebagai bagian penting dalam kehidupan iman Katolik. Selain itu, penelitian ini juga berupaya menggambarkan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman umat, baik dari segi pembinaan iman, kebiasaan keluarga, maupun peran lingkungan gereja dalam menumbuhkan semangat devosi kepada Bunda Maria.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 20 informan yang terdiri atas Ketua Dewan, Sekretaris, Bendahara, serta umat Stasi Santo Agustinus SP 6.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar umat memiliki pemahaman yang masih terbatas terhadap makna doa Rosario. Doa Rosario lebih dipandang sebagai rutinitas keagamaan, terutama pada bulan-bulan devosi kepada Bunda Maria (Mei dan Oktober), tanpa disertai penghayatan rohani yang mendalam. Rendahnya pemahaman ini dipengaruhi oleh kurangnya katekese yang berkelanjutan dan minimnya pendampingan pastoral dalam pengembangan iman umat. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis berupa pelatihan, pembinaan, dan pendalaman makna doa Rosario melalui program katekese yang berkesinambungan bagi pengurus liturgi maupun umat di lingkungan basis.
Penelitian ini merekomendasikan agar umat Stasi Santo Agustinus SP 6 bersama tim pastoral mengembangkan pendekatan pastoral yang kontekstual dan partisipatif guna mendorong keterlibatan aktif umat dalam doa Rosario, sehingga mereka mampu memahami serta menghayati makna doa tersebut secara lebih mendalam.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS QUIZIZZ PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS V SD YPPK DON BOSCO BUDHI MULIA MERAUKE
Maria Susana Oratmangun (2102018)
Media pembelajaran interaktif Quizizz Pendidikan Agama Katolik Hasil belajar kognitif
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik di SD YPPK Don Bosco Budhi Mulia Merauke, serta mengukur besaran pengaruh tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain survei korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 89 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dua instrumen: (1) kuesioner terstruktur untuk mengukur persepsi siswa terhadap penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz dengan menggunakan skala Likert; dan (2) studi dokumentasi untuk memperoleh data hasil belajar kognitif dari nilai rapor mata pelajaran PAK. Instrumen kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan dalam penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 20.0, yang didahului dengan uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas, uji linearitas, dan uji heteroskedastisitas.
Hasil penelitian menunjukkan temuan signifikan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran PAK, yang dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 57,081 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima; (2) Besaran pengaruh penggunaan Quizizz terhadap hasil belajar kognitif adalah sebesar 39,6% (R² = 0,396), dengan nilai korelasi R = 0,629 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif antara kedua variabel. Hal ini menunjukkan bahwa 39,6% variasi hasil belajar kognitif siswa dapat dijelaskan oleh penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz, sementara 60,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz efektif meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran PAK di sekolah dasar. Keefektifan Quizizz disebabkan oleh beberapa karakteristik unggulannya, antara lain: sifat pembelajaran yang student-centered, pemberian feedback atau umpan balik langsung kepada siswa, unsur gamifikasi yang menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan melalui skor, papan peringkat (leaderboard), avatar, dan musik pengiring, serta fleksibilitas penggunaan untuk pre-test, post-test, dan monitoring aktivitas peserta didik secara real-time. Media pembelajaran berbasis Quizizz dapat menjadi alternatif inovatif untuk mengatasi permasalahan pembelajaran konvensional di sekolah dasar, khususnya untuk mata pelajaran yang memerlukan penguasaan aspek kognitif seperti pengetahuan iman, kisah-kisah dalam Kitab Suci, pemahaman makna sakramen, dan hafalan doa-doa pokok.
PDF 1 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
STUDI DESKRIPTIF: PEMA HAMAN SISWA KELAS IV DAN V SEKOLAH DASAR NEGERI KAMANGI TENTANG TATA GERAK LITURGI DALAM PEMBELAJARAN AGAMA.
MARIA OKTOFINA WAMBONGGROP (2102017)
Liturgical Gestures Catholic Religious Education Student Understanding Elementary School
The purpose of this study is to describe the level of students' understanding of liturgical gestures, identify thefactors that hinder this understanding, andformulate efforts that can be made to improve it within the context of Catholic Religious Education. This research employed a qualitative approach using a descriptive method. The research subjects consisted of 23 informants, namely the school principal, the Catholic religion teacher, seven parents or guardians, and fourteen students from grades IV and V ofSD Negeri Kamangi. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed through the processes ofdata reduction, data presentation, and conclusion drawing.

The results of the study indicate that students' understanding of liturgical gestures remains relatively low. Most students are only able to perform basic liturgical movements such as making the sign ofthe cross, folding their hands, standing, and kneeling, but they do not yet understand the theological and spiritual meanings behind each gesture. Thefactors inhibiting students' understanding include internal factors such as shyness, lack of self-confidence, and low learning motivation; external factors such as limited variation in teaching methods and inadequate learning facilities; andfamily environmental factors that do not yet support prayer habits or provide religious role models at home.

Efforts that can be made to enhance students' understanding include the implementation of practice-based learning, role-playing activities, integration of songs and movements, the use of interactive media, and collaboration between schools and families in developing continuous liturgical habits. Through this synergy, students are expected not only to perform liturgical gestures correctly but also to understand and internalize their meanings in their dailyfaith life.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA KETERLIBATAN UMAT DALAM IBADAH SABDA PADA HARI MINGGU DI STASI SANTO PAULUS SEMANGGA DUA PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
Lusiana Kalikimbian (2102041)
: involvement of the people worship of the word contextual pastoral.
The purpose of this study is to analyze the factors that cause low involvement of the people and formulate contextual pastoral strategies to increase the involvement of the people in the worship of the word. The method used is qualitative with a descriptive approach. Data obtained from the congregation through observation, interviews, and documentation of the congregation, the station council, the liturgical section, the ward chairman and the catechesis section. The analysis was carried out by grouping the causative factors into internal aspects (lack of faith understanding, personal motivation, spiritual habits) and external aspects (lack of pastoral support, geographical circumstances, economic conditions and environmental conditions). The results of this study show that the low involvement of the people is influenced by the lack of understanding of the people about the worship of the word, the lack of pastoral assistance, and the influence of modern lifestyles so that the people are less involved in liturgical activities, also the factor of the people's habits that focus more on their personal busyness.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
PENGARUH KONDISI EKONOMI TERHADAP PARTISIPASI ORANG MUDA KATOLIK DALAM KEGIATAN PASTORAL LITURGI DI LINGKUNGAN SANTO KORNELIUS PAROKI KATEDRAL SANTO FRANSISKUS XAVERIUS MERAUKE
Lurina Magdalena Ife (2002032)
Kondisi ekonomi partisipasi OMK kegiatan pastoral liturgi.
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Kondisi Ekonomi Terhadap Partisipasi Orang Muda Katolik (OMK ) Dalam Kegiatan Pastoral Liturgi di Lingkungan Santo Kornelius Paroki Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke “. Penelitian ini berangkat dari fenomena banyak Orang Muda Katolik yang tidak terlibat aktif dalam kegiatan pastoral liturgi di lingkungan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan OMK dalam kegiatan pastoral liturgi seperti menjadi pemazmur, lektor, misdinar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, membagi kuesioner, dan dokumentasi. Informasi penelitian mencakup ketua lingkungan dan anak -anak OMK di lingkungan Santo Kornelius. Hasil penelitian menunjukkan banyak OMK yang terlibat aktif dalam kegiatan liturgi di lingkungan Santo Kornelius. Salah satu faktor penyebabnya adalah kondisi ekonomi keluarga yang tidak mendukung OMK dalam kegiatan liturgi, karena ada OMK yang membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup hari-hari.

PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
KEHARUSAN EKONOMI DAN PARTISIPASI AGAMA: STUDI FENOMENOLOGIS KETERLEPASAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM PERAYAAN EKARISTI DI LINGKUNGAN SANTO KORNELIS PAROKI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS KATEDRAL MERAUKE
Linus Kaibu (1902022)
Economic Necessity Eucharistic Participation Catholic Young Adults Personal Spirituality
This study aims to explore the phenomenological experience of Catholic Young Adults (OMK) and analyze how they make sense of this detachment. The research employs a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was conducted through in-depth interviews, participant observation, and documentation with key informants consisting of OMK, parish neighborhood administrators, and priests. The results indicate that "economic necessity" is the primary structural barrier, manifesting in three forms: (1) conflicting and unpredictable work schedules, especially for informal sector workers such as port laborers; (2) physical exhaustion after work; and (3) a rational priority for fulfilling basic needs. Phenomenologically, detachment from the Eucharist is not construed as a loss of faith. Instead, OMK experience internal conflict and consciously construct personal spirituality, such as private prayer and reading the Holy Scriptures at home, as a form of compensation. This phenomenon reflects the concept of Believing without Belonging. Other inhibiting factors affecting this condition are internal OMK conflicts and minimal pastoral accompaniment. Conversely, the supporting factors that still attract OMK are the quality of lively liturgy and the active involvement of OMK in service tasks.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA RASA TANGGUNG JAWAB MAHASISWA DALAM MENJALANKAN TUGAS DOA PAGI DI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE.
Imelda Maria Goreti Mabur (2102013)
Tanggung jawab Doa pagi Mahasiswa Pembinaan rohani
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya rasa tanggung jawab mahasiswa dalam menjalankan tugas doa pagi di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas mahasiswa semester IV 5 orang dua laki-laki tiga perempuan dan mahasiswa semester VI orang dua orang laki-laki tiga orang perempuan, satu dosen pembina, serta satu anggota BEM bidang kerohanian sebagai informan utama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan langkah reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya rasa tanggung jawab mahasiswa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup rendahnya rasa percaya diri, motivasi spiritual yang lemah, dan persepsi yang kurang tepat terhadap makna doa pagi. Faktor eksternal meliputi kurangnya pengawasan dari pihak kampus, belum adanya pembina rohani tetap, serta pengaruh lingkungan sosial yang kurang mendukung. Meskipun demikian, mahasiswa yang memiliki motivasi iman dan kesadaran rohani tinggi menunjukkan tanggung jawab yang lebih besar dalam melaksanakan doa pagi. Doa pagi di STK Santo Yakobus Merauke berperan penting dalam membentuk kedisiplinan, karakter spiritual, dan rasa tanggung jawab mahasiswa sebagai calon katekis. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan rohani yang terarah, pendampingan dosen yang konsisten, serta peran aktif BEM dalam mendorong mahasiswa agar lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap tugas doa pagi.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2025
IMPLEMENTASI KATEKESE MODEL SHARED CHRISTIANI PRAXIS UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI STASI SANTO YOHANES RASUL RAWA BIRU PAROKI SOTA SANTO ARNOLDUS JANSEN
FITALIA YADAO KABUJAI (1902015)
Kata kunci: katekese Shared Christian Praxis keterlibatan orang muda Katolik
Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi katekese model Shared Christian Praxis (SCP) untuk meningkatkan keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK) dalam kehidupan menggereja di Stasi Santo Yohanes Rasul Rawa Biru. Latar belakang penelitian adalah rendahnya partisipasi OMK dalam kegiatan pastoral, dimana hanya 15% dari 40 OMK yang terlibat aktif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan partisipatif melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 6 informan, dan dokumentasi pelaksanaan katekese. Model SCP Thomas Groome diterapkan dalam dua pertemuan dengan tema "Meningkatkan Keterlibatan Orang Muda Katolik dalam hidup menggereja " dan "Datang dan Ikutilah Aku."
Hasil penelitian menunjukkan rendahnya keterlibatan OMK disebabkan tiga faktor: ekonomi (prioritas mencari nafkah), internal (kurang motivasi, malu, tidak percaya diri), dan eksternal (minim dukungan keluarga, tidak ada pembinaan terstruktur). Implementasi SCP mendapat respons positif meskipun partisipasi terbatas. Peserta menunjukkan perkembangan dari sikap pasif menjadi lebih terbuka dalam berbagi pengalaman. Model SCP efektif meningkatkan kesadaran identitas kristiani, kepercayaan diri, dan komitmen keterlibatan, meskipun dampaknya masih terbatas.
Kesimpulan penelitian adalah model SCP terbukti efektif namun memerlukan dukungan Sistemik dan konsistensi jangka panjang. Model ini menawarkan alternatif katekese yang kontekstual dan partisipatif, mengintegrasikan pengalaman hidup dengan tradisi iman. Penelitian merekomendasikan pengembangan program pastoral holistik, peningkatan kapasitas katekis lokal, dan penguatan sistem pendampingan Multi-level
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK DALAM KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR KATOLIK SANTA THERESIA BUTI
Yustinus Hendrinus Pagu (1902053)
Model Pembelajaran Kurikulum Merdeka Prestasi Belajar
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Berpusat Pada Peserta Didik Dalam Kurikulum Merdeka Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Katolik Santa Theresia Buti”. Judul penelitian dipilih berdasarkan motivasi penulis untuk mengetahui teori yang menyatakn bahwa terdapat pengaruh Model Pembelajaran berpusat pada Peserta didik dalam kurikulum merdeka terhadap prestasi belajar peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Karolik Santa Theresia Buti. Jenis penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian bersumber dari data primer dan instrumen yang digunakan berupa angket yang disebarkan kepada 60 responden sebagai sampel finite. Penyebaran angket disertai 5 alternatif jawaban yakni sangat setuju, setuju, netral, kurang setuju dan sangat tidak setuju. Hasil penyebaran angket dianalisis menggunakan bantuan IBM SPSS versi 28,0 for windows. Berdasarkan hasil analisis ditemukan tingkat kevalidan data bervariasi yakni rendah, sedang dan tinggi serta memiliki tingkat reliabel yang tinggi. Selanjutnya hasil analisis mengungkapkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas serta data berdistribusi normal. Hasil analisis selanjutnya mengungkapkan bahwa variabel bebas berpengaruh secara parsial dengan persentase sebesar 61,5% untuk pengaruh model pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam kurikulum merdeka terhadap prestasi belajar Peserta Didik. Adapun hasil analisis R2 menampilkan besarnya pengaruh kedua variabel tersebut dengan persentase sebesar 34%. Sesuai analisis data secara keseluruhan disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam kurikulum merdeka terhadap prestasi belajar peserta didik dengan tingkatan pengaruh yang besar.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
UPAYA MENINGKATKAN PERSPEKTIF MASYARAKAT RUKUN TETANGGA TENTANG ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PANTI ASUHAN SANTO VINCENTIUS MERAUKE DAN IMPLIKASI PASTORAL
FATIMA MARTINS (2002011)
Perspektif Masyarakat Anak Berkebutuhan khusus Implikasi Pastoral
Skripsi ini berjudul “Upaya Meningkatkan Perspektif Masyarakat Rukun Tetangga Tentang Anak Berkebutuhan Khusus Di Panti Asuhan Santo Vincentius Merauke Dan Implikasi Pastoral”. Topik ini diinspirasi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di lingkungan rukun tetangga, khususnya di lingkungan Domba IV belum sepenuhnya terbuka terhadap anak berkebutuhan, sehingga skripsi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung anak berkebutuhan khusus di Panti Asuhan Santo Vincentius Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Infroman dalam penelitian ini berjumlah 9 orang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa masyarakat RT 008 memiliki pandangan yang bervariasi terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, dengan sebagian besar menunjukkan sikap positif dan empati, sementara sebagian lainnya menunjukkan penolakan dan ketidaknyamanan, yang dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman terhadap anak nerkebutuhan khusus.
Data Konkret persentase anak berkebutuhan dengan jenis kecacatan, tuna netra 23%, tuna rungu wicara 29%, tuna laras 12%, cerebal palsy 18%, autis 6%, retmen 6%, lambat bicara 6%. Tuna rungu wicara dan tuna netra merupakan dua jenis kecacatan yang paling banyak ditemukan, diikuti oleh cerebral palsy. Ini mengindikasikan adanya kebutuhan yang lebih besar dalam penyediaan fasilitas dan program yang sesuai untuk kedua jenis kecacatan. Data ini memberikan gambaran tentang jumlah persentase cukup besar dari anak-anak yang mengalami berbagai kebutuhan khusus, menunjukkan betapa pentingnya perhatian dan dukungan dari masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian ini upaya yang diberikan yakni untuk meningkatkan perspektif masyarakat tentang anak berkebutuhan khusus di Panti Asuhan Santo Vincentius Merauke dan Implikasi Pastoral, perlu dilakukan pendekatan holistik yang mencakup edukasi, kegiatan sosial inklusif, program kunjungan, peningkatan kesadaran dan tindakan positif masyarakat, guna mengembangkan pemahaman yang lebih positif dan inklusif serta memperkuat solidaritas masyarakat dengan demikian memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan humanis.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENGARUH MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA-SISWI KELAS IV DAN V DI SEKOLAH DASAR YPPK HATI KUDUS KELAPA LIMA MERAUKE
DEPOSINA DJONLER (2002006 )
Minat Baca Hasil Belajar Kognitif
Skripsi ini berjudul PENGARUH MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SISWI SD YPPK HATI KUDUS KELAPA LIMA
MERAUKE. Skripsi ini diinspirasikan oleh situasi dan kondisi yang terjadi di SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke bahwa cukup banyak siswa memiliki minat baca yang sangat rendah sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa tersebut sehingga skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh minat baca terhadap hasil belajar kognitif siswa siswi kelas IV dan V SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas IV dan V SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke sebanyak 36 orang. Instrumen yang di gunakan adalah berupa angket dengan model skala Likert dengan jumlah butir instrumen penelitian variabel minat baca sebanyak 30 soal sementara variabel hasil belajar di lihat dari nilai rapor dan tidak di teliti karena sudah melewati validitas. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5 %, N=36 dengan nilai kritis 0,1 dan hasil uji reliabilitas minat baca diperoleh koefisien alpha sebesar 0,888 diperoleh koefisien alpha sebesar. Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai r² sebesar 0, 313 (31,3%) yang berarti terdapat pengaruh meskipun pengaruhnya lemah, artinya pengaruh minat baca tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif. Variabel lain yang berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa siswi sebesar 68,7%, yang menunjukkan bahwa Ha di terima dan Ho ditolak. Hal ini berarti minat baca berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa siswi.
Berdasarkan hasil penelitian ini di sarankan agar siswa siswi meningkatkan minat baca dan mengatur waktu mereka dengan baik untuk membaca, baik di sekolah, rumah maupun di mana saja serta di harapkan agar ada dukungan dari guru dan orang tua. Dalam upaya meningkatkan minat baca dalam dunia pendidikan yakni menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan, ruang baca yang nyaman, kegiatan membaca bersama, kompetensi dan penghargaan, keterlibatan keluarga.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL MAHASISWA DI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
VIDELIS NILO LEBA (2002025)
Pergaulan Teman Sebaya Kecerdasan Interpersonal
Skripsi ini berjudul PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL MAHASISWA DI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE. Topik ini diinspirasi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di Kampus Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke bahwa cukup banyak mahasiswa yang lebih dominan memiliki pergaulan yang berdampak pada kecerdasan interpersonal sehingga skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap kecerdasan interpersonal mahasiswa di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kuantitaif dengan model analisis regresi. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dari semester II-XII sebanyak 132 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan model skala semantik yang dikembangkan dalam 98 pernyataan dengan dua variabel yakni pergaulan teman sebaya (50) dan kecerdasan interpersonal (48). Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5 %, N=132 orang dengan nilai kritis 0,1 dan hasil uji reliabilitas pergaulan teman sebaya diperoleh koefisien alpha sebesar 0,903 berarti reliabilitas instrumen sedang dan reliabilitas kecerdasan inerpersonal diperoleh koefisien alpha sebesar 0,908 berarti reliabilitas instrumen sangat tinggi.
Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai r² sebesar 0,473 (47,3%) yang berarti terdapat pengaruh meskipun pengaruhnya lemah, artinya pergaulan teman sebaya tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap kecerdasan interpersonal mahasiswa. Variabel lain yang yag berpengaruh terhadap kecerdasan interpersonal mahasiswa sebesar 52,7% , yang menunjukan bahwa Ha di terima dan Ho ditolak. Hal ini berarti pergulan teman sebaya berpengaruh terhadap kecerdasan interpersonal mahasiswa.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar mahasiswa perlu untuk meningkatkan pergaulan entah itu di lingkup kampus maupun di luar kampus serta ada dukungan dari para dosen. Dalam upaya meningkatkan pergaulan dalam dunia pendidikan yakni menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, inklusif dan mendukung. Peningkatan interaksi antar teman sebaya berpotensi menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan kondusif untuk perkembangan pribadi mahasiswa.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENTINGNYA KEGIATAN KATEKESE UMAT TENTANG MUSIK LITURGI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KETERLIBATAN UMAT DALAM PERAYAAN LITURGI HARI MINGGU DI STASI SANTO AGUSTINUS SP6 PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
VERONIKA VEDE (2002024)
Musik Liturgi dan Partisipasi Umat
Musik liturgi merupakan suatu musik Gereja yang penting dalam peribadatan. Musik liturgi memliki aturan tersendiri yang tidak dapat dimainkan secara sembarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya kegiatan katekese umat tentang musik liturgi untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan umat dalam perayaan liturgi pada hari minggu di stasi Santo Agustinus SP 6 Paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang melibatkan 20 informan yang terdiri dari Ketua Dewan, Sekretaris, Bendahara dan umat stasi Santo Agustinus SP 6. Hasil penelitian diketahui bahwa umat Stasi Santo Agustinus SP 6, secara teori belum sepenuhnya memahami tentang musik liturgi dan kurangnya partisipasi umat dalam bernyanyi pada saat perayaan liturgi pada hari minggu. Selai itu mereka juga kurang terlibat dalam latihan bernyanyi dan juga pada setiap hari minggu kurang terlibat aktif dalam perayaan liturgi. Maka dengan memberikan katekese pelatihan serta pemahaman kepada umat, umat tersebut berpartisipasi aktif dalam bernyanyi.
Dari hasil penelitian ini disarankan untuk lebih diketahui bahwa musik liturgi belum sesuai dengan apa yang dipahami secara teori dan praktek yang dilakukan oleh umat stasi Santo Agustinus SP 6 maka disarankan bahwa bagi stasi agar meningkatkan pelatihan dan pembinaan bagi seksi liturgi maupun umat lingkungan dan juga memberikan pemahaman melalui pendekatan kepada umat agar terlibat aktif dalam perayaan liturgi.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENTINGNYA PERAN ORANG TUA DALAM MENCEGAH PERILAKU PENYALAHGUNAAN LEM AIBON PADA KALANGAN ANAK REMAJA DI LINGKUNGAN SANTO MIKHAEL PAROKI BAMPEL
Valentina Heatubun (2202053)
Penyalahgunaan Lem Aibon Anak Remaja Peran Orang Tua Pencegahan.
Skripsi ini berjudul “Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Mencegah Perilaku Penyalahgunaan Lem Aibon Pada Kalangan Anak Remaja di Lingkungan Santo Mikhael Paroki Bampel”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 8 informan, yang terdiri atas 6 orang pengguna aktif lem aibon, orang tua dari pelaku pengguna lem aibon dan ketua lingkungan. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa perhatian, pengawasan dan pendampingan orang tua yang kurang dalam membatasi pergaulan anak akan mengantarkan anak pada pergaulan yang tidak sehat, salah satunya dengan menghirup uap lem aibon. Oleh karena itu sangat diperlukan pendampingan yang baik dari orang tua terhadap pergaulan anak, sehingga dapat membatasi pergaulan anak yang terlalu bebas. Terkait dengan hal tersebut maka harus diadakan sosialisasi mengenai bahaya penggunaan lem aibon baik di sekolah maupun dilingkungan masyarakat, agar tidak menghirup uap lem tersebut.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENGARUH PEMBELAJARAN LOGIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
RIDA YUFANI WILBERTINA APAY (1902042)
Pengaruh Pembelajaran Logika Kemampuan Berpikir Kritis.
Skripsi ini berjudul Pengaruh Pembelajaran Logika Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui adakah pengaruh pembelajaran logika terhadap kemampuan berpikir kritis dan 2). mengetahui seberapa besar pengaruh pembelajaran logika terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus merauke. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis regresi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 196 mahasiswa yang aktif dan mengisi KRS tahun ajaran 2023/2024. Sampel penelitian ini berjumlah 58 mahasiswa. Instrumen yang digunakan yaitu angket dengan dua model pertanyaan yaitu 31 nomor tentang pembelajaran logika dan 37 nomor tentang kemampuan berpikir kritis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran logika terhadap kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa STK St. Yakobus Merauke adalah nilai Fhitung pada tabel anova di atas sebesar 85,580 dengan memiliki df2 sebesar 56. Analisis nilai Fhitung pada tabel anova, diperoleh signifikasi sebesar 0,000 yang berarti 0,000<0,05. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak yang menunjukkan bahwa pembelajaran logika berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa STK St. Yakobus Merauke. Besar pengaruh penggunaan pembelajaran logika terhadap kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa STK St. Yakobus Merauke yakni pengujian hipotesis diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Ini berarti terdapat pengaruh yang sangat signifikan dari pembelajaran logika terhadap kemampuan berpikir kritis. Pada tabel model summary diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,604. Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas berpengaruh sebesar 60,4% terhadap variabel terikat, sedangkan 39,6% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan Lembaga STK St. Yakobus Merauke tetap mempertahankan pembelajaran logika sebagai mata kuliah prasyarat.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
IMPLEMENTASI NILAI KERENDAHAN HATI BUNDA MARIA DALAM HIDUP UMAT DI LINGKUNGAN SANTO KORNELIUS PAROKI KATEDRAL SANTO FRANSISIKUS XAVERIUS MERAUKE BERDASARKAN PERIKOP INJIL LUKAS 1: 26-45
PAULUS TUP (1902040)
Nilai-Nilai kerendahan Hati Bunda Maria Pastoral Katekese Pendidikan Katolik
Penelitian ini mengkaji secara mendalam implementasi nilai kerendahan hati Bunda Maria dalam kehidupan umat di stasi Santo Kornelius dengan merujuk pada inspirasi teologis perikop Injil Lukas 1: 26-45. Latar belakang kajian ini berangkat dari tantangan dan pengalaman kontemporer yang dihadapi Umat Katolik, terutama dalam mengaktualisasikan nilai-nilai kebajikan injili dalam realitas kehidupan. Nilai kerendahan hati yang diungkapkan secara nyata oleh Bunda Maria, khususnya saat ia menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel bertemu dengan Elisabet, merupakan teladan utama bagi komunitas iman yang berjuang menghidupi ajaran kristiani secara konsisten dan otentik dalam masyarakat modern yang cenderung menjunjung tinggi individualisme dan prestise duniawi.
Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pembinaan iman berbasis biblis, liturgi yang kontekstual, pastoral, dan praksis sosial gereja dalam mendukung keharmonisan dalam menerapkan nilai-nilai kerendahan hati Bunda Maria di tengah umat. Rekomendasi utama yang disampaikan berupa tema integrasi kerendahan hati Maria ke dalam seluruh lini pelayanan gereja, seperti homili, katekese, pelatihan kader umat, dan pendampingan komunitas basis.
Penelitian ini, dilakukan dengan analisis hermeneutika biblis terhadap teks Lukas 1:26-45 guna menyingkapi makna naratif dan pesan spiritual terkait kerendahan hati Maria. Proses eksplorasi ini didukung dengan wawancara mendalam, refleksi, analisis dari magisterium gereja, serta interpretasi kontemporer mengenai relevansi nilai kerendahan hati di tengah dinamika perubahan sosial. Hasil analisis teologis terlihat bahwa sikap Maria yang rela menerima kehendak Allah, keberaniannya menanggalkan ambisi pribadi, dan keterbukaannya terhadap misteri ilahi menjadi landasan utama terbentuknya spiritualitas kerendahan hati yang dewasa dan transformatif.
Pendekatan kualitatif dipilih sebagai strategi utama penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dalam aktivitas pastoral, wawancara mendalam dari umat, serta dokumentasi kegiatan rohani di tengah komunitas.
Analisis data menunjukkan bahwa internalisasi nilai kerendahan hati Bunda Maria tidak terjadi secara instan melainkan melalui proses pelatihan rohani, pendampingan pastoral intensif, dan pengaruh keteladanan para pemimpin komunitas. Namun demikian, ditemukan pula sejumlah tantangan yang menghadang umat, seperti pengaruh budaya materialisme, egosentrisme, serta melemahnya tradisi devosi Maria akibat arus sekularisasi. Kondisi ini menjadi refleksi penting tentang kebutuhan pendalaman iman dan pemaknaan spiritualitas Katolik yang relevan dengan konteks zaman.

Novelti penelitian ini memiliki signifikansi ilmiah dan praktis memperdalam pemahaman tentang spiritualitas Maria dalam konteks Gereja Lokal yang pluralistik. Secara praktis, hasil penelitian memberikan kontribusi bagi para pemimpin gereja, guru agama/katekis, dan pelayan pastoral lainnya dalam mengembangkan strategi pembinaan....
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENTINGNYA PARTISIPASI DEWAN PASTORAL PAROKI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PASTORAL DI PAROKI SANTO MIKAEL KUDA MATI
PAULINA EMANUELA TAWURUTUBUN (2002022)
Partisipasi Dewan Pastoral Paroki dan Pelayanan Pastoral di Paroki St. Mikael Kuda Mati
Paulina Emanuela Tawurutubun 2002022, Pentingnya partisipasi Dewan Pastoral Paroki dalam Meningkatkan Pelayanan Pastoral di Paroki Santo Miakel Kuda Mati, Skripsi, Program Sarjana, Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik, Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus- Merauke 2024.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya Partisipasi DPP dalam meningkatkan Pelayanan Pastoral di paroki St. Mikael Kuda Mati. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan dua instrument pengumpulan data yaitu instrument wawancara dan instrument observasi. Pada instumen wawancara, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai nara sumber sebanyak 12 orang informan, sedangkan pada instrument observasi, proses pengumpulan datanya dilakukan melalui pengamatan terhadap fenomena-fenomena yang menjadi tujuan dari penelitian tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Dewan Pasroral Paroki secara keseluruhan belum berpartisipasi aktif dalam meningkatkan pelayanan pastoral di paroki St. Mikael Kuda Mati. Salah satu penyebab utamanya ialah kurangnya pemahaman mereka terhadap peran, fungsi dan tanggung jawab sebagai anggota DPP. DPP adalah badan konsultatif yang bertugas untuk membantu uskup dan imam dalam merencanakan, Menyusun, dan mengkoordinasikan program-program pastoral dalam komunitas Gereja. Dalam hal ini Anggota DPP berpartisipasi dan bertanggungjawab dalam meningkatkan pelayan pastoral di paroki.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
MINIMNYA PEMAHAMAN ORANG TUA TERHADAP TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN IMAN ANAK DI LINGKUNGAN SATU STASI SANTO YOSEPH KURIK
NATALIA TRI WULANDARI IKANUBUN (2002019)
pemahaman orang tua tanggung jawab pendidikan iman anak
Skripsi ini berjudul MINIMNYA PEMAHAMAN ORANG TUA TERHADAP TANGGUNGJAWAB PENDIDIKAN IMAN ANAK DI LINGKUNGAN SATU STASI SANTO YOSEPH KURIK penelitian ini diinspirasi oleh keadaan umat lingkungan satu yang belum menyadari pentingnya tanggung jawab orang tua sebagai pendidik utama bagi iman anak.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Peneliti menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia,suatu objek, suatu kondisi,suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk mendeskripsikan secara sistematis ,faktual dan akurat mengenai fakta,sifat serta hubungan antar subjek dan objek yang diteliti. Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan tiga metode pengumpulan data, yakni observasi wawancara dan Studi Dokumen yang diperoleh dari 16 informan serta di dukung oleh dokumen pendukung seperti data umat.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa orang tua belum sepenuhnya menjalankan apa yang terdapat dalam dokumen Gravissimum Educationis artikel 3 yang berbicara mengenai peran orang tua sebagai pendidik utama bagi anak Hasilnya umat lingkungan Satu belum seluruhnya mengimpelementasikan dokumen yang di sahkan oleh konsili Vatikan II. Ada beberapa masalah yang menjadi penghambat minimnya tanggung jawab orang tua dalam memberikan pendidikan iman bagi anak, yakni kesibukan orang tua dalam bekerja, sikap apatis dan juga lingkungan. Kondisi riil ini perlu disikapi dan ditanggapi secara bijak oleh pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya di tingkat Stasi santo Yoseph kurik
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PEMAHAMAN UMAT STASI SANTO PETRUS EROM TENTANG PANCA TUGAS GEREJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PARTISIPASI UMAT: IMPLEMENTASI SERUAN SINODE PARA USKUP XVI
MARIO GASPERSZ (2002017)
Pemahaman Umat; Panca Tugas Gereja; Partisipasi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menemukan bukti bahwa kurangnya pemahaman umat terhadap panca tugas Gereja menjadi salah satu faktor determinan yang menentukan partisipasi umat katolik dalam hidup menggereja. Data primer diperoleh melalui wawancara yang dibagikan kepada 30 informan yang terdiri dari pastor paroki, ketua dewan stasi, dua anggota dewas stasi dan dua puluh enam umat di stasi Santo Petrus Erom. Hasil pengolahan data, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang artinya dengan cara wawancara dan observasi, menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman umat terhadap panca tugas Gereja menjadi salah satu faktor yang menentukan partisipasi umat Katolik dalam berbagai aspek kehidupan menggereja. Kurangnya pemahaman akan berdampak pada kehidupan menggereja umat. Dampak dari kurangnya pemahaman umat ini akan mengakibatkan umat tidak terlibat dalam berbagai kegiatan Gereja, mengikuti perayaan liturgi serta tidak dapat mengaplikasikan panca tugas Gereja dalam kehidupan keseharian mereka. Temuan ini bertujuan untuk membantu pastor paroki, dewan stasi serta umat untuk sama-sama menciptakan komunikasi yang baik guna membangun koordinasi dalam memberikan pemahaman-pemahaman yang benar kepada seluruh umat akan pentingnya panca tugas Gereja, sehingga makna dan tujuan dari panca tugas Gereja dapat dipahami dengan baik dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan umat dengan demikian berdampak pada kehidupan menggereja yang baik.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
KATEKESE KAUM MUDA SEBAGAI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ORANG MUDA KATOLIK TENTANG PERAYAAN EKARISTI HARIAN DI ASRAMA SANTA THERESIA PAROKI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS KATEDRAL MERAUKE
KORNELIA A. WOMU (1802026)
Katekese Media Kaum Muda Ekaristi
Skripsi ini berjudul KATEKESE KAUM MUDA SEBAGAI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ORANG MUDA KATOLIK TENTANG PERAYAAN EKARISTI HARIAN DI ASRAMA SANTA THERESIA PAROKI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS KATEDRAL MERAUKE. Topik ini diinspirasi oleh keadaan yang terjadi pada OMK di asrama yakni kurang memahami tentang perayaan ekaristi, sehingga skripsi ini bertujuan untuk membantu OMK di asrama memahami pentingnya perayaan ekaristi dan bagaimana seharusnya kita bersikap baik pada saat Pesta Ekaristi Kudus? Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, deduktif dan induktif. Yang menjadi informan dari penelitian ini adalah OMK yang berjumlah 23 dan 1 pembina asrama.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemahaman tentang ekaristi harian bagi OMK menjadi kemendesakan kebutuhan. Hal ini disebabkan karena OMK kurang mendapat katekese tentang ekaristi selama berada di stasi atau paroki asal mereka. Pelajaran yang didapatkan kurang membantu OMK untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang ekaristi dan unsur-unsurnya dan bagaimana keterlibatan mereka dalam mengikuti ekaristi. Pendampingan terhadap mereka sangatlah kurang dan sangat sering menggunakan metode ceramah. Hasilnya adalah OMK di asrama tidak memahami dengan baik tentang ekaristi yang berdampak pada sikap dan keaktifan mereka selama perayaan ekaristi berlangsung.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN LEM AIBON PADA KALANGAN ANAK DI BAWAH UMUR DI KELURAHAN KAMUNDU KABUPATEN MERAUKE
HERMANUS NDIKEN (2002034)
Penyalahgunaan lem aibon kalangan anak usia di bawah umur.
Penyalagunaan lem aibon pada kalangan anak-anak usia di bawah umur merupakan fenomena yang semakin mendapatkan perhatian karena dampaknya yang serius terhadap kesehatan fisik dan psikologis anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang mendasari perilaku menyimpang di kalangan anak-anak usia di bawah umur. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor internal dan eksternal yang berkontribusi terhadap penyalahgunaan lem aibon. Faktor internal: faktor psikologis seperti rasa ingin tahu, kebutuhan untuk melarikan diri dari masalah emosional, dan pengaruh dari gangguan mental seperti gangguan kecemasan atau depresi dapat memicu anak-anak untuk terlibat dalam perilaku tersebut. Anak-anak yang mengalami stres atau trauma cenderung mencari pelarian melalui perilaku berisiko. Faktor eksternal: faktor lingkungan juga memainkan peran penting. Ketersediaan lem aibon yang mudah diakses, pengaruh teman sebaya, dan kondisi sosial-ekonomi keluarga berkontribusi terhadap penyalahgunaan. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang kurang stabil, seperti keluarga dengan masalah ekonomi atau kekerasan rumah tangga, lebih rentan terhadap perilaku ini. Faktor sosial: kurangnya pengawasan dari orang tua dan sistem pendidikan, serta ketidaktahuan tentang bahaya lem aibon, juga merupakan faktor penyebab utama. Program edukasi yang kurang memadai tentang risiko penyalahgunaan zat dan kebijakan perlindungan anak yang lemah dapat memperburuk situasi ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan masalah penyalagunaan lem aibon harus mel ibatkan pendekatan holistik yang mencakup pendidikan tentang bahaya zat berbahaya, intervensi psikologis, serta penguatan sistem dukungan keluarga dan komunitas. Dengan memahami faktor penyebab secara menyeluruh, diharapkan dapat dikembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk perilaku penyalahgunaan zat.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK DALAM KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR KATOLIK SANTA THERESIA BUTI
Yustinus Hendrinus Pagu (1902053)
Model Pembelajaran Kurikulum Merdeka Prestasi Belajar
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Berpusat Pada Peserta Didik Dalam Kurikulum Merdeka Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Katolik Santa Theresia Buti”. Judul penelitian dipilih berdasarkan motivasi penulis untuk mengetahui teori yang menyatakn bahwa terdapat pengaruh Model Pembelajaran berpusat pada Peserta didik dalam kurikulum merdeka terhadap prestasi belajar peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Karolik Santa Theresia Buti. Jenis penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian bersumber dari data primer dan instrumen yang digunakan berupa angket yang disebarkan kepada 60 responden sebagai sampel finite. Penyebaran angket disertai 5 alternatif jawaban yakni sangat setuju, setuju, netral, kurang setuju dan sangat tidak setuju. Hasil penyebaran angket dianalisis menggunakan bantuan IBM SPSS versi 28,0 for windows. Berdasarkan hasil analisis ditemukan tingkat kevalidan data bervariasi yakni rendah, sedang dan tinggi serta memiliki tingkat reliabel yang tinggi. Selanjutnya hasil analisis mengungkapkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas serta data berdistribusi normal. Hasil analisis selanjutnya mengungkapkan bahwa variabel bebas berpengaruh secara parsial dengan persentase sebesar 61,5% untuk pengaruh model pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam kurikulum merdeka terhadap prestasi belajar Peserta Didik. Adapun hasil analisis R2 menampilkan besarnya pengaruh kedua variabel tersebut dengan persentase sebesar 34%. Sesuai analisis data secara keseluruhan disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam kurikulum merdeka terhadap prestasi belajar peserta didik dengan tingkatan pengaruh yang besar.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
KONSEP MASYARAKAT MARIND-ANIM TENTANG PEREMPUAN DARI PERSPEKTIF KITAB KEJADIAN 1 : 26-27 DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN RUMAH TANGGA KAUM PEREMPUAN MARIND DI KABUPATEN MERAUKE
Fransiska Emanuela Kaize (2002029)
: Perempuan Marind-Anim Merauke.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep masyarakat Marind-Anim tentang perempuan dalam konteks perspektif Kitab Kejadian 1:26-27 dan dampaknya terhadap kehidupan rumah tangga kaum perempuan Marind-Anim di Kabupaten Merauke. Kitab Kejadian 1:26-27 menekankan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dengan menciptakan keduanya menurut gambar dan rupa Tuhan, menunjukkan nilai dan martabat yang sama. Namun, dalam masyarakat Marind-Anim, perempuan seringkali dianggap sebagai "pohon wati" yang memerlukan perlindungan dan pemeliharaan, yang berimplikasi pada posisi mereka yang kurang setara dalam struktur sosial. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan ketua adat informan dari komunitas Marind-Anim untuk menggali pandangan mereka mengenai peran dan status perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil wawancara menunjukkan bahwa meskipun perempuan Marind-Anim memainkan peran penting dalam kehidupan domestik dan sosial, mereka sering menghadapi tantangan seperti kekerasan domestik dan peran yang terbatas. Budaya dan adat yang dominan seringkali menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Analisis menunjukkan adanya ketegangan antara nilai-nilai kesetaraan yang diajarkan dalam Kitab Kejadian 1:26-26 dan praktik budaya yang ada di masyarakat Marind-Anim. Penelitian ini mengusulkan perlunya integrasi nilai-nilai kesetaraan gender dalam praktik budaya untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan perempuan. Kesadaran dan pendidikan mengenai hak dan peran perempuan dapat berkontribusi pada perubahan positif dalam masyarakat Marind-Anim, mendukung pencapaian kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam kehidupan rumah tangga dan sosial mereka.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
ANALISIS KURANGNYA KETERLIBATAN ORANG MUDA KATOLIK (OMK) DALAM HIDUP MENGGEREJA DI STASI SANTO MIKAEL MAGABAG PAROKI HATI KUDUS YESUS AGHAM KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
Figelius Tereyemu (1602025)
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PENGARUH KATEKESE MODEL SHARED CHRISTIAN PRAXIS (SCP) TERHADAP PARTISIPASI AKTIF ORANG MUDA KATOLIK DI LINGKUNGAN SANTO YOHANES DE BRITO PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI
ELTINA DEVONSA (2002030)
Katekese SCP Kegiatan Rohani OMK
Skripsi ini berjudul PENGARUH KATEKESE MODEL SHARED CHRISTIAN PRAXIS (SCP) TERHADAP PARTISIPASI AKTIF ORANG MUDA KATOLIK DI LINGKUNGAN SANTO YOHANES DE BRITO PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI. Tulisan ini terinspirasi dari situasi dan kondisi OMK St. Yohanes De Brito yang kurang aktif dan terlibat dalam kegiatan rohani yang ada di lingkungan maupun di paroki, sehingga skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh katekese Shared Christian Praxis (SCP) terhadap partisipasi aktif orang muda katolik di lingkungan Santo Yohanes De Brito paroki Santo Yosep Bambu Pemali. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel penelitian ini adalah orang muda katolik di lingkungan Santo Yohanes De Brito yang berjumlah 60 orang. Instrument yang digunakan adalah angket dengan model skala. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikasi 0,05 N= 60 orang dengan nilai kritis 0,25. Dari hasil akhir uji validitas ke 60 butir variabel X dinyatakan valid karena diatas 0,25 hasil akhir uji validita ke 40 butir variabel Y, 2 variabel dinyatakan tidak valid karena <0,25 yakni 0,01-0,19, sedangkan 38 variabel Y dinyatakan valid karena ≥0,25-0,83. Sedangkan dari hasil uji relibilitas diperoleh koefisien alfa sebesar 0,936 yang berarti relibilitas instrument tinggi. Nilai R square sebesar 0,970 yang berarti pengaruh varibel katekese SCP terhadap partisipasi aktif OMK sebesar 97% berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar meningkatkan kerjasam dengan pastor paroki, dewan paroki dan ketua lingkungan dalam merencanakan dan melaksanakan program-program paroki terutama program bagi OMK, memberikan bimbingan kepada OMK terlebih kepada pengurus OMK sehingga dapat menjadwalkan kegiatan-kegiatan OMK secara terprogram agar semua dapat terarah dan berjalan dengan baik.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI ORANG MUDA KATOLIK (OMK) DALAM HIDUP MENGGEREJA MELALUI KATEKESE KELOMPOK KATEGORIAL DI STASI SANTO PETRUS PAULUS YOBAR PAROKI SANTA THERESIA BUTI KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
BERNOLFUS YAGARAM (1602023)
Partisipasi OMK hidup menggereja katekese kategorial.
Skripsi ini berjudul UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI ORANG MUDA KATOLIK (OMK) DALAM HIDUP MENGGEREJA MELALUI KATEKESE KELOMPOK KATEGORIAL DI STASI SANTO PETRUS PAULUS YOBAR PAROKI SANTA THERESIA BUTI KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE. Topik ini diinspirasi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di Stasi Santo Petrus Paulus Yobar Paroki Santa Theresia Buti bahwa cukup banyak Orang Muda Katolik yang kurang aktif dalam hidup menggereja. Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk melihat bagaimana partisipasi OMK dalam kehidupan menggereja serta bagaimana mereka mengambil bagian dalam Tugas dan tanggung jawab OMK.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif bertujuan untuk memberikan penjelasan-penjelasan tertentu terkait permasalahan berdasarkan data dan fakta lapangan. Informan dari penelitian ini adalah Orang Muda Katolik Santo Petrus Paulus Yobar Paroki Santa Theresia Buti Keuskupan Agung Merauke sebanyak 20 orang. Dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022. Teknik pengumpul data yang penulis gunakan adalah observasi dan wawancara, teknik analisa data adalah suatu proses mencari dan menyusun data yang diperoleh dari lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan katekese kategorial bagi OMK dapat membantu mereka untuk memahami seccara baik tugas dan peran mereka dalam hidup menggereja, walaupun harus tetap diperjuangkan secara terus menerus. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa ada faktor internal dan eksternal yang menyebabkan OMK tidak terlibat aktif dalam kegidupan menggereja, sehingga dibutuhkan bentuk-bentuk pembinaan iman dari pihak Gereja bagi Orang Muda Katolik Santo Petrus Paulus Yobar Paroki Santa Theresia Buti.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
DAMPAK MENGONSUMSI MINUMAN KERAS PADA KALANGAN REMAJA KATOLIK TERHADAP PARTISIPASI HIDUP MENGGEREJA DI LINGKUNGAN SANTO KRISTOFORUS PAROKI SANG PENEBUS KAMPUNG BARU
Benedikta Oywatorop (1902006)
minuman keras remaja Katolik partisipasi menggereja pengaruh lingkungan
Penelitian dengan judul “Dampak Mengonsumsi Minuman Keras Pada Kalangan Remaja Katolik Terhadap Partisipasi Hidup Menggereja di Lingkungan Santo Kristoforus Paroki Sang Penebus Kampung Baru”.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebiasaan mengonsumsi minuman keras pada remaja Katolik terhadap partisipasi mereka dalam hidup menggereja di Lingkungan Santo Kristoforus, Paroki Sang Penebus Kampung Baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan 15 orang remaja Katolik sebagai informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian adalah memahami hubungan antara kebiasaan minum alkohol, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan dampaknya pada keterlibatan remaja dalam kegiatan rohani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja Katolik memahami tubuh mereka sebagai hal yang suci dan bait Roh Kudus sesuai dengan ajaran gereja. Namun, pemahaman ini tidak sepenuhnya terefleksi dalam perilaku mereka. Kebiasaan mengonsumsi alkohol masih sering dilakukan oleh remaja, terutama akibat pengaruh lingkungan internal seperti teman sebaya dan lingkungan eksternal seperti tekanan sosial dan budaya lokal. Perilaku ini menciptakan kontradiksi antara pemahaman mereka dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dampak dari kebiasaan buruk ini terlihat pada menurunnya partisipasi remaja dalam hidup menggereja. Sebagian besar remaja yang terlibat dalam kebiasaan mengonsumsi alkohol cenderung jarang ikut serta dalam kegiatan rohani, baik di tingkat lingkungan maupun paroki. Hal ini melemahkan semangat hidup menggereja di kalangan remaja dan mengurangi peran mereka sebagai generasi penerus iman dalam komunitas Katolik.
Solusi yang ditawarkan melibatkan pendekatan pastoral yang komprehensif, seperti pendidikan iman yang lebih mendalam, pendampingan spiritual, dan kegiatan komunitas yang relevan bagi remaja. Gereja perlu bekerja sama dengan pengurus lingkungan, pastor paroki, dan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung remaja agar dapat mengatasi pengaruh buruk dan kembali aktif dalam kehidupan menggereja. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan remaja Katolik di Lingkungan Santo Kristoforus dapat memperbaiki kebiasaan mereka dan kembali menjadi bagian integral dari kehidupan rohani gereja.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2024
PERAN KATEKIS AWAM DALAM PELAYANAN SABDA DI STASI BUNDA MARIA BUTAS PAROKI BUNDA HATI KUDUS - KUPER
Maria Aknes Ekoki (2002016)
Katekis Awam Pelayanan Sabda dalam Gereja Katolik
Penelitian ini mengkaji tentang peran katekis awam dalam pelayanan Sabda di Stasi Bunda Maria Butas, Paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Katekis Awam dalam mendukung pelayanan pastoral Gereja, khususnya dalam konteks pelayanan Sabda di wilayah stasi yang memiliki keterbatasan jumlah imam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran, tantangan, serta kontribusi katekis awam dalam pelayanan Sabda, serta merumuskan strategi pengembangan pelayanan katekese yang efektif.
Landasan teoretis penelitian ini berpijak pada dokumen-dokumen Gereja seperti Christifideles Laici, Evangelii Nuntiandi, dan Catechesi Tradendae yang menegaskan pentingnya peran awam dalam karya evangelisasi dan katekese. Teori-teori katekese kontekstual dan pendekatan pastoral partisipatif juga digunakan sebagai kerangka analisis. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para Katekis Awam, Pastor Paroki, dan Umat, observasi partisipatif terhadap kegiatan katekese, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Katekis Awam memainkan peran vital dalam empat dimensi utama: (1) Penyelenggaraan katekese rutin untuk


berbagai kelompok usia, (2) Pendampingan persiapan sakramen, (3) Penyelenggaraan ibadat sabda pada saat ketiadaan imam, dan (4) Pembinaan iman keluarga. Tantangan yang dihadapi meliputi: keterbatasan sumber daya manusia dan materi katekese, kesulitan kontekstualisasi ajaran iman, serta koordinasi dengan struktur pastoral paroki. Di sisi lain, ditemukan bahwa keterlibatan katekis awam berkontribusi positif dalam: penguatan pemahaman iman umat, peningkatan partisipasi liturgi, dan pengembangan komunitas basis.
Analisis mendalam pada bab empat mengungkapkan beberapa temuan kunci: Pertama, efektivitas pelayanan katekis awam sangat dipengaruhi oleh kualitas formasi yang mereka terima dan dukungan struktural dari paroki. Kedua, pendekatan katekese yang kontekstual dan dialogis terbukti lebih efektif dalam membantu umat menginternalisasi ajaran iman. Ketiga, pelayanan katekis awam berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara ajaran Gereja dan realitas hidup umat sehari-hari.
Pembahasan juga mengidentifikasi beberapa aspek yang memerlukan pengembangan: (1) Peningkatan kapasitas katekis melalui program formasi berkelanjutan, (2) Pengembangan materi katekese yang lebih kontekstual, (3) Penguatan sistem koordinasi dan pendampingan pastoral, serta (4) Pengembangan metode evaluasi pelayanan yang lebih sistematis.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran katekis awam sangat fundamental dalam memastikan keberlangsungan dan efektivitas pelayanan Sabda di tingkat stasi. Rekomendasi yang diajukan meliputi: (1) Pengembangan kurikulum formasi katekis yang lebih komprehensif, (2) Penguatan struktur pendam.....
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PERAN STATUS EKONOMI ORANG TUA DALAM MENDUKUNG KOGNITIF ANAK DI SEKOLAH DASAR YPPK SANTO ALOWISYUS GONSAGA ZANEGI DISTRIK ANIMHA SKRIPSI
YOSEPH YOPA CABUY (1802039)
status ekonomi orang tua kognitif anak.
Skripsi ini berjudul Peran Status Ekonomi Orang Tua Dalam Mendukung
Kognitif Anak Di Sekolah Dasar YPPK Santo Alowisyus Gonsaga Zanegi Distrik Animha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran status ekonomi orang tua dalam mendukung kognitif anak di sekolah dasar YPPK Santo Aloisyus Gonsaga Zanegi, faktor pendukung dan penghambat peran status ekonomi orang tua dalam mnedukung kognitif anak di sekolah dasar YPPK Santo Aloisyus Gonsaga Zanegi,
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dari penelitian ini adalah orang tua murid 5 orang, siswa 5 orang, dan guru 1 orang. Total semuanya berjumlah 11 orang. Obyek penelitian peran status ekonomi orang tua dalam mendukung kognitif anak. Teknik pengumpulan data mengunakan wawancara. Hasil penelitian didapat bahwa siswa yang mendapatkan dukungan orang tua dalam bentuk moril dan material dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Kegiatan lainnya yang sering diikuti adalah belajar bersama guru di luar jam sekolah dan menjadi siswa teladan. Untuk faktor yang mendukung kognitif anak dalam proses pembelajaran di sekolah, seperti adanya perhatian dari keluarga, guru dan masyarakat, sedangkan faktor penghambat adalah pribadi siswa sendiri. Misalnya; malas, minder, dan sibuk kerja. Faktor lain yakni lingkungan pergaulan dan ekonomi keluarga.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada sekolah untuk merancang kegiatan pembelajaran, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Sekolah jugadiharapkan lebih kreatif dalam menyiapkan bahan ajar, metode yang digunakan dalam mengajar, media dan sarana yang dipakai dalam menyampaikan bahan ajar kepada siswa dan memberi tugas yang berkualitas dalam mengembangkan aspek kognitif dan efektif . Selain itu, orang tua harus lebih mengoptimalkan dukungan dan perhatian serta menjadi teladan bagi anak.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK PADA SISWA KELAS V SD YPPK DON BOSCHO BUDHI MULIA MERAUKE
YOHANES WERONG (1802038)
Media Pembelajaran Motivasi Belajar Siswa Pendidikan Agama Katolik.
Skripsi ini berjudul Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Katolik Pada Siswa Kelas V SD YPPK Don Boscho Budhi Mulia Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui adanya pengaruh media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa, 2) mengetahui besarnya pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa, 3) mengetahui upaya apa yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah siswa-siswi SD YPPK Don Boscho Budhi Mulia kelas V Merauke, sebanyak 60 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan bentuk skala Likert dengan jumlah butir instrumen penelitian variabel penggunaan media pembelajaran sebanyak 25 soal sedangkan variabel motivasi belajar sebanyak 35 soal. Dari hasil validitas dengan nilai R hitng yang deperoleh taraf signifikansi sebesar 0,25, dengan N 60 orang pada variabel penggunaan media pembelajaran diperoleh sebanyak 25 item valid dan motivasi belajar yang di peroleh 34 item yang valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas variabel X diperoleh Alfa Cronbach sebesar 0,675 yang berarti dalam penelitian ini reliabel atau dapat di percaya dan untuk variabel Y diperoleh Cronbach sebesar 0,875 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen dalam variabel Y yakni motivasi belajar dalam penelitian ini reliabel atau dapat dipercaya.
Hasil analisis data pada nilai Fhitung pada tabel anova, diperoleh signifikan hasil sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari taraf signifkan 0,05. Artinya Ha diterima dan Ho ditolak yang menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Besarnya pengaruh media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa diketahui besaran pada tabel summarry diperoleh nilai koefisien sebesar 0,962. Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas (penggunaan media pembelajaran) berpengaruh sebesar 96,2% terhadap variabel terikat (motivasi belajar siswa), artinya penggunaan media pembelajaran memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan perlu meningkatkan efektivitas penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran di sekolah maupun di luar sekolah, pihak lembaga menambah penyediaan media pembelajaran agar para guru dan para siswa dapat menggunakannya untuk menambah wawasan dan keterampilan dalam setiap proses pembelajaran.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
KURANGNYA KETERLIBATAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI STASI BUNDA HATI KUDUS JATI-JATI PAROKI SANG PENEBUS KAMPUNG BARU MERAUKE
THOMAS YERMOGOIN (1602044)
Keterlibatan orang muda Katolik
Skripsi ini berjudul kurangnya keterlibatan orang muda katolik dalam hidup mengggereja di stasi bunda hati kudus jati-jati merauke paroki sang penebus kampung baru Merauke., Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlibatan orang muda katolik dalam hidup menggereja di stasi jati-jati Merauke, fatktor pendukung dan penghambat orang muda Katolik dalam keterlibatan hidup menggereja dan upaya meningkatkan iman pastoral dalam tingkat stasi dan paroki di stasi bunda hati kudus jati-jati Merauke.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dari penelitian ini adalah OMK 10 orang, ketua orang muda Katolik 1 orang, dewan stasi 1 orang dan pastor paroki 1 orang. Obyek penelitian ini sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil penelitian didapat bahwa orang muda aKatolik aktif dalam hidup menggereja seperti katekese lingkungan dan doa bersama. Kegiatan lainnya yang sering diikuti adalah kerja bakti Gereja, menjadi petugas liturgi. Untuk faktor yang mendukung orang muda dalam keterlibatan hidup menggereja seperti adanya perhatian dari keluarga, ketua OMK, dewan stasi dan pastor paroki, sedangkan faktor penghambat adalah hambatan pribadi seperti malas, minder dan sibuk kerja. Faktor lainnya yakni lingkungan pergaulan dan ekonomi keluarga.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan ketua OMK dan ketua stasi agar selalu mengupayakan orang muda Katolik supaya lebih semangat merancang kegiatan baik jangka panjang, maupun jangka pendek. dan lebih kreatif dalam menyiapkan bahan ajar, metode yang digunakan dalam mengajar, media dan sarana yang dipakai dalam menyampaikan pemahaman kepada OMK dan memberi tugas yang berkualitas dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif dan . Selain itu, orangtua harus lebih mengoptimalkan dukungan dan perhatian serta menjadi teladan bagi umat.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PENGARUH PROFESIONALITAS GURU AGAMA KATOLIK TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI II MERAUKE
Henderika Ningsih Kadun (1802014)
Profesionalitas Guru PAK Hasil Belajar Kognitif PAK Siswa
Skripsi ini berjudul Pengaruh Profesionalitas Guru Agama Katolik Tehadap Hasil Belajar Kognitif Pendidikan Agama Katolik Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri II Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui adanya pengaruh profesionalitas guru agama Katolik terhadap hasil belajar kognitif PAK, 2) mengatahui besarnya pengaruh profesionalitas guru agama Katolik terhadap hasil belajar kognitif PAK dan 3) mengetahui upaya apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hasil belajar kognitif PAK siswa.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah siswa-siswi agama Katolik kelas IX SMP Negeri II Merauke sebanyak 60 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan bentuk skala likert dengan jumlah butir instrumen penelitian variabel profesionalitas guru agama Katolik sebanyak 35 soal sedangkan hasil belajar kognitif PAK menggunakan nilai raport semester ganjil. Dari hasil validitas dengan taraf signifikansi sebesar 0,25 pada variabel profesionalitas guru agama Katolik diperoleh sebanyak 33 item valid dan hasil belajar kognitif PAK siswa kelas IX dinyatakan baik. Sedangkan dari uji reabilitas variabel X diperoleh Alfa Cronbach sebesar 0,841 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument dalam variabel X yakni profesionalitas guru agama Katolik dalam penelitian ini reliabel atau dapat dipercaya. Sedangkan, hasil hipotetis diperoleh dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Pada tabel model summary diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,789. Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas berpengaruh sebesar 78,9% atau 79% terhadap variabel terikat, sedangkan 21% dipengaruhi variabel yang tidak diteliti.
Hasil analisis data pada nilai Fhitung pada tabel anova yang menyatakan bahwa profesionalitas guru agama Katolik berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif PAK siswa SMP Negeri II Merauke diperkuat dengan hasil deskripsi data yang menunjukan bahwa tingkat frekuensi guru PAK dalam mengajar membimbing dan mengarahkan siswa dengan sangat baik saat proses pembelajaran PAK di sekolah sebesar 57% dan memiliki hasil belajar yang baik ditunjukan dengan nilai persentase sebesar 56,6%. Artinya profesionalitas guru agama Katolik yang memiliki kemampuan mengajar, membimbing dan mengarahkan peserta didik memiliki pengaruh dalam hasil belajar kognitif siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru perlu kesadaran akan tugasnya dalam kreatifnya menggunakan metode dan media dalam kegiatan belajar, pihak sekolah menambah penyediaan media agar guru bisa menggunakan dengan baik dan peserta didik pun bisa meningkatkan hasil belajar yang lebih baik lagi.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
RENDAHNYA RASA PERCAYA DIRI CALON KATEKIS DALAM MEMIMPIN IBADAH TANPA IMAM PADA MAHASISWA SEMESTR III DAN V STK St. YAKOBUS MERAUKE
Melania Florida Kanum (1702011)
rendahnya rasa percaya diri memimpin ibadah calon katekis.
Melania Florida Kanum Nim 1702011, Rendahya Rasa Percaya Diri Calon Katekis dalam Memimpin Ibadah Tanpa Iman Mahasiswa Semester III Dan V STK St Yakobus Merauke.
Percaya diri dan memimpin ibadah adalah dua variable utama dalam penelitian ini. Adapun fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa STK St.Yakobus Merauke dalam memimpin ibadah tanpa imam dengan dua rumusan masalah (1) Bagaimana upaya membangun dan meningkatkan kepercayaan diri pada calon Katekis STK St.Yakobus Merauke (2) Bagaimana mekanisme memimpin ibadah tanpa imam pada mahasiswa calon Katekis STK St.Yakobus Merauke.
Sebagian mahasiswa STK St Yakobus Merauke menghindar dari tanggung jawab yang dipercayakan kepada mereka, tanggung jawab dalam memimpin ibadah, lektor dan mengangkat lagu. Hal ini tercermin dari sikap mahasiswa yang menghindar dari tanggung jawabnya, dan tidak menjalankan tugas dengan baik pada hari yang ditentukan, dalam melaksanakan tugas mereka masing-masing. Dengan alasan datang terlambat, sakit dan tidak melihat jadwal.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berarti penulis mendeskripsikan hasil temuan dalam penelitian dengan bahasa peneliti yang dilakukan secara alamiah sehingga dapat memperoleh sebuah kesimpulan. Informan kunci dalam penelitian ini adalah 30 mahasiswa yang terdiri dari Semester III sebanyak 18 orang dan Semester V sebanyak 12 orang. Teknik pengambilan data dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Selanjutnya peneliti menyimpulkan hasil temuan bentuk narasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa percaya diri mahasiswa STK St Yakobus Merauke Semester III dan V dalam memimpin ibadah tanpa imam adalah sebagian masih kurang percaya diri, gugup, takut, membaca terbata-bata, menghindar dari kurang tanggung jawab, terlambat doa pagi, kurang mempersiapkan ibadah sesuai dengan kaidah liturgi. Agar mahasiswa STK St Yakobus dapat memimpin ibadah dengan benar maka penulis mengusulkan saran. Saran yang diusulkan mengintensifkan pelatihan memimpin ibadah, memotivasi mahasiswa lebih terlibat aktif dalam kegiatan lingkungan dan kelompok kategorial di Paroki, mendampingi mahasiswa secara intensif dan mengefektifkan evaluasi serta memberi sanksi akademik jika mahasiswa tidak melaksanakan tugas dalam memimpin ibadah.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PENTINGNYA KATEKESE LITURGI EKARISTI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUTERA-PUTERI ALTAR DI STASI SANTO YAKOBUS SP7 PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
MARIA SUNCERLIS (1802030)
Katekese Liturgi Ekaristi Putera-Puteri Altar.
Skripsi ini berjudul PENTINGNYA KATEKESE LITURGI EKARISTI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUTERA-PUTERI ALTAR DI STASI SANTO YAKOBUS SP7 PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER. Topik ini diinspirasi oleh keadaan yang terjadi pada putera-puteri altar di Stasi Santo Yakobus SP7 yakni rendahnya pemahaman mereka tentang liturgi ekaristi, sehingga skripsi ini bertujuan untuk membantu putera-puteri altar mengenal peralatan dalam liturgi ekaristi dan bagaimana bersikap yang baik selama perayaan ekaristi berlangsung.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif, deduktif, dan induktif. Yang menjadi informan dari penelitian ini adalah putera-puteri altar yang berjumlah 35 dan dewan stasi yang berjumlah 2 orang.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa pelaksanaan katekese liturgi ekaristi bagi putera-puteri altar menjadi kemendesakan kebutuhan. Hal ini disebabkan karena pelaksanaan katekese tentang liturgi ekaristi selama ini belum membantu putera-puteri altar untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang liturgi ekaristi dan unsur-unsurnya dan bagaimana keterlibatan mereka dalam melayani imam selama perayaan ekaristi berlangsung. Pendampingan terhadap mereka sangatlah kurang dengan menggunakan metode ceramah. Hasilnya adalah putera-puteri altar tidak memahami dengan baik tentang liturgi ekaristi secara umum, peralatan liturgi ekaristi dan tata gerak yang sesungguhnya selama perayaan ekaristi berlangsung.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
Maria Fatima Mamung (1802029)
Efektivitas pembelajaran daring prestasi belajar
Skripsi ini berjudul”EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE” Judul ini dipilih berdasarkan proses belajar mahasiswa selama pandemi covid-19 di STK St. Yakobus Merauke. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring terhadap prestasi belajar.
Skripsi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pembahasan masalah dilakukan menggunakan observasi dan wawancara terhadap dosen dan mahasiswa yang telah mengikuti pembelajaran daring. Permasalahan mendasar dalam skripsi ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana efektivitas pembelajaran daring terhadap prestasi belajar mahasiswa STK St. Yakobus Merauke? (2) Bagaimana prestasi belajar mahasiswa STK St. Yakobus Merauke?
Hasil penelitian menjelaskan bahwa pembelajaran daring adalah pembelajaran yang efektif karena dapat dilakukan dari jarak jauh. Dengan tujuan untuk mengurangi kontak fisik dan untuk mencegah penyebaran virus covid-19, serta membantu meringankan biaya trasportasi ke kampus, efisien waktu serta membantu mahasiswa dalam mengenal media eletronik yang lebih modern. Prestasi belajar yang dicapai oleh mahasiswa dalam pembelajaran klasikal sangat rendah dengan IPK 2.91 dibandingkan dengan hasil belajar selama pembelajaran daring dengan IPK 3.18. dilihat dari hasil IPK, maka proses pembelajaran daring sangat efektif dibandingkan pembelajaran klasikal.
Saran yang diusulkan peneliti bagi mahasiswa yakni; Hendaknya mahasiswa perlu memperhatikan hal-hal baru sesuai perkembangan zaman, seperti mengenal media-media yang lebih modern, mahasiswa harus mampu untuk mengembangkan pengetahuan kognitif, afektif dan psikomotorik dalam proses belajar. Selain itu peneliti juga mengajukan saran kepada dosen yakni; Mendampingi mahasiswa untuk siap menerima tantangan terhadap perkembangan teknologi yang lebih modern, lebih berperan aktif dalam mengarahkan mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran daring maupun pembelajaran tatap muka.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
DEVOSI KEPADA MARIA DALAM PANDANGAN KELOMPOK DOA LEGIO MARIA DI PAROKI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS KATEDRAL MERAUKE
MARIA ANTONETA A. NDIKEN (1802028)
Devosi kepada Maria Kelompok Doa Legio Maira Pemahaman tentang devosi kepada Maria.
Judul skripsi Devosi Kepada Maria Dalam Pandangan Kelompok Doa Legio Maria Di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Katedral Merauke dipilih karena penulis melihat anggota kelompok legio Maria yang sangat rajin dalam menjalankan devosi kepada Maria maka penulis tertarik dan ingin mengetahui secara mendalam pemahaman kelompok doa legio Maria tentang devosi kepada Maria.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mencari tau bagaimana pemahaman anggota kelompok doa legio Maria tentang doa devosi kepada Maria di Paroki St. Fransiskus Xaverius Katedral Merauke.
Penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Oleh sebab itu, untuk mendukung tujuan dari judul karya tulis ini, penulis melakukannya penelitian dengan tiga teknik pengumpulan data yakni: observasi, wawancara, dan dokumen-dokumen yang mendukung dalam penulisan karya tulis ini. Teknik Observasi ini penulis turun langsung kelapangan untuk mengamati secara langsung untuk memperoleh data sedang dokumen-dokumen yang digunakan, penulis mengumpulkan berbagai dokumen untuk mendukung penulisan skripsi ini. Dengan teknik wawancara, penulis turun langsung ke tempat penelitian untuk mewawancarahi 10 informan dari Kelompok Doa Legio Maria.
Berdasarkan hasil analisis dari sumber-sumber di atas, disimpulkan bahwa Devosi kepada Maria dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk membentuk kehidupan kristiani yang sejati. Dengan berdevosi kepada Maria, Kelompok Doa Legio Maria sebagai umat Allah yang mengkususkan diri merekah untuk bersembah sujud kepada Allah melalui Devosi kepada Maria diharapkan mampu mengasah iman dan lebih mendekatkan diri Kristus. Selain itu Devosi kepada Maria juga dapat menggugah hati setiap orang untuk memberi perhatian kepada sesama yang lemah dan menderita. Penghormatan akan keagungan Maria demikian juga nampak dalam praktik hidup setiap keluarga dari Kelompok Doa Legio Maria di Paroki St. Fransiskus Xaverius Katedral Merauke.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
IMPLEMENTASI SERUAN SINODE PARA USKUP XVI TENTANG PARTISIPASI UMAT DALAM HIDUP MENGGEREJA DI STASI SANTA MARIA BAAD PAROKI SANTO PETRUS & PAULUS KUMBE
MARIA ANISA (1802027)
Implementasi Seruan Sinode Partisipasi Hidup Menggereja.
Skripsi ini berjudul IMPLEMENTASI SERUAN SINODE PARA USKUP XVI TENTANG PARTISIPASI UMAT DALAM HIDUP MENGGEREJA DI STASI SANTA MARIA BAAD PAROKI SANTO PETRUS DAN PAULUS KUMBE. Judul ini diinspirasi oleh keadaan umat Stasi Santa Maria Baad yang kurang berpartisipasi dalam hidup menggereja. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Peneliti menggunakan metode deskriptif yaitu jenis, desain, atau rancangan penelitian yang biasa digunakan untuk meneliti objek penelitian yang alamiah atau dalam kondisi riil dan tidak disetting seperti pada penelitian eksperimen. Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan dua metode pengumpulan data, yakni observasi dan wawancara yang diperoleh dari 5 informan kunci.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa partisipasi umat dalam hidup menggereja di stasi Santa Maria Baad masih rendah. Kegiatan sosialisasi seruan sinode para Uskup XVI dan penegasan dari Muspas KAMe tentang partisipasi umat dalam hidup menggereja sudah dilaksanakan mulai di tingkat paroki sampai ke tingkat stasi. Hasilnya umat stasi Santa Maria Baad belum menunjukkan partisipasinya dalam berbagai kegiatan Gereja. Ada beberapa masalah yang menjadi penghambat partisipasi umat, yakni faktor ekonomi, faktor budaya, kemampuan sumber daya manusia, rendahnya pemahaman umat tentang ekaristi yang berimbas kepada penghayatannya dalam hidup sehari-hari. Kondisi riil ini perlu disikapi dan ditanggapi secara serius oleh pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya di tingkat paroki Santo Petrus dan Paulus Kumbe.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
STRATEGI PENDAMPINGAN PASTORAL ANAK JALANAN DI PAROKI SANTA MARIA FATIMA KELAPA LIMA MERAUKE
KATHARINA KARI (1802021)
Pendampingan Pastoral – Anak Jalanan
Pendampingan merupakan realisasi dan sekaligus representasi dari universal
human family caring nature. Pendampingan bersifat covenantal. Pendampingan
dilakukan oleh siapa saja, bagi siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Konseling
pastoral merupakan sebuah runcingan atau layanan spesialisasi dari pada pendampingan.
Pendampingan pastoral merupakan suatu pelayanan pertolongan dan penyembuhan
dari gereja, baik secara individu maupun kelompok sehingga dapat bertumbuh dalam
proses kehidupannya di masyarakat. Dapat dikatakan bahwa pendampingan pastoral ini
dilakukan secara sengaja terhadap anggota gereja yang sedang mengalami permasalahan
atau pergumulan hidup. Kriseta, juga berpendapat bahwa pendampingan pastoral
berhubungan dengan manusia tidak peduli kepercayaannya, kedudukan sosialnya, atau
prestisenya.
Hakikat konseling pastoral demikian menimbulkan proses, interelasi, interaksi dan
intertransaksi yang berkesinambungan antara konselor dan konseli. Pendampingan
merupakan landasan yang kokoh bagi pengertian tentang konseling pastoral.
Pendampingan pastoral adalah gabungan dari dua kata yang mempunyai makna
pelayanan, yaitu kata pendampingan dan kata pastoral. Pendampingan merupakan
kegiatan kemitraan, bahu-mambahu, menemani, dan berbagi dengan tujuan saling
menumbuhkan dan mengutuhkan.
Pembinaan terhadap anak-anak jalanan ini sudah dilakukan oleh berbagai
kalangan kelompok masyarakat, organisasi kepemudaan bahkan gereja dan pemerintah
juga turut andil dalam membina anak-anak jalan dimaksud, namun hingga saat ini anakanak
jalanan dimaksud masih saja berkeliaran dan melakukan aktifitasnya seperti yang
sudah di singgung diatas.
Untuk itu perlu adanya keterlibatan semua pihak secara menyeluruh dan serentak
dalam menggembleng anak-anak jalanan agar dapat meninggalkan kehidupan jalanan
sebagai anak jalan dan atau anak aibon dengan memberikan pembinaan serta
menyadarkan mereka tentang resiko dan bahaya hidup dijalanan.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
FAKTOR PENYEBAB PENUMPUKAN SAMPAH PLASTIK DI KOTA MERAUKE DAN UPAYA UNTUK MELESTARIKAN LINGKUNGAN MELALUI ENSIKLIK LAUDATO SI
Karolus B. Bala (1802022)
penumpukan sampah plastik faktor-faktor penyebab upaya yang dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor penyebab terjadinya penumpukan sampah plastik di kota Merauke, selain itu tujuan penelitian ini juga mau mendeskripsikan dampak yang muncul dari penumpukan sampah plastik yang terjadi. Tujuan lain juga adalah mendeskripsikan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga dan memelihara lingkungan serta mengembalikan keutuhan alam ciptaan.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode ini bertujuan untuk menggambarkan bagaiamana kondisi kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh penumpukan sampah plastik yang terjadi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab penumpukan sampah di kota Merauke terjadi karena kemajuan teknologi, kesadaran masyarakat yang masih sangat rendah dan juga tingkat pendididkan yang masih sangat kurang. Selain itu penumpukan sampah berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat karena itu ada berbagai upaya yang sudah dilakukan dengan meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, tersedianya tempat pembuangan sampah (TPS), mendirikan bank sampah, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk merawat alam ciptaan. Hal ini sesuai dengan seruan paus Fransiskus dalam ensikliknya Laudato Si yang mengajak umat manusia untuk melakukan pertobatan ekologis. Pertobatan ekologis berarti adanya kesadaran diri setiap pibadi untuk menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya karena alam sekitar kita adalah ibu bagi kita semua.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
MEMAKNAI KETERLIBATAN KAUM PEREMPUAN DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI LINGKUNGAN SANTO MIKHAEL PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI
JULIANA SAMDERUBUN (1802017)
Perempuan Keterlibatan Hidup Menggereja
Skripsi ini berjudul MEMAKNAI KETERLIBATAN KAUM PEREMPUAN DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI LINGKUNGAN SANTO MIKHAEL, PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI. Judul ini dipilih berdasarkan pengamatan akan keaktifan kaum perempuan dalam kehidupan menggereja di lingkungan Santo Mikhael. Tujuan penelitian untuk mendalami makna dari keaktifan kaum perempuan dalam mengikuti kegiatan-kegiatan kehidupan menggereja.
Skripsi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pembahasan masalah dilakukan menggunakan observasi dan wawancara terhadap umat lingkungan Santo Mikhael.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa keterliatan kaum perempuan dalam kegiatan hidup menggereja di lingkungan Santo Mikhael, Paroki Santo Yosep Bambu Pemali sangat aktif. Mereka melibatkan diri dalam berbagai kegiatan-kegiatan menggereja yang dilakukan di lingkungan maupun di paroki seperti doa-doa lingkungan, ibadah sabda di lingkungan, katekese, koor lingkungan, relirosario, lektor, dan juga sebagai anggota WKRI. Karena kaum perempuan di lingkungan Santo Mikhael sangat memahami dengan baik arti dari hidup menggereja itu sehingga mereka dengan setia selalu melibatkan diri dalam kegiatan menggereja yang diadakan di lingkungan maupun di pusat paroki.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
KERAHIMAN YESUS SEBAGAI MODEL PELAYANAN PASTORAL CARE DI RUMAH SAKIT BUNDA PENGHARAPAN MERAUKE
Gervasius Lado Bean (1802013)
Model Kerahiman Yesus Pelayanan Pastoral care.
Skripsi ini berjudul KERAHIMAN YESUS SEBAGAI MODEL PELAYANAN PASTORAL CARE DI RUMAH SAKIT BUNDA PENGHARAPAN MERAUKE. Judul ini diinspirasi dari Kerahiman Yesus sebagai model pastoral khusus bagi orang sakit. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang sifatnya kualitatif. Metode kualitatif-deskriptif yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi yang meliputi kegiatan penilaian sikap, atau pendapat terhadap individu, organisasi, keadaan, ataupun prosedur. Subjek penelitian adalah pasien Rumah Sakit Bunda Pengharapan Merauke dan objek penelitian adalah pelayanan pastoral care di Rumah Sakit Bunda Pengharapan Merauke. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara yang diperoleh dari 10 informan dengan perincian; 5 tim pastoral care dan 5 pasien. Hasil penelitian disimpulkan bahwa nilai kerahiman Ilahi (Yesus) hadir dalam diri setiap orang yang melayani yaitu para medis dan petugas pastoral care dan keluarga. Pasien merasakan nilai kerahiman Yesus karena ketulusan hati dari semua pihak yang memiliki niat baik dalam usaha untuk proses penyembuhan. Penderitaan yang dialami oleh pasien dihayati sebagai bagian dari penderitaan Kristus, bahkan penderitaan karena kesalahan masa lalu yang dialami pasien dihayati sebagai salib yang harus dipikul. Pengalaman iman bahwa sakit adalah ujian dari Tuhan memberikan harapan akan pemulihan relasi dengan Tuhan yang selama ini jarang dilakukan (doa). Belaskasihan Allah adalah bagian dari Kerahiman Ilahi yang menyata dalam proses pemulihan pasien dari sakitnya. Hasil penelitian menegaskan kembali bahwa kerahiman Ilahi yang dialami pasien karena pasien mengalami betapa luar biasa pelayanan baik medis maupun non medis dari Rumah Sakit Bunda Pengharapan Merauke, yang mana membawa perubahan berarti dalam diri pasien. Kesehatan jasamani dan rohani menjadi jaminan kerahiman Ilahi selalu ada dalam setiap pasien.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
KONSEP MODERASI BERAGAMA DALAM KONTEKS KEARIFAN LOKAL TOTEMISME PADA MASYARAKAT MARIND-ANIM DI KAMPUNG YABA MARU DISTRIK TANAH MIRING KABUPATEN MERAUKE
Fransiskus Aknar Gamu (1802012)
Moderasi Beragama Kearifan Lokal Totemisme Marind-Anim
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep moderasi beragama yang dipahami oleh masyarakat suku Marind-Anim, menggali nilai-nilai kearifan lokal totemisme yang terdapat pada masyarakat suku Marind-Anim yang dapat menjadi dasar dalam membangun iklim moderasi, untuk mendeskripsikan sikap-sikap moderasi beragama yang sudah diwujudkan oleh masyarakat suku Marind-Anim di Kampung Yaba Maru Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan dua jenis sumber data yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun narasumber yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 11 informan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa : (1) Konsep Moderasi Beragama yang dipahami adalah sikap saling menghargai dan menghormati dalam lingkup keberagaman. Konsep moderasi beragama sebagai sikap toleransi antar umat beragama. (2) Nilia-nilai yang terkandung dalam totemisme dalam membangun iklim moderasi beragam lebih mengarah kepada nilai kemanusiaan dan berlaku adil terhadap sesama manusia yakni nilai toleransi, keterbukaan terhadap agama lain, kekeluargaan, persaudaraan dan kebersamaan. (3) Implementasi sikap moderasi beragama yang diwujudkan oleh masyarakat Marind-Anim ialah menciptakan masyarakat suku Marind-Anim yang suka membantu, terbuka, bersosialisasi dengan orang lain dan sikap toleransi yang tinggi. Masyarakat Marind-Anim dapat mengimplementasikan sikap bekerjasama dengan sesama yang berbeda suku, agama, ras, etnis di lingkungan masyarakat untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama dan keyakinan.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
ANALISA KURANGNYA KETERLIBATAN ORANG MUDA KATOLIK (OMK) DALAM HIDUP MENGGEREJA DI STASI SANTO MIKAEL MAGABAG PAROKI HATI KUDUS YESUS AGHAM KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
Figelius Namu Tereyemu (1602025)
Menyusul
Menyusul
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
STUDI MINIMNYA PEMAHAMAN UMAT TENTANG SAKRAMEN MINYAK SUCI DI STASI KELUARGA KUDUS PAROKI SANTO YOHANES MARIA VIANNEY JAGEBOB KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
Faustina Ruatameti (1802011)
Sakramen Minyak Suci Penguatan
Skripsi dengan judul, Studi Minimnya Pemahaman Umat Tentang Sakramen Minyak Suci Di Stasi Keluarga Kudus Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Jegebob Keuskupan Agung Merauke. Membahas minimnya pemahaman umat tentang sakramen minyak suci.Melalui studi ini hendak dikaji, dampak dan faktor-faktor yang menyebabkan umat kurang memahami sakramen minyak suci di Stasi Keluarga Kudus Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Jagebob Keuskupan Agung Merauke.
Kajian ini menggunakan pendekatan teknik observasi dan wawancara informan ditentukan sebanyak lima orang dengan rincian informan kunci satu orang dan informan pendukung empat orang.
Secara etimologi Kata “Sakramen” berasal dari bahasa Latin sacramentum, yang berhubungan dengan hal-hal suci.Sakramen menjadi tanda dan sarana keselamatan Allah yang diberikan kepada manusia.Dalam Sacrosantum Consilium (SC no 59) ditandaskan bahwa sakramen dimaksudkan untuk menguduskan manusia, membangun tubuh Kristus, dan akhirnya mempersembahkan ibadat kepada Allah.Berangkat dari dari uraian di atas, maka Gereja Katolik meyakini bahwa sakramen rekonsiliasi berasal dari Yesus Kristus. Sakramen mengandung dua unsur yang tidak dapat dipisahkan, yakni: forma dan material.Forma atau bentuk ditampakkan dalam kata-kata yang menjelaskan peristiwa tersebut.Materia atau unsur-unsur yang tampak dalam bentuk barang atau tindakan.
Dalam Gereja Katolik ada tujuh sakramen yakni: sakramen Baptis, Penguatan atau Krisma, Ekaristi, Tobat atau Pengampunan Dosa, Perkawinan, Imamat dan pengurapan orang sakit. Sakramen yang tergolong pada penyembuhan adalah sakramen Tobat dan Pengurapan orang Sakit.Sakramen merupakan perayaan kehadiran Yesus Kristus secara sakramental dalam Gereja-Nya dan menjadi simpul kehidupan kongkret manusia.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PENGARUH PACARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 MERAUKE
Elisabeth Yuliana (1802010)
Pacaran Motivasi Belajar Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Merauke
Elisabeth Yuliana 1802010, Pengaruh Pacaran Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Merauke. Skripsi Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke
Tujuan dari penelitin ini adalah mengidentifikasi pengaruh pacaran terhadap motivasi belajar siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Merauke. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan model analisis regresi sederhana. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Merauke yang berjumlah 75 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian di deskripsikan untuk menjawab pertanyaan peneliti. Teknik analisis data menggunakan satu variabel independen dan satu variabel dependen. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Pacaran di SMK Negeri 1 Merauke adalah baik. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 59% responden menjawab baik dan 41% menjawab sangat baik. Motivasi Belajar Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Merauke adalah baik. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 88% responden menjawab baik dan 12% menjawab sangat baik. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana didapatkan data bahwa Pacaran berpengaruh terhadap Motivasi Belajar pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Merauke, namun pengaruhnya tidak besar yakni hanya 15,3%. Selebihnya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor lain.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar siswa SMK Negeri 1 Merauke lebih berkonsentrasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, memprioritaskan waktu belajar, dan menjalin hubungan dengan teman yang memiliki semangat untuk berhasil dalam belajar. Bagi para guru dan orang tua siswa agar meningkatkan pengawasan dan pendampingan terhadap siswa yang berpacaran.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
IMPLEMENTASI PERUMPAMAAN ORANG SAMARIA YANG BAIK HATI MENURUT INJIL LUKAS DALAM KARYA PELAYANAN PASTORAL MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE Suatu Tinjauan Biblis Lukas 10:25-37
Bertolomeus Belang (1802007)
Mahasiswa STK St. Yakobus Merauke Pelayanan Pastoral Orang Samaria
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi perumpamaan orang Samaria yang baik hati menurut injil Lukas dalam karya pelayanan pastoral Mahasiswa Sekolah Tinggi katolik St. Yakobus Merauke. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang melibatkan 10 informan utama sebagai perwakilan dari mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa sungguh mengimplementasikan sikap orang Samaria yang baik hati dalam karya pelayanan pastoral. Karya pelayanan mahasiswa ditunjukkan melalui sikap peduli terhadap sesama, sikap berani bertanggungjawab, sikap rela berkorban dan sikap kasih kepada sesama. Sikap ini menggambarkan kepribadian orang Samaria dalam karya pelayanan mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PENGARUH LITERASI MEMBACA TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONALISME MAHASISWA PPL SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
Aplonia Anita Lenes (1802040)
Literasi Membaca Kompetensi Profesionalisme Mahasiswa PPL
Aplonia Anita Lenes 1802040, Pengaruh Literasi Membaca Terhadap Kompetensi Profesionalisme Mahasiswa PPL Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Skripsi Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke.

Penelitian ini berjudul Pengaruh Literasi Membaca Terhadap Kompetensi Profesionalisme Mahasiswa PPL Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengetahui adanya pengaruh membaca terhadap kompetensi profesionalisme mahasiswa PPL. 2) mengetahui seberapa besar pengaruh literasi membaca terhadap kompetensi profesionalisme mahasiswa PPL. 3) mengetahui upaya apa yang dapat dilakukan dalam meningkatkan literasi membaca. Sebagai calon pendidik tentunya kompetensi profesional menjadi salah satu kompetensi yang dibutuhkan. Membaca merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan agar seorang calon pendidik, profesional terhadap bidang yang digeluti.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke yang telah melaksanakan dan yang sementara melaksanakan PPL 1 dan PPL 2 yaitu semester 5, 7 dan 9 sebanyak 60 orang. Instrumen yang digunakan ialah kuisioner dengan bentuk skala likert dengan jumlah butir instrumen penelitian 60 pernyataan untuk setiap variabel.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa Literasi Membaca mahasiswa PPL di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke adalah baik. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Literasi Membaca 7% menunjukkan kegiatan membaca yang cukup baik, 37% baik dan 57% sangat baik. Kompetensi Profesionalisme mahasiswa PPL Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke adalah baik. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kompetensi profesionalisme 3% adalah cukup baik, 28% baik dan 68% sangat baik. Berdasarkan uji regresi linear sederhana didapatkan data bahwa Literasi membaca berpengaruh terhadap kompetensi profesionalisme mahasiswa PPL dalam proses pembelajaran yaitu sebesar 52,1% dan 47,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Berdasarkan hasil penelitian ini disaran agar Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke semakin meningkatkan kegiatan literasi membaca baik itu melalui berbagai lomba yang diadakan berkaitan dengan membaca serta dosen sebagai pusat sentral dapat memberikan tugas yang lebih banyak berkaiatan dengan buku, sehingga dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya membaca serta menghasilkan calon-calon guru yang profesional.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
DAMPAK MENGKONSUMSI MINUMAN KERAS TERHADAP KETERLIBATAN KAUM MUDA DALAM HIDUP MENGGEREJA DISTASI SANTA MARIA ERAMBU DISTRIK SOTA
ANTONIUS KOSNAN (1802004)
minuman keras kaum muda hidup menggereja
Penelitian ini bertujuan untuk mencaritahu faktor-faktor yang mempengaruhi kaum muda mengkonsumsi minuman keras serta dampak apa yang dialami oleh kaum muda setelah mengkonsumsi minuman keras dan upaya yang perlu dilakukan agar kaum muda kembali terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Dengan judul dampak mengkonsumsi minuman keras terhadap keterlibatan kaum muda dalam hidup menggereja di Stasi Santa Maria ErambuDistrikSota.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model pendekatan kualitatif deskriptif guna mempermuda penelti dalam mengumpulkan informasi terkait dengan tujuan penelitian. Informan dalam penelitian ini berjumlah Sembilan ( 9) orang untukmenjawabpertanyaan yang telah disiapkan oleh peneliti. Teknik pengumpulan data yakni: wawancara, dokumentasi, dan observasi. Peneliti melakukan pengolahan data dengan cara trianggulansi data, sumber dan waktu, selanjudnya peneliti melakukan reduksi data sehingga memudahkan peneliti untuk mendeskripsikan hasil temuan dengan bahasa peneliti.
Hasil penelitian yang peneliti peroleh dari jawaban informan menunjukan untuk mencaritahu faktor-faktor yang mempengaruhi kaum muda mengkonsumsi minuman keras serta dampak apa yang dialami oleh kaum muda setelah mengkonsumsi minuman keras dan upaya yang perlu dilakukan agar kaum muda kembali terlibat aktif dalam kehidupan menggerejabahwa, ada beragamfaktor yang mempengaruhi kaum muda mengkonsumsi minuman keras antara lain: faktor budaya, ekonomi, pergaulan, dan kemajuan infrastruktur. Hal ini tergambar jelas dari banyaknya kaum muda yang mengkonsumsi minuman keras tanpa mengenal waktu hingga menimbulkan berbagai masalah yang bertentangan dengan ajaran Gereja dan normasosial.
Dampak minuman keras yang mengakibatkan kaum muda tidak terlibat dalam gereja adalah, kaum muda yang mengkonsumsi minuman keras merasa malu dan takut akhibat tindakan yang dilakukan pada saat dikuasai oleh alkohol. Adapun berbagai upaya yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, misalnya dinas kesehatan, dan aparat keamanan yang bekerja sama dengan aparat kampung untuk mencegah pengedaran minuman keras.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PRAKTIK OKULTISME DALAM KEHIDUPAN UMAT KATOLIK PADA MASYARAKAT SIKKA STASI SANTA MARIA ASSUMPTA SP3 TANAH MIRING PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
Yosefa Krislia Aresti (1902052)
Praktik Okultisme Umat Katolik Masyarakat Sikka
Yosefa Krislia Aresti 1902052, Dampak Praktik Okultisme Dalam Kehidupan Umat Katolik Pada Masyarakat Sikka Di Stasi Santa Maria Assumpta Sp3 Tanah Miring Keuskupan Agung Merauke.
Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan faktor yang menyebabkan masyarakat Sikka lebih percaya praktik okultisme dari pada percaya kepada Allah dan solusi dari pihak gereja untuk mengurangi praktik okultisme.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitataf deskriptif. Metode ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana dampak praktik okultisme yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Sikka Sp3 Tanah Miring.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak praktik okultisme dalam kehidupan umat katolik pada masyarakat Sikka stasi Santa Maria Asumta sp3 tanah miring keuskupan Agung Merauke terjadi karena iri hati. Praktik okultisme yang dilakukan oleh masyarakat Sikka ada yang berdampak positif dan negatif dalam kehidupan masyarakat Sikka. Okultisme berdampak positif dapat membantu masyarakat untuk kesehatan, keberhasilan panen, sedangkan yang berdampak negatif okultisme dapat menyebabkan kematian dan konflik antar masyarakat Sikka. Solusi yang dapat diberikan oleh pihak gereja yakni suara kenabian, Imam, Nabi dan Raja.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK PADA SISWA KELAS V SD YPPK ST THERESIA BUTI
YELINDA DJAMJIK (1902049)
Media Belajar Hasil Belajar Kognitif siswa SD St. Theresia Buti.
Skripsi ini berjudul Pengaruh Media Belajar Terhadap Hasil Belajar PAK pada siswa SD, V SD YPPK St. Theresia Buti. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Bagaimana pengaruh media belajar terhadap siswa SD V St. Theresia Buti, 2) Bagaimana pengaruh hasil belajar terhadap siswa SD V St. Theresia Buti, 3) Apakah ada perbedaan hasil belajar terhadap siswa SD St. Theresia Buti, ditinjau dari fasilitas yang dimiliki.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah siswa siswi SD St. Theresia Buti V sebanyak 32 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan bentuk skala Likert dengan jumlah butir instrumen penelitian variabel fasilitas belajar sebanyak 32 instrumen sedangkan variabel hasil belajar dapat diukur dengan mengetahui hasil belajar siswa. Dari hasil validitas dengan nilai R hitung yang diperoleh taraf signifikansi sebesar 0,000b dengan N 32 orang pada variabel fasilitas belajar dan semuanya diketahui valid dan hasil belajar dapat diketahui berdasarkan hasil belajar siswa dan dikatakan valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas variabel X diperoleh Alfa Cronbach sebesar 904 yang berarti dalam penelitian ini reliabel atau dapat dipercaya dan untuk variabel Y diperoleh Cronbach sebesar 57,024 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen dalam variabel Y yakni hasil belajar dalam penelitian ini reliabel atau dapat dipercaya.
Berdasarkan hasil pengujian analisis data yang diperoleh bahwa nilai Fhitung dari tabel anova sebesar 120,514 dengan memiliki df2 sebesar30. sSedangkan tabel anova yang diketahui nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara variabel bebas (penggunaan media pembelajaran) terhadap variabel terikat (hasil belajar siswa). Oleh karena itu Ha diterima dan Ho ditolak, ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah diperoleh diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 artinya bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Berarti terdapat pengaruh secara signifikan antara penggunaan media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Besaran pengaruh variabel x terhadap variabel y dapat diperoleh dari tabel summary untuk nilai koefisien sebesar 0,801, artinya bahwa ada pengaruh terhadap variabel bebas sebesar 80% terhadap variabel terikat, sementara sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti sebesar 20 %.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
ANALISIS DAMPAK MASUKNYA INDUSTRI PERKEBUNAN SAWIT TERHADAP KETERLIBATAN UMAT DALAM HIDUP MENGGEREJA DI STASI SANTO FANSISKUS XAVERIUS MUTING XI PAROKI SANTA THERESIA KANAK-KANAK YESUS MUTING
TRESIA FATIMA PABA (1902048)
Hidup Menggereja Umat Industri Perkebunan Sawit.
Tresia Fatima Paba 1902048, Analisis Dampak Masuknya Industri Perkebunan Sawit Terhadap Keterlibatan Umat Dalam Hidup Menggereja Di Stasi Santo Fansiskus Xaverius Muting XI Paroki Santa Theresia Kanak-Kanak Yesus Muting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana keterlibatan umat dalam hidup menggereja sebelum dan sesudah masuknya perkebunan sawit, mendeskripsikan faktor-faktor yang meyebabkan ketidak terlibatannya umat dalam hidup menggereja dan mendeskripsikan implikasi pastoral yang dapat meningkatkan hidup menggereja umat yang bekerja di industri perkebunan sawit.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dari penelitian ini berjumlah 15 orang yaitu: ketua dewan stasi, sekertaris stasi, katekis 2 orang, perwakilan umat 3 orang, pimpinan PT. ACP 1 orang dan juga umat stasi Santo Fransikus Xaverius Muting XI yang bekerja di industri perkebunan sawit PT. Agriprima Cipta Persada 7 orang.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keterlibatan umat dalam hidup menggereja di stasi Santo Fransiskus Xaverius Muting XI sangat rendah. Sebelum masuknya industri sawit, umat aktif dalam hidup menggereja tetapi setelah masuknya industri perkebunan sawit banyak umat menjadi tidak aktif dalam hidup menggereja. Faktor penyebab umat tidak aktif dalam hidup menggereja yaitu faktor pekerjaan, faktor waktu, faktor kurangnya kepedulian umat dan faktor lingkungan. Upaya yang ditemukan dalam penelitian ini untuk meningkatkan hidup menggereja umat yaitu adanya pelatihan kepada pengurus dewan stasi, katekese umat, kunjungan atau pendekatan pastoral, kesaksian hidup, sosialisasi terkait hidup menggereja, penyediaan sarana dan prasarana Gereja dan sekolah minggu.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan pastor paroki untuk lebih memperhatikan iman dan hidup menggereja umat dengan cara memberikan pemahaman tentang pentingnya terlibatan dalam hidup menggereja. Perlunya kerja sama yang baik antara ketua dewan stasi, pengurus dewan stasi, tokoh umat, serta katekis dalam membangun komunikasi yang baik dengan pastor paroki untuk bersama-sama mencari solusi dalam meningkatkan hidup menggereja umat.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PENGARUH FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
SELPESINA KORISEN (1902045)
Fasilitas Belajar Hasil Belajar STK St. Yakobus Merauke Prasarana Pendidikan
Skripsi ini berjudul Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari fasilitas belajar terhadap hasil belajar mahasiswa dan seberapa besar pengaruh yang dimiliki tersebut.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke semester 2, 4, 6, 8 sebanyak 136 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan bentuk skala Likert dengan jumlah butir instrumen penelitian variabel fasilitas belajar sebanyak 30 instrumen sedangkan variabel hasil belajar dapat diukur dengan mengetahui hasil IPK mahasiswa. Dari hasil validitas dengan nilai R hitung yang diperoleh taraf signifikansi sebesar 0,24 dengan N 60 orang pada variabel fasilitas belajar dan semuanya diketahui valid. Hasil belajar menggunakan data berdasarkan IPK mahasiswa yang telah melalui tahapan validitas konstruk dan isi. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas variabel X diperoleh Alfa Cronbach’s sebesar 0,990 yang berarti dalam penelitian ini reliabel atau dapat dipercaya.
Hasil analisis data pada nilai Fhitung pada tabel anova, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,024 yang berarti lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Artinya Ha diterima dan Ho ditolak yang menunjukkan bahwa fasilitas belajar berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa. Besarnya pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar mahasiswa diketahui besaran pada tabel summary diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,517. Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas (fasilitas belajar) berpengaruh sebesar 51,7 % terhadap variabel terikat (hasil belajar), artinya fasilitas belajar berpengaruh signifikan pada hasil belajar mahasiswa sementara 48,3 % hasil belajar dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan perlu meningkatkan kuantitas dan kualitas fasilitas belajar di kampus, selain itu penggunaan fasilitas belajar yang ada secara optimal dan tepat guna oleh mahasiswa perlu ditingkatkan. Para dosen atau tenaga pendidik juga perlu memanfaatkan fasilitas belajar dalam setiap proses pembelajaran sehingga hasil belajar mahasiswa dapat meningkat.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PENTINGNYA PENDIDIKAN SEKSUALITAS DALAM KELUARGA UNTUK MEMBENTUK PERILAKU SEHAT BERPACARAN PARA REMAJA DI STASI SANTA MARIA ASSUMPTA SP3 PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
Natalia Lusia Pongosimon (1902038)
pendidikan seksualitas orang tua remaja.
Skripsi ini berjudul Pentingnya Pendidikan Seksualitas Dalam Keluarga Untuk Membentuk Perilaku Sehat Berpacaran Para Remaja Di Stasi Santa Maria Assumpta SP3 Paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan mengunakan metode deskriptif. Yang menjadi informan dari penelitian ini adalah 10 orang tua, 6 para remaja dan ketua dewan stasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seksualitas dalam keluarga untuk membentuk perilaku sehat berpacaran para remaja di stasi Santa Maria Assumpta SP3 masih rendah dikarenakan banyak para orang tua masih menggangap seksualitas adalah hal yang tabu untuk dibicarakan kepada anak. Seksulitas dianggap hal yang tabu juga dikarena adanya pengaruh adat atau kebiasaan dulu yang terbawa hingga saat ini, selain itu adanya perasaan malu atau ketertutupan orang tua terhadap anak dalam membicarakan seksualitas atau seks. Rendahnya pendidikan orang tua juga menyebabkan mereka tidak dapat memberikan pemahaman tentang seksualitas kepada anak-anak mereka. Kurangnya waktu orang tua serta komunikasi antara orang tua dan remaja, berdampak juga pada perilaku berpacaran secara tidak sehat yang mengakibatkan remaja berhubungan seks di luar nikah, hamil di luar nikah, terjadinya pernikahan dini, perceraian di usia dini dan putus sekolah.
Kondisi riil ini perlu disikapi dan ditanggapi secara serius oleh pihak-pihak tertentu khususnya dari pihak Gereja seperti petugas pastoral yang memberikan pembinaan maupun sosialisasi terkait seksualitas. Selain itu juga perlunya kerjasama antara pihak Gereja dan kesehatan agar sosialisasi terkait seksualitas dapat berjalan dengan baik
PDF 0 2
Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Katolik (Profesi) 2023
KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN SEBAGAI DASAR KELANGGENGAN HIDUP KELUARGA KATOLIK BERDASARKAN KANON 1063 KITAB HUKUM KANONIK 1983 DI STASI SANTA MARIA ASSUMPTA SP3 PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
Moses Bernadus Fauntgilyanan (2102021)
Kursus Perkawinan Kelangengan Keluarga Katolik Kanon 1063 Kitab Hukum Kanonik 1983.
Moses Bernadus Fautngilyanan 2102021. Kursus Perkawinan Sebagai Dasar Kelanggengan Hidup Keluarga Katolik Berdasarkan Kanon 1063 Kitab Hukum Kanonik 1983 di Stasi Santa Maria Assumpta Sp3 Paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Skripsi Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke, 2023. Penelitian dengan judul Kursus Persiapan Perkawinan Sebagai Dasar Kelanggengan Hidup Keluarga Katolik Berdasarkan Kanon 1063 Kitab Hukum Kanonik 1983 di Stasi Santa Maria Assumpta Sp3. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman keluarga katolik tentang perkawinan katolik melalui kursus persiapan perkawinan yang berdampak pada kelanggengan hidup keluarga katolik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mempermudah peneliti dalam mengumpulkan informasi terkait dengan tujuan penelitian. Peneliti memilih informan sebanyak 12 orang, yakni 5 orang yang hidup dalam ikatan perkawinan langgeng (tetap), 5 orang yang hidup didalam ikatan perkawinan yang bermasalah (tidak tetap), 1 orang dewan stasi dan 1 orang pemateri terkait kursus persiapan perkawinan. Peneliti mengambil data dengan cara melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah memperoleh data, peneliti mengolah data dengan cara trianggulansi data, dengan tujuan data yang tidak relevan dipisahkan dari data yang dapat menjawab rumusan masalah. Berdasarkan hasil temuan menunjukkan bahwa kursus perkawinan benar-benar sebagai dasar kelanggengan hidup keluarga katolik jika penyajian materi dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Terbukti bahwa banyak pasangan yang terlibat dalam kursus persiapan perkawinan hidup langgeng dalam ikatan perkawinan mereka walaupun ada begitu banyak persoalan-persoalan yang muncul didalam ikatan perkawinan yang telah diteguhkan. Persoalan-persoalan yang muncul adalah faktor ekonomi, faktor usia, faktor budaya (Belis) dan pengaruh penggunaan sosial media. Fenomena yang ada menjadi tuntutan yang serius agar perlu mencari solusi untuk mengatasinya. Perlu adanya kerja sama dengan berbagai pihak untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh keluarga katolik saat ini.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PENGARUH MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP KETERLIBATAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM MENGIKUTI KEGIATAN ROHANI DI PAROKI SANTO PETRUS EROM
Machtildis Getrudis Via (1902034)
media sosial facebook kegiatan rohani OMK
Skripsi ini berjudul PENGARUH MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP KETERLIBATAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM KEGIATAAN ROHANI DI PAROKI SANTO PETRUS EROM. Tulisan ini terinspirasi dari situasi dan kondisi OMK santo Petrus Erom yang banyak mengakses media sosial Facebook setiap harinya namun kurang mampu untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan rohani, sehingga skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh media sosial facebook terhadap keterlibatan OMK dalam mengikuti kegiatan rohani di paroki Santo Petrus Erom. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deengan model analisis regersi. Sampel penelitian ini adalah orang muda katolik paroki Santo Petrus Erom yang berjumlah 62 orang. Instrument yang digunakan adalah angket dengan model skala. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikansi 5%, N= 62 orang dengan nilai kritis 0,25 Dari hasil akhir uji validitas ke 30 butir variabel X dinyatakan valid karena di atas 0,25 hasil akhir uji validitas ke 30 butir variabel Y, 6 variabel dinyatakan tidak valid karena <0,25 yakni 0,09-0,24, sedangkan 24 variavel Y dinyatakan valid karena ≥ 0,25-0,60. Sedangkan dari hasil uji relibilitas diperoleh koefisien alpha sebesar 0,945 yang berarti relibilitas instrument tinggi. Dari hasil uji regresi linear sederhana dengan taraf signifikansi 5% diperoleh nilai signifikansi pada tabel anova sebesar 0,000 yang berarti terdapat pengaruh penggunaan media sosial facebook terhadap keterlibatan OMK dalam kegiatan rohani meskipun pengaruhnya lemah. Artinya media sosial facebook tidak terlalu berdampak terhadap keterlibatan orang muda katolik dalam kegiatan rohani. Nilai R square sebesar 0,252 Yang berarti pengaruh variabel media sosial facebook terhadap keterlibatan dalam kegiatan rohani sebesar 25,2% berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar meningkatkan kerjasama dengan para katekis dalam merencanakan dan melaksanakan program-program paroki terutama program-program bagi OMK agar kegiatan-kegiatan OMK semakin terperogram dan terarah dengan baik. Memberikan bimbingan kepada OMK terlebih kepada kepada pengurus-pengurus OMK sehingga dapat menjadwalkan kegiatan dengan baik dan terprogram.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK DI SD SANTA MARIA BAAD PAROKI SANTO PETRUS DAN PAULUS KUMBE
KASPARINA CAROLINA RUMLUS (1802023)
Peran Orang Tua dan Minat Belajar
Skripsi ini berjudul PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK DI SD SANTA MARIA BAAD PAROKI SANTO PETRUS DAN PAULUS KUMBE. Judul ini diinspirasi oleh orang tua anak didik SD Santa Maria Baad yang kurang berperan dalam meningkatkan minat belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atau mengkaji peran orang tua dalam meningkatkan minat belajar anak. Peran orang tua adalah cara-cara yang digunakan oleh orang tua mengenai tugas-tugas yang mesti dijalankan dalam mengasuh anak. Pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah : Bagaimana peran orang tua dalam meningkatkan minat belajar anak, faktor-faktor apa yang menjadi penghambat peran orang tua dalam meningkatkan minat belajar anak dan upaya-upaya apa yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meningkatkan minat belajar anak.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitatif. Peneliti menggunakan metode kualitatif yaitu jenis, desain, atau rancangan penelitian yang biasa digunakan untuk meneliti objek penelitian yang alamiah atau dalam kondisi riil dan tidak disetting seperti pada penelitian eksperimen. Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan dua metode pengumpulan data, yakni observasi dan wawancara yang diperoleh dari 17 informan kunci.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan minat belajar anak di SD Santa Maria Baad masih rendah. Orang tua lebih mementingkan kebutuhan hidup dan urusan pribadi dan menelantarkan anak. Hasilnya pendidikan anak menjadi terhambat dan minat belajar menjadi rendah. Ada beberapa masalah yang menjadi penghambat orang tua dalam mendukung pendidikan anak, yakni faktor ekonomi, dan rendahnya pemahaman orang tua tentang pendidikan yang berimbas pada minat anak untuk sekolah dan belajar. Kondisi riil ini perlu disikapi dan ditanggapi secara serius oleh pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya di tingkat pendidikan agar bisa membantu pemahaman orang tua dalam meningkatkan dan mendudukung pendidikan anak.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PENDAMPINGAN KATEKESE ANAK (USIA 4-10) MELALUI METODE CERITA DI STASI KERAHIMAN ILAHI MANGGA DUA KIMAAM PAROKI SANTA MARIA FATIMA KELAPA LIMA MERAUKE
FREDERIKUS MBADRAM (1902017)
Katekese Anak Cerita Metode
Skripsi ini berjudul Pendampingan Katekese Anak (usia 4-10) Melalui Metode Cerita di Stasi Kerahiman Ilahi Mangga Dua Kimaam Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima Merauke”. Penulis memilih judul ini bertitik tolak dari keprihatinan penulis terkait pembinaan iman anak yang sejak dini kurang mendapat perhatian serius. Banyak anak-anak tetapi dibiarkan begitu saja. Anak-anak tidak aktif dan tidak hadir dalam kegiatan katekese anak. Pada hal pendampingan katekese anak sejak dini merupakan salah satu aspek penting untuk perkembangan iman mereka. Jaman sekarang dengan adanya kemajuan teknologi apabila dalam penggunaan yang berlebihan dapat sangat mengganggu konsentrasi mereka dalam belajar dan aktivitas lain, dan hal ini bisa berdampak negative pada kesehatan mereka, bahkan bisa mempengaruhi iman dan moral mereka, jika tidak didampingi dengan serius. Berdasarkan keprihatian ini, maka penulis ingin mencari tahu apa penyebabnya dengan tujuan penelitiannya adalah 1) Bagaimana pendampingan katekese anak melalui metode cerita di stasi Kerahiman Ilahi mangga dua Kimaan. 2) Faktor-Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pendampingan Katekese Anak melalui metode cerita. 3) Upaya-Upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan Pendampingan Katekese Anak melalui metode cerita. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian deskriprif kualitatif model interaktif oleh Miles dan Huberman.(1984; 23) lebih menekankan pendekatan analisis yang fleksibel, sistematis dan reflektif. Penelitian ini dilakukan di Stasi Kerahiman Ilahi Mangga Dua Kimaam, dengan sampel penelitian adalah para pendamping katekese anak, orangtua, dewan stasi dan peserta katekese. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1) pendampingan Katekese Anak melalui metode cerita sangat kurang dilaksanakan karena keterbatasan pengetahuan dari para pendamping. 2) Faktor Pendukung; walaupun memiliki keterbatasan tenaga pembina namun proses pelaksanaan katekese anak dapat terlaksana; sedangkan faktor penghambat adalah sarana-prasarana yang kurang memadai, (kekurangan buku-buku panduan). Selain itu kurangnya dukungan dari orangtua sehingga peserta katekese anak kurang aktif dalam proses katekese maupun dalam kehadiran. Metode yang disajikan kurang menarik sesuai situasi jaman. 3) upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pendampingan katekese anak adalah terus-menerus menghimbau orang tua agar ikut aktif mengantarkan anak-anaknya untuk mengikuti katekese anak di stasi kerahiman ilahi mangga dua kimaam, menyediakan buku-buku pendukung seperti buku-buku cerita anak-anak, cerita santo-santa dan cara-cara membawakan cerita yang hidup dan menarik. Penulis menyediakan salah satu contoh persiapan katekese anak dengan metode cerita yang menarik dan hidup.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
FAKTOR DETERMINAN HUBUNGAN DI LUAR NIKAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP KETERLIBATAN PASANGAN DALAM HIDUP MENGGEREJA DI STASI SANTO YAKOBUS SP7 PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
Emiliana Boleng (1902013)
Hidup bersama di luar nikah perkawinan katolik factor penyebab.
Skripsi ini berjudul “Faktor Determinan Hubungan Di Luar Nikah Dan Dampaknya Terhadap Keterlibatan Pasangan Dalam Hidup Menggereja Di Stasi Santo Yakobus Sp7 Paroki Bunda Hati Kudus Kuper”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 16 informan, yang terdiri atas pasangan yang hidup bersama di luar nikah (5 pasang), ketua dewan stasi, tokoh umat, dan orang tua dari pasangan yang hidup bersama di luar nikah (2 pasang). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa yang menjadi faktor penyebab terjadinya kehidupan bersama tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah menurut aturan Gereja Katolik adalah faktor ekonomi (belum cukup uang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga termasuk untuk melangsungkan pernikahan di gereja dan biaya-biaya administrasi lainnya yang harus dipenuhi sebelum peneguhan perkawinan), faktor adat atau budaya yang masih dipegang teguh oleh pihak keluarga dari masing-masing pasangan, pergaulan bebas yang berujung pada terjadinya kehamilan, kemauan bebas pasangan, aturan Gereja perihal kewajiban yang harus dituntaskan oleh para pasangan sebelum peneguhan perkawinan dan ikatan perkawinan terdahulu. Hidup bersama para pasangan di luar ikatan perkawinan juga berdampak terhadap keterlibatan mereka dalam hidup menggereja dan juga bagi anak-anak. Para pasangan tidak dapat terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan Gereja dengan berbagai alasan dan anak-anak mereka tidak dapat menerima sakramen baptis dan juga sakramen-sakramen lainnya (sesuai dengan aturan yang ditegakkan di seluruh wilayah paroki Bunda Hati Kudus Kuper). Perkawinan sakramen menjadi harapan setiap pasangan sekaligus menjadi tuntutan Gereja bagi setiap umatnya. Kondisi para pasangan yang hingga saat ini masih menjalani kehidupan bersama tanpa ikatan perkawinan, walaupun ada banyak faktor yang menyebabkannya, perlu dibantu oleh pihak-pihak yang memiliki otoritas dalam penggembalaan umat. Salah satu solusi adalah perlu adanya kerjasama yang sinergis antara dewan stasi, tokoh umat dan pastor untuk membantu para pasangan agar mereka memiliki wawasan yang cukup tentang sakramen perkawinan dan dapat keluar dari persoalan yang tengah mereka alami (hidup bersama tanpa adanya ikatan perkawinan).
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
PENTINGNYA TANAH SEBAGAI IDENTITAS DIRI BAGI MASYARAKAT SUKU MARIND DI KAMPUNG BUTI KABUPATEN MERAUKE
Edoardus Lamere (1902055)
Pentingnya Tanah Identitas Diri Masyarakat Suku Marind.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pentingnya Tanah Sebagai Identitas Diri Bagi Masyarakat Suku Marind Di Kampung Buti Kabupaten Merauke. Selain itu tujuan penelitian ini juga mau mendeskripsikan penyebab masyarakat suku Marind sulit mempertahankan tanah sebagai identitas diri. Tujuan lain juga adalah mendeskripsikan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan tanah sebagai identitas diri. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pentingnya tanah sebagai identitas diri bagi masyarakat suku Marind di Kampung Buti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab masyarakat suku Marind sulit mempertahankan tanah sebagai identitas diri karena kebutuhan ekonomi, pengaruh lingkungan. Selain itu pentingnya tanah sebagai identitas diri berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup masyarakat Marind, karena itu ada berbagai upaya yang sudah dilakukan yaitu kerjasama antara pemerintah kampung, tokoh adat LMA, sosialisasi dan pembuatan sertifikat tanah dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengelola tanah sebagai identitas diri dengan baik.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK MELALUI MEDIA GAMBAR PADA MATERI BERIMAN BERARTI BERJUANG MELAWAN GODAAN PADA SISWA KELAS II SD YPPK SANTA MARIA FATIMA KELAPA LIMA
EDMUNDA O. TONGGON (1902010)
Media gambar meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Katolik
Skripsi ini berjudul “Meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Katolik melalui materi beriman berarti berjuang melawan godaan dengan media gambar pada siswa kelas II SD YPPK Santa Maria Fatima Kelapa Lima 2023”. Peneliti mengambil topik penelitian ini berdasarkan keprihatinan bahwa selama ini prestasi belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik cenderung stagnan bahkan mengalami penurunan. Penulis berasumsi bahwa hal ini diakibatkan metode pembelajaran yang cenderung monoton yaitu dengan metode ceramah dan tanya jawab.
Oleh karena itu peneliti menggunakan media gambar sebagai alternatif solusi untuk mengatasi hasil belajar siswa yang rendah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Masing-masing siklus mencakup 1 kompetensi dasar (KD) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) kali pertemuan dengan durasi masing-masing pertemuan 3x35 menit.
Peneliti memilih SD YPPK Santa Maria Fatima Kelapa Lima karena peneliti mengajar di sekolah ini dan melihat masalah-masalah yang terjadi di lapangan. Peneliti menentukan siswa-siswi kelas II sebagai subjek penelitian karena siswa-siswi kelas II ini berdasarkan hasil observasi memiliki masalah proses pembelajaran yang paling dominan dibandingkan dengan kelas lainnya.
Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, soal pre tes dan post tes serta lembar kerja siswa (LKS). Observasi dilakukan oleh Ibu Fransiska Regina Yanine S.Pd. peneliti yaitu guru kelas II (wali kelas) selama peneliti melaksanakan tindakan kelas . Soal pre tes diberikan di awal dan akhir proses ptk masing-masing siklus dan soal post tes diberikan di akhir siklus. Hal ini berguna untuk mengukur tingkat keberhasilan tindakan melalui indikator pencapaian hasil belajar.
Hasil penelitian menunjukkan kemampuan siswa dalam KD 1 menunjukkan peningkatan. Pada periode pra-siklus, nilai rata-rata kelas untuk kompetensi dasar 1 (KD 1) adalah 65. Nilai rata-rata kelas tersebut mengalami peningkatan setelah penerapan tindakan dalam siklus I dan siklus II, yakni masing-masing menjadi 69 dan 70. Persentase siswa yang tuntas atau mencapai KKM untuk Kompetensi Dasar 70 juga menunjukkan peningkatan. Pada periode Pra-Siklus, persentase siswa yang tuntas atau mencapai nilai KKM adalah 12 % sedangkan pada periode Siklus I dan Siklus II persentase tersebut meningkat menjadi masing-masing 14 Berdasarkan data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD YPPK Santa Maria Fatima Kelapa Lima.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PELAYANAN PASTORAL OLEH DEWAN STASI SANTA MARIA ERAMBU PAROKI ARNOLDUS YANSEN-SOTA
DIANA MARIA KAKONO (1902008)
Tidak ada
Tidak ada
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2023
UPAYA MENINGKATKAN KETERLIBATAN UMAT DALAM IBADAH SABDA HARI MINGGU MELALUI KATEKESE UMAT DI STASI SANTO DOMINIKUS-SESNUKT PAROKI KRISTUS RAJA MINDIPTANA
ALBERTINA BOK (1902004)
Analisa Keterlibatan Umat Ibadah Sabda Hari Minggu.
Ibadah sabda hari minggu adalah perayaan yang menjadi puncak perayaan iman dalam kehidupan umat Katolik. Perayaan ini melibatkan pemimpin umat (imam/dewan) dan semua pelayanannya serta umat sekalian. Perayaan ibadah sabda hari minggu dimaksud hendak memberikan kesadaran kepada umat bahwa Allah benar-benar hadir di dalamnya biarpun tanpa komuni.
Upaya Meningkatkan Keterlibatan Umat Dalam Ibadah Sabda Hari Minggu merupakan judul dari penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan karena didapatinya beberapa masalah mendasar yakni rendanya keterlibatan umat dalam ibadah sabda hari minggu. oleh karena itu, penulis berusaha meneliti guna menemukan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan umat dalam ibadah sabda hari minggu di stasi Santo Dominikus-Sesnukt.
Fokus dari penelitian ini diorentasikan untuk menjawab 3 rumusan masalah: 1) Bagaimana pemahaman umat di stasi Santo Dominikus-Sesnukt tentang ibadah sabda hari minggu. 2) Faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya keterlibatan umat dalam ibadah sabda hari minggu. 3) Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan umat dalam ibadah sabda hari minggu. Proses pengumpulan dan pengelolaan data penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2023. Data-data berhubungan dengan rendannya keterlibatan umat dalam ibadah sabda hari minggu diperoleh melalui hasil wawancara secara langsung dari informan.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah 15 informan untuk wawancara. Berdasarkan analisa data hasil penelitian diketahui bahwa rendanya keterlibatan umat stasi Santo Dominikus-Sesnukt pada saat ibadah sabda hari minggu yakni 12% tidak aktif dalam ibadah sabda hari minggu. Dan yang aktif dalam ibadah sabda hari minggu 6% saja, hal ini menunjukan bahwa umat di stasi Santo Dominikus-Sesnukt yang secara keseluruhannya belum memiliki pemahaman yang baik untuk terlibat secara langsung dalam ibadah sabda hari minggu.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
PENTINGNYA PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT SERTA DAMPAKNYA PADA PERILAKU ANAK DI LINGKUNGAN SANTO PETRUS PAULUS PAROKI SANTA MARIA FATIMA KELAPA LIMA MERAUKE
Susana Helena Nohong (1702049)
reward dan punishment perilaku anak.
Skripsi ini berjudul “Pentingnya Pemberian Reward dan Punishment serta Dampaknya pada Perilaku Anak Di Lingkungan Santo Petrus Paulus Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima Merauke”. Pemberian reward dan punishment dalam keluarga merupakan metode untuk membentuk perilaku anak menjadi baik. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pentingnya pemberian reward dan punishment serta penerapannya dalam keluarga di lingkungan Santo Petrus Paulus.
Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitaif deskriptif dengan melihat fenomena yang terjadi terhadap perilaku anak dalam keluarga di lingkungan Santo Petrus Paulus Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima Merauke.
Hasil penelitian yaitu 1). Orangtua menganggap penting sekali pemberian reward dan punishment pada anak untuk membentuk perilaku anak dalam keluarga. Orangtua memberikan reward dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi anak untuk belajar di rumah dan di sekolah serta membantu anak untuk berani. Pemberian reward juga memotivasi anak untuk rajin membantu orangtua dan mengerjakan tugas dari sekolah. Orangtua memberikan punishment dengan tujuan agar anak mengubah perilakunya dan berperilaku baik dalam keluarga maupun lingkungan soaial dengan menghormati orang yang lebih dewasa. 2). Penerapan reward dan punishment dalam keluarga yang diterapkan dengan bentuk-bentuk reward dan punishment secara verbal dan non verbal untuk mendidik anak dalam keluarga. Pemberian reward dan punishment yang diterapkan dalam keluarga dengan cara memuji anak, memberikan hadiah seperti uang jajan, pakaian dan sepatu baru dan lain sebagainya. Punishment yang diterapkan dalam keluarga adalah menegur anak, marah, cubit dan memukul anak. Orangtua menerapkan punishment dalam keluarga untuk meretas perilaku buruk anak yang terjadi dalam keluarga. Reward dalam keluarga yang perlu diterapkan untuk membentuk anak berperilaku baik dan sopan terhadap orang lain baik di lingkungan sosial maupun di lingkungan sekolah. Yakni pendampingan efektif orangtua terhadap anak berdasarkan cinta kasih.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
ANALISIS RENDAHNYA MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV DAN V PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI SD INPRES MOPIO DISTRIK VENAHA KABUPATEN MAPPI
PASKALINA ANASTASIA NEMEP (1702041)
Minat Belajar Pendidikan Agama Katolik
Skripsi ini berjudul Analisis Rendahnya Minat Belajar Siswa Kelas IV dan V Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Di SD Inpres Mopio Distrik Venaha Kabupaten Mappi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui penyebab rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran agama Katolik. 2) mengetahui dampak dari rendahnya minat belajar siswa pada kelas IV dan Kelas V pada pelajaran agama Katolik dan 3) meningkatkan minat belajar siswa kelas IV dan Kelas V pada mata pelajaran agama Katolik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dari penelitian ini adalah siswa Kelas IV dan V sebanyak 40 orang. Obyek penelitian ini berjumlah 15 orang. Instrument yang digunakan ialah observasi, wawancara dan studi dokumen.
Hasil penelitian didapat bahwa Penyebab rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran PAK di SD Inpres Mopio Kampung Mopio Distrik Venaha adalah siswa kurang berminat belajar Pak di sekolah dikarenakan minimnya persiapan dan kreativitas guru dalam mengajar dan mengelola perangkat pembelajaran PAK. Selain itu, diperparah dengan tidak adanya guru PAK yang profesional yang mengajar mata pelajaran PAK di sekolah dan kurang disiplinnya guru dalam mengajar di sekolah. Dampak dari rendahnya minat belajar siswa pada pelajaran PAK di SD Inpres Mopio Kampung Mopio Distrik Venaha yakni siswa mendapat nilai mata pelajaran PAK rendah atau tidak sesuai dengan KKM, malas mengerjakan tugas terutama di rumah, yang berkaitan dengan materi PAK dan siswa lebih memprioritaskan bermain dari pada belajar materi PAK. Upaya untuk meningkatkan minat belajar siswa siswa pada mata pelajaran PAK di SD Inpres Mopio Kampung Mopio Distrik Venaha adalah guru harus mempersiapkan bahan ajar dan media yang digunakan lebih baik lagi. Selain itu, orangtua harus menjadi teladan dan figur yang baik bagi siswa dalam hal hidup menggereja agar anak semakin memiliki motivasi dalam upaya mengembangkan iman mereka sendiri dalam kegiatan rohani.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada kepala sekolah harus mengupayakan guru bidang studi PAK di sekolah guru PAK. bukan guru kelas. Guru juga dituntut untuk belajar lebih banyak tentang materi PAK dan lebih kreatif dalam menyiapkan bahan ajar, metode yang digunakan dalam mengajar, media dan sarana yang dipakai dalam menyampaikan materi PAK dan memberi tugas yang berkualitas dalam mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Selain itu, orangtau harus lebih mengoptimalkan dukungan dan perhatian serta menjadi teladan bagi siswa.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
PENGARUH AKSI PANGGILAN PARA RELIGIUS TERHADAP PANGGILAN HIDUP MEMBIARA BAGI ORANG MUDA KATOLIK DI PAROKI SANTO YOSEPH BAMBU PEMALI KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
Odilia Laiyan (1702013)
Aksi Panggilan Hidup Membiara Orang Muda Katolik
Skripsi ini berjudul Pengaruh Aksi Panggilan Para Religius Terhadap Panggilan Hidup Membiara Bagi Orang Muda Katolik Di Paroki Bampel Keuskupan Agung Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh Aksi Panggilan Para Religius terhadap Panggilan Hidup Membiara Bagi Orang Muda Katolik Di Paroki St. Yoseph Bampel Keuskupan Agung Merauke. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah Orang Muda Katolik Paroki St. Yoseph Bampel sebanyak 30 orang. Sedangkan instrumen yang digunakan yaitu angket dengan bentuk skala sikap deferensial semantic dengan jumlah butir instrumen penelitian variabel aksi panggilan para religius sebanyak 20 soal dan panggilan hidup membiara sebanyak 20 soal. Dari hasil validitas dengan taraf signifikansi 0,05 dengan N 30 orang dengan nilai kritis 0,22 pada variabel aksi panggilan para religius diperoleh sebanyak 12 item valid dan pada variable panggilan hidup membiara diperoleh 13 item valid.
Hasil penelitian dan analisis data nilai Fhitung pada tabel anova, diperoleh signifikasi sebesar 0,000 yang berarti 0,000<0,05. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak yang menunjukkan bahwa aksi panggilan religius berpengaruh terhadap panggilan hidup membiara bagi orang muda katolik di Paroki St. Yoseph Bampel Keuskupan Agung Merauke. Besarnya pengaruh aksi panggilan religius terhadap panggilan hidup membiara diketahui berdasarkan pada tabel model summary diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,555. Kesimpulan dari penulisan skripsi ini adalah variabel bebas berpengaruh sebesar 51,2% terhadap variabel terikat. Sedangkan saran dari penulisan ini adalah perlu adanya peningkatan efektifitas penggunaan aksi panggilan para religius dalam meningkatkan panggilan hidup membiara di dalam area paroki maupun di luar paroki.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
STUDI DESKRIPTIF TENTANG ETIKA PERGAULAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
MIKHAEL WAGAIRAGAP (1602035)
Etika Pergaulan Mahasiswa
Skripsi ini berjudul ‘’Studi Deskriptif Tentang Etika Pergaulan Mahasiswa STK Santo Yakobus Merauke’’. Penulis memilih judul ini karena bertolak dari suatu bentuk kepedulian pada kehidupan mahasiswa dalam pergaulan selama ini sangat kurang atau minim, misalnya mahasiswa selalu bergaul hanya dengan teman sebaya di kampus, sehingga yang terjadi kurang mengenal nama teman seangkatan dengan baik. Oleh karena itu penulis ingin menggali lebih mendalam lagi mengenai sikap saling menghormati dan menghargai dan mengenal sesama dalam kampus STK Santo Yakobus Merauke. Selain itu juga penulis dapat hendaknya mengangkat hal-hal yang erat kaitannya dengan etika yang menjadi penyebab dalam pergaulan mahasiswa STK Santo Yakobus Merauke. Dalam penetian ini penulis menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara.
Berdasarkan analisis data maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa STK Santo Yakobus Merauke sudah mempraktekkan etika pergaulan di antara mereka tetapi belum sempurna. Mahasiswa yang belum sempurna menjalankan etika pergaulan disebabkan oleh beberapa hal antara lain ada persoalan atau konflik di antara mereka dan juga karena faktor kesibukan dalam melaksanakan aktivitas. Beberapa faktor yang disebutkan ini yang menyebabkan mahasiswa kadang lupa bersikap sopan dan ramah terhadap teman-teman. Namun secara keseluruhan bahwa mahasiswa STK Santo Yakobus Merauke selalu bersikap sopan dan ramah terhadap semua orang yang ada di dalam kampus. Salam dan sapaan selamat pagi, siang atau sore selalu dilakukan oleh mahasiswa entah kepada teman, dosen dan staf kepegawaian. Mahasiswa sendiri menyadari bahwa bersikap sopan dan ramah terhadap sesama merupakan salah satu aspek penting untuk menghargai dan menghormati sesama. Selain itu juga akan menciptakan relasi yang harmonis di antara mereka. Mahasiswa STK Santo Yakobus Merauke sudah menjalankan praktek etika pergaulan dengan baik dan hal baik ini harus tetap dipertahankan sebagai salah satu karakter bangsa dan ciri khas katekis dan guru agama katolik.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
PENGARUH PEMBIASAAN DOA PAGI TERHADAP MOTIVASI PANGGILAN SEBAGAI CALON KATEKIS PADA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
Mega Beatrix Pareira Renyut (1702010)
Doa Motivasi Panggilan Katekis.
Skripsi ini berjudul Pengaruh Pembiasaan Doa Pagi Terhadap Motivasi Pangggilan Sebagai Calon Katekis Pada Mahasiswa STK St.Yakobus Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui adakah pengaruh pembiasan doa pagi terhadap motivasi panggilan sebagai calon katekis pada mahasiswa STK St. Yakobus Merauke dan 2) mengetahui seberapa besar pengaruh pembiasaan doa pagi terhadap motivasi penggilan sebagai calon katekis pada mahasiswa STK St. Yakobus Merauke. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Populasi penelitian ini berjumlah 97 mahasiswa yang aktif dan mengisi KRS tahun ajaran 2021/2022. Sampel penelitian ini berjumpah 60 mahasiswa. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan dua model pertanyaan yaitu 30 pembiasaan doa pagi dan 25 mengenai Motivasi panggilan sebagai calon katekis.
Hasil penelitian didapat pengaruh pembiasaan doa pagi terhadap motivasi panggilan sebagai calon ketekis pada mahasiswa STK St. Yakobus Merauke adalah nilai Fhitung pada tabel anova di atas sebesar 112,398 dengan memiliki df2 sebesar 58. Analisis nilai Fhitung pada tabel anova, diperoleh signifikasi sebesar 0,000 yang berarti 0,000<0,05. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak yang menunjukkan bahwa pembiasaan doa pagi berpengaruh terhadap motivasi panggilan sebagai calon katekis pada mahasiswa STK St. Yakobus Merauke. Besar pengaruh penggunaan pembiasaan doa pagi terhadap motivasi panggilan sebagai calon katekis pada mahasiswa STK St. Yakobus Merauke yakni pengujian hipotesis diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Ini berarti terdapat pengaruh yang sangat signifikan dari media audio visual terhadap motivasi belajar mahasiswa. Pada tabel model summary diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,660. Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas berpengaruh sebesar 81,2% terhadap variabel terikat, sedangkan 18,8% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.
....
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA KETERLIBATAN UMAT SUKU MARIND DALAM PERAYAAN EKARISTI PADA HARI MINGGU DI PAROKI ST. THERESIA-BUTIKEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
Maria Margaretha Kaize (1702008)
Perayaan Ekaristi adalah perayaan yang menjadi puncak perayaan iman dalam kehidupan umat katolik. Perayaan ini melibatkan pemimpin umat (imam) dan semua pelayannya serta umat sekalian. Perayaan syukur atas keselamatan ini dilaksanakan dalam ritus yang kudus
Analisis faktor penyebab rendahnya keterlibatan umat katolik suku Marind dalam mengikuti perayaan ekaristi pada hari minggu merupakan judul dari penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan karena didapatinya beberapa masalah mendasar yakni rendahnya keterlibatan umat dalam mengikuti perayaan ekaristi pada hari minggu. Oleh karena itu, penulis berusaha meneliti guna menemukan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan umat dalam perayaan ekaristi pada hari minggu di Paroki Santa Theresia-Buti.
Fokus dari penelitian ini diorientasikan untuk menjawab 3 rumusan masalah: 1)Bagaimana keterlibatan umat katolik suku Marind dalam mengikuti perayaan ekaristi pada hari minggu di Paroki St Theresia-Buti 2)faktor-faktor apa yang menyebabkan rendahnya partisipasi umat suku Marind dalam perayaan ekaristi pada hari minggu di paroki Santa Theresia-Buti 3)bagaimana cara meningkatkan keterlibatan umat dalam perayaan ekaristi pada hari minggu di paroki Santa Theresia-Buti. Proses pengumpulan dan pengelolaan data penelitian ini dilakukan pada bulan maret 2022. Data-data berhubungan rendahnya keterlibatan umat dalam perayaan ekaristi pada hari minggu diperoleh melalui hasil wawancara secara langsung dari informan.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Infornam dalam penelitian ini adalah 20 informan untuk wawancara. Berdasarkan analisa data hasil penelitian diketahui bahwa rendahnya keterlibatan umat katolik paroki St,Theresia-Buti pada saat perayaan ekaristi sangat rendah yakni 60 % tidak aktif dalam perayaan Ekaristi.yang aktif dalam perayaan ekaristi 40% hal ini menunjukkan bahwa umat di paroki St.Theresia Buti yang secara ke seluruhannya belum memiliki semangat untuk terlibat secara langsung, terlibat aktif dalam perayaan ekaristi. Kata kunci dalam skripsi ini: Amalisa, Keterlibatan, Suku Marind Dalam, perayaan Ekaristi
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
STUDI PEMAHAMAN PASANGAN MUDA TENTANG HAKIKAT PERKAWINAN KATOLIK DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHARMONISAN HIDUP BERKELUARGA DI LINGKUNGAN SANTO KORNELIS PAROKI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS KATEDRAL MERAUKE
KASPAR YORO (1702036)
Pemahaman Hakikat Perkawinan Pasangan muda Keharmonisan.
Tujuan Penlitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis pentingnya pemahaman pasangan muda di lingkungan Santo Kornelis perihal pemahaman mereka tentang hakikat perkawinan yang berdampak pada keharmonisan hidup keluarga. Data primer diperoleh melalui wawancara yang dibagikan kepada 21 Pasangan perkawinan usia muda di lingkungan Santo Kornelis. Hasil pengolahan data, dengan mengunakan mengunakan kualitatif deskripsi. Menunjukkan bahwa pemahaman pasangan muda perihal hakikat perkawinan katolik memberi dampak yang positif terhadap keharmonisan hidup sebagai keluarga. Pendampingan yang terprogram dan berkesinabungan yang dimulai semenjak meraka belum menikah, yakni melalui kursus persiapan perkawinan dan setelah mereka menikah, yakni melalui pembinaan-pembinaan membantu para pasangan untuk meningkatkan pemahaman yang sebenarnya perihal hakikat perkawinan dengan unsur-unsur yang terkaitan didalamnya (tujuan perkawinan, sifat-sifat hakiki perkawinan dan akibat dari perkawinan katolik bagi pasangan dan bagi orangtua). Pemahaman yang memadai dan komprehensif mengenai hakikat perkainan katilik akan membawa dampak yang baik bagi terujudnya keharmonisan hidup sebagai suami-istri. Meskipun demikian, factor-faktor lain yang juga tidak kalah penting memainkan peranan yang sentral dalam mendukung para pasangan untuk mencapai keharmonisan hidup. Foktor-faktor yang ada, yang merupakan hasil penelitian, adalah adanya lapangan kerja yang tetap dan kondisi ekonomi keluaarga yang stabil. Temuan ini mau menjelaskan bahwa untuk membangun keluarga yang harmonis perluh perjuangan yang terus menerus. Pemahaman yang cukup perihal hakikat perkawinan katolik menjadi titik tolak, yang tentunya didukung oleh factor-faktor lainnya. Temuan ini menjadi masukan yang sangat berguna bagi pasangan yang akan menikah, bagi pengurus lingkungan, dewan paroki dan pihak keuskupan. Bagi pasangan agar sungguh-sungguh mempersiapkan diri sebelum menikah dengan mengikutu kursus persiapan perkawinan secara serius dan pendampingan hidup keluarga yang diberikan pihak-pihak yang berwenang. Bagi pengurus lingkungan, paroki dan perangkat keuskupan, temuan ini membantu mereka untuk merancang pendampingan terhadap pasaangan muda dengan metode yang actual, tepat sasar dan kontekstual. Semuanya demi membantu para pasangan untuk membangun keharmonisan dalam kehidupan berkeluarga, yang menjadi cita-cita dan harapan setiap keluarga,
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
STUDI DESKRIPTIF PENYALAHGUNAAN LEM AIBON PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI LINGKUNGAN SANTA THERESIA PAROKI SANTA MARIA FATIMA KELAPA LIMA MERAUKE
Gema Kondonip (1802041)
Penyalahgunaan lem aibon anak usia Sekolah Dasar
Judul Skripsi ini adalah: Studi Deskriptif Penyalahgunaan Lem Aibon Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Lingkungan Santa Theresia Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima Merauke”. Penulis membatasi dan memfokuskan penelitian ini pada dampak perilaku menghirup lem aibon yang dialami oleh anak Usia SD dengan topik permasalahan yang diteliti yakni: (1) Mengapa Anak Usia Sekolah Dasar menghirup lem aibon, (2) Bagaimana dampak menghirup lem aibon pada Anak Usia SD, (3) Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi perilaku penyalahgunaan lem aibon pada Anak Usia Sekolah Dasar. Penulis mengambil orang tua dan anak serta ketua dewan lingkungan sebagai informan penelitian. Informan penelitian ini berjumlah 20 orang. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan Kualitatif Deskriptif. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak yang dialami anak-anak pengguna lem aibon usia Sekolah Dasar, antara lain; (1) Dampak negatif pada fisik yakni; terlihat kurang terawat, pucat, kuningan, mual, muntah-muntah, kehilangan nafsu makan sehingga menyebabkan berkurangnya berat badan dan kurus, (2) Dampak negatif pada psikis yang dialami yakni senang berkhayal, sering bingung, mengalami gangguan emosi, ketakutan yang berlebihan, berperangai kasar, sering berkata kotor, tidak memiliki pendirian dan bersikap memaksa jika tidak menghirup lem aibon dalam waktu lama, (3) Dampak sosial yang ditimbulkan antara lain mendapat perlakuan kasar dari orang dewasa, dikucilkan, anti sosial, pendidikan terganggu, mendapat penolakan, sering bersikap tidak sopan dan memaksa sehingga menimbulkan keresahan ditengah masyarakat. Hasil akhir dalam penelitian ini disimpulkan bahwa dampak yang dialami anak pengguna lem usia sekolah dasar akan berimbas juga pada lingkungan masyarakat. Hal ini dapat teratasi jika semua struktur atau elemen-elemen penting yang terkait bisa membangun kerjasama. Usia SD terbilang masih sangat muda, oleh sebab itu jika dibiarkan tanpa pengawasan dan pembinaan yang baik hingga memasuki usia remaja dan dewasa maka akan semakin sulit untuk disembuhkan dan dampak yang akan ditimbulkan di tengah kehidupan bermasyarakat pun semakin besar.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA MELALUI METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI KELAS VIII A SMP NEGERI 2 MERAUKE
Fransiskus Primada Herdiyanto (1602077)
Hasil Belajar Kognitif Pendidikan Agama Katolik Metode Mind Mapping
Fransiskus. P.H. 2022. “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Melalui Metode Mind Mapping Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik Di Kelas VIII A SMP Negeri 2 Merauke”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik, STK Santo Yakobus Merake. Pembimbing: Rosmayasinta Makasau, S.Pd., M.Hum.
Berdasarkan pengamatan awal di kelas VIII A SMP Negeri 2 Merauke pada pembelajaran PAK pada bulan Maret 2022 hingga Mei 2022 bersama dengan kolaborator (guru mata pelajaran PAK kelas VIII), diperoleh hasil bahwa banyaknya muatan materi pada pembelajaran PAK yang membuat siswa mudah lupa dan juga penggunaan metode ceramah serta diskusi yang digunakan oleh guru membuat pembelajaran menjadi monoton sehingga hasil belajar kognitif siswa rendah 66,7%, sehingga mendapatkan nilai di bawah kategori KKM yaitu 75.
Rumusan masalah penelitian ini adalah, “apakah metode Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dalam pembelajaran PAK di kelas VIII A SMP Negeri 2 Merauke?, Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dengan menerapkan metode Mind Mapping di kelas VIII A SMP Negeri 2 Merauke.
Jenis penelitian skripsi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari empat pertemuan. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Merauke. Subjek penelitian ini (populasi) adalah siswa Katolik kelas VIII SMP Negeri 2 Merauke sebanyak 95 orang siswa dan sampelnya adalah 15 siswa kelas VIII A. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru meningkat dari 16% siklus I menjadi 25% pada siklus II yang tergolong kategori baik dan juga hasil belajar kognitif siswa pada siklus I adalah 66,7% atau 10 siswa yang tidak tuntas belajarnya dan siklus II meningkat mencapai 86,7% (≥75%) atau 13 orang siswa yang tuntas belajarnya sehingga penelitian ini dinyatakan berhasil.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran PAK. Saran penelitian ini adalah guru harus lebih berinovasi dalam menyajikan metode pembelajaran, khususnya metode Mind Mapping yang tepat dan kreatif serta kontekstual untuk dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
PENGGUNAAN BAHASA PENGANTAR OLEH GURU AGAMA KATOLIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS IV SD YPPK St. SAMUEL MOKBIRAN DISTRIK KOMBUT KABUPATEN BOVENDIGOEL
Elisabeth Kanyek (1702002)
bahasa pengantar proses pembelajaran agama katolik
Penelitian ini di latar belakangi oleh penemuan fakta di lapangan yaitu masih terdapat guru yang menggunakan bahasa daerah dalam proses pembelajaran, hal ini disebabkan karena siswa belum fasih menggunakan bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaiman penggunaan bahasa pengantar oleh guru Agama katolik dalam proses belajar di kelas IV SD YPPK St. Samuel Mokbiran distrik kombut kabupaten bovendigoel.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden dan melakukan studi pada situasi yang alami. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam-dalamnya dengan cara mengumpulkan data yang sedalam-dalamnya pula, yang menunjukan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah siswa di SD YPPK St. Samuel Mokbiran ini mayoritas berasal dari daerah setempat, sehingga kental sekali berbicara bahasa daerah setempat, apa lagi guru yang mengajar juga merupakan asli daerah yang sama, siswa di kelas IV masih menggunakan bahasa daerah di sekolah, juga mengakui bahwa ia dan teman-temannya, masih cenderung menggunakan bahasa daerah saat di sekolah maupun dalam pembelajaran di kelas. Siswa belum menguasai dengan tepat bahasa Indonesia yang baik dan benar, siswa masih banyak menggunakan dengan bahasa daerah yaitu bahasa Muyu Kawiyet ketika pembelajaran. Siswa mengakui bahwa tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena dalam keluarga maupun lingkungan pergaulan jarang menggunakan bahasa Indonesia. Begitupun dalam proses pembelajaran bahasa pengantar yang di gunakan oleh guru agama katolik dalam membuka pembelajaran adalah campuran dari bahasa Indonesia dan bahasa daerah, hal ini merupakan kebiasaan guru agama katolik dalam proses belajar.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
PERANAN WALI BAPTIS DALAM PEMBINAAN IMANANAK PASCA PENERIMAAN SAKRAMEN BAPTIS DI LINGKUNGAN SANTO ATHANASIUS PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI Suatu Tinjauan Pastoral
Blandina kabinubun (1702055)
peran wali baptis pembinaan iman anak.
Judul skripsi Peranan Wali Baptis dalam Pembinaan Iman Anak Pasca Penerimaan Sakramen Baptis di Lingkungan Santo Athanasius Paroki Santo Yosep Bambu Pemali, dengan pembimbing Drs. Xaverius Wonmut, M.Hum.
Metode penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 informan.
Hasil akhir menunjukkan bahwa wali baptis kurang berperan dalam pembinaan iman anak pasca penerimaan Sakramen Baptis. Mengingat peran wali baptis sangat penting dalam perkembangan iman dan karakter anak. Kurangnya komunikasi dan informasi yang dibangun oleh wali baptis, dapat menjadi faktor penghambat bagi wali baptis untuk meningkatkan pembinaan iman dan karakter anak. kenyataannya wali baptis sangat sibuk dengan pekerjaan dan jauh dari tempat tinggal anak, sehingga perkembangan anak tidak diperhatikan. Akhirnya diperlukan pendekatan personal, komunikasi yang berlanjut, kunjungan kepada anak serta perhatian dalam pemenuhan kebutuhan anak sebagai upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan peran wali baptis.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
PENGHAYATAN SPRITUALITAS HATI KUDUS BAGI AWAM KELUARGA CHEVALIER DI PAROKI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS KATEDRAL KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
Beatrix Kukdan (1702025)
Spiritualitas Hati Awam Keluarga Chevalier
Skripsi ini berjudul” PENGHAYATAN SPRITUALITAS HATI KUDUS BAGI AWAM KELUARGA CHEVALIER DI PAROKI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS KATEDRAL KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE” Penulis memilih judul ini bertitiktolak dari keprihatinan penulis terkait intensitas kehadiran dan keaktifan awam keluarga Chevalier sangat kurang dalam karya pelayanan menggereja, padahal jumlahnya mencapai 150 orang namun kenyataan yang hadir dan aktif hanya 15 orang.
Untuk itu penulis ingin mencaritahuapa penyebabnya dengan tujuan penelitiannya adalah 1)Mengetahui Penghayatan Spiritualitas Hati KudusAnggota Awam Keluarga Chevalier?2) Menemukan Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penghayatan Spiritualitas Hati? 3) Upaya-Upaya untuk Meningkatkan Penghayatan Spiritualitas Hati bagi AKC di Paroki Santo Fransiskus Xaverius. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian deskriprif kualitatif dengan model interaktif oleh Miles dan Huberman.(1984;23). Penelitian ini dilakukan di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Katedral Merauke,dengan sampel penelitian adalah Anggota Awam Keluarga Chevalier.
Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa: 1) penghayatan spiritualitas hati kudus anggota Awam Keluarga Chevalierdiungkapkan lewat pelayanan kepada orang-orang kecil, kunjungan kepada para lansia, maupun kepada yang sakit, selain itu penghayatan spiritualitas hati sangat berpengaruh dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan keluarga karena selalu ada doa bersama, ada kegiatan-kegiatan seminar tentang spiritualitas hati yang menambah semangat dalam pelayanan.2) faktor pendukung adalah adanya kegiatan pelayanan bersama, doa, rekoleksi, bimbingan rohani, perayaan ekaristi, persaudaraan. Sedangkan faktor penghambat adalah adanyatanggungjawab lain yang menyita waktu, terlibat dalam kelompok doa lainya, sehingga kurang terlibat dalam kegiatan-kegiatan AKC. Dan juga program kerja yang kurang jelas, sehingga keterlibatan dalam hidup menggereja kurang.3) Upaya-Upaya untuk meningkatkan penghayatan spiritualitas hati bagi anggota Awam Keluarga Chevalieradalah Doa bersama, Perayaan Ekaristi, Pendalaman Kitab suci, Bakti sosial, kegiatan seminar tentang spiritualitas hati, rekoleksi bersama. Program kerja sebagai sebuah keterlibatan dalam hidup menggereja seperti; pendampingan calon baptis, komuni pertama, krisma, kunjungan ke NAPI, Persiapan perkawinan yang bisa dilakukan oleh Anggota Awam Keluarga Chevalier sebagai wujud konkrit penghayatan spiritualitas hati dalam hidup menggereja. Untuk itu penulis mengusulkan salah satu contoh program pendampingan pendamping katekese komuni pertama yang bisa menjadi acuan bagi anggota Awam Keluarga Chevalier.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2022
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP PERILAKU BELAJAR MAHASISWA DI ASRAMA ASMAT KELAPA LIMA MERAUKE
APANG PINIM (1602003)
Media Sosial Facebook Perilaku Belajar Mahasiswa Asmat
Skripsi ini berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP PERILAKU BELAJAR MAHASISWA ASMAT DI ASRAMA ASMAT KELAPA LIMA MERAUKE”. Topik ini berinspirasi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di asrama Asmat di Merauke bahwa cukup banyak mahasiswa yang lebih dominan menggunakan internet untuk mengakses media sosial sebagai sarana hiburan dan bukan untuk menunjang proses belajar. Skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh media sosial khususnya Facebook terhadap perilaku belajar mahasiswa Asmat di asrama Asmat Kelapa Lima Merauke. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model regresi. Sampel dari penelitian adalah mahasiswa Asmat di Asmat di Kelapa Lima Merauke dari semester II-VIII sebanyak 53 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan ialah angket dengan model skala Likert yang dikembangkan dalam 4 skala penilaian dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju. Hasil pengujian persyaratan analisis meliputi uji normalitas, linieritas dan heterokedastisitas menunjukkan bahwa data layak untuk diuji secara parametrik untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial Facebook oleh warga asrama dikategorikan kurang baik atau kurang kondusif dengan skor mean sebesar 57,05. Sementara variabel perilaku belajar dikategorikan cukup rendah dengan skor mean sebesar 80,43. Pengujian hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 5% (< 0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak dengan kata lain terdapat pengaruh media sosial Facebook terhadap perilaku belajar mahasiswa di asrama Asmat. Variabel penggunaan media sosial Facebook berpengaruh secara signifikan terhadap variabel perilaku belajar mahasiswa Asmat sebesar 78%, sementara 22% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat sangat kuat dan signifikan. Hal tersebut ditunjukkan dari nilai Pearson Correlation pada tabel 4.8 dengan nilai sebesar 0,883. Dari penelitian ini dihasilkan rumus persamaan regresi untuk model penelitian ini adalah Y= -23,179 + 1,654X. Dari penelitian ini penulis menyarankan agar perlunya ditingkatkan fungsi kontrol atau pengawasan atas fasilitas yang ada di asrama khususnya jaringan internet, pemberdayaan fungsi pengelola asrama dan pembinaan mahasiswa asrama oleh orang tua, pengelola ataupun pemerintah daerah Asmat agar mahasiswa mampu meningkatkan motivasi dan kemampuan mengelola waktu belajar dengan efektif dan efisien.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
ANALISIS PRAKTEK HIDUP KEAGAMAAN UMAT LINGKUNGAN SANTA TERESIA STASI SEMANGGA DUA St. PETRUS DAN PAULUS, PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
SALOMINA YAMUTO (1602074)
Ketidakhadiran Umat Faktor-faktor penyebab saran pastoral
Skripsi ini berjudul “ANALISIS PRAKTEK HIDUP KEAGAMAAN UMAT LINGKUNGAN SANTA TERESIA STASI SEMANGGA DUA ST. PETRUS DAN PAULUS, PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER”. Penulis memilih judul ini bertolak dari suatu keprihatinan bahwa kehadiran umat dalam hidup menggereja sangat kurang, seperti doa lingkungan, ibadat sabda pada hari minggu dan perayaan Ekaristi di gereja. Realitas ini mendorong penulis untuk menggali secara mendalam faktor-faktor yang menjadi penyebab ketidakhadiran umat lingkungan Santa Teresia dalam kehidupan menggereja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran umat dalam ibadat sabda pada hari minggu sebanyak 80%. Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan yang kurang mendukung dalam hal ini umat memiliki sikap malas tahu dan tidak peduli terhadap kegiatan-kegiatan rohani baik itu dalam doa lingkungan, ibadat sabda dan perayaan Ekaristi. Sikap tidak peduli tersebut berakibat pada tidak terlibatnya umat dalam tugas-tugas liturgi seperti menjadi lektor, pemazmur, terlibat dalam anggota koor pada setiap kegiatan ibadat sabda dan perayaan ekaristi pada hari minggu. Mereka lebih memilih untuk bekerja pada hari minggu karena kehidupan ekonomi yang juga masih sangat rendah.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka penulis memberikan saran kepada para pengurus dewan stasi dan lingkungan untuk mengambil langkah-langkah yang mampu membangkitkan semangat umat dalam kehidupan menggereja. Salah satunya adalah melaksanakan pendampingan dan pendalaman iman umat melalui kegiatan katekese-katekse di lingkungan Santa Teresia. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat iman umat dalam mengolah hidup yang lebih berkualitas.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
PENGARUH KURANGNYA MINAT BACA ALKITAB TERHADAP PANGGILAN SEBAGAI KATEKIS DAN GURU AGAMA PADA MAHASISWA STK ST. YAKOBUS MERAUKE
Natalia Kipman (1602013)
Minat Baca Alkitab Panggilan Katekis Guru Agama
Skripsi ini berjudul PENGARUH KURANGNYA MINAT BACA ALKITAB TERHADAP PANGGILAN SEBAGAI KATEKIS DAN GURU AGAMA PADA MAHASISWA STK ST. YAKOBUS MERAUKE. Topik ini dinspirasi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di kampus STK St. Yakobus Merauke bahwa cukup banyak mahasiswa/mahasiswi yang kurang aktife dan berminat dalam membaca Alkitab (Kitab Suci). Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh kurangnya minat baca Alkitab terhadap panggilan sebagai guru agama dan katekis pada mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dari semester III-VIII sebanyak 77 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan model skala semantik yang dikembangkan dalam 30 pernyataan mengenai minat baca Alkitab. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5% N = 77 orang dengan nilai kritis 0,24 diperoleh sebanyak 24 item valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas diperoleh koefisien alpha sebesar 0, 878, yang berarti reliabilitas instrumen tinggi.
x
Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai r² sebesar 0,607 (60,7%) yang berarti terdapat pengaruh meskipun pengaruhnya kuat. Artinya minat baca Alkitab terlalu berdampak secara signifikan terhadap panggilan sebagai katekis dan guru agama pada mahasiswa. Variabel lain yang berpengaruh terhadap panggilan sebagai katekis dan guru agama sebesar 61, 2% yang menunjukan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti minat baca Alkitab berpengaruh terhadap panggilan sebagai katekis dan guru agama pada mahasiswa STK St. Yakobus Merauke.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar mahasiswa perlu untuk meningkatkan waktu belajar entah itu di dalam lingkup kampus maupun di rumah, serta ada dukungan dari para dosen dan orang tua. Dalam upaya untuk peningkatan efektifitas belajar membaca khususnya membaca Kitab Suci bagi para mahasiswa di kampus, harus dukungan dari fasilitas perpustakaan agar para mahasiswa dapat menggunakan dan mempelajari fasilitas tersebut untuk meningkatkan minat baca guna mencari dan mengetahui banyak pengetahuan yang dapat meningkatkan panggilan sebagai katekis dan guru agama pada mahaiswa STK St. Yakobus Merauke.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
PERAN DAN BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PEMBINAAN IMAN ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN ST. MIKAEL PAROKI BAMPEL MERAUKE
Makaria Ronkoa (1602071)
Peran pembinaan orangtua Pembinaan Iman Anak
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan peran dan bimbingan Orang tua terhadap pembinaan iman anak usia dini 2) menemukan faktor-faktor pendukung dan penghambat pembinaan Iman anak 3) upaya meningkatkan pembinaan iman anak di lingkungan santo mikael paroki santo yosep bambu pemali Merauke. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriprif kualitatif dengan model interaktif oleh Miles dan Huberman.(1984;23). Penelitian ini dilakukan di Lingkungan Santo Mikael, Paroki Santo Yosep Bampel Merauke. Adapun subyek penelitan terdiri dari: orangtua anak, ketua lingkungan, pembina iman anak. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Peran orang tua terhadap Pendidikan Iman Anak di lingkungan Santo Mikael Paroki Bampel Merauke bahwa; orang tua ikut berperan tetapi kurang dalam hal mendidik, membina Iman anak.( 2) Faktor-faktor pendukung dan penghambat pembinaan Iman anak usia dini di lingkungan santo Mikael adalah orangtua terlibat aktif dalam kegiatan bina iman anak sejak dini itu sangat membantu perkembangan iman anak. Bahkan sejak kecil mereka sudah mampu berdoa; doa-doa pokok, seperti; doa Bapa Kami, doa salam maria, tanda salib,atas nama bapa, dan putera dan roh kudus. Tahu sopan santun, dengan menyapa terlebih dahulu kepada orang yang lebih tua. Saling berbagi, saling mengampuni sejak usia dini, namun ada hambatannya yaitu; orangtua kurang aktif dan melibatkan anak dalam kegiatan doa di lingkungan maupun di gereja, orangtua kurang membiasakan anak berdoa bersama di rumah, orangtua umumnya kurang berpendidikan (3) Upaya – upaya yang bisa dilakukan untuk mendukung pembinaan iman anak usia dini di lingkungan santo mikael adalah dengan memberikan penyadaran kepada orangtua akan perannya sebagai pendidik utama dan pertama terhadap pembinaan iman anak sejak dini, yaitu dengan memberikan masukan kepada pihak gereja untuk mengadakan rekoleksi atau katekese bagi seluruh orangtua yang ada di lingkungan santo mikael. Orangtua harus meluangkan waktu untuk mendampingi iman anak, adanya komunikasi dan kerjasama orangtua, ketua lingkungan maupun pembina iman anak.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
PENGARUH LINGKUNGAN PERGAULAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PARA REMAJA KATOLIK DILINGKUNGAN SANTO YOHANES DON BOSCO PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI
Maria Imakulata Tagu (1602010)
Lingkungan pergaulan Motivasi Belajar Remaja Katolik
Maria Imakulata Tagu 1602010, Pengaruh Lingkungan Pergaulan Terhadap Motivasi Belajar Para Remaja Katolik Di Lingkungan Santo Yohanes Don Bosco Paroki Santo Yosep Bambu Pemali. Skripsi Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke, 2021
Penelitian ini berjudul Pengaruh Lingkungan Pergaulan Terhadap Motivasi Belajar Para Remaja Katolik Di Lingkungan Santo Yohanes Don Bosco Paroki Santo Yosep Bambu Pemali. Tujuan dalam penelitian ini adalah Mengidentifikasi pengaruh lingkungan pergaulan terhadap motivasi belajar remaja katolik di lingkungan Santo Yohanes Don Bosco
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan model analisis regresi linear sederhana. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui angket, wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian di deskripsikan untuk menjawab pertanyaan peneliti. Teknik analis data menggunakan satu variabel independen dan satu variable dependen
Dari hasil penelitian diketahui bahwa Lingkungan Pergaulan Remaja Katolik di Lingkungan Santo Yohanes Don Bonsco Paroki Santo Yosep Bambu Pemali adalah baik. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Lingkungan Pergaulan sebesar 5 % menunjukkan Lingkungan Pergaulan cukup baik, 35 % sedang, 51 % baik dan 10 % menunjukkan Lingkungan Pergaulan yang sangat baik. Motivasi Belajar sebesar Remaja Katolik di Lingkungan Santo Yohanes Don Bonsco Paroki Santo Yosep Bambu Pemali adalah baik. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 11 % menunjukkan Motivasi Belajar kurang baik, 41 % cukup baik dan 48 % menunjukkan motivasi belajar baik. Berdasarkan uji regresi linear didapatkan data bahwa Lingkungan pergaulan berpengaruh terhadap motivasi belajar para remaja katolik yang berada dilingkungan Santo Yohanes Don Bosco Paroki Santo Yosep Bambu Pemali Keuskupan Agung Merauke, namun pengaruhnya tidak besar hanya 14,6 %. Selebihnya motivasi belajar remaja dipengaruhi oleh faktor lain.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA-MAHASISWI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE SEBAGAI CALON KETEKIS TENTANG SAKRAMEN PERKAWINAN
Korry Susanti Youw (1902021)
Pemahaman Calon Katekis Sakramen Perkawinan
Skiripsi ini berjudul UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA-MAHASISWI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE SEBAGAI CALON KATEKIS TENTANG SAKRAMEN PERKAWINAN. Topik ini termotivasi oleh kenyataan bahwa beberapa mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke sebagai calon katekis belum memahami secara baik sakramen perkawinan. Fakta tersebut membuat penulis untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang sakramen perkawinan, upaya-upaya apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa sebagai calon katekis akan sakramen perkawinan sebagaimana yang diajarkan oleh Gereja Katolik dan factor-faktor apa saja yang menjadi penyebabnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi STK Santo Yakobus Merauke semester VI, VIII dan X yang telah mengikuti perkuliahan yang berkaitan dengan sakramen perkawinan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 18 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa-mahasiswi STK Santo Yakobus Merauke menyadari akan panggilan sebagai katekis kelak, namun mereka kurang memahami tentang sakramen perkawinan. Realitas ini sesungguhnya menjadi pemacu untuk mahasiswa untuk lebih mempersiapkan diri dengan baik selama mengikuti formasi di STK Santo Yakobus Merauke agar kelak dapat menjadi katekis yang siap untuk melayani umat secara khusus dalam mendampingi para pasangan yang akan menerima sakramen perkawinan.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
PENGARUH KECERDASAN INTRAPERSONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
Jonglis Matares Salang (1602007)
Kecerdasan Intrapersonal Prestasi Belajar Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik
Skripsi ini berjudul PENGARUH KECERDASAN INTRAPERSONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE. Topik ini diangkat berdasarkan situasi dan kondisi yang sedang terjadi di Kampus Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke bahwa masih rendahnya kecerdasan intrapersonal mahasiswa di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dalam: kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi diri, tanggung jawab dan penghargaan diri yang tinggi. Hal ini berpengaruh terhadap rendahnya prestasi belajar mahasiswa. Skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh kecerdasan intrapersonal terhadap prestasi belajar mahasiswa di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi sederhana. Sampel dari penelitian ini yaitu sebanyak 68 orang mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dari semester I-IX dengan teknik sampling acak berstrata. Instrumen pengumpulan data yang digunakan metode kuesioner dalam bentuk skala Likert yang kemudian dikembangkan dalam 62 butir pernyataan tentang kecerdasan intrapersonal sementara data prestasi belajar menggunakan IPK mahasiswa. Hasil dari uji validitas 62 butir instrument, 7 butir instrumen dinyatakan tidak valid dan 55 butir instrumen dinyatakan valid. Sedangkan hasil dari uji reliabilitas diperoleh nilai cronbach’s Alpha sebesar 0,905 yang artinya reliabilitas instrumen adalah tinggi.
Dari uji analisis regresi sederhana dengan taraf signifikansi 0,05 (5%), diperoleh hasil nilai R Square sebesar 0,595 (59,5%) yang berarti terdapat pengaruh yang positif dan signifikan. Artinya kecerdasan intrapersonal berdampak secara positif terhadap prestasi belajar mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Sedangkan hasil penelitian ini juga terdapat variabel lain yang tidak diteliti terhadap prestasi belajar sebesar 40,5%. Hasil ini menunjukan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya kecerdasan intrapersonal berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada mahasiswa agar: memahami tipe kecerdasan yang dimilikinya, mampu memahami diri sendiri berdasarkan potensi atau kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya, mampu mengatur dan mengendalikan emosi atau perasaannya, bersikap tanggung jawab terhadap semua aktifitas yang di lakukanya baik itu di luar kampus maupun di dalam lingkungan kampus, dan mampu mengembangkan rasa harga diri yang tinggi sehingga dengan kemampuan yang dimilikinya dapat mendorong mahsiswa untuk semangat dalam meningkatkan prestasi belajar.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
PENGARUH METODE DISKUSI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 OBAA KABUPATEN MAPPI
HUBERTINA YERWUAN (1702035)
Metode Diskusi Motivasi Belajar
Skripsi ini berjudul Pengaruh Metode Diskusi Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Katolik Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Obaa Kabupaten Mappi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui adanya pengaruh metode diskusi terhadap motivasi belajar. 2) mengetahui besarnya pengaruh metode diskusi terhadap motivasi belajar dan 3) meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran pendidikan agama Katolik.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri Obaa sebanyak 40 orang. Instrument yang digunakan ialah angket dengan bentuk skala sikap deferensial semantik dengan jumlah butir instrument penelitian variabel metode diskusi sebanyak 30 soal dan motivasi belajar sebanyak 30 soal. Dari hasil validitas dengan taraf signifikansi 0,05 dengan N 40 orang dengan nilai kritis 0,31 pada variabel metode diskusi diperoleh sebanyak 23 item valid dan pada variabel motivasi belajar diperoleh 25 item valid. Sedangkan dari hasil uji realibilitas untuk variabel X diperoleh koefisien Alfa sebesar 0,620 yang berarti dalam penelitian ini reliabel atau dapat dipercaya dan untuk variabel Y diperoleh koefisien Alfa sebesar 0,870 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen dalam variabel Y yakni motivasi belajar dalam penelitian ini reliabel atau dapat dipercaya.
Hasil analisis data pada nilai Fhitung pada tabel anova yang menyatakan bahwa metode diskusi berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa diperkuat dengan hasil deskripsi data yang menunjukkan bahwa tingkat kegunaan metode diskusi dalam belajar tergolong cukup yakni sebesar 90% dan memiliki motivasi belajar yang cukup ditunjukkan dengan nilai persentase sebesar 67,5%. Artinya metode diskusi yang mereka gunakan untuk proses memperlancar atau mendukung kegiatan belajar mereka memiliki pengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil hipotesis pada tabel model summary diperoleh hasil yakni nilai koefisien determinasi sebesar 0,189. Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas berpengaruh sebesar 18,9% terhadap variabel terikat.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru harus berupaya meningkatkan motivasi belajar pendidikan agama Katolik, memperhatikan langkah-langkah metode diskusi yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Guru juga harus mengupayakan pendekatan pembelajaran pendidikan agama Katolik yakni pemahaman, pergumulan hidup dan penghayatan iman siswa.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
IMPLIKASI PRAKTEK PERDUKUNAN DAN MAGI TERHADAP HIDUP KEAGAMAAN SUKU MALIND ANIM DI STASI SANTO ANTONIUS KAISA PAROKI SANTO PETRUS DAN PAULUS KUMBE KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
FRANSISKUS NAM KAIZE (1502011)
Dukun Kepercayaan Penyembuhan Pemahaman
Skripsi dengan judul, Implikasi Praktek Perdukunan Dan Magi Terhadap Hidup Keagamaan Suku Malind Anim Di Stasi Santo Antonius Paroki Santo Petrus Dan Paulus Kumbe Keuskupan Agung Merauke. membahas tentang okultisme sebagai salah satu ilmu yang mempelajari pengethuan tersembunyi yang terdapat dalam alam semester, pada diri dan alam sekitar kita Dukun yang dalam bahasa Malind anim disebut Kindti Anima amat berperpengaruh dalam kehidupan umat stasi St. Antonius Kaisa paroki Santo Petrus dan Paulus Kumbe. Dalam situasi mendesak (emergensi) seperti sakit dan kondisi-kondisi yang mengancam umat cenderung mencari bantuan dan penjelasan pada para dukun. Umat jarang bahkan tidak melihatkan kaitannya dengan iman untuk mencari perlindungan dan pertolongan pada Tuhan dan pengobatan medis.
Melalui studi ini hendak dikaji pertama; dampak praktek perdukunan (okultisme) terhadap kehidupan iman Umat stasi Santo Antonius Kaisa, kedua, mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan umat cenderung bergantung pada peran dukun dan pendekatan pastoral terhadap praktek perdukunan dan Magi di Stasi Santo Antonius Kaisa, Paroki Santo Petrus dan Paulus Kumbe, Keuskupan Agung Merauke? Kajian ini menggunakan pendekatan teknik observasi dan wawancara. Informan ditentukan sebanyak tiga orang dengan rincian informan kunci satu orang dan informan pendukung dua orang.
Secara etimologi okultisme berasal dari kata Bahasa Latin , occultus yang berarti tersembunyi, rahasia, sial, celaka, gaib, gelap, dan misterius. Jadi okultisme sesungguhnya bukanlah sihir, dukun atau kekuatan supranatural tetapi suatu ilmu tentang hal-hal yang tersembunyi atau bersifat rahasia. Dengan demikian praktek dukun dan sihir merupakan bagian kajian dalam okultisme. Di dalam praktek dukun dan sihir, pengetahuan bersifat rahasia dan tersembunyi diterapkan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keyakinan pada pengaruh kuasa sihir, roh-roh alam nyata dialami dalam kehidupan umat dari pada pengaruh Allah atau Tuhan dalam peristiwa sakit yang dialami. Justru karena itu umat tidak meminta pertlongan Tuhan dalam doa-doa mereka. Stasi santu Antonius Kaise yang secara geografis jauh dari pusat-pusat kota berdampak pada minimnya akses pelayanan public dalam bidang kerohanian, kesehatan, pendidikan dan bidang-bidang kehidupan lainnya. Kondisi di atas merupakan faktor utama pilihan umat tetap berpegang pada adat dan kebiasaan-kebiasaan yang diwariskan nenekmoyang mereka antara dalam keyakinan (kepercayaan) mereka dan praktek-prakteknya termasuk diantaranya praktek perdukunan.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
PERAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SD YPPK SANTO TARSISIUS BIANKUK-MERAUKE
FirllaFirlania N.N.N Miyak (1602027)
Peran Kompetensi Profesionalisme Guru Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Skripsi ini berjudul “Peran Kompetensi Profesionalisme Guru Dalam Upaya Peningkatan Kualitas PembelajaranDi SDYPPKSanto Tarsisius Biankuk-Merauke.”Penelitian ini merupakan sebuah Penelitian yang mendeskripsikan bagaimana peran sorang pendidik atau pengajar dalam tugas dan tanggung jawabnya di sekolah saat belajar mengajar di dalam kelas bersama peserta didik.
Pokok permasalahan yang diangkat ialah (a) Bagaimana kualifikasi akademik yang dimiliki oleh para guru yang bertugas di SD YPPK Santo Tarsisius Biankuk- Merauke? (b) Bagaimana kesadaran dan kedisiplinan para guru SD YPPK Santo Biankuk-Merauke dalam melaksanakan tugas utamanya di sekolah? dan (c) Faktor-faktor apa yang menyebabkan tidak maksimalnya pengembangan kompetensi profesionalisme para guru yang mengajar di SD YPPK Santo Tarsisius Biankuk-Merauke? Sedangkan tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan memahami sejauh mana peran para guru dan faktor-faktor yang menyebabkan tidak maksimal pengembangan kompetensi profesionalisme para guru di SD YPPK Santo Tarsisius Biankuk Merauke. Penulis menggunakan metode Penelitian deskriprif kualitatif yakni dengan melihat situasi yang terjadi di lapangan.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa peran para guru dalam proses belajar mengajardengan keempat kompetensi ini masih kurang, ada guru yang melaksanakan sesuiprofesi yang di miliki dengan berbagai keterampilan dan ada yang belum memenuhi syarat dan standar kompetensinya. Keterampilan para guru kurang lancer karena berbagai f aktor yang dating dari para guru, maka ini sangat mempengaruhi peserta didik dalam belajar sehingga proses penerapan ilmu pada peserta didik akan sangat menurun. Semua faktor tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama yakni dengan kelancaran komunikasi antara sesama pendidik di sekolah.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
RELEVANSI DIALOG SANTO FRANSISKUS ASISI DAN SULTAN AL-KAMIL BAGI FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN DIALOG KATOLIK-ISLAM DI KABUPATEN MERAUKE
Emanuel Herman Pukat Sogen (1902012)
Dialog Santo Fransiskus Asisi dan Sultan Al-Kamil relevansi upaya dialog FKUB
Pluralisme agama kerapkali membawa dua perspektif, positif dan negatif. Dalam konteks dialog Katolik-Islam, pluralisme agama masih menjadi masalah yang serius, sebab pluralisme agama mengandung perbedaan-perbedaan mendasar (fundamental). Pada wilayah inilah konflik antar agama terjadi, terutama ketika agama-agama masih memakai truth claim sebagai standar perspektifnya dalam berelasi dengan agama lain. Terhadap realitas ini, dialog antar agama merupakan upaya yang dapat menjembatani perbedaan yang ada, terlepas dari konsekuensi logisnya (tantangan dan hambatan). Upaya dialog Katolik-Islam sudah dirintis oleh Santo Fransiskus Asisi dan Sultan Al-Kamil pada Perang Salib kelima (1219-1221). Sehingga umat Katolik dan Islam di kabupaten Merauke melalui FKUB, dapat mengupayakan dan mengembangkan dialog antar agama seturut perspektif dialog Santo Fransiskus Asisi dan Sultan Al-Kamil.
Dialog antar agama adalah sebuah upaya menjalin hubungan yang positif dan konstruktif dengan pemeluk agama lain, melalui perjumpaan-perjumpaan yang intens dan komunikasi yang tulus (persahabatan dan persaudaraan) sehingga para pelaku dialog mampu berkerja sama guna menghadapi tantangan zaman. Peneliti melakukan penelitian terhadap upaya FKUB dalam mengembangkan dialog Katolik-Islam di kabupaten Merauke.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 23 Januari 2021 hingga 24 Maret 2021. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa ada relevansi antara dialog Santo Fransiskus Asisi dan Sultan Al-Kamil terhadap upaya FKUB dalam mengembangkan dialog Katolik-Islam di kabupaten Merauke. Hal ini didukung dengan data: sebanyak 3 informan (18,75%) menyatakan mengetahui dialog yang dilakukan oleh Santo Fransiskus Asisi dan Sultan Al-Kamil; 16 informan (100%) menyatakan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, bersifat terbuka (inklusif), dan menganjurkan dialog antar agama, serta menyatakan perlunya mengantisipasi bahaya isu-isu agama yang berpotensi menimbulkan konflik antar agama; 16 informan (100%) meyakini pluralisme adalah kehendak Tuhan, tak dapat ditolak oleh manusia, memerlukan sikap dialog, dan memiliki tantangan (masalah perspektif) yang berpotensi menimbulkan konflik antar agama; 9 informan (56,25%) menyatakan bahwa FKUB memiliki program kerja sebagai upaya mengembangkan dialog Katolik-Islam, serta 7 informan (43,75%) memberikan catatan kritis sebagai respon terhadap upaya dialog FKUB dan harapan agar semakin berkembang.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
STUDI DESKRIPTIF GAYA HIDUP DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA ASAL KABUPATEN MAPPI PADA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE Suatu Tinjauan Pastoral
DOMINIKA KLARA WAIMU (1602066)
gaya hidup prestasi akademik mahasiswa
Gaya hidup dan prestasi akademik menjadi salah satu tujuan utama dalam penulisan skripsi bagi penulis sehingga mendorong penulis untuk melakukan penelitian khusus terhadapa mahasiswa Kabupaten Mappi dengan judul “Studi Deskriptif Gaya Hidup dan Prestasi Akademik Mahasiswa Kabupaten Mappi Pada Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke”. Dua fokus penelitian yang menjadi inti dalam penelitian ini yakni: (1) Faktor yang menghambat prestasi akademik (2) Faktor yang kurang mendukung gaya hidup mahasiswa Mappi sebagai calon Katekis dan Guru Agama Katolik, (3) Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan prestasi akademik dan perilaku yang mencerminkan sikap sebagai katekis dan Guru Agama Katolik.
Penulis mengambil mahasiswa Kabupaten Mappi yang kuliah di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke sebagai informan kunci. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 informan, dan dibagi dalam lima kategori, yakni semester dua, semester empat, semester enam, semester delapan dan semester sepuluh yang mendukung penelitian dimaksud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan dskriptif. Selain itu, teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan juga dokumentasi.
Berdasarkan pemaparan data dari hasil Observasi, StudiDokumentasi dan wawancara bahwa gaya hidup mahasiswa-mahasiswi Kabupaten Mappi kurang mencerminkan attitude katekis dan Guru Agama hal ini tampak dari kurang disiplin diri, disiplin waktu, perilaku kurang sehat, minum mabuk, perkelahian, kurang konsentrasi, kurang terlibat dalam perkuliahan, kurang terlibat dalam kegiatan akademik dan sering hadir tidak tepat waktu di kampus.
Hasil Studi Dokumentasi dan Observasi terkait prestasi akademik mahasiswa-mahasiswi Kabupaten Mappi memiliki perstasi akademik yang kurang memuaskan sebagaimana tercermin dalam Kartu Hasil Studi yang menunjukkan rata-rata Indeks Prestasi Komulatif 2, 00 hingga 2,35. Data ini mau menggambarkan dengan jelas bahwa capaian prestasi akademik mahasiswa-mahasiwi Kabupaten Mappi jauh dari yang diharapkan.
Dengan demikian disimpulkan bahwa gaya hidup mahasiswa Kabupaten Mappi yang mengeyam Pendidikan pada sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke kurang mencerminkan attitude sebagai katekis dan Guru Agama Katolik. Capaian prestasi akademik mahasiswa Kabupaten Mappi yang mengeyam Pendidikan pada sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke kurang memuaskan terbukti dalama capaian pada Kartu Hasil Studi mahasiswa dalam setiap semester. Oleh karena itu diperlukan dukungan dari semua pihak untuk memperhatikan hal dimaksud.
PDF 0 2
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
KURANGNYA KEHADIRAN UMAT STASI SANTO YOSEP PAYUM DALAM MENGIKUTI IBADAT SABDA PADA HARI MINGGU
YUVINIA MANDAWERI (1602017)
Ketidakhadiran umat faktor-faktor penyebab Ibadat Sabda
Skripsi ini berjudul “KURANGNYA KEHADIRAN UMAT STASI SANTO YOSEP PAYUM DALAM MENGIKUTI IBADAT SABDA PADA HARI MINGGU”. Penulis memilih judul ini bertolak dari suatu keprihatinan bahwa kehadiran umat dalam ibadat sabda pada hari minggu di stasi Santo Yosep Payum masih sangat kurang. Karena itu penulis ingin menggali secara lebih mendalam faktor-faktor yang menjadi penyebab ketidakhadiran umat dalam ibadat sabda pada hari minggu di stasi tersebut. Di sini penulis hendak mengangkat hal-hal yang menjadi penyebab ketidakhadiran umat dalam ibadat sabda pada hari minggu di stasi Santo Yosep Payum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran umat dalam ibadat sabda pada hari minggu di Stasi Santo Yosep Payum sebanyak 46,66%. Ketidakhadiran umat dalam kegiatan ibadat sabda pada hari minggu di Stasi Santo Yosep Payum dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, faktor eksternal. Terciptanya lingkungan sosial yang tidak kondusif karena sering terjadi kemabukan dan perjudian. Sebagian besar umat khususnya kaum bapak dan kaum muda cepat terpengaruh dan lebih memilih mabuk dan judi sehingga kegiatan ibadat sabda pada hari minggu ditinggalkan. Selain itu sebagian umat juga lebih memilih untuk menjaring ikan di laut karena alasan kehidupan ekonomi yang masih kurang maka kegiatan ibadat hari minggu juga diabaikan. Kedua, faktor internal. Sebagian umat stasi Santo Yosep Payum memiliki sifat malas tahu dan bersikap tidak peduli terhadap kegiatan ibadat sabda pada hari minggu. Selain itu hampir sebagian umat memiliki kecenderungan mudah menyerah jika menghadapi berbagai permasalahan hidup. Ketika sudah berhadapan dengan persoalan hidup seperti ini maka mereka akan mudah menyerah dan mulai menjauhkan diri dari Gereja.
Maka dari itu, penulis memberikan saran kepada dewan paroki dan stasi untuk melaksanakan kegiatan pendalaman iman dan kegiatan rohani lainnya agar umat semakin menyadari tentang pentingnya ibadat sabda pada hari minggu. Selain itu juga dewan paroki dan stasi dapat melakukan pendampingan khusus dalam kegiatan praktek kehidupan rohani agar umat memiliki semangat yang tinggi dan merasa didukung dalam usaha peningkatan kehidupan rohani mereka.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
STUDI FENOMENOLOGI INTERAKSI INTERPERSONAL ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DAN IMAN ANAK PADA KELUARGA KATOLIK DI STASI SANTO ANTONIUS SATUAN PEMUKIMAN III KUASI PAROKI SANTA MARIA ERAMBO
YOELITA ELCINIA MAYDAS (1602015)
Interaksi Interpersonal orangtua dan anak menjadi salah satu dalam pembentukan karakter dan iman anak di Stasi Santo Antonius Santuan Pemukiman Tiga Distrik Jagebob sehingga mendorong penulis untuk melakukan studi khusus dengan judul “Studi Fenomenologi Interaksi Interpersonal Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Dan Iman Anak”. Tiga variabel yang menjadi fokus penelitian ini yakni:(1) Faktor yang menghambat interaksi interpersonal orang tua dalam keluarga dalam pembentukan karakter anak, (2) Faktor yang menghambat sikap interpersonal seperti apa yang orang tua harus lakukan dalam pembentukan iman anak, (3) Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas interaksi interpersonal orang tua dalam mendidik anak pada keluarga Katolik.
Penulis mengambil orangtua dan anak serta Pastor Paroki sebagai informan penelitian. Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 informan, dan dibagi dalam empat kategori, yakni (1) tiga informan adalah keluarga yang sering memperlakukan anak dengan kasar, (2) tiga keluarga yang sering bertengkar dalam rumah tangga, (3) tiga anak yang mengalami masalah kekerasan, (4) tiga informan kunci yang mendukung penelitian dimaksud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Selain itu, teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan juga dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tiga faktor utama yang menghambat interaksi interpersonal orangtua dan anak dalam pembentukan karakter anak, yakni (1) Suasana psikologi, (2)Kepemimpinan yang otoriter, (3) Kepribadian keluarga kacau. Selain itu, ada dua faktor yang menghambat sikap interpersonal orangtua dalam pembentukan iman anak, yakni (1) Pendidikan iman bagi anak sebagai salah satu sikap yang harus diambil oleh orangtua, (2) Figur orangtua sebagai guru dan pembimbing awal bagi anak. Inilah dua hal yang menghambat sikap interpersonal orangtua dalam pembentukan iman anak. Hasil yang ketiga adalah upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan kualitas interaksi interpersonal orangtua dan anak dalam mendidik anak pada keluarga Katolik adalah (1) Memotivasi dan mengontrol anak, orangtua harus mendukung dan mengontrol perkembangan anak, baik dalam hal pergaulan, pendidikan, dan juga hal berdoa atau iman, (2) Pembinaan kepada suami-istri (orangtua) perlu adanya pembinaan secara berkala kepada orangtua demi terciptanya generasi gereja yang baik dan mandiri serta aktif dalam kehidupan menggereja dan masyarakat.
Hasil akhir dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi interpersonal orangtua dan anak dalam meningkatkan perkembangan karakter dan iman anak pada keluarga Katolik Satua Pemukiman III Distrik Jagebob masih terbilang rendah.Orangtua belum menjadi figur yang baik bagi perkembangan karakter dan iman anak.Oleh karena itu peran serta orangtua dan anggota masyarakat diperlukan untuk perkembangan kepribadian anak agar memiliki iman yang kuat dan pribadi yang matang.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
PERAN REKOLEKSI BAGI KETERLIBATAN KAUM MUDA DALAM IBADAT SABDA RUKUN KELUARGA JAYAWIJAYA DI KABUPATEN MERAUKE
TRESIA DOGA (1502025)
Peran rekoleksi keterlibatan kaum muda
Skripsi ini berjudul PERAN REKOLEKSI BAGI KETERLIBATAN KAUM MUDA DALAM IBADAT SABDA RUKUN KELUARGA JAYAWIJAYA DI KABUPATEN MERAUKE merupakan judul dari penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan karena terdapat permasalahan mendasar yakni kurangnya keterlibatan kaum muda dalam ibadat sabda di Rukun Keluarga Jayawija. Oleh karena itu, penulis berusaha membangkitkan semangat kaum muda Rukun Keluarga Jayawijaya untuk terlibat aktif dalam kegiatan ibadat sabda melalui kegiatan rekoleksi.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 orang. Dari hasil penelitian, penulis menemukan beberapa faktor yang menyebabkan kaum muda tidak terlibat dalam kegiatan ibadat sabda. Mereka lebih memilih untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah dan ada juga yang memilih untuk bersenang-senang di luar asrama bersama teman lain. Selain itu juga ada yang tidak terlibat dalam kegiatan ibadat karena tidak memiliki kendaraan pribadi karena ibadat yang dilaksanakan secara bergiliran dari rumah ke rumah dan jaraknya cukup jauh. Dari faktor-faktor penyebab di atas, penulis mencoba melakukan kegiatan rekoleksi untuk meningkatkan semangat kaum muda dalam ibadat sabda.
Berdasarkan analisis hasil data penelitian bahwa melalui kegiatan rekoleksi kaum muda secara perlahan-lahan mulai sadar dan terlibat dalam kegiatan ibadat sabda Rukun Keluarga Jayawijaya. Keterlibatan kaum muda Rukun Keluarga Jayawijaya nampak dalam keterlibatan mereka seperti menjadi lektor, memimpin lagu, membawakan doa umat dan bahkan ada yang bersedia memimpin ibadat sabda.
Dalam upaya meningkatkan keterlibatan kaum muda Rukun Keluarga Jayawijaya perlu ada kerja sama antara para pengurus Rukun Keluarga Jayawijaya dengan kaum muda yang tinggal di asrama. Para pengurus Rukun Keluarga Jayawijaya perlu menyusun dan memprogramkan kegiatan-kegiatan rohani lainnya secara bersama-sama untuk mendukung perkembangan dan spiritualitas iman kaum muda sehingga kaum muda mampu menata tujuan hidupnya lebih baik lagi.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
KESETIAAN MARIA SEBAGAI MODEL BAGI PASANGAN SUAMI ISTERI DALAM MENGHAYATI PERKAWINAN KATOLIK DI PAROKI SANTA TERESIA BUTI
Theodora Mahuze (1902056)
kesetiaan Maria model suami isteri perkawinan
Dalam Menghayati Perkawinan Katolik Di Paroki Santa Teresia Buti.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana praktek hidup setia pasangan suami isteri di lingkungan Santa Sisilia paroki Santa Theresia Buti dalam memaknai kesetiaan Bunda Maria, untuk mendeskripsikan dampak dari keetiaan Bunda Maria bagi hidup pasangan suami isteri (keluarga Katolik) di lingkungan Santa Sisilia paroki Santa Theresia Buti dan mendeskripsikan hal apa saja yang membuat keluarga Katolik tidak setia satu sama lain dan cara mengatasinya.
Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif; menjelaskan dan menganalisis fenomena dan realitas hidup umat Katolik di Paroki Santa Theresia Buti, terutama bagaimana menghayati hidup saling setia yang bercermin pada kesetiaan Bunda Maria. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah umat Paroki Santa Theresia Buti, terutama yang mendiami wilayah pusat paroki.
Dari hasil penelitian dan analisis dan analisis data yang berpusat pada tujuan penelitian ini menunjukkan bahwa pasangan suami isteri Katolik di Paroki Santa Teresia Buti, belum sepenuhnya memraktekkan cara hidup “saling setia” di dalam keluarga. Walaupun demikian, disimpulkan bahwa pasangan suami isteri dapat menjalankan hidup setia sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Ada yang secara terus-menurus berusaha untuk menciptakan suasana yang dapat membantu pasangan menjadi lebih baik dari hari ke hari. Hal ini mereka lakukan dengan berbagai cara seperti: berusaha untuk tetap ada waktu untuk berdoa dan berdevosi, berusaha mencintai pasangan dengan segala kelebihan dan kekurangan, berusaha terlibat dalam kegiatan menggereja, meneladani sikap Bunda Maria, dan cara lain yang memungkinkan pasangan dapat berkembang secara jasmani dan rohani.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
STEFANUS GELI (1502022)
Media Sosial Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Sekolah Tinggi
Skripsi ini berjudul PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MAHASISWASEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE. Topik ini diinspirasi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di Kampus Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke bahwacukup banyak mahasiswa yang lebih dominan menggunakan perangkat gawai untuk mengakses media sosial pada saat jam kuliah efektif, sehingga skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh media sosial terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dari semester I-VIII sebanyak 60 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan model skala semantik yang dikembangkan dalam 30 pernyataan mengenai media sosial. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5%, N = 60 orang dengan nilai kritis 0,25 diperoleh sebanyak 25 item valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas diperoleh koefisien alpha sebesar 0,807 yang berarti reliabilitas instrumen tinggi.
Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai r² sebesar 0,452 (45,2%) yang berarti terdapat pengaruh meskipun pengaruhnya lemah. Artinya media sosial tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap hasil belajar para mahasiswa. Variabel lain yang berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa sebesar 54,8%, yang menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti media sosial berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar mahasiswa perlu untuk meningkatkan waktu belajar entah itu di dalam lingkup kampus maupun di rumah, serta ada dukungan dari para dosen dan orang tua. Dalam upaya untuk peningkatan efektivitas penggunaan media sosial bagi para mahasiswa di kampus, harus dukungan dari fasilitas jejaring internet agar para mahasiswa dapat menggunakan jaringan tersebut untuk mengakses internet guna mencari sumber belajar yang dapat meningkatkan hasil belajar para mahasiswa.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERILAKU BELAJAR SISWA KELAS V SD YPPK BUDHI MULIA MERAUKE
NOFITA BERLINDA LAFINA (1502020)
Gadget Perilaku Belajar Gawai.
Skripsi ini berjudul PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERILAKU BELAJAR SISWA KELAS V SD YPPK BUDHI MULIA MERAUKE. Topik ini dinspirasi oleh situasi dan kondisi yang dialami oleh para siswa/siswi kelas V di SD YPPK Budhi Mulia Merauke. Penulis mengamati bahwa para siswa/siswi cenderung tidak bersemangat mengikuti proses pembelajaran, cenderung bersikap acuh, tidak menaruh perhatian saat guru sedang menjelaskan materi pembelajaran, ada pula siswa yang kerjanya hanya mengganggu temannya saat proses belajar sedang berlangsung dan juga kurang aktif dalam proses tanya-jawab di kelas. Maka dari itu skripsi ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan gadget itu berpengaruh terhadap perilaku belajar siswa/siswi kelas V SD YPPK Budhi Mulia Merauke, serta untuk mengetahui apakah siswa/siswi kelas V SD YPPK Budhi Mulia Merauke bisa membagi waktu atau tidak dalam mengunakan gadget dan belajar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi, populasi sekaligus sampel dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V SD YPPK Budhi Mulia Merauke sebanyak 68 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dalam 30 pernyataan mengenai penggunaan gadget dan 40 pernyataan mengenai perilaku belajar. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5%, N = 68 orang dengan nilai kritis sebesar 0,235 diperoleh sebanyak 57 item yang valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas penggunaan gadget diperoleh koefisian alpha sebesar 0,624 dan dari perilaku belajar sebesar 0,828. Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai r² sebesar 0,355 atau 35,5%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel penggunaan gadget dapat mempengaruhi perilaku belajar siswa secara signifikan sebesar 35,5% sementara perilaku belajar siswa dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti sebesar 64,5%. Nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara variabel bebas (penggunaan gadget) terhadap variabel terikat (perilaku belajar siswa), oleh karena itu Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa penggunaan gadget bagi para siswa harus lebih diperhatikan dan diawasi oleh setiap orang tua, agar anak dapat menggunakan gadget lebih bijak dan bisa mengatur waktu antara menggunakan gadget dan belajar. Berdasarkan tabel korelasi diketahui nilai korelasi antara dua variabel sebesar -0,596 yang berarti ada hubungan yang kuat dan negatif antara variabel bebas dan terikat. Hal ini berarti semakin tinggi penggunaan gadget, maka akan rendah perilaku belajar siswa dan sebaliknya semakin rendah penggunaan gadget maka akan semakin tinggi perilaku belajar siswa.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
STUDI TENTANG PENTINGNYA PEMAHAMAN UMAT PERIHAL PERKAWINAN CAMPUR BERDASARKAN KITAB HUKUM KANONIK 1983 DAN DAMPAKNYA TERHADAP DIMENSI KEHIDUPAN BERKELUARGA DI PAROKI SANTA THERESIA BUTI, KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
MENSIANA RIO (1502018)
Pemahaman Umat Perkawinan campur KHK 1983
Skripsi ini berjudul STUDI TENTANG PENTINGNYA PEMAHAMAN UMAT
PERIHAL PERKAWINAN CAMPUR BERDASARKAN KITAB HUKUM
KANONIK 1983 DAN DAMPAKNYA TERHADAP DIMENSI KEHIDUPAN
BERKELUARGA DI PAROKI SANTA THERESIA BUTI. Topik ini diinspirasi
oleh kenyataan bahwa beberapa keluarga Katolik di Paroki Santa Theresia Buti
sudah melaksanakan perkawinan campur yaitu perkawinan campur beda Gereja
dan perkawinan campur beda Agama. Sebagian dari perkawinan mereka belum
diteguhkan secara Gereja Katolik. Selain itu, terdapat beberapa praktek hidup
keagamaan dan keluarga pasangan kawin campur yang sangat berdampak pada
kehidupan berkeluarga yang tidak selaras dengan ketentuan di dalam Kitab
Hukum Kanonik ( KHK ) 1983. Fakta tersebut menggugah penulis untuk
mengetahui sejauh mana pemahaman umat tentang perkawinan campur dan
ketentuan yang dituntut oleh Gereja Katolik bagi pasangan kawin campur. Skripsi
ini bertujuan untuk menemukan pemahaman umat Paroki Santa Theresia Buti
tentang perkawinan campur beda Gereja dan perkawinan campur beda Agama.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa
observasi dan wawancara. Sampel penelitian ini adalah keluarga-keluarga Katolik
kawin campur, baik perkawinan campur beda Gereja maupun perkawinan campur
beda Agama. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 18 keluarga
kawin campur. Instrumen yang digunakan ialah observasi dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Paroki Santa Theresia Buti berasal dari latar
belakang suku dan agama yang berbeda. Jumlah umat Katolik adalag 4150 jiwa.
Pasangan kawin campur berjumlah 18, terdiri dari pasangan kawin campur beda
Gereja sebanyak 12 pasangan dan pasangan kawin campur beda agama sebanyak
6 pasangan. Pemahamn tentang perkawianan masih terbatas pada konsep
tradisional yaitu untuk mendapatkan keturunan yang banyak dan memperoleh
rezeki yang berlimpah. Pemahaman tentang perkawinan Katolik berdasarkan
KHK 1983 belum terlalu mendalam. Keterbatasan pemahaman ini berdampak
pada pelaksanaan praktek hidup keagamaan yang kurang sesuai dengan ketentuan
Kitab Hukum Kanonik (KHK) 1983.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
STUDI DESKRIPTIF TENTANG UPAYA PEMBINAAN MORALITAS PELAJAR DI SEKOLAH SMP NEGERI 2 MERAUKE
FRANSISKUS WALTEN (1502010)
pembinaan moralitas pelajar SMP pendidikan agama
Maraknya kenakalan di kalangan pelajar bila dicermati bermula dari moral anak
itu sendiri. Disini terdapat hubungan sebab akibat. Bila moralitas anak baik maka
ia mampu menjaga dirinya sendiri. Begitu pun sebaliknya, bila moralitas anak itu
rendah maka perilaku mereka pun senantiasa bertentangan dengan norma yang
ada, terlebih lagi norma agama. Sekolah sebagai tempat pendidikan dan lembaga
sosialisasi mempunyai peranan penting dalam mengembangkan potensi siswa
untuk mengembangkan dirinya yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang
diperlukan dirinya dan masyarakat, dalam berbangsa dan bernegara. Berdasarkan
fungsi sekolah tersebut, maka dalam penulisan skripsi yang berjudul “Studi
deskriptif tentang upaya pembinaan moralitas pelajar di SMP Negeri 2 Merauke”,
dilaksanakan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh sekolah dalam
membina moralitas siswa.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi untuk mendapatkan sumber dan materi yang menjadi objek
penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, Wakasek
kesiswaan, guru bimbingan konseling, guru agama, dan siswa-siswi. Penelitian ini
dilakukan di SMP Negeri 2 Merauke dari bulan Januari-Februari 2020.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya pembinaan moralitas siswa di
SMP Negeri 2 Merauke adalah dengan menyusun program pembinaan moralitas
siswa, pengintegrasian nilai-nilai moral dalam mata pelajaran, literasi, dan
pemodelan. Program pembinaan yaitu program 5s (senyum, sapa, salam, sopan,
santun), dan tata tertib. Pengintegrasian dalam mata pelajaran yaitu bercerita yang
bertema moral dan pemberian nasihat, pembiasaan, pemberian sanksi dengan
memberi tugas. Literasi yang berisi tentang pemberian nasihat, arahan, himbauan
untuk menaati peraturan di sekolah serta nasihat untuk tidak melakukan tindakan
yang menyimpang. Pemodelan dilakukan oleh setiap guru di dalam ruangan kelas,
lingkungan sekolah, di ruang kerja guru.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
FERDINANDUS WULI (1502009)
Media Audio Visual Motivasi Belajar Mahasiswa.
Skripsi ini berjudul Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui adanya pengaruh media audio visual terhadap motivasi belajar. 2) mengetahui besarnya pengaruh media pembelajaran audio visual terhadap motivasi belajar dan 3) meningkatkan efektivitas penggunaan media audio visual dalam meningkatkan motivasi belajar pada mahasiswa.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke sebanyak 60 orang. Instrument yang digunakan ialah angket dengan bentuk skala sikap deferensial semantic dengan jumlah butir instrument penelitian variabel media audio visual sebanyak 30 soal dan motivasi belajar sebanyak 30 soal. Dari hasil validitas dengan taraf signifikansi 0,05 dengan N 60 orang dengan nilai kritis 0,22 pada variabel media audio visual diperoleh sebanyak 29 item valid dan pada variable motivasi belajar diperoleh 27 item valid. Sedangkan dari hasil uji realibilitas untuk variabel X diperoleh koefisien Alfa sebesar 0,829 yang berarti dalam penelitian ini reliable atau dapat dipercaya dan untuk variabel Y diperoleh koefisien Alfa sebesar 0,740 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument dalam variabel Y yakni motivasi belajar dalam penelitian ini reliable atau dapat dipercaya.
Dari hasil penelitian dan analisis data nilai Fhitung pada tabel anova, diperoleh signifikasi sebesar 0,000 yang berarti 0,000<0,05. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak yang menunjukkan bahwa media audio visual berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa STK St. Yakobus Merauke. Besarnya pengaruh media audio visual terhadap motivasi belajar diketahui berdasarkan pada tabel model summary diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,512.Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas berpengaruh sebesar 51,2% terhadap variabel terikat. Dan cara meningkatkan efektivitas penggunaan media audio visual untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, mengenal keunggulan dan kelemahan media/Mengenal gaya belajar, menentukan pilihan materi, menyiapkan skenario tayangan, dan menyiapkan lembar tugas
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan perlu peningkatan efektifitas penggunaan media audio visual dalam pembelajaran di kampus maupun di luar kampus, pihak lembaga menambah penyediaan media audio visual agar para mahasiswa pun dapat menggunakannya untuk menambah wawasan dan keterampilan dalam setiap proses pembelajaran.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
RENDAHNYA KESADARAN DAN KETERLIBATAN UMAT DALAM IBADAT SABDA DI LINGKUNGAN SANTA BERNADETA STASI SANTO YAKOBUS SP 7 PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
ARNETUS NALE (1602004)
Ibadat Sabda kesadaran dan keterlibatan umat
Judul Skripsi ini adalah Rendahnya Kesadarandan Keterlibatan Umat Dalam Ibadat Sabda di Lingkungan Santa Bernadeta Stasi Santo Yakobus SP7 Paroki Bunda Hati Kudus-Kuper.
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya kesadaran dan keterlibatan umat dalam mengkikuti kegiatan Ibadat Sabda di lingkungan Santa Bernadeta. Ibadat Sabda merupakan salah satu kegiatan iman dalam gereja Katolik yang bertujuan untuk mendekatkan diri umat beriman dengan Allah. Dalam Ibadat Sabda, umat Allah bersama-sama mendalami Sabda Tuhan yang menjadi sumber inspirasi hidup; baik hidup rohani maupun dalam konteks hidup bermasyarakat. Sebagai bagian dari umat Allah Keuskupan Agung Merauke, maka umat lingkungan Santa Bernadeta, Stasi Santo Yakobus SP 7-Paroki Bunda Hati Kudus Kuper, juga melibatkan diri dalam kegiatan Ibadat Sabda yang dilaksanakan seminggu sekali. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran dan partisipasi-keterlibatan umat dalam Ibadat Sabda di lingkungan Santa Bernadeta dikarenakan dua fakor utama; eksternal dan internal. Fakor eksternal lebih pada situasi lingkungan yang kurang mendukung terutama kebiasaan sebagaian besar umat Allah yang tidak tertib dalam hidup (judi, mabuk, dll). Sementara faktor internal yang paling dominan adalah umat Allah kurang memahami makna penting dariIbadat Sabda. Mengganggap bahwa Ibadat Sabda kurang memiliki nilai sacral dibandingkan dengan perayaan Ekaristi. Di sisilain, tidak ada inisiatif dari dalam diri sendiri, kelelahan karena bekerja dari pagi sampai malam, dll. Dengan demikian penulis menawarkan solusi dengan cara membangun kembali kerjasama yang baik antara umat Allah dengan Pastor, Dewan Paroki, Dewan Stasi serta pengurus lingkungan, sehingga mengantar umat untuk lebih berkembang dalam iman.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN UMAT TENTANG FUNGSI NYANYIAN LITURGI DALAM IBADAT SABDA MELALUI PENDAMPINGAN PASTORAL DI STASI ST YAKOBUS PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
Yuliana Lydia Are (1502026)
Nyanyian liturgi ibadat sabda
Dalam bidang keagamaan kita mengenal nyanyian khas masing-masing agama, yang berabad-abad lalu telah diciptakan khusus menurut fungsi, dan makna dari ibadat masing-masing Agama, serta mempunyai kaidah, ciri-ciri dan tradisi sendiri. Semunya itu untuk mengungkapkan iman dan doa-doa serta mengepresikan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Tanpa nyanyian yang indah ibadat yang sedang dirayakan terasa hambar dan tidak menarik atau tidak berkesan bagi semua umat yang sedang merayakan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman dan penghayatan umat tentang fungi nyanyian liturgi dalam ibadat sabda di Stasi Santo Yakobus SP 7.
Penelitian ini dimulai dari bulan Desember 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara kepada 20 informan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa umat Stasi SantoYakobus SP 7, secara teori umat belum sepenuhnya memahami tentang fungsi nyanyian liturgi dalam perayaan ibadat sabda dan untuk mengaplikasikannya juga belum sesuai dengan
Dari hasil penelitian diketahui bahwa nyanyian liturgi belum sesuai dengan apa yang dipahami secara teori dan praktek yang dilakukan oleh umat Stasi SantoYakobus SP , disarankan bagi Stasi agar meningkatkan pelatihan bagi seksi liturgi maupun umat lingkungan.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN UMAT TENTANG FUNGSI NYANYIAN LITURGI DALAM IBADAT SABDA MELALUI PENDAMPINGAN PASTORAL DI STASI ST YAKOBUS PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
Yuliana Lydia Are (1502026)
Nyanyian liturgi ibadat sabda
Dalam bidang keagamaan kita mengenal nyanyian khas masing-masing agama, yang berabad-abad lalu telah diciptakan khusus menurut fungsi, dan makna dari ibadat masing-masing Agama, serta mempunyai kaidah, ciri-ciri dan tradisi sendiri. Semunya itu untuk mengungkapkan iman dan doa-doa serta mengepresikan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Tanpa nyanyian yang indah ibadat yang sedang dirayakan terasa hambar dan tidak menarik atau tidak berkesan bagi semua umat yang sedang merayakan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman dan penghayatan umat tentang fungi nyanyian liturgi dalam ibadat sabda di Stasi Santo Yakobus SP 7.
Penelitian ini dimulai dari bulan Desember 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara kepada 20 informan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa umat Stasi SantoYakobus SP 7, secara teori umat belum sepenuhnya memahami tentang fungsi nyanyian liturgi dalam perayaan ibadat sabda dan untuk mengaplikasikannya juga belum sesuai dengan
Dari hasil penelitian diketahui bahwa nyanyian liturgi belum sesuai dengan apa yang dipahami secara teori dan praktek yang dilakukan oleh umat Stasi SantoYakobus SP , disarankan bagi Stasi agar meningkatkan pelatihan bagi seksi liturgi maupun umat lingkungan.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
STUDI DESKRIPTIF TENTANG PARTISIPASI MAHASISWA DALAM KEGIATAN KEMAHASISWAAN DI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
SEBASTIANUS RUMLUS (1402019)
Studi Deskriptif Tentang Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Kemahasiswaan Di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke merupakan judul penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan karena didapatinya beberapa masalah mendasar yakni rendahnya kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan. Oleh karena itu, penulis berusaha meneliti guna menemukan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan berdasarkan upaya-upaya yang ditemukan dalam penelitian.
Fokus dari penelitian ini diorientasikan untuk menjawab 3 rumusan masalah; 1) Bagaimana tingkat partisipasi mahasiswa STK St. Yakobus Merauke dalam kegiatan kemahasiswaan. 2) Bagaimana tingkat kesadaran mahasiswa STK St. Yakobus Merauke dalam mengikuti kegiatan kemahasiswaan. 3) Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan. Proses pengumpulan dan pengolahan data penelitian ini dilakukan pada bulan januari 2019. Data-data berhubungan dengan rendahnya kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan diperoleh melelui hasil angket yang disebarkan kepada responden.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah 40 responden. Berdasarkan analisa data hasil penelitian diketahui bahwa kesadaran dan partisipasi mahasiswa STK St. Yakobus Merauke terbilang baik, namun, salah satu persoalan yang membuat para mahasiswa tidak proaktif dalam mengikuti kegiatan kemahasiswaan yakni masih kurangnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya kegiatan-kegiatan kemahasiswaan tersebut bagi perkembangan diri mereka.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI ASRAMA PUTRI SANTA THERESIA-MERAUKE
ROSINA RAHADO (1402016)
Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter
Skripsi ini berjudul “IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI ASRAMA PUTRI SANTA THERESIA MERAUKE.” Tema ini dinspirasi oleh kenyataan bahwa ada banyak asrama yang didirikan di pusat-pusat kota untuk menampung para pelajar. Pertanyaan yang muncul adalah apakah ada nilai-nilai pendidikan karakter yang diterapkan di asrama-asrama tersebut? Hal ini menggugah penulis untuk mendalami tema tentang implementasi nilai-nilai pendidikan karakter di Asrama Putri Santa Theresia Merauke. Skripsi ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai pendidikan karakter yang telah diterapkan di Asrama Putri Santa Theresia Merauke sekaligus mencari solusi atas persoalan-persoalan yang dihadapi dalam proses penerapan nilai-nilai tersebut.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket, observasi dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah semua anggota Asrama Putri Santa Theresia Merauke berjumlah 22 orang. Sedangkan sampel penelitian adalah 15 orang antara lain 14 orang siswi asrama dan 1 orang Pembina Asrama. Instrumen yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 kelompok nilai-nilai pendidikan karakter yang diterapkan, antara lain: nilai-nilai spiritualitas, nilai-nilai pendidikan prestasi akademik, nilai-nilai keterampilan dan minat bakat, serta nilai-nilai kepedulian sosial dan cinta damai. Secara umum, Asrama Putri Santa Theresia Merauke telah menerapkan empat nilai pendidikan karakter tersebut namun belum maksimal. Ada salah satu nilai yang menunjukkan persentase yang rendah yaitu nilai kepedulian sosial dan cinta damai. Faktor yang turut berpengaruh adalah faktor internal (latar belakang budaya dan kebiasaan yang berbeda) dan faktor eksternal berupa keterbatasan finansial, kelemahan fungsi kontrol, keterbatasan tenaga pembina asrama, dan keterbatasan latar belakang pendidikan pembina asrama. Oleh karena itu, cara-cara yang ditempuh pembina adalah hadir tepat waktu pada setiap kegiatan, dan menjadi teladan bagi siswi asrama.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka penulis menyarankan agar nilai kepedulian sosial tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan mengumpulkan dana bagi para korban bencana tetapi juga melalui kunjungan terhadap keluarga yang mengalami korban bencana atau mendoakan para korban tersebut. Selain itu, pembina asrama perlu meningkatkan fungsi kontrol dan pengawasan serta pembinaan mental bagi siswi asrama agar tidak terjadi tindakan-tindakan indisipliner. Hal terkahir yang dipandang perlu dan mendesak adalah mengupayakan tenaga pembina asrama yang memiliki latar belakang manajemen kehidupan berasrama dan bidang nilai-nilai pendidikan karakter.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR MEREDUPNYA HIDUP DOA KELUARGA KATOLIK PADA LINGKUNGAN SANTA BERNADETA PAROKI HATI KUDUS -TANAH MERAH
PASKALINA KEWOT (1402013)
Hidup Doa Keluarga Katolik
Skripsi ini berjudul ANALISIS FAKTOR – FAKTOR MEREDUPNYA HIDUP DOA KELUARGA KATOLIK PADA LINGKUNGAN SANTA BERNADETA PAROKI HATI KUDUS TANAH MERAH. Judul ini dipilih berdasarkan kenyataan bahwa keluarga Katolik tidak melihat doa sebagai kebutuhan rohani dan menghadirkan doa di dalam keluarga dalam suatu kebersamaan. Alasannya adalah keluarga Katolik kurang menghidupkan kebiasaan doa bersama di dalam keluarga sehingga berdampak pada rendahnya partisipasi seluruh anggota keluarga dalam kehidupan menggereja baik di lingkungan maupun di paroki.
Penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi atas data penelitian. Data hasil wawancara antara penulis dan informan kemudian diolah dalam bentuk analisa deskripstif, sementara data observasi meliputi semua aspek yang berkaitan dengan tema skripsi ini terkhusus aktivitas doa keluarga Katolik yang berlangsung di dalam keseharian hidup mereka.
Hasil akhir penelitian yang dilakukan penulis terhadap keluarga Katolik pada Lingkungan Santa Bernadeta Paroki Hati Kudus Tanah-Merah menunjukkan bahwa sebagian kecil umat yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak selalu terlibat aktif dalam kehidupan menggereja di Lingkungan Santa Bernadeta, seperti doa Rosario, katekese, ibadat di lingkungan, latihan koor, dan tugas-tugas liturgy lainnya namun kebiasaan untuk menghidupkan doa di dalam keluarga secara bersama-sama masih kurang. Oleh karena itu, penulis mengusulkan agar perlu diaktifkan kembali komunitas basis sebagai wadah bagi keluarga Katolik agar dapat bersekutu di dalam doa baik di dalam keluarga maupun di basis.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AGAMA KATOLIK (PAK) DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I MUTING DISTIK MUTING KABUPATEN MERAUKE
MARIA MAGDALENA ANO (1402009)
Pembelajaran inkuiri hasil belajar Pendidikan Agama Katolik
Penelitian ini didasarkan pada keyakinan peneliti secara teoritis bahwa pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan hasil belajar siswa atau dari ketiga aspek penilaian yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Berdasarkan latar belakang keyakinan teoritis inilah, peneliti mengambil judul skripsi tentang “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Agama Katolik dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Muting, Distrik Muting Kabupaten Merauke”.
Terkait keyakinan secara teoritis di atas, masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Apakah penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara efektif pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Muting? 2) Bagaimana prosedur/penerapan model pembelajaran inkuiri dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik PAK) bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Muting?
Model pembelajaran Inkuiri merupakan salah satu bentuk pendekatan Pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered approach). Model Pembelajaran Inkuiri merupakan salah satu strategi pembelajaran yang pada prinsipnya semua proses belajar mengajar dilakukan oleh siswa, dan guru sebagai motivator, dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Model pembelajaran inkuiri dilakukan secara mandiri dan kelompok atau bersama-sama, sesuai prosedur kerja diberikan kebebasan kepada siswa untuk berkreasi, trampilan dan bertanggungjawab atas materi pelajaran secara logis, membangun kecakapan dalam berpikir secara kritis, karena siswa mengalami sendiri secara langsung proses belajar mengajar shingga dapat memehami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Muting yang berjumlah 20 siswa. PTK dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, pada bulan November 2018. Hasil PTK menunjukkan bahwa setelah penerapan pembelajaran inkuiri, hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hasil tersebut tampak dari nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa dalam KD 1 Pra-Siklus, Siklus I, dan Siklus II secara berurutan adalah sebagai berikut: 56,75, 69,7 dan 83,65. Sementara itu, presentase siswa yang mencapai nilai KKM untuk ketiga periode tersebut adalah sebagai berikut: 35%, 45% dan 100%.
Berdasarkan data-data tersebut diatas dan hasil kajian secara teoritis, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Muting. Peneliti menyarankan agar guru dapat menerapkan model pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik maupun bidang studi lainnya secara dinamis, disesuaikan dengan karakteristik siswa, materi yang diajarkan dan kondisi sekolah.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
ANALISIS FAKTOR KURANGNYA KETERLIBATAN UMAT DALAM DOA BERSAMA DI STASI SANTA MARIA DIANGKAT KE SURGA PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER
MARIA IRIYANTI (1502014)
Faktor Keterlibatan umat Doa bersama
Penulis mengambil judul skripsi yaitu “ Analisis Faktor Kurangnya Keterlibatan Umat dalam doa Bersama Di Stasi Santa maria Diangkat Ke Surga” karena kprihatinan penulis tentang kurangnya keterlibatan umat. Faktor yang menyebabkan kurangnya keterlibatan umat disebabkan karena perselisihan dalm keluarga, ada anggota yang sedang sakit sehingga tidak terlibat dalam doa bersama, ketidakahadiran anggota keluarga karena rata-rata bekerja sebagai petani dan sebagiannya bekerja sebagai buruh, kemalasan, ketidaksiapan dalam tugas yang sudah dipercayakan karena rasa malu dan tidak berani, pekerjaan banyak di rumah, adanya televisi dan HP. Sehingga umat tidak terlibat aktif dalam doa bersama.
Subjek yang akan diteliti adalah umat Stasi Santa Maria Diangkat Ke Surga paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Jumlah umat secara keseluruhan adalah 332 jiwa dari masing-masing etnis yang terdiri dari Jawa, Kei, Muyu, Marind, Tanimbar, dan NTT. Peneliti mengambil 5 orang dari usia 30 tahun sampai 60 tahun sebagai sampel penelitian. Sampel ini dipilih berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap umat yang aktif dalam mengikuti doa bersama.
Dalam penelitian, penulis menggunakan penelitian kualitatif dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis peroleh dari lapangan dapat diketahui bahwa umat belum menyadari bahwa peran umat dalam keterlibatan doa bersama. Kendala-kendala yang dialami umat misalnya kurangnya pembinaan dari dewan stasi, kurangnya kunjungan pastor paroki.
Frekuensi kehadiran umat dalam doa bersama masih kurang aktif dalam doa bersama hal ini disebabkan karena kesibukan masing-masing umat. Sehingga harus adanya pendampingan dari suster, harus adanya komunikasi antara pembimbing dan ketua stasi seputar kegiatan doa bersama yang dijalankan umat, harus penuh dengan semangat untuk hadir dalam doa bersama, harus adanya kekompakan bersama antara ketua kelompok dan anggotanya, adanya pembinaan-pembinaan yang memperkuat kebersamaan dari pembimbing, memberi semangat dalam hal kegiatan gereja, mengajak umat untuk lebih tekun dalam doa bersama. Oleh karena itu, ketua-ketua lingkungan maupan ketua stasi harus memberikan kesadaran bagi umat dan melaksanakan kegiatan yang dapat menarik perhatian umat sehingga dapat terlibat aktif. Oleh karena itu, Harus memberi pendamping seperti suster kepada kelompok doa bersama supaya lebih memperhatikan dan pembentuk pengurus-pengurus yang bersemangat rohani dengan berkomunikasi kepada ketua kelompok doa sehingga doa bersama dapat berjalan lebih aktif lagi di kemudian hari.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
PENGARUH KONSEP KE-ALLAHAN MALIND-ANIM TERHADAP KETERLIBATAN MEREKA DALAM GEREJA SAAT INI
KASIMIRUS SALE KAIZE (1702015)
Konsep Ke-Allahan Malind Anim Keterlibatan Dalam Kehidupan Menggerja.
Studi Deskriptif Pengaruh Konsep Ke-Allahan Malind-Anim Terhadap Keterlibatan Mereka Dalam Gereja Saat ini merupakan judul dari penelitian ini. Penelitian ini dilakukan karena melihat kenyataan yang ada bahwa Malind-Anim tidak lagi berperan aktif atau bersikap apatis terhadap urusan-urusan menggereja. Oleh karena itu penulis, dalam penelitian berusaha menggali informasi apa penyebab Malind-Anim bersikap apatis terhadap urusan gereja.
Fokus dari penelitian ini diorientasikan untuk menjawab tiga (3) rumusan masalah; Bagaimana konsep “ke-Allahan” Malind-Anim, Adakah Perbedaan Konsep Ke-Allahan Malind Anim Dengan Konsep Ke-Allahan Gereja Katolik. Adakah pengaruh konsep “ke-Allahan” Malind-Anim terhadap pastisipasi mereka dalam kehidupan menggereja.
Adapun proses pengumpulan dan pengolahan data penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2018. Data-data hasil wawancara diperoleh melalui hasil wawancara langsung antara peneliti dengan informan key. Berdasarkan analisa data hasil penelitian diketahui bahwa Malind-Anim tidak lagi berpegang dan mengikuti aturan-aturan adat/budaya yang merupakan agama asli atau agama tua yang mana di dalamnya terdapat aturan-aturan hidup yang tentunya akan berdampak positif tehadap cara hidup Malind-Anim.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN UMAT TENTANG IBADAH SABDA HARI MINGGU TANPA IMAM DI STASI ST.STEFANUS LEPROPAROKI KRISTUS RAJA MOPAH LAMAMERAUKE
IMELDA NAOMI UNTUNG (1202014)
Pemahaman umat ibadahsabda Imam
Skripsi ini berjudul UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN UMAT TENTANG IBADAH SABDA HARI MINGGU TANPA IMAM DI STASI ST. STEFANUS LEPRO PAROKI KRISTUS RAJA MOPAH LAMA. Bagiumat Katolik ibadah sabda merupakan suatu Tindakan atau kegiatan kerohanian (keagamaan) yang melibatkan seluruh pribadi manusia baik jasmani maupun rohani, dalam menjalin hubungan dengan Tuhan (Allah). Ibadah sabda berarti suatu upacara keagamaan dimana dalam upacara tersebut sabda atau perkataan Allah dibaca, Nubuat Nabi diperdengarkan kepada orang banyak atau jemaat yang hadir.
Penelitian ini dilakukan di Paroki Kristus Raja Mopa Lama dengan pendekatan kualitatif terhadap beberapa informan yang sudah ditetapkan berdasarkan jumlah umat. Data yang hendak dikumpulkan berkaitan dengan pemahaman umat tentang makna ibadah sabda dan faktor-faktor penyebab minimnya keterlibatan umat dalam liturgi ibadah sabda. Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen.
Berdasarkan hasilpenelitian dapat diketahui bahwa pemahann umat tentang ibadah sabdamasih kurang, selain itu keterampilan dan pengetahuan tentang ibadah sabda masih minim, pelaksanaan ibadah yang kurang disiapkan dengan baik. Hal ini menimbulkan kebosanan dan kurang partisipasi umat dalam setiap perayaan ibadah sabda yang dipimpin oleh umat dalam hal ini pengurus stasi.
Upaya yangdapatdilakukanadalah melatih pengurus stasi dalam mempersiapkan ibadah yang baik, melakukan sosialisasi tentang peran ibadah sabda dalam hidup beriman, berkoordinasi dengan pastor paroki untuk memberikan perhatian yang serius pada umat Stasi St. Stefanus Lepro Paroki Kristus Raja Mopa Lama Merauke.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL OLEH FASILITATOR KATEKESE SEBAGAI SARANA KATEKESE BAGI KELUARGA-KELUARGA KATOLIK DI LINGKUNGAN ST. EUSEBIUS DAMIANUS PAROKI KATEDRAL ST. FRANSISKUS XAVERIUS MERAUKE
FIRMINA REFWALU (1102011)
Katekese media digital
Katekese sebagai kegiatan pastoral Gereja untuk membina iman umat sudah berlansung sejak lama. Panduan karya katekese sebagai hasil dari permenungan atas kegiatan tersebut juga sudah muncul sejak abad-abad awal kehidupan Gereja. Tindakan pewartaan dan pendalam iman katolik dilakukan melalui katekese-katekese. Tentunya dengan metode katekese yang telah dibuat sedemikian rumah agar peserta dapat menerima materi katekese yang diberikan oleh fasilitator dengan baik.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah dapat membuat katekese semakin diminati oleh para keluarga-keluarga katolik di lingkungan St Eusebius Damianus.
Penelitian ini dimulai dari bulan Desember 2018. jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskritif. teknik pengumpulan data yang di lakukan adalah observasi dan wawancara kepada 10 informan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa umat lingkungan Eusebius Damianus sangat menyetujui penggunaan media digital dalam berkatekese.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PARTISIPASI KAUM BAPAK DALAM PERSEKUTUAN DOA BERSAMA DI HIMPUNAN SANTA MARIA PAROKI KRISTUS RAJA KEPI
FERDINANDUS RONI PAKAIMU (1403045)
Analisis Rendahnya Partisipasi Kaum Bapak
Skripsi ini berjudul “ANALISIS RENDAHNYA PARTISIPASI KAUM BAPAK DALAM DOA BERSAMA DI HIMPUNAN SANTA MARIA, PAROKI KRISTUS RAJA-KEPI.” Tema ini dinspirasi oleh kenyataan bahwa kaum Bapak kurang terlibat secara aktif dalam kegiatan doa bersama di Himpunan Santa Maria. Sebagai seorang umat Allah yang berdomisili di himpunan ini, penulis merasa prihatin akan kenyataan ini. Oleh karena itu skripsi ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor penyebab rendahnya partisipasi kaum Bapak dalam doa bersama di Himpunan Santa Maria sekaligus mencari solusi atas persoalan itu.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket, observasi dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah semua kepala keluarga yang tinggal di himpunan Santa Maria, Paroki Kristus Raja-Kepi yang berjumlah 95 orang. Sedangkan sampel penelitian adalah 35 orang. Instrumen yang digunakan ialah observasi dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kaum Bapak memiliki pemahaman yang rendah tentang arti doa. Kaum Bapak mengerti doa hanya sebagai sarana perjumpaan antara Allah dan manusia di mana melalui perjumpaan itu, manusia dapat mengkomunikasikan segala persoalan hidup yang dialami kepada Tuhan. Keterbatasan pemahaman itu berbanding lurus dengan pelaksanaannya. Partisipasi kaum Bapak sangat rendah dalam doa bersama karena faktor kesibukan, kecapaian, kemalasan, pemimpin doa yang kurang terampil dan cakap, serta anggapan-anggapan yang keliru bahwa Ibadat hari Minggu saja sudah cukup dan bahwa doa hanya merupakan urusan pribadi.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka penulis menyarankan agar perlu adanya kunjungan Pastor Paroki ke rumah keluarga-keluarga Katolik dan melibatkan kaum Bapak untuk memimpin doa. Selain itu, perlu juga ada katekese iman untuk memberikan pencerahan konsep kepada umat bahwa doa bukan hanya merupakan urusan pribadi tetapi juga urusan bersama.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
PENTINGNYA PENDIDIKAN LITURGI UNTUK MENGHAYATI SIMBOL-SIMBOL DALAM PERAYAAN EKARISTI BAGI ORANG MUDA KATOLIK DI PAROKI SANTA THERESIA BUTI
Apolinarius Naki Amkai (1102008)
Pendidikan liturgi pemahaman simbol
Tantangan gereja dalam dunia dewasa ini sangatlah kompleks. Ada banyak persoalan yang menjadi perhatian bersama. Salah satu dari sekian diskusi dalam gereja adalah persoalan kaum muda. Kaum muda katolik (OMK) terkadang menjadi sorotan, tidak saja karena berbagai prestasi gemilang yang ditorehkan dalam kehidupan mereka tetapi juga berkaitan dengan kecemasan yang mereka hadapi. Keberadaan kaum muda menjadi strategis dan penting karena perkembangan gereja ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana kondisi kaum muda Katolik saat ini. Mereka menjadi tonggak sejarah gereja di masa yang akan datang. Kaum muda menjadi mitra utama gereja untuk mencapai kesempurnaan. Singkatnya, dalam diri kaum muda, harapan gereja terpatri.
Cita-cita bersama itu terkadang tidak sejalan dengan mentalitas kaum muda. Pemahaman dan penghayatan iman terkadang diabaikan. Simbol-simbol dalam litugri gereja terkadang tidak dipandang sebagai sesuatu yang sakral, sehingga sebagian besar kaum muda tidak mencapai sebuah kematangan iman yang lebih baik
Penelitian ini secara khusus mencermati pemahaman dan penghayatan OMK Paroki Santa Theresia Buti tentang simbol-simbo liturgi dalam perayaan Ekaristi. Untuk mendapatkan hasil penelitian, penulis memuali melakukan observasi dan penyebaran angket pada bulan November sampai Desember 2018.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman dan penghayatan OMK Paroki Santa Theresia Buti tentang makna simbol-simbol dalam perayaan Ekaristi masih sangat lemah. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Yang paling mendasar adalah faktor internal dari OMK sendiri, yakni ketidakaktifan dalam kegiatan menggereja dan kegiatan rohani lainnya. Di samping itu faktor eksternal; kurangnya kegiatan pembekalan bagi OMK dalam bidang liturgi dan Katekese.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKIAN AGAMA KATOLIK DI SMP YPPK ST. MIKAEL MERAUKE
ANNA NICE ARDILA NONA (1502004)
Pengaruh kompetensi profesional guru hasil belajar
Kompetensi Profesional guru adalah kemampuan seorang guru dalam menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam sesuai bidangnya yang memungkinkannya membimbing peserta didiknya memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah mengikuti proses pembelajaran yang dapat dilihat dari hasil evaluasi akhir baik secara koqnitif, afektif dan psikomotorik yang terus meningkat dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Dalam penelitian penulis ini menggunakan penelitian kuantitatif model analisis regresi, dan penelitian ini dilakukan pada bulan januari 2019. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan wawancara dan angket/ kuisioner. Berdasarkan analisis penelitian ini tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh kompetensi profesional guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran agama katolik di SMP YPPK St. Mikael Merauke.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
PENGARUH PELAYANAN PASTORAL PAROKI TERHADAP PEMAHAMAN UMAT MENGENAI SAKRAMEN GEREJA DI STASI SANTO DOMINIKUS SERMAYAM I PAROKI SANTO PETRUS EROM
Ana Maria Yuliana Wandaniop (1202002)
Pastoral Imam Sakramen Gereja Umat Katolik
Skripsi ini berjudul PENGARUH PELAYANAN PASTORAL PAROKI TERHADAP PEMAHAMAN UMAT MENGENAI SAKRAMEN GEREJA DI STASI SANTO DOMINIKUS SERMAYAM I. Topik ini diinspirasikan oleh situasi dan kondisi hidup sakramen umat di Stasi Santo Dominikus Sermayam I yang sangat memprihatinkan, jika ditinjau dari segi pemahaman sakramen mereka berdasarkan tujuh pengertian dan makna dari sakramen. Terdapat fenomena-fenomena yang penulis amati, bahwa sikap dan tindakan umat Stasi Santo Dominikus Sermayam I, bertolak belakang dengan ajaran sakramen kristiani. Demi mengatasi kondisi di atas, stasi telah melakukan berbagai upaya untuk menetralisir kondisi tersebut dan salah satunya ialah pelaksanaan kunjungan keluarga-keluarga katolik oleh pastor paroki. Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh pelaksanaan kegiatan pastoral terhadap pemahaman umat Stasi Santo Dominikus Sermayam I, tentang sakramen.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah umat Stasi Santo Dominikus Sermayam I, sebanyak 40 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan model skala semantik yang dikembangkan dalam 25 pernyataan mengenai pelayanan pastoral paroki dan 49 pernyataan mengenai pemahaman umat tentang sakramen Gereja. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5%, N=36 orang dengan nilai kritis 0,32 diperoleh sebanyak 65 item yang valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas koefisien alpha sebesar 0,788, yang berarti reliabilitas instrument tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pelayanan pastoral 55,19 dan rata-rata pelayanan pastoral 117.97, keduanya tergolong cukup baik. Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signitifikasi 5%, diperoleh nilai R sebesar 0,731 (73,1%) yang berarti terdapat pengaruh yang tinggi. Artinya pelayanan pastoral berpengaruh tinggi berdampak secara signifikan terhadap pemaham umat tentang sakramen Gereja. Variabel lain berpengaruh terhadap pemahaman umat sebesar 26,9%. Nilai signifikasi 0,000 yang menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti pelayanan pastoral berpengaruh terhadap Pemahaman umat tentang sakramen Gereja.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan perlu meningkatkan kegiatan-kegiatan pastoral berupa katekese, rekoleksi, kunjungan keluarga, kaderisasi dan keterlibatan umat dalam mengikuti kegiatan tersebut, sehingga meningkatkan pemahaman umat tentang sakramen Gereja.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
PERANAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ANAK PADA SEKOLAH DASAR NEGERI BOKEM KABUPATEN MERAUKE
ALBERTHA BERUM (1602001)
Hasil belajar Orangtua
Orang tua adalah orang yang bertanggung jawab utama dalam pendidikan anak-anak. Para orang tua yang menentukan masa depan anak. Namun dalam mengakui keterbatasan dan peluang yang dimiliki, sehingga orang tua meminta pihak luar lain membantu mendidik anak-anak mereka. Pihak lainnya adalah guru di sekolah. Namun demikian, setelah anak-anak dititipkan di sekolah, orang tua tetap untuk bertanggung jawab untuk keberhasilan pendidikan anak-anak mereka. Orang tua berperan penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan anak-anak mereka. Induk peran dan tanggung jawab antara lain dapat diwujudkan dengan membimbing kelangsungan anak belajar di rumah sesuai dengan program yang telah dipelajari oleh anak-anak di sekolah belajar. Membimbing anak-anak belajar di rumah dapat dilakukan dengan mengawasi dan membantu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dari sekolah dalam hal ini pekerjaan rumah.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Sampel dari penelitian ini adalah keluarga-keluarga dalam hal ini orang tua yang menyekolahkan anaknya di SD Negeri Bokem-Merauke. Jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 Kepala Keluarga. Instrumen yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dibantu oleh pertanyaan-pertanyaan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Bokem berasal dari latar belakang suku dan agama yang berbeda. Jumlah penduduk seluruhnya ada 932 jiwa dan terbagi dalam tiga Rt. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan adanya kerjasama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah dalam hal ini para guru. Selain itu juga perlu adanya dukungan dari masyarakat setempat dengan aparat kampung.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2018
ANALISIS RENDAHNYA PEMAHAMAN UMAT LINGKUNGAN ST. WILHELMUS PAROKI SANTA THERESIA BUTI TENTANG SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT
INOSENSIA KOUT (1302010)
Analisis pemahaman sakramen pengurapan orang sakit
Skripsi ini berjudul menganalisa rendahnya pemahaman umat Lingkungan Santo Wilhelmus, Paroki Santa Theresia Buti tentang sakramen pengurapan orang sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman umat tentang arti dan manfaat sakramen-sakramen yang diakui di dalam Gereja Katolik, pemahaman umat tentang sakramen pengurapan orang sakit dan bagaimana bentuk-bentuk pembinaan petugas Gereja yang dilaksanakan untuk memperkaya pemahaman umat tentang Sakramen Pengurapan Orang Sakit.
Jenis penelitian dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian adalah umat Katolik di lingkungan St. Wihelmus. Sampel penelitian sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data teknik analisis data yaitu reduksi data, displai data dan pengambilan keputusan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat dapat menyebut tujuh sakramen dalam Gereja Katolik, tetapi belum sampai pada pemahaman yang mendalam. Berkaitan tentang pemahan tentang sakramen pengurapan orang sakit bisa tergolong minim. Umat baru memahamai bahwa apabila ada umat yang menerima sakramen pengurapan orang sakit, maka mereka menyimpulkan bahwa itu sakramen terakhir yang diberikan kepada si sakit. Selain itu bentuk-bentuk pembinaan tentang pemahaman sakramen pengurapan orang sakit yang diberi petugas Gereja (pastor) dan katekis kepada umat yang sering dilakukan adalah memberikan pengurapan sakramen pengurapan orang sakit.
Saran dalam penelitian ini adalah perlu dibuat program kerja paroki untuk bidang katekese yang memuat tentang ketujuh sakramen terkhusus tentang sakramen pengurapan orang sakit, pelayanan menerimakan sakramen pengurapan orang sakit oleh pastor paroki semakin ditingkatkan frekwensinya, umat diajak untuk terlibat aktif dalam upacara penerimaan sakramen orang sakit dan pengadaan buku-buk bacaan yang memuat tentang sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik khususnya sakramen pengurapan orang sakit.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
PERBEDAAN MINAT UMAT DALAM MENERIMA SAKRAMEN TOBAT ANTARA YANG MENERIMA KATEKESE DENGAN YANG TIDAK MENERIMA DI PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER SERTA IMPLIKASINYA DALAM HIDUP MENGGEREJA
Andreas Vibriana Luki Purwidiantoro (1202003)
Minat Umat Katekese Sakramen Tobat
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan minat umat antara umat yang mendapatkan katekese sakramen Tobat sebagai kelompok kontrol dengan umat yang tidak mendapatkan katekese sakramen Tobat sebagai kelompok pembanding. Penelitian ini dilaksanakan di Paroki Bunda hati Kudus Kuper dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan angket. Populasi penelitian adalah seluruh umat yang berada di Stasi Bunda Maria Butas dan Stasi Bunda Hati Kudus Kuper. Teknik yang digunakan untuk mengambil sampel adalah teknik random sampling. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis statistik. Teknik yang digunakan adalah statistik uji-t atau t-test yang digunakan untuk menguji perbedaan 2 mean antara kelompok kontrol dengan kelompok pembanding. Hasil temuan dari penelitian ini adalah ada perbedaan minat umat antara umat yang mendapatkan katekese sakramen Tobat dengan umat yang tidak mendapatkan katekese sakramen Tobat di Paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Dalam penulisan penulis menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan model analisis komparasi. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dengan menyebar angket. Berdasarkan analisis data hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada perbedaan yang signifikan dimana minat umat yang menerima katekese di Stasi Bunda Maria Butas lebih banyak yakni 12.95 dibandingkan minat umat yang tidak mendapatkan katekese di Stasi Bunda Hati Kudus Kuper yakni 11.00
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
PEMAHAMAN KELUARGA KATOLIK LINGKUNGAN SANTO ATHANASIUS PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI TENTANG BONUM FIDEI (KESETIAAN SUAMI-ISTRI) SEBAGAI SALAH SATU TUJUAN PERKAWINAN BERDASARKAN KANON 1055 § 1 KITAB HUKUM KANONIK 1983
Aleks Belyanan (1102004)
pemahaman keharmonisan cinta kasih utuh kesetiaan Suami-Istri
Keluarga Katolik Lingkungan St. Athanasius adalah keluarga yang terdiri dari suami-istri dan anak-anak yang berkat sakramen perkawinan telah menyatukan dua pribadi menjadi satu dalam sakramen. Kesetiaan suami istri adalah bentuk kesetiaan Yesus kepada Gereja-Nya, sebab kedua pribadi telah diangkat dalam derajat sakramen. Dalam kehidupan sehari-hari, suami istri diharapkan agar saling mencintai dengan utuh, menjaga keharmonisan dalam rumah tangga, serta terlibat dalam hidup rohani yang menjadi dasar perkawinan mereka. Suami istri diharapkan menjaga janji kesetiaan mereka sampai maut memisahkan. Bonum fidei atau kesetiaan suami istri merupakan salah satu tujuan perkawinan dalam gereja Katolik. Kesetiaan suami istri memperkuat sifat perkawinan dalam Katolik yaitu satu untuk selamanya dan tidak dapat terceraikan. Dengan adanya kesetiaan suami istri dapat menjaga keharmonisan keluarga dalam nuansa cinta kasih yang penuh, baik suami kepada istri maupun suami istri kepada anak-anak. Dalam penelitian penulis menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dan penelitian ini dilaksanakan pada akhir bulan November sampai awal Desember 2017. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan penyebaran angket dan wawancara. Berdasarkan analisa data hasil penelitian dapat diketahui bahwa masalah pemahaman umat di lingkungan St. Athanasius Paroki Bampel sebesar 97% dengan kata lain 3 % belum memahami.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
PEMAHAMAN KELUARGA KATOLIK LINGKUNGAN SANTO ATHANASIUS PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI TENTANG BONUM FIDEI (KESETIAAN SUAMI-ISTRI) SEBAGAI SALAH SATU TUJUAN PERKAWINAN BERDASARKAN KANON 1055 § 1 KITAB HUKUM KANONIK 1983
Aleks Belyanan (1102004)
pemahaman keharmonisan cinta kasih utuh kesetiaan Suami-Istri
Keluarga Katolik Lingkungan St. Athanasius adalah keluarga yang terdiri dari suami-istri dan anak-anak yang berkat sakramen perkawinan telah menyatukan dua pribadi menjadi satu dalam sakramen. Kesetiaan suami istri adalah bentuk kesetiaan Yesus kepada Gereja-Nya, sebab kedua pribadi telah diangkat dalam derajat sakramen. Dalam kehidupan sehari-hari, suami istri diharapkan agar saling mencintai dengan utuh, menjaga keharmonisan dalam rumah tangga, serta terlibat dalam hidup rohani yang menjadi dasar perkawinan mereka. Suami istri diharapkan menjaga janji kesetiaan mereka sampai maut memisahkan. Bonum fidei atau kesetiaan suami istri merupakan salah satu tujuan perkawinan dalam gereja Katolik. Kesetiaan suami istri memperkuat sifat perkawinan dalam Katolik yaitu satu untuk selamanya dan tidak dapat terceraikan. Dengan adanya kesetiaan suami istri dapat menjaga keharmonisan keluarga dalam nuansa cinta kasih yang penuh, baik suami kepada istri maupun suami istri kepada anak-anak. Dalam penelitian penulis menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dan penelitian ini dilaksanakan pada akhir bulan November sampai awal Desember 2017. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan penyebaran angket dan wawancara. Berdasarkan analisa data hasil penelitian dapat diketahui bahwa masalah pemahaman umat di lingkungan St. Athanasius Paroki Bampel sebesar 97% dengan kata lain 3 % belum memahami.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
STUDI TENTANG KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN PENDIDIKAN ANAK SMP DI STASI BUNDA HATI KUDUS JATI-JATI PAROKI SANG PENEBUS KAMPUNG BARU
Agusta Somar (1102001)
Sosial-ekonomi pendidikan. Pelajar SMP
Penelitian dengan judul “Studi tentang Kondisi Sosial dan Ekonomi Pendidikan Anak SMP di Stasi Bunda Hati Kudus Jati-jati Kampung Baru”. Proses penggolongan data penulisan selanjutnya dimulai dari bulan Oktober 2017. Data-data berhubungan dengan masalah sosial dan ekonomi diperoleh melalui observasi, angket, wawancara dan dokumentasi dengan responden maupun informan sebagai pemberi informasi berdasarkan apa yang mereka rasakan dan alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penyebab utama sehingga sebagian anak SMP di Stasi jati-jati tidak aktif sekolah. Selain itu penulis juga mendeskripsikan tingkat ekonomi orang tua dari anak yang tidak aktif sekolah, serta menemukan upaya-upaya yang dapat membantu mengatasi masalah ini.
Dari sudut pandang anak SMP dan orang tua mereka bahwa masalah ekonomi sangat mendukung pendidikan mereka. Selain masalah ekonomi, masalah sosial juga mempengaruhi pendidikan anak SMP di Stasi Bunda hati Kudus Jati-jati, terkait perhatian lingkungan sekitar dalam memberikan motivasi dan teguran. Hal ini dibenarkan dengan jawaban informan dalam wawancara yang mengatakan bahwa masyarakat sekitar dan orang tua sendiri tidak mendukung anak-anak mereka.
Jumlah responden untuk angket adalah 40 responden (anak dan orang tua), serta 2 informan dalam wawancara. Berdasarkan analisa data hasil penelitian dapat diketahui bahwa masalah sosial dan ekonomi memiliki andil tersendiri serta menjadi motivasi dalam pendidikan anak SMP di Stasi Jati-jati Paroki Sang Penebus sebesar 95% dengan kata lain 5% anak SMP memiliki ekonomi yang baik.
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERPADU PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR INPRES KAMPUNG BARU MERAUKE TAHUN AJARAN 2016/2017
Agustina Bumbeb (1202001)
Kooperatif Terpadu Hasil Belajar Pendidikan Agama Katolik
Penelitian ini didasarkan pada keyakinan peneliti secara teoritis bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif terpadu dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Maka peneliti mengambil judul skripsi tentang “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode pembelajaran Kooperatif Terpadu Pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Inpres Kampung Baru Merauke Tahun Ajaran 2016-2017”. Penelitian ini menggunakan teknik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacuh pada dua pokok permasalahan yaitu: 1) Bagaimana metode pembelajaran kooperatif terpadu dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran di kelas? 2) Sejauh mana efektifitas metode pembelajaran kooperatif terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa? Metode pembelajaran kooperatif secara etimologis mempunyai arti belajar bersama antara dua orang atau lebih, sedangkan cooferatif learning dalam arti lebih luas memiliki definisi yang antara lain adalah belajar bersama yang melibatkan antara 4-5 orang, yang bekerja bersama. Hasil PTK menunjukkan bahwa setelah penerapan pembelajaran kooperatif terpadu hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hasil tersebut tampak dari nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa dalam KD 1. Masing-masing siswa mengalami peningkatan nilai dimulai dari pra-siklus (kondisi awal), siklus I, dan siklus II. Peningkatan nilai rata-rata kelas tersebut dirinci secara berurutan sebagai berikut: 61,33 pada pra-siklus, menjadi 65,53 dan 74,2 pada siklus I dan II. pada periode pra-siklus, persentase siswa yang tuntas mencapai nilai KKM adalah 30% (3 siswa dari total 15 siswa). Sedangkan pada siklus I dan II, persentase siswa meningkat menjadi 40% (4 siswa dari total 15 siswa) dan 100% (15 siswa). Pada siklus II, Indikator penelitian tercapai, yaitu 100% siswa mencapai KKM (70).
PDF 0 0