Arsip Tugas Akhir

Repository publikasi ilmiah mahasiswa STK St. Yakobus Merauke

189
Karya Ilmiah
7
Kali Dilihat
1,590
Diunduh
Menampilkan 151–165 dari 189 karya ilmiah
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MENURUNNYA PARTISIPASI UMAT LINGKUNGAN SANTA ANNA PAROKI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS KATEDRAL MERAUKE DALAM PENERIMAAN SAKRAMEN TOBAT
VERANSISKA PUTRI KURNIANINGSIH (1102033)
Lingkungan Santa Anna partisipasi umat Sakramen Tobat.
Sakramen Tobat merupakan satu dari tujuh sakramen yang ada di dalam Gereja Katolik. Yesus memberikan anugerah ini kepada seluruh anggota GerejaNya yang berdosa. Melalui Sakramen ini kita diberikan kesempatan untuk dapat memulihkan kembali hubungan yang telah rusak antara manusia dengan Tuhan, sesama dan dirinya sendiri.
Anugerah yang besar ini ternyata kurang dimanfaatkan oleh umat lingkungan Santa Anna Paroki Santo Fransiskus Xaverius Katedral Merauke. Banyak umat yang kurang berpartisipasi ketika penerimaan Sakramen Tobat diadakan di lingkungan.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab menurunnya partisipasi umat dalam penerimaan Sakramen Tobat dan usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat dalam penerimaan Sakramen Tobat.
Penelitian dilakukan mulai bulan Maret hingga April 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara kepada 19 informan. Dari hasil penelitian diketahui faktor penyebab menurunnya partisipasi umat dalam penerimaan Sakramen Tobat antara lain: pemahaman umat lingkungan Santa Anna tentang Sakramen Tobat masih rendah, pekerjaan (dinas luar kota, giliran jaga Rumah Sakit), sulit berkumpul pada waktu penerimaan Sakramen Tobat, kurangnya informasi jadwal penerimaan Sakramen Tobat, sikap malas, lupa, ketidaksiapan batin dan adanya sikap memilih bapa pengakuan (mencari Imam yang mempunyai karunia penyembuhan).
Setelah diketahui penyebab menurunnya partisipasi umat, disarankan agar semua pihak turut terlibat aktif seperti: jadwal Sakramen Tobat dibuat untuk umum dan per lingkungan, jadwal penerimaan Sakramen Tobat diumumkan beberapa minggu sebelum hari pelaksanaan, sosialisasi tentang Sakramen Tobat, dibuat tim kecil dari lingkungan untuk mengadakan kunjungan ke umat lingkungan dan peranserta umat lingkungan.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
STUDI TENTANG PEMAHAMAN UMAT MENGENAI SAKRAMEN KRISMA DI STASI SANTO YAKOBUS PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER (Suatu Tinjauan Pastoral)
TRIFOSA TELAUBUN (13022019)
Pemahaman Umat Sakramen Krisma
Studi Tentang Pemahaman Umat Mengenai Sakramen Krisma di Stasi Santo Yakobus Paroki Bunda Hati Kudus Kuper diangkat berdasarkan masalah yang terjadi pada umat Stasi Santo Yakobus, yakni banyak umat yang seharusnya sudah menerima Sakramen Krisma, namun sampai saat ini belum menerima Sakramen tersebut. Hal ini terlihat sangat jelas bahwa umat kurang antusias dalam pendaftaran pembinaan Sakramen Krisma, yang diadakan oleh Paroki. Untuk mengetahui penyebab kurangnya pemahaman umat tentang Sakramen Krisma, maka penulis mengadakan penelitian. Persoalan mendasar yang menjadi fokus perhatian dalam skripsi ini adalah umat stasi Santo Yakobus SP 7 kurang menyadari betapa pentingnya penerimaan sebuah Sakramen dalam hidup umat Katolik, sehingga mengakibatkan praktek hidup dan kedewasaan hidup rohanipun sangat menurun. Hal ini dapat dilihat pada setiap kesempatan pendaftaran Sakramen Krisma, ternyata jumlah umat yang ikut ambil bagian dalam pendaftaran sangat sedikit.
Populasi dalam penelitian ini adalah umat stasi Santo Yakobus SP 7 Tanah Miring. Populasi yang diambil sebanyak seratus (100) orang. Sampel yang digunakan adalah 30 orang. Mereka yang memenuhi persyaratan penerimaan Sakramen Krisma namun sampai pada saat ini belum menerima Sakramen Krisma. Berdasarkan pada populasi yang ada, maka teknik pengambilan sampel secara acak, artinya dari 11 lingkungan, penulis mengambil 3 orang dari 8 lingkungan dan semuanya berjumlah dua puluh empat (24) orang. Tiga lingkungan diambil dua (2) orang dan berjumlah enam (6) orang. Total semuanya menjadi tiga puluh (30) orang. Sampel ini sekaligus menjadi data yang akurat dalam proses pengumpulan dan pengolahan data.
Teknik yang digunakan dalam pengolahan data ini adalah observasi, angket dan wawancara. Menurut hasil observasi menunjukkan bahwa ada berbagai faktor yang menjadi kendala dalam penerimaan Sakramen Krisma seperti untuk menghafal doa yang diberikan oleh setiap pembina agak susah. Hal lain yakni faktor ekonomi, sebagian umat yang ekonominya kurang membuat umat menjadi beban untuk menerima Sakramen Krisma. Faktor ekonomi pulalah menuntut umat untuk selalu bekerja mencukupi kebutuhan keluarga. Hal tersebut yang membuat umat kurang aktif untuk ke Gereja setiap hari Minggu. Metode yang digunakan dalam pengolahan data adalah deskriptif yakni dengan cara mendeskripsikan data hasil angket dari 30 orang dalam bentuk prosentase. Sedangkan data hasil wawancara penulis dengan pengurus dewan Gereja dan perwakilan umat dikelolah dalam bentuk analisa konteks. Penulis pun melakukan studi pustaka untuk mendapatkan gagasan-gagasan yang biasa dipergunakan sebagai sumbangan bagi Pastor paroki, dewan paroki, dan dewan stasi serta Pembina iman lainnya, agar dapat mendampingi dan membina umat untuk memahami dengan baik makna dari Sakramen Krisma.
Hasil akhir penelitian yang dilakukan penulis pada umat stasi Santo Yakobus SP7 adalah menunjukan bahwa pemahaman umat tentang Sakramen Krisma secara teoritis baik. Hal ini dibuktikan oleh d
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN UMAT TENTANG MUSIK INKULTURASI DALAM LITURGI EKARISTI MELALUI KATEKESE UMAT DI LINGKUNGAN STELLA MARISPAROKI KRISTUS RAJA – MOPAH LAMA
SALOMINA CORNELIA BAUW (1202029)
Penghayatan Musik Inkulturasi dalam Liturgi Ekaristi.
Penelitian dengan judul “Upaya meningkatkan Pemahaman Umat Tentang Musik Inkulturasi Dalam Liturgi Ekaristi Melalui Katekese Umat di Lingkungan Stella Maris Paroki Kristus Raja-Mopah Lama” . Proses penggolongan data penulisan selanjutnya diambil dari bulan September hingga bulan November 2016. Data-data berhubungan dengan pemahaman umat tentang musik inkulturasi ini, saya peroleh melalui pengamatan dan wawancara dengan informan sebagai pemberi informasi berdasarkan apa yang umat rasakan dan alami.
Analisis atau upaya meningkatkan pemahaman umat tentang musik inkulturasi di lingkungan Stella Maris Paroki Kristus Raja-Mopah Lama ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam yang dikaji berdasarkan data penelitian. Pemahaman umat akan nilai-nilai musik inkulturasi sangat minim. Umat hanya bisa bernyanyi, namun kurang memahami cara memposisikan musik tersebut dalam liturgi saat mengambil bagian pada tugas koor di Paroki. Umat juga sangat antusias bila lagu-lagu daerah dinyanyikan setiap hari Minggu. Umat kurang mengkomunikasikan lagu-lagu tersebut kepada seksi liturgi sebelum memulai.
Dari sudut pandang umat lingkungan tentang musik inkulturasi hanya berpusat pada lagu-lagu rohani. Umat mengalami kendala, mulai dari pemahaman sampai pada penempatan lagu-lagu dan alat-alat musik. Faktor-faktor yang menjadi kendala juga adalah kurang adanya komunikasi yang baik dengan pastor paroki dan pihak paroki sendiri. Faktor-faktor ini sangat mempengaruhi prosedur musik inkulturasi yang sebenarnya dalam Gereja Katolik. Dengan demikian, dikhawatirkan ada penympangan dari nilai-nilai musik Gereja yang sebenarnya. Pastor paroki sangat mendukung kegiatan musik inkulturasi dengan memberikan jadwal pelayanan kepada setiap lingkungan.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
PENGARUH PELAKSANAAN KATEKESE AUDIO VISUAL TERHADAP PERWUJUDAN IMAN SISWA-SISWI KATOLIK KELAS VII SMP NEGERI 2 MERAUKE
PETRUS RAGA WATU (1102028)
Katekese Audio Visual Perwujudan Iman Siswa-siswi Katolik
Skripsi ini berjudul PENGARUH PELAKSANAAN KATEKESE AUDIO VISUAL TERHADAP PERWUJUDAN IMAN SISWA-SISWI KATOLIK KELAS VII SMP NEGERI 2 MERAUKE. Topik ini dinspirasi oleh situasi dan kondisi hidup beriman siswa-siswi katolik di SMP Negeri 2 Merauke yang sangat memprihatinkan jika ditinjau dari segi perwujudan iman mereka berdasarkan lima dimensi kehidupan menggereja khususnya martyria. Terdapat fenomena-fenomena yang penulis amati, bahwa sikap, tutur kata dan perbuatan siswa-siswa katolik sangat bertolak belakang dengan ajaran iman kristiani. Demi mengatasi kondisi di atas sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk menetralisir kondisi tersebut dan salah satunya ialah pelaksanaan katekese audio visual. Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh pelaksanaan katekese audio visual terhadap perwujudan iman siswa-siswi katolik kelas VII SMP Negeri 2 Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah siswa-siswi katolik kelas VII SMP Negeri 2 Merauke sebanyak 40 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan model skala semantik yang dikembangkan dalam 30 pernyataan mengenai katekese audio visual dan 30 pernyataan mengenai perwujudan iman. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5%, N = 40 orang dengan nilai kritis 0,30 diperoleh sebanyak 46 item valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas diperoleh koefisien alpha sebesar 0,811, yang berarti reliabilitas instrumen tinggi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata katekese audio visual 72,42 dan rata-rata perwujudan iman 64,80, keduanya tergolong baik. Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai r² sebesar 0,382 (38,2%) yang berarti terdapat pengaruh meskipun pengaruhnya lemah. Artinya katekese audio visual tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap perwujudan iman siswa-siswi di sekolah. Variabel lain berpengaruh terhadap perwujudan iman sebesar 61,8%. Nilai signifikansi sebesar 0,015 yang menunjukan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti pelaksanaan katekese audio visual berpengaruh terhadap perwujudan iman.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan perlu peningkatan efektifitas pelaksanaan katekese audio visual dalam lingkup PAK di sekolah, dukungan dari gereja terhadap perkembangan iman remaja berupa kegiatan-kegiatan rohani, orang tua/wali dengan polah asuh yang lebih menekankan pada nilai cinta kasih, dan siswa-siswi agar nilai yang sudah tertanam dalam diri sebagai laskar Kristus tetap di pelihara dan dipupuk dengan setia mengikuti kegiatan-kegiatan kerohanian baik di sekolah maupun di Gereja.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
PEMAHAMAN UMAT LINGKUNGAN SANTO TIMOTIUS PAROKI SANTA MARIA FATIMA KELAPA LIMA TENTANG ATURAN GEREJA PERIHAL PELAYANAN SAKRAMEN DAN SAKRAMENTALI
OSCAR SANTOS BELYANAN (090 2027)
Pemahaman pelayanan sakramen umat lingkungan.
Penelitian dengan judul “Pemahaman Umat Lingkungan Santo Timotius Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima Tentang Aturan Gereja Perihal Pelayanan Sakramen dan Sakramentali”. Proses penggolongan data penulisan selanjutnya dimulai dari bulan Mei hingga bulan Juli 2016. Data-data berhubungan dengan pelayanan sakramen dan sakramentali ini saya peroleh melalui pengamatan dan wawancara dengan informan serta responden sebagai pemberi informasi berdasarkan apa yang mereka rasakan dan alami.
Analisis atas pelayanan sakramen dan sakramentali di paroki St. Maria Fatima Kelapa Lima ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam yang dikaji berdasarkan data penelitian. Prosedur pelayanan sakramen dan sakramentali yang sebenarnya, mengikuti jalur, yakni menyampaikan informasi kepada paroki dalam meminta pelayanan sakramen maupun sakramentali, mendaptakan izin dari paroki, serta arahan dari paroki. Pengaruh kedekatan dan kenalan dengan pastor lain yang bukan pastor paroki, serta kurangnya komunikasi yang baik dengan paroki menjadi faktor yang mempengaruhi regulasi yang sebenarnya.
Dari sudut pandang umat lingkungan prosedur pelayanan sakramen dan sakramentali bisa dilaksanakan oleh pastor lain yang bukan pastor paroki, mengingat pastor paroki yang sering berhalangan karena faktor kesehatan. Pastor paroki juga melihat prosedur pelayanan saat ini tidak sesuai dengan regulasi yang sebenarnya, karena sebagian pastor tidak mengindahkan prosdur sebenarnya, serta umat sendiri yang tidak menginformasikan permohonan pelayanan kepada paroki sebelum meminta pastor lain. Faktor-faktor ini sangat mempengaruhi regulasi dan prosedur pelayanan sakramen dan sakramentali yang sebenarnya.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK ANTARA SISWA YANG TINGGAL DI ASRAMA DENGAN YANG TINGGAL DI RUMAH ORANG TUA PADA SISWA DI SMK NEGERI I SOTA KABUPATEN MERAUKE
Nikolaus Noang (1202024)
Hasil belajar asrama rumah orangtua pola asuh
Studi Komparasi Prestasi Belajar Peserta Didik Yang Tinggal Di Asramadan Di Rumah Orang Tuapada SMK Negeri I Sota Kabupaten Merauke Tahun Ajaran 2015/2016.
Tujuan dari pokok penelitian ini adalah untuk membandingkan prestasi belajar pesertadidik yang tinggal di asrama dan di rumah orang tua. Asrama yang dimaksud kandalam penelitian ini adalah rumah atau tempat pemondokan yang sengaja disiapkan sebagai tempat tinggal pesertadidik yang diselenggarakan dalam rangka menerapkan system pendidikan yang berpola asrama.
Penelitian ini menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Penelitian di laksanakan di SMK Negeri I Sota Kabupaten Merauke. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik SMK Negeri I Sota yang berada pada tahun ajaran 2015/2016 yang brjumlah 106 orang. Besarnya sampel penelitian ditetapkan sekitar 50% dari populasi atau 106 orang. Teknik yang digunakan untuk mengambil sampel adalah teknik random sampling atau sampelacak.
Metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah analisis statistik. Teknik yang digunakanadalah statistik uji-t atau t-test yang digunakan untuk menguji perbedaan 2 meanantara prestasi belajar pesertadidik yang tinggal di asrama dan di rumah orang tua.
Hasil temuan dari penelitian ini adalah ada perbedaan prestasi belajar pesertadidik yang tinggal di asramadan di rumah orang tua. Pesertadidik yang tinggal diasrama prestasi belajarnya lebih baik dari pesertadidik yang tinggal di rumah orang tua. Mengacu pada hasil penelitian, maka kepada pengolaan srama agar perlu memperhatikan secara khusus pesertadidik yang memiliki prestasi belajar yang baik sehingga hasil yang diraih dapat ditingkatkan lagi.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
PERANAN KEGIATAN ASISTENSI TERHADAP PEMBENTUKAN DIRI MENJADI KATEKIS PADA MAHASISWA ANGKATAN TAHUN 2011 DAN 2012 SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
NATALIA AGUSTINA ATUK (1102026)
mahasiswa STK St Yakobus asistensi keterlibatan aktif katekis
Menjadi seorang katekis atau pewarta Sabda Allah merupakan sebuah tugas mulia. Untuk menjadi katekis yang baik diperlukan pembinaan secara khusus baik dari segi pengetahuan, keterampilan dan spiritual. Sebagai calon katekis mahasiswa STK St Yakobus dibina dengan sebuah pelatihan yang disebut asistensi. Dalam pelaksanaan kegiatan asistensi mahasiswa diharapkan untuk terlibat aktif dalam tugas-tugas yang diberikan oleh pejabat Gereja yang berwenang dalam wilayah pelayanan tersebut.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana keterlibatan aktif mahasiswa STK St Yakobus angkatan tahun 2011 dan 2012 dalam kegiatan asistensi natal dan paskah serta peranan asistensi dalam pembentukan diri mahasiswa menjadi katekis.
Penelitian ini dimulai bulan September hingga Oktober 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara kepada 16 informan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian mahasiswa sudah terlibat aktif dalam kegiatan asistensi dan sebagian mahasiswa belum terlibat aktif dalam kegiatan asistensi. Namun bagi mahasiswa asistensi sangat berpengaruh dalam pembentukan diri menjadi katekis.
Setelah diketahui bahwa masih terdapat mahasiswa yang belum berpartisipasi aktif dalam kegiatan asistensi, disarankan agar bagi lembaga STK agar membuat jadwal pelatihan atau pembinaan pra asistensi yang lebih lama, perbanyak lagi latihan memimpin ibadat serta membuat dan membawakan renungan, perkuat spiritualitas katekis bagib mahasiswa. Disarankan juga bagi mahasiswa agar lebih terlibat aktif dalam pembinaan pra asistensi dan terlibat aktif dalam kegiatan rohani di luar linbgkungan kampus.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
PERANAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK (PAK) DALAM MENGEMBANGKAN IMAN SISWA SMP YPPK SANTO MIKAEL KABUPATEN MERAUKE
MERNA FERONIKA WEMAF (1402011)
Pendidikan Agama Katolik Perkembangan Iman
Judul skripsi ini adalah “Peranan Pendidikan Agama Katolik dalam
Mengembangkan Iman Siswa SMP YPPK Santo Mikael Merauke”. Masalah
yang diambil dalam penulisan skripsi ini ialah kurangnya keterlibatan siswa
dalam pelaksanaan PAK yakni melalui kegiatan-kegiatan rohani di sekolah SMP
YPPK Santo Mikael Merauke. Pendidikan Agama Katolik adalah usaha
terencana dan berkesinambungan dalam rangka mengembangkan dan
memperteguh iman siswa sesuai ajaran agama Katolik. Perkembangan iman
merupakan suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik yang terjadi pada
setiap individu dalam melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab sesuai
dengan apa yang ia imani.
Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah jenis penelitian kualitatif
dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan ialah melalui observasi dan wawancara. Wawancara ditujukan
kepada 5 orang siswa sebagai sumber informan utama, dan 2 orang guru sebagai
sumber informan pendukung.
Hasil penelitian melalui wawancara dan observasi menunjukan bahwa
sebagian besar siswa-siswi SMP YPPK Santo Mikael Merauke tidak terlibat
aktif dalam kegiatan-kegiatan rohani yang dilaksanakan di sekolah. Akan tetapi
pihak sekolah dalam hal ini, guru SMP YPPK Santo Mikael Merauke selalu
berupaya melatih, membina siswa agar iman siswa berkembang, dan terlibat
aktif dalam kegiatan-kegiatan rohani. Dengan demikian, maka Peranan
Pendidikan Agama Katolik sangat penting dalam mengembangkan iman siswasiswi
SMP YPPK Santo Mikael Merauke.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
ANALISIS FAKTOR KURANGNYA PARTISIPASI UMAT DALAM MENGIKUTI IBADAT SABDA PADA HARI MINGGU DI STASI ST. STEVANUS LEPRO PAROKI KRISTUS RAJA MOPA LAMA
KASPARINA MARIA FULCHASIA (1202016)
Ibadat Sabda Partisipasi Umat.
Liturgi merupakan salah satu dari panca tugas Gereja. Di Keuskupan Agung Merauke khususnya di paroki Kristus Raja Mopa Lama, ekaristi hanya dapat dilaksanakan di beberapa stasi saja pada setiap hati minggunya karena terbatasnya jumlah pastor. Maka pelayanan liturgi di stasi-stasi dilaksanakan dalam bentuk ibadat sabda.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Sedangkan teknik analisa data dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan paroki kurang berpartisipasi dalam ibadat sabda di stasi Santo Stevanus lepro paroki Kristus Raja Mopa Lama. Sedangkan dewan stasi hanya berperan semampunya saja dan tanpa ada persiapan dan latihan, sehingga berpengaruh pada partisipasi umat, baik kehadiran, keterlibatan dan intensitasnya dalam ibadat sangat rendah.
Faktor yang menjadi penyebab kurangnya partisipasi umat dalam ibadat sabda di stasi adalah kurangnya pemahaman umat akan liturgi ibadat sabda, adanya anggapan bahwa ekaristi lebih penting daripada ibadat sabda, pemimpin ibadat sabda belum memiliki kemampuan mimimpin dan merikan kotbah, para petugas tidak berlatih terlebih dahulu dan adanya anggapan bahwa ibadat sabda adalah tanggung jawab dewan stasi dan umat setempat saja. Dengan demikian penulis menawarkan solusinya adalah dengan membangun kembali kerjasama yang baik antara pastor, dewan paroki, dewan stasi serta umat, perlu adanya pembagian tugas serta pemberitahuan kepada umat stasi, baik jadwal / rencana kegiatan dari pastor, dewan paroki, maupun dari dewan stasi, perlu adanya pelatihan bagi pemimpin ibadat agar dapat memimpin ibadat dan memberikan kotbah, serta tahu perkembangan-perkembangan di bidang liturgi, perlu adanya pelatihan bagi lektor maupun pemimpin lagu.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
PERANAN PENDIDIKAN IMAN DALAM KELUARGA KATOLIK SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN PANGGILAN HIDUP BAKTI BAGI ANAK PAPUA DI LINGKUNGAN SANTO KRISTOFORUS PAROKI SANG PENEBUS-KAMPUNG BARU
Getrudis Seuk (1202011)
Pendidikan iman Keluarga katolik Hidup Bakti.
Keluarga adalah buah sekaligus tanda kesuburan adikodrati Gereja, serta memiliki ikatan yang mendalam sehingga keluarga disebut sebagai Gerejarumah-tangga (ecclesia domestica). Sebutan ini selain memperlihatkan pertalian antar Gereja dan keluarga, juga menegaskan fungsi keluarga sebagai bentuk terkecil dari Gereja. Skripsi ini berjudul : Peranan Pendidikan Iman Dalam Keluarga Sebagai Upaya menumbuhkan Panggilan Hidup Bakti Bagi Anak Papua di Lingkungan St. Kristoforus Kampung Baru. Penulis mengambil judul skripsi karena keprihatinan penulis tentang minimnya panggilan hidup bakti bagi anak Papua di lingkungan St. Kristoforus Kampung Baru. Secara teoritis Keluarga adalah basis iman pendidikan yang pertama dan utama. Peran orang tua menanamkan pendidikan iman sejak dini secara baik kelak anak dapat menentunkan pilahan hidupnya yakni panggilan hidup bakti. Proses panggilan hidup bakti berasal dari Allah sendiri seperti tertulis dalam injil Matius 19:12“Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demi kian dari Rahim ibunya, dan ada orang yang di jadi kan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga.”Panggilan untuk hidup bakti adalah panggilan mulia dari Allah. Panggilan ini bertitik tolak dari kemauan setiap orang tanpa paksaan. Sasaran dari panggilan itu adalah demi Kerajaan Allah.
Dalam Penelitian, Penulis menggunakan penelilitaian kualitatif dan penelilitian ini di laksanakan pada tanggal 27 Agustus-19 September 2016. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan observasi, wawancara dan quisioner. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis peroleh dari lapangan dapat di ketahui bahwa Keluarga belum menyadari bahwa peran serta orang tua dalam doa bersama, baca Kitab Suci menjadi kebutuhan rohani demi meningkatkan pendidikan iman dalam keluarga. Keluarga sebagai tempat persemayan benih panggilan, namunmasih banyak kendala yang menyebabkan panggilan hidup bakti sangat minim. Kendala-kendala yang dialamiumat lingkungan St. Kristoforus kampung Baru saat ini adalah kurangnya pelayanan kaum hidup bakti yang langsung menyentuh hati umat. Sebagian besar umat Lingkungan St. Kristoforus Kampung Baru belum mengenal jumlah keseluruhan tarekat yang ada di Keuskupan Agung Merauke . Aksi penggilan yang lakukan oleh kaum hidup bakti sangat kurang. Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan iman dalam menumbuhkan panggilan hidup bakti adalah dengan mengadakan katekese kaluarga tentang pendidikan iman dan panggilan hidup bakti.Memberikan motivasi kepada anak-anak melalui rekoleksi panggilan dan aksi panggilan di lingkungan-lingkungan.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA-SISWI KELAS IX SMP NEGERI URUMB MERAUKE TAHUN PELAJARAN 2015/2016
EPIFIANUS FAOT (1102010)
Motivasi Belajar Prestasi Belajar
Motivasi belajar merupakan kebutuhan dalam belajar yang sangat penting dan
tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan belajar dengan memberikan arah kegiatan
belajar itu demi mencapai satu tujuan. Motivasi belajar ada yang berasal dari diri
siswa yang disebut dengan motivasi intrinsik, ada juga yang berasal dari luar diri
siswa atau motivasi ekstrinsik yang mana munculnya dibutuhkan rangsangan dari
luar. Melalui adan yausaha yang tekun, terutama didasari adanya motivasi maka
seseorang yang belajar itu akan mencapai prestasi belajar yang diharapkan.
Prestasi belajar adalah suatu hasil yang dicapai atau diperoleh dari suatu proses
belajar mengajar dalam mencapai tujuan belajar. Prestasi belajar merupakan
gambaran tentang kemampuan siswa dalam memahami isi pelajaran yang
biasanya dilambangkan dengan skor atau nilai.
Berdasarkan paparan diatas, maka permasalahan yang timbul adalah bagaimana
motivasi belajar siswa-siswi SMP, bagaimana gambaran prestasi belajar SMP
Negeri Urumb Merauke, bagaimana hubungan antara motivasi belajar dengan
prestasi belajar SMP Negeri Urumb Merauke.
Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi
belajar siswa-siswi SMP Negeri Urumb Merauke, dan untuk mengetahui prestasi
belajar siswa-siswi SMP Negeri Urumb Merauke dan untuk mengetahui hubungan
antara motivasi belajar dan prestasi belajar SMP NegeriUrumb Merauke.
Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan beberapa metode antara lain
observasi, studi dokumentasi dan penyebaran angket berskala tertutup dengan
jumlah populasi 31 orang dan seluruh populasi tersebut dijadikan sebagai sampel
penelitian. Setelah data diperoleh maka penulis menganalisanya dengan dua
teknik analisa yaitu pertama menggunakan analisa prosentase untuk jenis data
kuantitatif deskriptif. Kemudian yang kedua penulis menggunakan analisa
korelasi dengan rumus Product Moment dari Pearson.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan atau
korelasi signifikan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar siswa. Hal ini
ditunjukkan dengan nilai R= 43,9 yang ditunjukkan bahwa besarnya hubungan
antara variable bebas dan variable terikat dengan F hitung dan F tabel yang berarti
bahwa T hitung lebih besar dari F table dengan nilai sig F= 0,014 < 0,05. Keeratan
hubungan antara variabel x dengan variabel y adalah 43,9% dengan tingkat
hubungan dalam taraf sedang.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan atau korelasi antara
motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa-siswi SMP Negeri Urumb Merauke.
Oleh karena itu disarankan kepada SMP Negeri Urumb Merauke untuk
mempertahankan dan meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar para
siswa.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
PEMAHAMAN DAN PENGHAYATAN SPIRITUALITAS MARIA BAGI UMAT LINGKUNGAN II BUNDA PENCIPTA DAMAI STASI ST. YOHANES RASUL-KAMNOSARI PAROKI ST. PETRUS-EROM
DANIEL RATOSON RANTO (1502006)
Pemahaman Penghayatan Spiritualitas Maria Umat Katolik
Skripsi ini berjudul PEMAHAMAN DAN PENGHAYATAN SPIRITUALITAS MARIA BAGI UMAT LINGKUNGAN II BUNDA PENCIPTA DAMAI, STASI ST. YOHANES RASUL-KAMNOSARI, PAROKI ST. PETRUS-EROM. Topik ini dinspirasi oleh penghayatan hidup umat di Lingkungan II Bunda Pencipta Damai, Stasi St. Yohanes Rasul-Kamnosari, Paroki St. Petrus-Erom yang beragam. Fakta tersebut menggugah penulis untuk menemukan hubungan antara pemahaman dan penghayatan umat tentang spiritualitas Maria. Alasannya adalah penghayatan umat tentu tidak bisa berdiri sendiri tanpa didasarkan pada pemahaman. Iman yang dipahami oleh umat itulah yang mendorong umat untuk menghayatinya dalam kehidupan beragama dan bersosial. Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar hubungan antara pemahaman dan penghayatan iman bagi umat Lingkungan II Bunda Pencipta Damai, Stasi St. Yohanes Rasul-Kamnosari, Paroki St. Petrus-Erom.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis korelasi. Sampel dari penelitian ini adalah umat Stasi St. Yohanes-Rasul-Kamnosari sebanyak 40 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan model skala semantik yang dikembangkan dalam 35 pernyataan mengenai pemahaman umat dan 30 pernyataan mengenai penghayatan iman umat. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5%, N = 40 orang dengan nilai kritis 0, 35 diperoleh sebanyak 53 item valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas diperoleh koefisien alpha sebesar 0, 912, yang berarti reliabilitas instrumen tinggi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata pemahaman umat adalah 101, 38 dan rata-rata penghayatan umat adalah 66, 30 dan keduanya tergolong baik. Dari hasil uji korelasi dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai sebesar 0, 008 yang berarti terdapat hubungan meskipun dalam taraf yang sangat rendah. Hal ini berarti bahwa pemahaman iman yang baik (tinggi) kurang terlalu memiliki korelasi terhadap penghayatan umat.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan perlu adanya komitmen dari pribadi umat itu sendiri serta perhatian dari semua pihak terutama keluarga, sekolah, paroki (Gereja) dalam upaya meningkatkan penghayatan umat terhadap spiritualitas Maria. Dengan kata lain, keluarga (orang tua) perlu menerapkan pola pendidikan iman melalui teladan hidup doa dan kesaksian hidup yang baik agar menjadi pedoman bagi anak dalam mempraktekkan imannya di lingkungan sekolah, masyarakat dan Gereja. Selain itu, pihak Gereja pun tetap berupaya untuk melaksanakan program-program kegiatan rohani yang membantu penghayatan umat tentang spiritualitas Maria.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK PADA SISWA KELAS II SD INPRES ECI ASSUE TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ANSELINA YODIM (12 02004)
metode role playing hasil belajar dan aktivitas siswa
Rumusan masalah penelitian ini, yaitu “Apakah penerapan metode role playing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II SD Inpres Eci Assue pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik?”. Peneliti telah melakukan penelitian dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning) metode role playing untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Penelitian Tindakan Kelas ini telah dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus akan dilaksan akan dengan mengikuti prosedur perencanaan (planing), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting).
Sesuai dengan hipotesis tindakan yang ditetapkan, ternyata Penerapan model pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning) metode role playing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik, terutama pada KD 2 mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik Kelas II, yaitu: “Mengenal dan memahami karya penyelamatan Allah yang dialami oleh tokoh-tokoh sebelum Yesus”, pada materi pokok ke 10, “Abraham Mempersembahkan Ishak” dan materi pokok ke 11, “Yakub dan Esau”. Hal ini dapat terbukti berdasarkan analisis dalam siklus-siklus Penelitian Tindakan Kelas ter nyata kualitas hasil belajar dan aktifitas belajar siswa dapat meningkat melalui penerapan metode role playing dalam pembelajaran. Selain itu dalam metode pembelajaran role playing, parasiswa juga lebih giat, termotivasi dalam proses belajar mengajar. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya siswa yang tuntas belajarnya yakni 63% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II dengan nilai rata-rata meningkat dari 61,84 pada siklus I menjadi 74,47 pada siklus II. Sementara itu tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran juga meningkat dari 19,53% siswa dengan kategori “sangat kurang aktif” pada siklus I menjadi 49% siswa dalam ketegori “cukup aktif” pada siklus II.
Dengan keberhasilan penelitian ini, penulis merekomendasikan kepada para guru pendidikan Agama Katolik untuk menerapkan pendekatan kooperatif dalam setiap proses pembelajaran, khususnya metode role playing untuk mengatasi rendahnya hasil belajar dan aktifitas siswa. Tentu saja pemilihan metode ini disertai dengan pertimbangan - pertimbangan tertentu, seperti kondisi peserta didik dan kesesuaian dengan materi pokok yang hendak dibahas.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK PADA SISWA KELAS II SD INPRES ECI ASSUE TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ANSELINA YODIM (12 02004)
metode role playing hasil belajar dan aktivitas siswa
Rumusan masalah penelitian ini, yaitu “Apakah penerapan metode role playing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II SD Inpres Eci Assue pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik?”. Peneliti telah melakukan penelitian dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning) metode role playing untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Penelitian Tindakan Kelas ini telah dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus akan dilaksan akan dengan mengikuti prosedur perencanaan (planing), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting).
Sesuai dengan hipotesis tindakan yang ditetapkan, ternyata Penerapan model pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning) metode role playing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik, terutama pada KD 2 mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik Kelas II, yaitu: “Mengenal dan memahami karya penyelamatan Allah yang dialami oleh tokoh-tokoh sebelum Yesus”, pada materi pokok ke 10, “Abraham Mempersembahkan Ishak” dan materi pokok ke 11, “Yakub dan Esau”. Hal ini dapat terbukti berdasarkan analisis dalam siklus-siklus Penelitian Tindakan Kelas ter nyata kualitas hasil belajar dan aktifitas belajar siswa dapat meningkat melalui penerapan metode role playing dalam pembelajaran. Selain itu dalam metode pembelajaran role playing, parasiswa juga lebih giat, termotivasi dalam proses belajar mengajar. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya siswa yang tuntas belajarnya yakni 63% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II dengan nilai rata-rata meningkat dari 61,84 pada siklus I menjadi 74,47 pada siklus II. Sementara itu tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran juga meningkat dari 19,53% siswa dengan kategori “sangat kurang aktif” pada siklus I menjadi 49% siswa dalam ketegori “cukup aktif” pada siklus II.
Dengan keberhasilan penelitian ini, penulis merekomendasikan kepada para guru pendidikan Agama Katolik untuk menerapkan pendekatan kooperatif dalam setiap proses pembelajaran, khususnya metode role playing untuk mengatasi rendahnya hasil belajar dan aktifitas siswa. Tentu saja pemilihan metode ini disertai dengan pertimbangan - pertimbangan tertentu, seperti kondisi peserta didik dan kesesuaian dengan materi pokok yang hendak dibahas.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK MELALUI METODE PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS X AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DI SMK NEGERI I TANAH MIRING KABUPATEN MERUAKE TAHUN AJARAN 2015/2016
AGUSTINUS MEHAN (1102003)
PDF 0 0