Arsip Tugas Akhir

Repository publikasi ilmiah mahasiswa STK St. Yakobus Merauke

189
Karya Ilmiah
7
Kali Dilihat
1,591
Diunduh
Menampilkan 136–150 dari 189 karya ilmiah
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
STUDI TENTANG PEMAHAMAN DAN KETERLIBATAN KAUM REMAJA DALAM PERAYAAN EKARISTI DI LINGKUNGAN ST KORNELIUS PAROKI ST. FRANSISKUS XAVERIUS KATEDRAL MERAUKE
KAYUS HABU (1002012)
Ekaristi pemahaman keterlibatan remaja.
Judul Skripsi adalah : “ Studi Tentang Pemahaman Dan Keterlibatan Remaja Dalam Perayaan Ekaristi Di Lingkungan St Kornelius Paroki St Fransiskus XaveriusKatedral Merauke ”. Judul ini dipilih berdasar pengamatan dan permasalahan penulis temukan di lingkungan Santu Kornelius. Keterlibatan kaum remaja dalam baik perayaan ekaristi dan ibadat sabda yang minim ini menarik perhatian untuk dikaji.
Secara teoritis pemahaman yang baik dan benar tentang perayaan ekaristi dan ibadat sabda sebagai sumber kekuatan iman kristiani. Melalui sabdaNya manusia diteguh dan melalui ekaristi memberikan kekuatan iman agar dapar bertahan dalam berbagai tantangan hidup dunia dan sekaligus memberikan kesaksian iman.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap keempat informan. Data penelitian berkaitan dengan motivasi, sikap dan perilaku dalam perayaan ekaristi, ibadat sabda, keterlibatan dalam perayaan serta faktor-faktor penghambat.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ketidak terlibatan kaum remaja lingkungan kornelius berkaitan dengan kurangnya pemahaman kaum remaja akan makna perayaan ekaristi dan ibadat sabda sebagai sumber kekuatan iman Kristiani. Selain itu pergumulan hidup harian berkaitan ddengan bidang ekonomi menjadi faktor penghambat keterlibatan mereka dalam aktivitas hidup beriman mereka.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
STUDI TENTANG PEMAHAMAN UMAT MENGENAI MUSIK LITURGI DALAM PERAYAAN EKARISTI DI PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI
Inggrit Teturan (1102017)
Musik liturgi Ekaristi
Musik liturgi adalah suatu musik ritual keagaman dalam Gereja Katolik, yang dewasa ini seringkali terpengaruh oleh progresi musik ‘pop rohani’. Secara kasat mata, tampak di tengah globalisasi dan homogenitas budaya pop dewasaini, terdapat indikasi masuknya unsur-unsur profan kedalam musik liturgi. Penilain yang menekankan emosi, intuitif dan tidak harus menekankan seni musik Gereja yang bermutu tinggi, telah menjadikan lagu-lagu bernuansa pop dianggap selaras dengan selera umat. Sejak awal perkembangannya, Gereja Katolik telah memaknai musik sebagai suatu bentuk komunikasi iman dalam perayaan ekaristi.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman umat mengenai musik liturgi dalam perayaan ekaristi di Paroki Santo Yosep Bambu Pemali.
Penelitian ini dimulai dari bulan Juni hingga Desember 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara kepada 20 informan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa umat Paroki Santo Yosep Bambu Pemali, secara teori mengerti akan musik liturgi gereja katolik namun untuk mengaplikasikannya tidak sesuai dengan apa yang dipahami secara teori.
Setelah diketahui bahwa penggunaan musik liturgi belum sesuai dengan apa yang dipahami secara teori oleh umat Paroki Santo Yosep Bambu Pemali, di sarankan agar bagi paroki, lebih meningkatkan pelatihan musik liturgi bagi seksi liturgi dan umat lingkungan
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
PENTINGNYA KETERLIBATAN PRODIAKON DALAM PERAYAAN EKARISTI DI PAROKI KATEDRAL ST. FRANSISKUS XAVERIUS MERAUKE
HERMAN REFWALU (1102016)
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
PEMAHAMAN ORANG TUA TENTANG KONSEP PENDIDIKAN ANAK DI SD YPPK HATI KUDUS KELAPA LIMA MERAUKE TAHUN AJARAN 2016/2017
Familiana Ngole To (1302006)
Pemahaman tentang pendidikan Orang Tua.
Pendidikan berperan penting dalam kehidupan suatu bangsa dan negara. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spriritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pemahaman orang tua terhadap konsep pendidikan merupakan hal yang amat penting yang harus diketahui. Oleh karena itu, keluarga merupakan tempat pembentukan utama dan pertama terhadap anak yang dididik dan dibimbing. Orang tua turut berperan aktif atau melibatkan diri dalam proses pendidikan anak. Orang tua seharusnya tahu bagaimana perkembangan anaknya baik mengenai sikap dan perilaku maupun kemampuan intelektual.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah wawancara dan observasi. Berdasarkan dari penelitian dapat diketahui bahwa dari keseluruhan orang tua murid dari SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima, peneliti fokuskan pada 10 orang tua murid yang menjadi informan untuk diwawancarai. Berdasarkan hasil penelitian tersebut susungguhnya orang tua paham akan pendidikan itu sendiri.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar orang tua lebih memahami akan tugas dan tanggungjawabnya terhadap pendidikan anak dan berusaha untuk terlibat aktif dalam pertemuan maupun kegiatan yang diadakan oleh sekolah. Kepada pihak sekolah SD YPPK Hati Kudus Kelapa Lima Merauke disarankan agar dapat memberikan pemahaman yang mendalam kepada orang tua tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
STUDI TENTANG FENOMENA RENDAHNYA TINGKAT PARTISIPASI UMAT KATOLIKKUASI PAROKI NASEM DALAM PERAYAAN EKARISTI
Ester Fransiska Moa Lengi (1302005)
Rendahnya partisipasi perayaan Ekaristi. Umat Katolik.
Studi Tentang Fenomena Rendahnya Tingkat Partisipasi Umat Kuasi Paroki Nasem dalam Perayaan Ekaristi merupakan judul dari penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan karena didapatinya beberapa masalah mendasar yakni rendahnya kehadiran dan partisipasi umat dalam perayaan Ekaristi. Oleh karena itu, penulis berusaha meneliti guna menemukan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kehadiran dan partisipasi umat dalam perayaan ekaristi berdasarkan upaya-upaya yang ditemukan dalam penelitian. Fokus dari penelitian ini diorientasikan untuk menjawab 3 rumusan masalah; 1) Apa penyebab rendahnya tingkat kehadiran umat kuasi paroki Nasem dalam perayaan ekaristi. 2) Apa penyebab rendahnya tingkat partisipasi umat kuasi paroki Nasem dalam perayaan ekaristi. 3) Upaya apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat dalam perayaan ekaristi. Proses pengumpulan dan pengolahan data penelitian ini dilakukan pada bulan November 2017. Data- data berhubungan dengan rendahnya partisipasi umat dalam perayaan Ekaristi diperoleh melalui hasil angket yang disebarkan kepada responden dan dari hasil wawancara dengan beberapa informan baik informan utama maupun informan pendukung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah 30 responden dan 5 infoman untuk wawancara. Berdasarkan analisa data hasil penelitian diketahui bahwa partisipasi umat Katolik Kuasi Paroki Nasem pada saat perayaan Ekaristi sangat rendah yakni 10%, dengan kata lain 90% umat tidak berpartisipasi pada saat perayaan Ekaristi.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI KUASI PAROKI NASEM KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE Suatu Tinjauan Pastoral
Edith Baeriswil Warakon (1202007)
Pembinaan iman rekoleksi doa meningkatkan keaktifan. OMK
Upaya Meningkatkan Keaktifan Orang Muda Katolik dalam Kehidupan Menggereja merupakan judul dari penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan karena didapatinya beberapa masalah mendasar yakni rendahnya kekatifan dan partisipasi Orang Muda Katolik dalam kehidupan menggereja. Oleh karena itu, penulis berusaha meneliti guna menemukan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keaktifan Orang Muda Katolik dalam kehidupan menggereja berdasarkan upaya-upaya yang ditemukan dalam penelitian. Fokus dari penelitian ini diorientasikan untuk menjawab 3 rumusan masalah; 1) Mengapa Orang Muda Katolik Kuasi Paroki Nasem tidak aktif dalam kehidupan menggereja. 2) Upaya-upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan peran aktif Orang Muda Katolik dalam kehidupan menggereja. 3) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi ketidakaktifan Orang Muda Katolik dalam kehidupan menggereja. Proses pengumpulan dan pengolahan data penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017. Data- data berhubungan dengan upaya meningkatkan keaktifan OMK dalam kehidupan menggereja diperoleh melalui hasil angket yang disebarkan kepada responden dan dari hasil wawancara dengan beberapa informan baik informan utama. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah 20 responden dan 2 infoman untuk wawancara. Berdasarkan analisa data hasil penelitian diketahui bahwa upaya untuk meningkatkan keaktifan OMK dalam kehidupan dengan kegiatan pembinaan iman atau rekoleksi. Kegiatan ini sangat berpengaruh untuk meningkatkan keaktifan OMK dalam kehidupan menggereja.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
MINIMNYA PEMAHAMAN LEKTOR DI PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI AKAN TUGASNYA SEBAGAI PEWARTA SABDA DALAM PERAYAAN EKARISTI
Asunta Yufita (1202005)
Pemahaman Lektor dan Pewarta Sabda
Skripsi ini berjudul MINIMNYA PEMAHAMAN LEKTOR DI PAROKI ST. YOSEP BAMBU PEMALI AKAN TUGASNYA SEBAGAI PEWARTA SABDA DALAM PERAYAAN EKARISTI. Topik ini diinspirasi oleh tingkat pemahaman lektor di Paroki Santo Yoseph Bambu Pemali akan tugasnya sebagai Pewarta Sabda dalam Perayaan Ekaristi. Fakta tersebut menyatakan bahwa penulis dapat menemukan hubungan antara pemahaman dan keterlibatan lektor. Alasannya adalah pemahaman lektor tentu tidak bisa berdiri sendiri tanpa didasarkan pada keterlibatan. Lektor memahami tugasnya sebagai pewarta sabda yang mendorongnya untuk terlibat dalam Perayaan Ekaristi. Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar hubungan antara pemahaman dan keterlibatan lektor dalam Perayaan Ekaristi di Paroki St Yoseph Bambu Pemali.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Sampel dari penelitian ini adalah lektor St Yoseph Bambu Pemali sebanyak 20 orang. Instrumen yang digunakan ialah wawancara, angket dan observasi dengan cara wawancara terstruktur dan penyebaran angket. Wawancara dan angket yang dilakukan sebanyak 20 informan. Dari hasil wawancara dan angket menunjukkan, bahwa lektor memahami tugasnya sebagai pewarta sabda dalam Perayaan Ekaristi tetapi dalam pelaksanaanNya masih banyak kelalaian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman lektor sangat baik, tetapi rata-rata keterlibatan lektor dalam mengikuti pertemuan setiap Minggunya masih tergolong rendah. Dari hasil wawancara dan angket menunjukkan lektor memahami akan tugasNya sebagai pewarta sabda dalam Perayaan Ekaristi tetapi keterlibatan dalam menjalankan tugasnya masih minim.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan perlu adanya komitmen dari pribadi lektor itu sendiri serta perhatian dari semua pihak terutama keluarga, lingkungan, Paroki (Gereja) dalam upaya meningkatkan pemahaman lektor terhadap tugasnya sebagai Pewarta Sabda. Dengan kata lain, keluarga (orang tua) perlu menerapkan pola pendidikan iman melalui teladan hidup doa dan kesaksian hidup yang baik agar menjadi pedoman bagi lektor dalam menjalankan tugasnya sebagai Pewarta Sabda dalam Perayaan Ekaristi. Lingkungan, masyarakat dan Gereja harus memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan lektor. Selain itu, pihak lektor pun tetap berupaya untuk melaksanakan program-program kegiatan rohani yang membantu pemahamannya tentang tugasNya sebagai Pewarta Sabda dalam Perayaan Ekaristi.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
PERBEDAAN MINAT UMAT DALAM MENERIMA SAKRAMEN TOBAT ANTARA YANG MENERIMA KATEKESE DENGAN YANG TIDAK MENERIMA DI PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER SERTA IMPLIKASINYA DALAM HIDUP MENGGEREJA
Andreas Vibriana Luki Purwidiantoro (1202003)
Minat Umat Katekese Sakramen Tobat
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan minat umat antara umat yang mendapatkan katekese sakramen Tobat sebagai kelompok kontrol dengan umat yang tidak mendapatkan katekese sakramen Tobat sebagai kelompok pembanding. Penelitian ini dilaksanakan di Paroki Bunda hati Kudus Kuper dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan angket. Populasi penelitian adalah seluruh umat yang berada di Stasi Bunda Maria Butas dan Stasi Bunda Hati Kudus Kuper. Teknik yang digunakan untuk mengambil sampel adalah teknik random sampling. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis statistik. Teknik yang digunakan adalah statistik uji-t atau t-test yang digunakan untuk menguji perbedaan 2 mean antara kelompok kontrol dengan kelompok pembanding. Hasil temuan dari penelitian ini adalah ada perbedaan minat umat antara umat yang mendapatkan katekese sakramen Tobat dengan umat yang tidak mendapatkan katekese sakramen Tobat di Paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Dalam penulisan penulis menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan model analisis komparasi. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dengan menyebar angket. Berdasarkan analisis data hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada perbedaan yang signifikan dimana minat umat yang menerima katekese di Stasi Bunda Maria Butas lebih banyak yakni 12.95 dibandingkan minat umat yang tidak mendapatkan katekese di Stasi Bunda Hati Kudus Kuper yakni 11.00
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
PEMAHAMAN KELUARGA KATOLIK LINGKUNGAN SANTO ATHANASIUS PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI TENTANG BONUM FIDEI (KESETIAAN SUAMI-ISTRI) SEBAGAI SALAH SATU TUJUAN PERKAWINAN BERDASARKAN KANON 1055 § 1 KITAB HUKUM KANONIK 1983
Aleks Belyanan (1102004)
pemahaman keharmonisan cinta kasih utuh kesetiaan Suami-Istri
Keluarga Katolik Lingkungan St. Athanasius adalah keluarga yang terdiri dari suami-istri dan anak-anak yang berkat sakramen perkawinan telah menyatukan dua pribadi menjadi satu dalam sakramen. Kesetiaan suami istri adalah bentuk kesetiaan Yesus kepada Gereja-Nya, sebab kedua pribadi telah diangkat dalam derajat sakramen. Dalam kehidupan sehari-hari, suami istri diharapkan agar saling mencintai dengan utuh, menjaga keharmonisan dalam rumah tangga, serta terlibat dalam hidup rohani yang menjadi dasar perkawinan mereka. Suami istri diharapkan menjaga janji kesetiaan mereka sampai maut memisahkan. Bonum fidei atau kesetiaan suami istri merupakan salah satu tujuan perkawinan dalam gereja Katolik. Kesetiaan suami istri memperkuat sifat perkawinan dalam Katolik yaitu satu untuk selamanya dan tidak dapat terceraikan. Dengan adanya kesetiaan suami istri dapat menjaga keharmonisan keluarga dalam nuansa cinta kasih yang penuh, baik suami kepada istri maupun suami istri kepada anak-anak. Dalam penelitian penulis menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dan penelitian ini dilaksanakan pada akhir bulan November sampai awal Desember 2017. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan penyebaran angket dan wawancara. Berdasarkan analisa data hasil penelitian dapat diketahui bahwa masalah pemahaman umat di lingkungan St. Athanasius Paroki Bampel sebesar 97% dengan kata lain 3 % belum memahami.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
PEMAHAMAN KELUARGA KATOLIK LINGKUNGAN SANTO ATHANASIUS PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI TENTANG BONUM FIDEI (KESETIAAN SUAMI-ISTRI) SEBAGAI SALAH SATU TUJUAN PERKAWINAN BERDASARKAN KANON 1055 § 1 KITAB HUKUM KANONIK 1983
Aleks Belyanan (1102004)
pemahaman keharmonisan cinta kasih utuh kesetiaan Suami-Istri
Keluarga Katolik Lingkungan St. Athanasius adalah keluarga yang terdiri dari suami-istri dan anak-anak yang berkat sakramen perkawinan telah menyatukan dua pribadi menjadi satu dalam sakramen. Kesetiaan suami istri adalah bentuk kesetiaan Yesus kepada Gereja-Nya, sebab kedua pribadi telah diangkat dalam derajat sakramen. Dalam kehidupan sehari-hari, suami istri diharapkan agar saling mencintai dengan utuh, menjaga keharmonisan dalam rumah tangga, serta terlibat dalam hidup rohani yang menjadi dasar perkawinan mereka. Suami istri diharapkan menjaga janji kesetiaan mereka sampai maut memisahkan. Bonum fidei atau kesetiaan suami istri merupakan salah satu tujuan perkawinan dalam gereja Katolik. Kesetiaan suami istri memperkuat sifat perkawinan dalam Katolik yaitu satu untuk selamanya dan tidak dapat terceraikan. Dengan adanya kesetiaan suami istri dapat menjaga keharmonisan keluarga dalam nuansa cinta kasih yang penuh, baik suami kepada istri maupun suami istri kepada anak-anak. Dalam penelitian penulis menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dan penelitian ini dilaksanakan pada akhir bulan November sampai awal Desember 2017. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan penyebaran angket dan wawancara. Berdasarkan analisa data hasil penelitian dapat diketahui bahwa masalah pemahaman umat di lingkungan St. Athanasius Paroki Bampel sebesar 97% dengan kata lain 3 % belum memahami.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
STUDI TENTANG KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN PENDIDIKAN ANAK SMP DI STASI BUNDA HATI KUDUS JATI-JATI PAROKI SANG PENEBUS KAMPUNG BARU
Agusta Somar (1102001)
Sosial-ekonomi pendidikan. Pelajar SMP
Penelitian dengan judul “Studi tentang Kondisi Sosial dan Ekonomi Pendidikan Anak SMP di Stasi Bunda Hati Kudus Jati-jati Kampung Baru”. Proses penggolongan data penulisan selanjutnya dimulai dari bulan Oktober 2017. Data-data berhubungan dengan masalah sosial dan ekonomi diperoleh melalui observasi, angket, wawancara dan dokumentasi dengan responden maupun informan sebagai pemberi informasi berdasarkan apa yang mereka rasakan dan alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penyebab utama sehingga sebagian anak SMP di Stasi jati-jati tidak aktif sekolah. Selain itu penulis juga mendeskripsikan tingkat ekonomi orang tua dari anak yang tidak aktif sekolah, serta menemukan upaya-upaya yang dapat membantu mengatasi masalah ini.
Dari sudut pandang anak SMP dan orang tua mereka bahwa masalah ekonomi sangat mendukung pendidikan mereka. Selain masalah ekonomi, masalah sosial juga mempengaruhi pendidikan anak SMP di Stasi Bunda hati Kudus Jati-jati, terkait perhatian lingkungan sekitar dalam memberikan motivasi dan teguran. Hal ini dibenarkan dengan jawaban informan dalam wawancara yang mengatakan bahwa masyarakat sekitar dan orang tua sendiri tidak mendukung anak-anak mereka.
Jumlah responden untuk angket adalah 40 responden (anak dan orang tua), serta 2 informan dalam wawancara. Berdasarkan analisa data hasil penelitian dapat diketahui bahwa masalah sosial dan ekonomi memiliki andil tersendiri serta menjadi motivasi dalam pendidikan anak SMP di Stasi Jati-jati Paroki Sang Penebus sebesar 95% dengan kata lain 5% anak SMP memiliki ekonomi yang baik.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERPADU PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR INPRES KAMPUNG BARU MERAUKE TAHUN AJARAN 2016/2017
Agustina Bumbeb (1202001)
Kooperatif Terpadu Hasil Belajar Pendidikan Agama Katolik
Penelitian ini didasarkan pada keyakinan peneliti secara teoritis bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif terpadu dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Maka peneliti mengambil judul skripsi tentang “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode pembelajaran Kooperatif Terpadu Pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Inpres Kampung Baru Merauke Tahun Ajaran 2016-2017”. Penelitian ini menggunakan teknik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacuh pada dua pokok permasalahan yaitu: 1) Bagaimana metode pembelajaran kooperatif terpadu dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran di kelas? 2) Sejauh mana efektifitas metode pembelajaran kooperatif terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa? Metode pembelajaran kooperatif secara etimologis mempunyai arti belajar bersama antara dua orang atau lebih, sedangkan cooferatif learning dalam arti lebih luas memiliki definisi yang antara lain adalah belajar bersama yang melibatkan antara 4-5 orang, yang bekerja bersama. Hasil PTK menunjukkan bahwa setelah penerapan pembelajaran kooperatif terpadu hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hasil tersebut tampak dari nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa dalam KD 1. Masing-masing siswa mengalami peningkatan nilai dimulai dari pra-siklus (kondisi awal), siklus I, dan siklus II. Peningkatan nilai rata-rata kelas tersebut dirinci secara berurutan sebagai berikut: 61,33 pada pra-siklus, menjadi 65,53 dan 74,2 pada siklus I dan II. pada periode pra-siklus, persentase siswa yang tuntas mencapai nilai KKM adalah 30% (3 siswa dari total 15 siswa). Sedangkan pada siklus I dan II, persentase siswa meningkat menjadi 40% (4 siswa dari total 15 siswa) dan 100% (15 siswa). Pada siklus II, Indikator penelitian tercapai, yaitu 100% siswa mencapai KKM (70).
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
PEMAHAMAN KAUM REMAJA STASI SANTO YAKOBUS SP 7 PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER TENTANG HUBUNGAN SEKS PRA-NIKAH
FRANSISKUS LARAN SOGEN (1002009)
Pemahaman Remaja seks Pra-nikah seks bebas.
Penulisan ini berjudul: “ Pemahaman Kaum Remaja Stasi St. Yakobus sp 7 Paroki Bunda Hati Kudus Kuper tentang Hubungan Seks Pra-Nikah”. Judul ini penulis ambil berdasarkan pengamatan penulis di stasi St. Yakobus sp 7 paroki Bunda Hati Kudus Kuper. Suatu realita yang terjadi di stasi tersebut bahwa banyak remaja yang terjerumus dalam aktifitas seks bebas atau berhungan seks sebelum ada ikatan perkawinan, sedangkan dalam ajaran Gereja Katolik tidak diijinkan untuk berhubungan seks sebelum ada ikatan perkawinan yang resmi dari Gereja. Dalam perspektif inilah maka kita sesama anggota Gereja atau Umat Allah saling memberikan masukan-masukan berupa pendidikan formal dan non formal kepada anak sejak dini tentang seksualitas sehingga anak kita nantinya tidak terjerumus dalam aktifitas seks bebas.
Dalam skripsi ini penulis menyajikan tentang pemahaman remaja Stasi St. Yakobus SP 7 terhadap seks dan seksualitas. Dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa sebagian remaja di stasi ini belum memahami seks dan seksualitas sehingga banyak remaja yang terjerumus dalam aktifitas seks bebas. Jawaban responden dalam angket pada 5 sub variabel menunjukan presentase yang positif dengan total skor masing-nasing sub variabel yakni sub variabel pertma dengan total skor 102 jawaban positif dan jawaban negatif dengan total skor 48, sub variabel yang kedua jawaban postif dengan total skor 108 dan jawaban negatif total skor 42, sub variabel ketiga dengan total skor jawaban positif 101 dan total skor jawaban negatif 49. Pada sub variabel keempat total skor jawaban positif berjumlah 127 dan jawaban negatif berjumlah 23, sedangkan pada sub variabel kelima dengan total skor jawaban positif 105 dan jawaban negatif 45.
Jawaban responden pada hasil angket bertentangan dengan jawaban informan pada proses wawancara dalam hal pemahaman tentang seks dan sekssualitas. Pada jawaban informan menunjukan bahwa remaja belum mengerti dan memahami arti dan makna seks dan seksualitas, hal ini berarti bahwa remaja hanya mengerti dalam arti teori semata untuk mendapatkan nilai sedangkan tidak diaplikasikan dalam kehidupannya sehari-hari.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE GROUP INVESTIGATION PADA TEMA I PRIBADI SISWA DAN LINGKUNGANYA DI KELAS V SD INPRES JAGEBOB VIII
YOSEP JODIM (1202035)
group investigation hasil belajar pribadi siswa endidikan agama
Penelitian ini didasarkan pada keyakinan peneliti secara teoritis bahwa pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) mampu meningkatkan hasil belajar siswa atau dari ketiga aspek penilaian yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Berdasarkan latar belakang keyakinan teoritis inilah, peneliti mengambil judul skripsi tentang “Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dengan Menggunakan Metode Group Investigation pada Tema I Pribadi Siswa dan Lingkunganya di Kelas V SD Inpres Jagebob VIII”. Terkait keyakinan secara teoritis di atas, masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Jagebob VIII pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik? 2) Apakah penggunaan metode group investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik bagi siswa kelas V SD Inpres Jagebob VIII? 3) Sejauh mana efektivitas penggunaan metode group investigation dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik bagi siswa kelas V SD Inpres Jagebob VIII? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada siswa kelas V SD Inpres Jagebob VIII yang berjumlah 10 siswa. PTK dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, dari bulan Juli hingga bulan Agustus 2015. Hasil PTK menununjukkan bahwa setelah penerapan pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation), hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hasil tersebut tampak dari nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa dalam KD 1 pra-siklus, siklus I, dan siklus II secara berurutan adalah sebagai berikut: 58,5, 66,1 dan 83. Sementara itu, prosentase siswa yang mencapai nilai KKM untuk ketiga periode tersebut adalah sebagai berikut: 20%, 30%, dan 100%. Berdasarkan data-data tersebut di atas dan hasil kajian secara teoritis, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode group investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata endidika Pendidikan Agama Katolik bagi siswa kelas V SD Inpres Jagebob VIII
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2016
PENGARUH KEGIATAN MINGGU GEMBIRA TERHADAP PENGHAYATAN IMAN ANAK DI LINGKUNGAN ST. YOSEP PAROKI KOASI KRISTUS RAJA DAMAI NASEM
YOHANA BAPTISTA MARIA NATA (1102034)
Kegiatan Minggu Gembira penghayatan iman anak.
Tanggungjawab keluarga dalam mendidik anak terutama mengenai iman dan kebenaran merupakan hal yang hakiki dan tidak tergantikan. Dalam dunia modernisasi sekarang ini, para orang tua semakin dibebani dengan volume kerja yang semakin padat. Kesibukan mereka menyebabkan frekuensi perjumpaan dengan anak semakin kecil. Selain itu, karena minimnya pengetahuan orang tua dalam hal iman. Dalam situasi seperti ini, Gereja menawarkan kegiatan Minggu Gembira di setiap paroki sebagai salah satu bentuk model pembinaan bagi anak-anak sekaligus sebagai bentuk bantuan Gereja kepada orang tua yang tidak dapat melaksanakan perannnya secara maksimal. Kegiatan Minggu Gembira merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan pada setiap hari minggu di Gereja dalam suasana santai dan gembira, dengan maksud membina iman anak. Pembinaan iman anak yang baik membawa dampak yang baik pula bagi penghayatan iman anak di dalam kehidupannya sehari-hari. Berdasarkan paparan di atas, maka permasalahan yang timbul adalah bagaimana pengaruh kegiatan Minggu Gembira dalam menumbuhkan penghayatan iman anak, bagaimana proses pelaksanaan kegiatan Minggu Gembira, apakah kegiatan Minggu Gembira dapat meningkatkan penghayatan iman anak. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh kegiatan Minggu Gembira terhadap penghayatan iman anak Lingkungan St.Yosep Paroki Koasi Kristus Raja Damai Nasem. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Untuk mengumpulkan data penulis melaksanakan observasi dan penyebaran angket berskala tetutup dengan jumlah populasi 30 orang dan seluruh populasi tersebut dijadikan sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian dikembangkan dalam 34 pernyataan mengenai kegiatan Minggu Gembira dan 28 pernyataan penghayatan iman anak. Dari uji validitas pada taraf signifikan 5%, N = 30 orang, dengan nilai kritis 0,35 diperoleh sebanyak 31 item valid. Sedangkan dari hasil uji realibilitas diperoleh koofisien alpha sebesar 0,943 yang berarti realibilitas instrumen tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nilai kegiatan Minggu Gembira adalah 59,83 dan rata-rata penghayatan iman anak 31,10 keduanya tergolong baik. Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai r2 sebesar 0,406 (40,6%) yang berarti terdapat pengaruh meskipun pengaruhnya lemah. Artinya kegiatan Minggu Gembira tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap penghayatan iman anak. Variabel lain berpengaruh terhadap penghayatan iman anak sebesar 59,4%. Nilai signifikansi sebesar 0,026 yang menunjukan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa kegiatan Minggu Gembira berpengaruh terhadap penghayatan iman anak. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar lebih meningkatkan peran serta orang tua dan pihak-pihak terkait dalam membimbing
13
dan membina iman anak. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan generasi penerus Gereja yang berani dan mampu menghayati imannya dalam kehidupan setiap
PDF 0 4