Arsip Tugas Akhir

Repository publikasi ilmiah mahasiswa STK St. Yakobus Merauke

189
Karya Ilmiah
7
Kali Dilihat
1,591
Diunduh
Menampilkan 121–135 dari 189 karya ilmiah
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
PENTINGNYA PENDIDIKAN LITURGI UNTUK MENGHAYATI SIMBOL-SIMBOL DALAM PERAYAAN EKARISTI BAGI ORANG MUDA KATOLIK DI PAROKI SANTA THERESIA BUTI
Apolinarius Naki Amkai (1102008)
Pendidikan liturgi pemahaman simbol
Tantangan gereja dalam dunia dewasa ini sangatlah kompleks. Ada banyak persoalan yang menjadi perhatian bersama. Salah satu dari sekian diskusi dalam gereja adalah persoalan kaum muda. Kaum muda katolik (OMK) terkadang menjadi sorotan, tidak saja karena berbagai prestasi gemilang yang ditorehkan dalam kehidupan mereka tetapi juga berkaitan dengan kecemasan yang mereka hadapi. Keberadaan kaum muda menjadi strategis dan penting karena perkembangan gereja ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana kondisi kaum muda Katolik saat ini. Mereka menjadi tonggak sejarah gereja di masa yang akan datang. Kaum muda menjadi mitra utama gereja untuk mencapai kesempurnaan. Singkatnya, dalam diri kaum muda, harapan gereja terpatri.
Cita-cita bersama itu terkadang tidak sejalan dengan mentalitas kaum muda. Pemahaman dan penghayatan iman terkadang diabaikan. Simbol-simbol dalam litugri gereja terkadang tidak dipandang sebagai sesuatu yang sakral, sehingga sebagian besar kaum muda tidak mencapai sebuah kematangan iman yang lebih baik
Penelitian ini secara khusus mencermati pemahaman dan penghayatan OMK Paroki Santa Theresia Buti tentang simbol-simbo liturgi dalam perayaan Ekaristi. Untuk mendapatkan hasil penelitian, penulis memuali melakukan observasi dan penyebaran angket pada bulan November sampai Desember 2018.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman dan penghayatan OMK Paroki Santa Theresia Buti tentang makna simbol-simbol dalam perayaan Ekaristi masih sangat lemah. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Yang paling mendasar adalah faktor internal dari OMK sendiri, yakni ketidakaktifan dalam kegiatan menggereja dan kegiatan rohani lainnya. Di samping itu faktor eksternal; kurangnya kegiatan pembekalan bagi OMK dalam bidang liturgi dan Katekese.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKIAN AGAMA KATOLIK DI SMP YPPK ST. MIKAEL MERAUKE
ANNA NICE ARDILA NONA (1502004)
Pengaruh kompetensi profesional guru hasil belajar
Kompetensi Profesional guru adalah kemampuan seorang guru dalam menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam sesuai bidangnya yang memungkinkannya membimbing peserta didiknya memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah mengikuti proses pembelajaran yang dapat dilihat dari hasil evaluasi akhir baik secara koqnitif, afektif dan psikomotorik yang terus meningkat dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Dalam penelitian penulis ini menggunakan penelitian kuantitatif model analisis regresi, dan penelitian ini dilakukan pada bulan januari 2019. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan wawancara dan angket/ kuisioner. Berdasarkan analisis penelitian ini tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh kompetensi profesional guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran agama katolik di SMP YPPK St. Mikael Merauke.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
PENGARUH PELAYANAN PASTORAL PAROKI TERHADAP PEMAHAMAN UMAT MENGENAI SAKRAMEN GEREJA DI STASI SANTO DOMINIKUS SERMAYAM I PAROKI SANTO PETRUS EROM
Ana Maria Yuliana Wandaniop (1202002)
Pastoral Imam Sakramen Gereja Umat Katolik
Skripsi ini berjudul PENGARUH PELAYANAN PASTORAL PAROKI TERHADAP PEMAHAMAN UMAT MENGENAI SAKRAMEN GEREJA DI STASI SANTO DOMINIKUS SERMAYAM I. Topik ini diinspirasikan oleh situasi dan kondisi hidup sakramen umat di Stasi Santo Dominikus Sermayam I yang sangat memprihatinkan, jika ditinjau dari segi pemahaman sakramen mereka berdasarkan tujuh pengertian dan makna dari sakramen. Terdapat fenomena-fenomena yang penulis amati, bahwa sikap dan tindakan umat Stasi Santo Dominikus Sermayam I, bertolak belakang dengan ajaran sakramen kristiani. Demi mengatasi kondisi di atas, stasi telah melakukan berbagai upaya untuk menetralisir kondisi tersebut dan salah satunya ialah pelaksanaan kunjungan keluarga-keluarga katolik oleh pastor paroki. Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh pelaksanaan kegiatan pastoral terhadap pemahaman umat Stasi Santo Dominikus Sermayam I, tentang sakramen.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah umat Stasi Santo Dominikus Sermayam I, sebanyak 40 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan model skala semantik yang dikembangkan dalam 25 pernyataan mengenai pelayanan pastoral paroki dan 49 pernyataan mengenai pemahaman umat tentang sakramen Gereja. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5%, N=36 orang dengan nilai kritis 0,32 diperoleh sebanyak 65 item yang valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas koefisien alpha sebesar 0,788, yang berarti reliabilitas instrument tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pelayanan pastoral 55,19 dan rata-rata pelayanan pastoral 117.97, keduanya tergolong cukup baik. Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signitifikasi 5%, diperoleh nilai R sebesar 0,731 (73,1%) yang berarti terdapat pengaruh yang tinggi. Artinya pelayanan pastoral berpengaruh tinggi berdampak secara signifikan terhadap pemaham umat tentang sakramen Gereja. Variabel lain berpengaruh terhadap pemahaman umat sebesar 26,9%. Nilai signifikasi 0,000 yang menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti pelayanan pastoral berpengaruh terhadap Pemahaman umat tentang sakramen Gereja.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan perlu meningkatkan kegiatan-kegiatan pastoral berupa katekese, rekoleksi, kunjungan keluarga, kaderisasi dan keterlibatan umat dalam mengikuti kegiatan tersebut, sehingga meningkatkan pemahaman umat tentang sakramen Gereja.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2019
PERANAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ANAK PADA SEKOLAH DASAR NEGERI BOKEM KABUPATEN MERAUKE
ALBERTHA BERUM (1602001)
Hasil belajar Orangtua
Orang tua adalah orang yang bertanggung jawab utama dalam pendidikan anak-anak. Para orang tua yang menentukan masa depan anak. Namun dalam mengakui keterbatasan dan peluang yang dimiliki, sehingga orang tua meminta pihak luar lain membantu mendidik anak-anak mereka. Pihak lainnya adalah guru di sekolah. Namun demikian, setelah anak-anak dititipkan di sekolah, orang tua tetap untuk bertanggung jawab untuk keberhasilan pendidikan anak-anak mereka. Orang tua berperan penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan anak-anak mereka. Induk peran dan tanggung jawab antara lain dapat diwujudkan dengan membimbing kelangsungan anak belajar di rumah sesuai dengan program yang telah dipelajari oleh anak-anak di sekolah belajar. Membimbing anak-anak belajar di rumah dapat dilakukan dengan mengawasi dan membantu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dari sekolah dalam hal ini pekerjaan rumah.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Sampel dari penelitian ini adalah keluarga-keluarga dalam hal ini orang tua yang menyekolahkan anaknya di SD Negeri Bokem-Merauke. Jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 Kepala Keluarga. Instrumen yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dibantu oleh pertanyaan-pertanyaan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Bokem berasal dari latar belakang suku dan agama yang berbeda. Jumlah penduduk seluruhnya ada 932 jiwa dan terbagi dalam tiga Rt. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan adanya kerjasama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah dalam hal ini para guru. Selain itu juga perlu adanya dukungan dari masyarakat setempat dengan aparat kampung.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2018
ANALISIS RENDAHNYA PEMAHAMAN UMAT LINGKUNGAN ST. WILHELMUS PAROKI SANTA THERESIA BUTI TENTANG SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT
INOSENSIA KOUT (1302010)
Analisis pemahaman sakramen pengurapan orang sakit
Skripsi ini berjudul menganalisa rendahnya pemahaman umat Lingkungan Santo Wilhelmus, Paroki Santa Theresia Buti tentang sakramen pengurapan orang sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman umat tentang arti dan manfaat sakramen-sakramen yang diakui di dalam Gereja Katolik, pemahaman umat tentang sakramen pengurapan orang sakit dan bagaimana bentuk-bentuk pembinaan petugas Gereja yang dilaksanakan untuk memperkaya pemahaman umat tentang Sakramen Pengurapan Orang Sakit.
Jenis penelitian dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian adalah umat Katolik di lingkungan St. Wihelmus. Sampel penelitian sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data teknik analisis data yaitu reduksi data, displai data dan pengambilan keputusan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat dapat menyebut tujuh sakramen dalam Gereja Katolik, tetapi belum sampai pada pemahaman yang mendalam. Berkaitan tentang pemahan tentang sakramen pengurapan orang sakit bisa tergolong minim. Umat baru memahamai bahwa apabila ada umat yang menerima sakramen pengurapan orang sakit, maka mereka menyimpulkan bahwa itu sakramen terakhir yang diberikan kepada si sakit. Selain itu bentuk-bentuk pembinaan tentang pemahaman sakramen pengurapan orang sakit yang diberi petugas Gereja (pastor) dan katekis kepada umat yang sering dilakukan adalah memberikan pengurapan sakramen pengurapan orang sakit.
Saran dalam penelitian ini adalah perlu dibuat program kerja paroki untuk bidang katekese yang memuat tentang ketujuh sakramen terkhusus tentang sakramen pengurapan orang sakit, pelayanan menerimakan sakramen pengurapan orang sakit oleh pastor paroki semakin ditingkatkan frekwensinya, umat diajak untuk terlibat aktif dalam upacara penerimaan sakramen orang sakit dan pengadaan buku-buk bacaan yang memuat tentang sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik khususnya sakramen pengurapan orang sakit.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
IMPLIKASI EKSPLOITASI TAMBANG PASIR OLEH PEMILIK HAK-HAK ULAYAT MASYARAKAT MARIND KAMPUNG KULER DISTRIK NAUKENJERAI TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP DITINJAU DARI ENSIKLIK LAUDATO SI”
Wilhelmus Suram (1302020)
Eksploitasi pasir lingkungan hidup. Masyarakat Kampung Kuler
Masyarakat kampung Kuler Distrik Naukenjerai adalah masyarakat Asli Papua dari Suku Marind pemilik hak ulayat tanah ini. Masyarakat di kampung Kuler kurang memiliki kemampuan untuk mengolah sumber daya alam yang mereka miliki, sehingga jalan satu-satunya adalah harus menggali pasir sebagai bentuk usaha demi mempertahankan kehidupan mereka. Masyarakat menggunakan alat yang sederhana seperti sekop dan linggis untuk menggali pasir.
Pasir merupakan sumber daya alam dalam golongan C. Pasir merupakan kekayaan alam di kampung Kuler, karena pasir menjadi komuniti utama bagi para pengusaha di daerah ini. Para pengusaha berlomba-lomba untuk menjual pasir kepada konsumen di kota Merauke, yang rata-rata dalam proses pembangunan sehingga tidak heran bila jalan rusak, banjir, abrasi, dan bencana alam lainnya yang terjadi di kampung Kuler akibat eksploitas tambang pasir yang dilakukan terus menerus. Kendati demikian, Paus Fransiskus menulis Ensiklik yang berjudul Ensiklik Laudato SI”, sebagai bentuk perhatian Gereja kepada alam sekitar atau lingkungan hidup.
Dalam penelitian penulis menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dan penelitian ini dilaksanakan pada akhir bulan Oktober 2017. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan analisa data hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada penyebab penggalian pasir oleh masyarakat kampung Kuler, serta disimpulkan penggalian pasir merusak lingkungan hidup di kampung Kuler.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
PEMAHAMAN PARA IMAM DI DEKENAT MERAUKE TENTANG KETERLIBATAN KLERUS DALAM POLITIK PRAKTIS BERDASARKAN KITAB HUKUM KANONIK 1983 (KANON 285 DAN KANON 287) SKRIPSI
SELESTINUS BOI JUPJO (1402020)
Kitab Hukum Kanonik Politik Gereja Kitab Suci
Judul dalam penelitian ini adalah Pemahaman Imam di Dekenat Merauke tentang keterlibatan Klerus dalam Politik Praktis berdasarkan Kitab Hukum Kanonik, Kanon 285 dan 287. Politik merupakan sesuatu yang baik, apabila dilihat dari pengertian politik secara etimologi dan pendapat para ahli. Tujuan politik adalah untuk mensejahterakan banyak orang atau kepentingan umum. Tujuan ini dapat dicapai apabila orang-orang yang terlibat dalam politik praktis memainkan perannya secara baik dan benar. Tujuan politik kadang tidak tercapai karena orang-orang yang terlibat dalam politik praktis tidak mamainkan peranya secara baik. Oleh sebab itu perlu adanya orang-orang yang baik dari sisi moralnya untuk terlibat dalam politik praktis agar tujuan politik itu tercapai.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan wawancara sebagai instrumen pengumpulan data. Penelitian berlangsung selama dua minggu yaitu dari tanggal 1 Desember sampai 11 Desember 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klerus juga terlibat dalam politik praktis. Politik praktis yang di pahami oleh para klerus adalah setiap aktivitas manusia baik secara individu ataupun kelompok dengan cara berpikir, merefleksikan, mengatur strategi yang baik, membuat siasat, bertindak bijaksana demi kepentingan banyak orang atau kesejahteraan umum. Para klerus yang terlibat dalam politik praktis menjadikan kitab suci dan tiga fungsi imamat sebagai dasar keterlibatannya dalam politik praktis. Salah satu contoh teks yang dijadikan sebagai dasar adalah kisah tentang nabi Natan saat memprotes raja karena mengambil isteri Uria Batsyeba ( 2 Sam 12: 1-25). Tujuan keterlibatan klerus didalam politik praktis bukan untuk mendapatkan jabatan politik tetapi untuk memperjuangakan kepentingan banyak orang yaitu kesejahteraan umum.
Pada prinsipnya kitab hukum kanonik melarang klerus untuk tidak berpolitik, tetapi kanon juga memberi kelonggaran kepada klerus untuk ikut mengambil bagian dalam politik praktis demi membela hak-hak Gereja dan kepentingan umum atau kesejahteraan umum. Apabila situasi dimana kaum awam tidak sanggup berperan secara baik untuk mensejahterakan banyak orang.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
IMPLEMENTASI PRINSIP – PRINSIP UMUM AJARAN SOSIAL GEREJA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL - EKONOMI DAN RELIGIUS PARA PEDAGANG PASAR WAMANGGU KABUPATEN MERAUKE DALAM TERANG ENSIKLIK LABOREM EXERCENS PAUS YOHANES PAULUS II. (Sebuah Tinjauan Pastoral)
RUPIDIAS BELYANAN (RUPIDIAS BELYANAN)
Pihak pengelola dan pedagang pasar Wamanggu Kabupaten Merauke, memandang perlu diterapkan 3 prinsip umum ajaran sosial Gereja, yakni Solidaritas, Subsidiaritas dan Kesejahteraan Umum bagi kehidupan sosial-ekonomi dan relegius para pedagang. Di samping itu para pedagang mengharapkan bantuan pemerintah dan pihak terkait dalam masalah modal usaha dan sosialiasi atau pelatihan guna meningkatkan kualitas barang dan jasa. Penelitian ini bertujuan mengamati dan mendeskripsikan sejauh mana penerapan tiga prinsip umum ajaran sosial Gereja tersebut serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian adalah metode kualitatif dengan mewawancarai 18 informan. Hasil dari penelitian adalah telah diterapkan 3 prinsip ini, namun belum secara keseluruhan dan masih bersifat kekeluargaan dan kedekatan sesama pedagang.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
IMPLIKASI FAKTOR TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PEMBINAAN IMAN ANAK DI LINGKUNGAN SANTO PETRUS PAROKI SANTA MARIA FATIMA KELAPA LIMA MERAUKE
MARIA ROSALINA TAP (0902019)
tingkat pendidikan pembinaan iman iman anak
Judul Skripsi ini adalah “Implikasi Tingkat Pendidikan Orang tua Terhadap Pembinaan Iman Anak di Lingkungan Santo Petrus Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima”. Lingkungan sebagai bagian Gereja lokal menjadi ujung tombak perwujudan Kerajaan Allah, perwujudan istana damai.
Keuskupan Agung Merauke mempunyai cakupan daerah yang sangat luas. Adalah keniscayaan untuk dapat melakukan kegiatan pastoral. Berbicara tentang pembinaan iman anak sangat dipengaruhi oleh orang tua. Skripsi ini membatasi pada pembahasan Implikasi Tingkat Pendidikan Orang tua Terhadap Pembinaan Iman Anak di Lingkungan Santo Petrus Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima..
Skripsi akan menjawab tiga permasalahan yaitu,1) Bagaimana tingkat pendidikan orang tua di lingkungan Santo Petrus Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima Merauke? 2) Adakah pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap pembinaan iman pada anak oleh orang tua di lingkungan Santo Petrus Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima Merauke? 3) Bagaimana cara meningkatkan pembinaan iman anak di lingkungan Santo Petrus Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima Merauke? Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
POLA PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI ANAK TUNA NETRA DI PANTI ASUHAN SANTO VINCENTIUS DE PAULO KAMPUNG DOMBA IV MERAUKE
ODA YAMU (1202025)
Pola Pendidikan Inklusif Tuna Netra
Skripsi ini berjudul Pola pendidikan inklus if bagi anak tunanerta di panti asuhan santo vincentius de paulo kampung domba empat meruke. Topik ini diinspirasi oleh kenyataan bahwa Anak Berkebutuhan
Khusus (seperti tuna grahita, tuna netra, tuna wicara, tuna rungu, dan autis) kurang mendapatkan hak dan kewajiban mereka dalam bidang pendidikan. Fakta tersebut menggugah penulis untuk menguraikan satu pola pendidikan inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus, terutama anak tuna netra. Alasannya adalah anak tuna netra perlu mendapatkan pendidikan inklusif yang berorientasi pada pengaktifan pancaindra lainnya. Gangguan penglihatan yang dialami oleh anak tuna netra bukanlah penghalang bagi mereka untuk belajar dan mengembangkan kemampuan yang ada di dalam diri mereka. Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa jauh pola pendidikan inklusif itu diterapkan bagi anak tuna netra di Panti Asuhan Santo Vincentius de Paulo, Kampung Domba IV Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Sampel dari penelitian ini adalah pimpinan Panti Asuhan, para guru pendamping anak berkebutuhan khusus dan anak tuna netra itu sendiri. Jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang. Instrumen yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi dengan dibantu oleh 34 pertanyaan tentang pola pendidikan inklusif bagi anak tuna netra.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik anak tuna netra di Panti Asuhan Santo Vincentius de Paulo adalah ketunanetraan total. Faktor penyebab ketunanetraan adalah faktor keturunan dan faktor penyakit bawaan. Selain itu, perkembangan motorik anak tuna netra juga mengalami keterbatasan dalam hal pengalaman, mobilitas dan interaksi dengan lingkungan sekitar. Namun pola pendidikan inklusif yang dikembangkan di tempat ini mampu membangkitkan fungsi pancaindra lainnya sehingga membantu pengaktifan aspek kinestetik mereka. Kondisi kecerdasan anak-anak tuna netra pun tidak sama namun pola pendidikan dengan latihan-latihan ketrampilan dan penggunaan hurif Braille mampu mengembangkan aspek kognitif anak tuna netra. Dengan demikian, pola pendidikan inklusif yang diterapkan di Panti Asuhan Santo Vincentius de Paulo dinilai mampu bersinergis dengan pola pendidikan inklusif yang diidealkan dalam kurikulum pendidikan nasional sekalipun dengan berbagai keterbatsan sarana dan prasarana serta tenaga guru pendamping. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan perlu adanya komitmen dari pihak pimpinan Panti Asuhan dalam upaya meningkatkan layanan pendidikan inklusif bagi anak tuna netra dengan menambah tenaga guru pendamping atau melengkapi sarana-prasarana yang diperlukan untuk memfasilitasi penerapan pola pendidikan inklusif di Panti Asuhan Santo Vincentius de Paulo, Kampung Domba IV Merauke.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
PENTINGNYA PEMAHAMAN UMAT STASI SANTO STEFANUS-MUR TENTANG PERKAWINAN CAMPUR BERDASARKAN KITAB HUKUM KANONIK 1983
MARTINUS BAPAIMU (1302014)
Pemahaman Umat Perkawinan Campur KHK 1983
Skripsi ini berjudul PENTINGNYA PEMAHAMAN UMAT STASI ST. STEFANUS MUR TENTANG PERKAWINAN CAMPUR BERDASARKAN KITAB HUKUM KANONIK 1983. Topik ini dinspirasi oleh kenyataan bahwa beberapa keluarga Katolik di lingkup stasi ini sudah melaksanakan perkawinan campur namun status perkawinan mereka belum diteguhkan secara Gereja Katolik. Selain itu, terdapat beberapa praktek hidup keagamaan dari keluarga pasangan kawin campur yang tidak selaras dengan ketentuan di dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK) 1983. Fakta tersebut menggugah penulis untuk mengetahui sejauh mana pemahaman umat tentang perkawinan campur dan ketentuan yang dituntut oleh Gereja Katolik bagi pasangan kawin campur. Skripsi ini bertujuan untuk menemukan materi pemahaman umat stasi Santo Stefanus-Mur tentang perkawinan campur.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Sampel dari penelitian ini adalah keluarga-keluarga Katolik kawin campur, baik perkawinan campur beda Gereja maupun perkawinan campur beda agama. Jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 18 keluarga kawin campur. Instrumen yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi dengan dibantu oleh pertanyaan-pertanyaan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat stasi St. Stefanus-Mur berasal dari latar belakang suku dan agama yang berbeda. Jumlah umat Katolik adalah 1.358 jiwa. Pasangan kawin campur berjumlah 18. Pemahaman tentang perkawinan masih terbatas pada konsep tradisional yaitu untuk mendapatkan keturunan yang banyak dan memperoleh rezeki yang berlimpah. Pemahaman tentang perkawinan Katolik terarah kepada pemahaman yang umum namun cukup mendasar yaitu suatu bentuk perkawinan yang baik, suci dan sakral yang direstui oleh Allah. Pemahaman tentang perkawinan Katolik berdasarkan KHK 1983 belum terlalu mendalam. Keterbatasan pemahaman ini berdampak pada pelaksanakan praktek hidup keagamaan secara keliru dan tidak sesuai dengan ketentuan di dalam Kitab Hukum Kanonik 1983.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan perlu adanya komitmen dari pihak Gereja (Pastor Paroki dan DPP) untuk menjalin kerjasama dengan para ketua Lingkungan demi melakukan pendampingan yang rutin bagi pasangan-pasangan kawin campur agar status perkawinan mereka diteguhkan secara Gereja Katolik. Dengan demikian, pasangan kawin campur dibantu untuk setidaknya memahami esensi dari perkawinan Katolik dan ketentuan-ketentuan sahnya perkawinan berdasarkan Kitab Hukum Kanonik 1983.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN IMAN SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI BUTI KABUPATEN MERAUKE MELALUI KATEKESE SMP
MARSIANUS KHAMAS (1102023)
Pihak pengelolah sekolah dan siswa kelas VIII (Delapan) SMP Negeri Buti Kabupaten Merauke merasa sangat perluh untuk diterpakan dua prinsip yakni, katekese atau PAK SMP dan iman. Disamping itu siswa mengharapkan bantuan dari pihak paroki Buti untuk ingin bekerja sama guna memperbaiki sikap buruk siswa terhadap mengikuti mata pelajaran agama katolik di sekolah. Dengan kehadiran tugas dalam perayaan ekaristi dan kegiatan kerohanian lainya yang dipercayakan oleh paroki kepada siswa Kelas VIII (Delapan) SMP Negeri Buti Kabupaten Merauke, agar dapat menambah dan merobah sikap buruk siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan mengamati dan mendiskripsikan sejauh mana penerapan dua prinsip, katekese atau PAK SMP dan perkembangan iman siswa. Dengan menggunakan metode kualitatif yakni wawancara 13 responeden bahwa mereka sangat membutuhkan pendampingan dari guru agama secara rutin dan pihak paroki untuk lebih memahami iman kepada Yesus Kristus, namun relah mengorbankan sikap yang terpuji bagi sesama teman-temanya yang berlainan agama. Dengan adanya kehadiran katekese SMP di sekolah turut membantu siswa untuk lebih membuka diri menerima segalah konsekuwensi dari mata pelajaran pendidikan agama katolik. Mata pelajaran pendidkan agama katolik sangat memberikan perhatian bagi siswa, namun dengan tidak kepaksaan siswa mengaku diri untuk secara sadar sistematis menerima, serta memahami ajaran keteladanan Yesus Kristsus yang mengajarkan kasih kepada manusia secara dengan tidak pakasaan dari pihak manapun. Yesus Kristus datang kedunia untuk membawa damai sejatra bagi manusia, maka oleh sebab itu sebagai siswa yang beriman seharusnya patut memuji dan menyembah Dia sebagai raja damai yang membahwa keselamatan manusia. Siswa sedemikian rupa perluh menyiapkan diri dengan membutuhkan belajar dari berbagai pengalaman yang baik dari teman yang lain, agar kasih yang dapat di berikan Tuhan sunggu-sunggu dapat di rasakan di Tengah-tengah Teeman-teman.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
PERSEPSI TENTANG PANGGILAN HIDUP SEBAGAI KATEKIS BAGI ORANG MUDA KATOLIK DI LINGKUNGAN SANTO YOHANES DON BOSCO PAROKI BAMBU PEMALI (SUATU TINJAUN PASTORAL)
MARIA SARTIKA (1202023)
Persepsi Panggilan Katekis
Bagi umat katolik, panggilan adalah suatu tugas yang diberikan Allah kepada manusia yang mengacu kepada pelayanan. Panggilan umum bagi kaum awam adalah menjadi katekis. Sebagai umat katolik yang sudah dibaptis, kaum muda diharapkan turut ambil bagian dalam tugas pelayanan Gereja seperti menjadi seorang katekis. Salah satu bentuk peranan iman orang muda untuk perkembangan Gereja dalam bidang pewartaan adalah menjadi katekis. Banyak peluang yang diberikan agar kaum da bisa mempersembahkan hidupnya menjadi seorang katekis. Saat ini orang muda katolik kurang berminat menanggapi panggilan sebagai katekis karena bagi mereka tugas dan tanggung jawab seorang katekis sangatlah berat. Dalam penelitian penulis menggunakan penelitian kualitatif dan penelitian ini dilaksanakan pada awal bulan Januari 2017. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Berdasarkan dari penelitian dapat diketahui bahwa dari 40 orang muda katolik yang ada di lingkungan st Yohanes don Bosco hanya 5 orang yang dapat menanggapi panggilanya sebagai katekis. Sebagian dari orang muda katolik di lingkungan St Yohanes Don Bosco menganggap tugas katekis terlalu berat sehingga mereka tidak tertarik menjadi katekis.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
IMPLIKASI FAKTOR TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PEMBINAAN IMAN ANAK DI LINGKUNGAN SANTO PETRUS PAROKI SANTA MARIA FATIMA KELAPA LIMA MERAUKE
MARIA ROSALINA TAP (0902019)
pendidikan pembinaan iman anak
Judul skripsi ini adalah “Implikasi Tingkat Pendidikan Orang tua Terhadap Pembinaan Iman Anak di Lingkungan Santo Petrus Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima Merauke”. Lingkungan sebagai bagian Gereja lokal yang menjadi ujung tombak perwujudan Kerajaan Allah, perwujudan istana damai.
Keuskupan Agung Merauke mempunyai cakupan daerah yang sangat luas. Adalah keniscayaan untuk dapat melakukan kegiatan pastoral. Berbicara tentang pembinaan iman anak sangat penting bagi para orang tua untuk membina iman anak. Skripsi ini membatasi pada pembahasan Implikasi Tingkat Pendidikan Orang tua Terhadap Pembinaan Iman Anak di Lingkungan Santo Petrus.
Skripsi ini akan menjawab tiga permasalahan yaitu, 1) Bagaimana tingkat pendidikan orang tua di Lingkungan Santo Petrus? 2) Adakah dampak tingkat pendidikan orang tua terhadap pembinaan iman anak? 3) Bagaimana cara meningkatkan pembinaan iman anak di Lingkungan Santo Petrus? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif-deskriptif,jumlah umat di lingkungan santo petrus 454 jiwa atau 97 KK, sumber informan 20 orang, teknik pemgumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
Tingkat pendidikan non formal orang tua sangat rendah, tingkat pendidikan formal sangat baik. Tingkat pendidikan orang tua tidak ada dampak terhadap pembinaan iman anak. Upaya yang dapat mengembangkan iman anak yaitu menanamkan kebiasaan keagamaan pada anak, mengikuti kegiatan penghayatan iman Katolik serta meningkatkan pelayanan terutama kegiatan liturgi,katekes.
PDF 0 4
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2017
IMPLEMENTASI SPIRITUALITAS KRISTIANI MELALUI KATEKESE BIBLIS BAGI REMAJA DI PAROKI SANG PENEBUS KAMPUNG BARU
KRISTIANUS YABACHAN KAINAKAIMU (1102020)
Pembinaan Iman Katekese biblis Remaja.
Skripsi ini berjudul “ Implementasi spiritualitas kristiani bagi remaja di Paroki Sang Penebus Kampung Baru. Judul ini dipilih berdasarkan fakta bahwa remaja di Paroki Sang Penebus Kampung Baru hidup tanpa melibatkan diri dalam kegiatan pembinaan iman. Fakta tersebut menggugah penulis untuk mengupayakan suatu pembinaan iman melalui katekese model biblis bagi remaja di Paroki Sang Penebus Kampung Baru.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan apakah katekese biblis dapat membantu remaja menghayati imannya. Populasi dari penelitian ini adalah remaja Paroki Sang Penebus Kampung Baru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 orang remaja. Penulis mengunakan dua teknik dalam pengumpulan data yakni observasi dan wawancara. Penelitian ini berlangsung selama bulan Desember 2017.
Hasil penelitian menunjukan bahwa selama ini ada pembinaan iman bagi umat di setiap lingkungan. Kegiatan pembinaan yang dilakukan hanya sebatas liturgi dan doa-doa serta tidak menyentu pengalaman dan situasi hidup remaja . Setelah dilaksanakan katekese model biblis remaja mulai menyadari bahwa selama ini mereka tidak terlibat dalam kegiatan bina iman. Remaja yang sebelumnya kurang merasa tertarik dengan kegiatan pembinaan iman kini mereka mulai menerima dan menyadari bahwa hidup rohani itu sangat penting bagi hidup pribadi.
Berdasarkan hasil penelitian para remaja bisa menemuan kembali jati dri mereka, sehingga mereka berusaha untuk bisa terlibat dalam kegiatan kerohanian. Semoga para pendamping remaja bisa menciptakan pembinaan iman yang membuat remaja terlibat aktif . Selain itu, diharapkan kepada lembaga STK St. Yakobus Merauke bisa mengutus mahasiswa-mahasiswinya untuk memberikan pembinaan dalam bentuk katekese.
PDF 0 4