Arsip Tugas Akhir

Repository publikasi ilmiah mahasiswa STK St. Yakobus Merauke

189
Karya Ilmiah
7
Kali Dilihat
1,590
Diunduh
Menampilkan 166–180 dari 189 karya ilmiah
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2015
PERAN KEPEMIMPINAN VISIONER TERHADAP KETERLIBATAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM HIDUP MENGGEREJA DI STASI SANTO MIKAEL KUDAMATI KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
SELVIANA KIMATUGOP (1303016)
metode diskusi hasil belajar pendidikan agama Katolik
Skripsi ini berjudul “Upaya meningkatkan hasil belajar mata pelajaran agama katolik dengan menggunakan metode diskusi pada siswa kelas V SD Negeri Uwus Agats Kabupaten Asmat Tahun Akademik 2014/2015”. Peneliti mengambil topik penelitian ini berdasarkan keprihrainan bahwa selama ini prestasi belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik cenderung stagnan bahkan mengalami penurunan. Penulis berasumsi bahwa hal ini diakibatkan metode pembelajaran yang cenderung monoton yaitu dengan metode ceramah dan tanya jawab. Oleh karena itu peneliti menggunakan metode diskusi sebagai alternatif solusi untuk mengatasi prestasi belajar siswa yang rendah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Masing-masing siklus mencakup 1 kompetensi dasar (KD) yang dilaksanakan dalam 4 (empat) kali pertemuan dengan durasi masing-masing pertemuan 3x35 menit. Peneliti memilih SD Negeri Uwus Agats karena peneliti mengajar di sekolah ini dan melihat masalah-masalah yang terjadi di lapangan. Peneliti menentukan siswa-siswi kelas V sebagai subjek penelitian karena siswa-siswi kelas ini berdasarkan hasil observasi memiliki masalah proses pembelajaran yang paling dominan dibandingkan dengan kelas lainnya. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, soal pre tes dan post tes serta lembar kerja siswa (LKS). Obervasi dilakukan oleh rekan kerja peneliti yaitu guru kelas (wali kelas) selama peneliti melaksanakan tindakan. Soal pre tes diberikan di awal masing-masing siklus dan soal post tes diberikan di akhir siklus. Hal ini berguna untuk mengukur tingkat keberhasilan tindakan melalui indikator pencapaian hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan siswa dalam KD 1 menunjukkan peningkatan. Pada periode pra-siklus, nilai rata-rata kelas untuk kompetensi dasar 1 (KD 1) adalah 65. Nilai rata-rata kelas tersebut mengalami peningkatan setelah penerapan tindakan dalam siklus I dan siklus II, yakni masing-masing menjadi 69 dan 70. Prosentase siswa yang tuntas atau mencapai KKM untuk Kompetensi Dasar 1 juga menunjukkan peningkatan. Pada periode Pra-Siklus, prosentase siswa yang tuntas atau mencapai nilai KKM adalah 5,88%, sedangkan pada periode Siklus I dan Siklus II prosentase tersebut meningkat menjadi masing-masing 70,58% dan 82, 35%. Berdasarkan data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Uwus, Agats Kabupaten Asmat TA 2014/2015.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2015
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAK DENGAN METODE NARATIF EKSPERENSIAL MATERI POKOK DAUD BERDOSA DAN RAJA SALOMO YANG BIJAKSANA PADA KELAS V SDN ILUGA KABUPATEN MAMBERAMO TENGAH
Pilatus Mabel (1403033)
PDF 0 0
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2015
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MERAUKE MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Modesta Nitti (100209)
hasil belajar media audio visual
Skripsi ini berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Katolik Pada Siswa Kelas II SMP Negeri 2 Merauke Melalui Penggunaan Media Audio Visual dalam Kegiatan Belajar Mengajar”. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Agama Katolik siswa dengan menggunakan media audio visual dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dengan menggunakan media audio visual. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas II SMP Negeri 2 Merauke. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara menggunakan lembar observasi, jurnal harian dan bahan ajar. Bahan ajar meliputi Buku Guru, Buku Siswa, Lembar Aktivitas Siswa (LAS) dan lembar evaluasi siswa sebagai refleksi kepahaman siswa.
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing siklus 2 (dua) kali pertemuan tatap muka. Media audio visual dipilih oleh peneliti karena media audiovisual dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata tes hasil belajar siswa pada siklus pertama adalah 73.43 dan pada siklus kedua adalah 77.35, sehingga selisihnya adalah 3.92. banyaknya siswa yang meningkat hasil belajarnya dari siklus pertama adalah 14 siswa atau 93 %. Banyaknya siswa yang tuntas belajar pada siklus pertama adalah 15 siswa dari 16 siswa atau 93.75 %, sedangkan pada siklus kedua adalah 16 siswa dari 17 siswa atau 94.11 %. Kendala-kendala yang dihadapi dengan menggunakan media audio visual adalah a. Terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, b. Terdapatnya produksi dan konstruksi siswa yang berupa ide secara lisan maupun tulisan. Ide secara lisan ditemukan pada saat siswa mengungkapkan jawaban beserta alasannya kepada peneiliti namun ada beberapa yang masih malu untuk mengungkapkan jawaban secara lisan, c. Ada interaksi berupa komunikasi antara siswa dengan peneliti dan antar siswa. Interaksi antara seswa dengan peneliti terjadi dalam bentuk Tanya jawab. Interaksi antarsiswa terjadi pada saat memberi kesempatan untuk melihat dan mendengar sebuah film singkat.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2015
PERANAN KARYA PELAYANAN PASTORAL BAGI PENGHAYATAN DIRI MAHASISWA/I STK ST YAKOBUS SEBAGAI CALON KATEKIS
EMILIANA PASKALINA JANJAAN (0902007)
Pelayanan Pastoral Paroki Penghayatan diri Calon Katekis
Penelitian dengan judul ‘’Peranan Karya Pelayanan Pastoral Bagi Penghayatan Diri Sebagai calon Katekis Pada Mahasiswa/i STK St. Yakobus”, berlangsung selama 1 bulan dari bulan Maret 2015. Proses Pengolahan data penulis berakhir pada bulan April 2015. Data yang diperoleh berhubungan dengan peranan karya pastoral terhadap penghayatan diri sebagai calon katekis ini penulis peroleh, dengan kuisioner dibagikan kepada responden untuk mengukur tingkat pemahaman mereka mengenai pastoral paroki.
Analisis atas peranan karya pastoral terhadap penghayatan diri sebagai calon katekis penulis menggunakan teori mengenai pelayanan pastoral, dan pendapat para ahli lainnya yang dikaji berdasarkan hasil data penelitian, yang memperlihatkan bagimana seorang katekis harus berani menghayati panggilan mereka sebagai katekis dalam kegiatan pelayanan pastoral. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan dalam dokumen Ctechesi Trandendae art 20 yang menekankan bahwa mewartakan Yesus Kristus, berarti (mewartakan kabar gembira bagi semua orang dari tahap pengajaran sampai pendewasaan) di mana para calon katekis dituntut harus menghayati panggilan mereka sebagi calon Katekis, sesuai dengan visi Yesus yaitu Imam, Nabi dan Raja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghayatan sebagian besar mahasiswa STK St. Yakobus tentang keikutsertaan mereka dalam tugas pelayanan pastoral di paroki maupun di lingkungan bukan hanya sebagai tuntutan semata namun menjadi pekerjaan yang harus dijalankan karena kita menjadi seorang katekis kita harus siap melayani bukan untuk dilayani.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2015
PENERAPAN UNSUR-UNSUR KOMUNITAS BASIS GEREJANI DI PAROKI SANTO PAULUS ATSJ SEBAGAI FOKUS GEREJA LOKAL KEUSKUPAN AGATS ASMAT
HERMAN BAY TOMOYAMNUK (0303003)
Pemahaman umat unsur-unsur KBG
Judul skripsi ini adalah “Penerapan Unsur-Unsur Komunitas Basis
Gerejani Sebagai Fokus Gereja Lokal Di Paroki Santo Paulus Atsj
Keuskupan Agats Asmat.” Judul ini dipilih untuk mengetahui apakah umat
paham unsur-unsur Komunitas Basis Gerejani (KBG) telah diterapkan dalam
kehidupan menggereja umat di basis-basis yang tersebar di Paroki St.Paulus Astj.
Komunitas Basis Gerejani (KBG) dapat dimengerti sebagai persekutan umat
beriman yang relatif kecil, di mana secara berkala mereka bertemu, saling
mengenal, tinggal bersama-sama dan berdekatan atau memiliki kepentingan
bersama. Di dalam komunitas itu terlaksana pelbagai kegiatan antara lain, doa
bersama, membaca dan merenungkan Kitab Suci secara bersama-sama,
membicarakan permasalahan yang dihadapi anggotanya sehari-hari melakukan
aksi nyata sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi berdasarkan terang Kitab
Suci. Adapun unsur-unsur KBG yakni bertekun dalam pengajaran Para Rasul,
berkumpul untuk memecahkan Roti dan berdoa secara bergiliran di rumah
masing-masing, dengan sukacita dan tulus hati memuji Allah, mendalami Sabda
Allah melalui Kitab Suci dan dimeteraikan dengan pembaptisan dan Roh Kudus
serta Yesus sebagai sumber dan dasar kesatuan.
Populasi dalam penelitian ini adalah umat di Paroki St.Paulus Astj dengan
kategori dewasa usia 30-40 tahun yang berjumlah 20 orang sebagai sampel.
Model penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif dengan menggunakan
angket dan observasi langsung. Berdasarkan hasil pengelolahan data yang
terkumpul melalui angket, diketahui hasil penelitian bahwa ada 16 responden atau
80% yang menjawab bahwa mereka telah mengetahui tentang arti KBG, 18
responden atau 90% menjawab tidak mengetahui ciri-ciri KBG, 12 responden atau
60% yang menjawab tidak mengetahui unsur-unsur dari KBG, 12 responden atau
60% yang menjawab tidak mengetahui tujuan dari KBG, 15 responden atau 75%
menjawab tidak mengetahui kegiatan KBG, 15 responden atau 75% menjawab
tidak mengetahui manfaat KBG, 19 responden atau 95% menjawab tahu manfaat
terbentuknya KBG bagi keluarga, 20 responden atau 100% mereka mengetahui
manfaat terbentuknya KBG bagi paroki, 18 responden atau 90% mereka
mengharapkan adanya sosialisasi tentang KBG secara rutin dan 19 responden atau
95% mereka menyadari perlunya keterlibatan keluarga dalam kegiatan KBG di
lingkungan dan paroki. Dasi hasil pengolahan data angket penelitian maka dapat
ditarik kesimpulan, bahwa masih kurangnya pemahaman umat tentang KBG.
Dengan permasalah yang ada, bila melaksanakan kegiatan unsur-unsur KBG di
paroki dan lingkungan akan megalami hambatan.
Adapun usulan penulis terkait dengan masalah yang ada yakni perlunya
sosialisasi yang terencana dan berkesinambungan dalam upaya meningkatkan
pemahaman umat tentang unsur-unsur KBG. Dalam sosialisasi KBG kepada
umat, penulis mengusulkan untuk lebih memberi materi yang berkaitan dengan
arti KBG, tujuan KBG, ciri-ciri, tujuan dan pentingnya keterlibatan dalam
kegiatan KBG.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2015
KUALITAS PEMBINA DAN PEMBINAAN MINGGU GEMBIRA DI STASI SANTO YOSEP SIRAPU PAROKI BUNDA HATI KUDUS WENDU
HENDRINA PAEMBONG (1102015)
Pembina Pembinaan Metode kualitas dan kuantitatif
Penelitian ini mengambil sebagai judul: “Kualitas Pembina dan Pembinaan Iman Anak Minggu Gembira di Stasi Santo Yosep Sirapu, Paroki Bunda Hati Kudus
Wendu”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerangkan: (1) pemahaman Pembina tentang arti minggu gembira, (2) metode pembinaan yang efektif dan efisien, (3) menemukan meningkatkan kualitas dan kuantitas Pembina iman anak di stasi St. Yosep Sirapu. Penelitian ini mempergunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa: (1) para Pembina 100% telah memahami arti minggu gembira, tetapi belum menjamin kegiatan minggu gembira rutin berjalan, (2) metode yang dipergunakan dalam kegiatan minggu gembira belum efektif dan efisien karena Pembina tidak kreatif, (3) upaya-upaya peningkatan kualitas dan kuantitas Pembina tiada lain harus melalui pembinaan/kaderisasi Rekomendasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Pembina iman anak di stasi St. Yosep Sirapu tiada lain: a. Paroki harus membuat program pelatihan atau kaderisasi bagi para Pembina yang berkaitan dengan keterampilan menjadi Animator dan Animatrix minggu gembira tingkat paroki.
a.
Menjaring atau mengadakan rekrutmen tenaga sukarela dari orang muda Katolik separoki untuki siap dikader menjadi Pembina minggu gembira.
b.
Pengadaan sarana-prasarana pembinaan untuki minggu gembira.
c.
Sosialisassi pembinaan/kaderisa Pembina minggu gembira bagi orang tua anak.
d.
Membangun komunikasi dengan paroki agar dapat kepeduliaan terhadap pembinaan iman anak.
Akan tetapi dari hasil olah data lapangan kualitas para pembina yang ada belum memenuhi harapan sebagai pembina yang profesional. Hal ini disebabkan oleh karena ada kelemahan dalam hal pengetahuan tentang ketrampilan katekese dan sharing Kitab Suci. Selain itu juga kurang membaca katekismus gereja katolik yang memuat ajaran-ajaran iman katolik yang amat dibutuhkan dalam pembinaan iman anak. Demikian juga sikap memanfaatkan dan ketrampilan menyiapkan materi pembinaan masih kurang. Kendati demikian keterampilan sebagai pembina iman anak yang diterima melalui kaderisasi pembinaan iman anak telah dimiliki.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2015
ANALISIS FAKTOR KURANGNYA MINAT ORANG MUDA KATOLIK PAROKI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS KATEDRAL MERAUKE DALAM MEMILIH PANGGILAN HIDUP SEBAGAI RELIGIUS (Suatu Tinjauan Pastoral)
ESTY SALAY (1002008)
panggilan hidup biarawan biarawati OMK
Orang Muda Katolik (OMK) adalah generasi penerus dalam Gereja Katolik mereka melalui Sakramen Pembaptisan kaum awan mengemban tiga tugas Kristus yakni Imam, Raja, dan Nabi sehingga dalam melaksanakan karya pelayanan di tengah-tengah umat mereka menjadi panutan bagi seluruh umat. Skripsi ini berjudul: Analisis Kurangnya Minat Orang Muda Katolik Paroki Santo Fransiskus Xaverius Katedral Merauke Dalam Memilih Panggilan Hidup Sebagai Religius, alasan mengapa penulis mengambil judul ini karena jumlah aksi panggilan sebagai reiligius dikalangan orang muda katolik sangat kurang bahkan tidak ada selama beberapa tahun terakhir ini..
Secara teoritis sejak awal mula Gereja terdapat pria dan wanita, yang mengamalkan nasihat-nasihat injil dengan maksud mengikuti Kristus secara lebih bebas, dan meneladani-Nya dengan lebih setia. Dengan cara mereka masing-masing, mereka menghayati hidup dan membaktikan diri secara total kepada Allah.
Di antara mereka banyak yang atas dorongan Roh Kudus mereka hidup menyendiri atau mendirikan keluarga-keluarga religius. Dengan kewibawaannya, Gereja dengan suka hati menyambut dan menyetujui cara hidup mereka. Maka berkat rencana Ilahi berkembanglah keanekaan kelompok religius yang menakjubkan, semua itu sangat membantu Gereja, bukan hanya dipersiapkan bagi setiap amal baik (2 Tim 3:17) dan siap siaga menjalankan pelayanan untuk membangun Tubuh Kristus (Ef 4:12); melainkan pelbagai karunia putra-Nya, Gereja tampak berhias, seperti pengantin berdandan bagi suaminya (Why 2:2), dan melalui Gereja, makin nyatalah kebijaksanaan Allah yang bermacam-ragam (Ef 3:10).
Dalam penelitian, penulis menggunakan penelitian kualitatif dan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 maret 2015. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara dan penyebaran angket.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis peroleh dari lapangan, dapat diketaui bahwa sebanyak 28 orang (70%) mengatakan bahwa mereka memiliki keprihatinan terhadap panggilan hidup sebagai religious di kalangangan orang muda katolik secara khusus di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Katedral Merauke.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2015
PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM MENGURANGI ANGKA ANAK PUTUS SEKOLAH DAN PERILAKU MENYIMPANG ANAK DI LINGKUNGAN SANTO KORNELIS PAROKI KATEDRAL MERAUKE
ENGELINA SARKOL (1002007)
perilaku menyimpang pola asuh otoriter permisif
Dewasa ini dengan berkembangnya era globalisasi bukannya banyak kemajuan dalam dunia pendidikan tetapi sebaliknya. Sesuai dengan realita yang Penulis amati sekarang bahwa banyak anak yang masih usia dini akhirnya putus sekolah khususnya dilingkungan Kornelis Paroki Katedral Merauke. Bukankah dalam usia anak seperti ini harus lebih mebutuhkan pendidikan untuk masa depan yang cerah. Dalam konteks ini, pendidikan menjadi sebuah momen yang indah bagi seorang anak, di mana anak akan merasa bahagia bisa bertemu dengan teman-teman sebayanya. Bukan hanya itu anak akan lebih leluasa mengenal jati dirinya dan keberadaannya sebagai manusia. Makna akan kehidupan menjadi motivator utama dalam jenjang pendidikan itu sendiri. Bahkan anak akan menjadi manusia yang berguna baik bagi dirinya, keluargannya maupun masyarakat secaraumum.
Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah: mendeskripsikan/ memaparkan tingkat pemahaman orangtua dalam pendidikan anak usia dini dalam keluarga di lingkungan St. Kornelis Paroki Katedral, Mendeskripsikan pola asuh orangtua terhadap anak di lingkungan St. Kornelis Paroki Katedral, Mendeskripsikan apakah pola asuh orangtua dan perhatian orangtua dalam pendidikan anak usia dini memiliki pengaruh terhadap angka putus sekolah dan kecenderungan perilaku menyimpang anak? Dan Mendeskripsikan faktor-faktor yang memperngaruhi pola asuh dan kesadaran orangtua terhadap pendidikan anak usia dini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar orangtua menyadari pentignya pendidikan anak usia dini namun masih ada juga anak yang putus sekolah karena masi ada juga sebagaian orangtua yang belum punya perhatian pada pendidikan dan juga faktor lain yang mempengaruhi yakni faktor ekonomi dan yang paling dominan adalah faktor lingkungan, untuk itu melalui penelitian ini penulis mengharapkan kepada umat lingkungan St. Kornelis agar lebih menyadari pentingnya pendidikan bagi anak demi masa depan anak, kepada paroki Katedral untuk lebih melihat kondisi yang terjadi dalam setiap lingkungan sehingga dapat memberikan sumbangsi berupa tenaga dan pikiran untuk memanusiakan manusia lewat dunia pendidikan, dan bagi Keuskupan Agung Merauke agar lebih pekah dalam melihat problematika tentang kenakalan atau perilaku menyimpang yang terjadi di Keuskupan Agung Merauke.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2015
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AGAMA KATOLIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI UWUS AGATS KABUPATEN ASMAT TA 2014/2015
ANNA MARIA (1303002)
metode diskusi hasil belajar pendidikan agama Katolik
Skripsi ini berjudul “Upaya meningkatkan hasil belajar mata pelajaran agama katolik dengan menggunakan metode diskusi pada siswa kelas V SD Negeri Uwus Agats Kabupaten Asmat Tahun Akademik 2014/2015”. Peneliti mengambil topik penelitian ini berdasarkan keprihrainan bahwa selama ini prestasi belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik cenderung stagnan bahkan mengalami penurunan. Penulis berasumsi bahwa hal ini diakibatkan metode pembelajaran yang cenderung monoton yaitu dengan metode ceramah dan tanya jawab. Oleh karena itu peneliti menggunakan metode diskusi sebagai alter-natif solusi untuk mengatasi prestasi belajar siswa yang rendah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Masing-masing siklus mencakup 1 kompetensi dasar (KD) yang dil-aksanakan dalam 4 (empat) kali pertemuan dengan durasi masing-masing per-temuan 3x35 menit. Peneliti memilih SD Negeri Uwus Agats karena peneliti mengajar di sekolah ini dan melihat masalah-masalah yang terjadi di lapangan. Peneliti menentukan siswa-siswi kelas V sebagai subjek penelitian karena siswa-siswi kelas ini berdasarkan hasil observasi memiliki masalah proses pembelajaran yang paling dominan dibandingkan dengan kelas lainnya. Data penelitian dik-umpulkan dengan menggunakan lembar observasi, soal pre tes dan post tes serta lembar kerja siswa (LKS). Obervasi dilakukan oleh rekan kerja peneliti yaitu guru kelas (wali kelas) selama peneliti melaksanakan tindakan. Soal pre tes diberikan di awal masing-masing siklus dan soal post tes diberikan di akhir siklus. Hal ini berguna untuk mengukur tingkat keberhasilan tindakan melalui indikator pen-capaian hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan siswa dalam KD 1 menunjukkan peningkatan. Pada periode pra-siklus, nilai rata-rata kelas untuk kompetensi dasar 1 (KD 1) adalah 65. Nilai rata-rata kelas tersebut mengalami peningkatan setelah penerapan tindakan dalam siklus I dan siklus II, yakni mas-ing-masing menjadi 69 dan 70. Prosentase siswa yang tuntas atau mencapai KKM untuk Kompetensi Dasar 1 juga menunjukkan peningkatan. Pada periode Pra-Siklus, prosentase siswa yang tuntas atau mencapai nilai KKM adalah 5,88%, se-dangkan pada periode Siklus I dan Siklus II prosentase tersebut meningkat men-jadi masing-masing 70,58% dan 82, 35%. Berdasarkan data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Uwus, Agats Kabupaten Asmat TA 2014/2015.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2014
MENINGKATKAN HIDUP BERIMAN ANAK-ANAK MELALUI PENDAMPINGAN PASTORAL DI STASI BUNDA MARIA KAMPUNG SIDOMULYO PAROKI BUNDA HATI KUDUS KUPER KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
Nama : Yuliana Tugiyati (1003027)
pastoral care improving children’s faith
The effort to guide and develop the Catholic faith of children should be
started since they are in the early ages. The parents are fully responsible of these
tasks because they are the main-first educators for the children.
However, the facts show that many parents could not do these tasks
optimally. In this case, the Catholic Church should be proactive because the
development of the children’s faith is also the part of the responsibilities of the
Catholic Church. Children, as the future generations of the Church, should be
included in the program framework of the Church in developing the Catholic
faith. Based on these phenomena, the researcher determined the title of the
research, namely: "Improving children's life of faith through the pastoral care in
the Bunda Maria Station Sidomulyo of the Holly Hearth Parish Kuper of the
Merauke Archdiocese?”.
The problem formulated in this research was how is the effort of
developing the children’s faith conducted in the Bunda Maria Station Sidomulyo
of the Holly Hearth Parish Kuper of the Merauke Archdiocese? To find out the
answer of the problem, the researcher conducted an action research by employing
activities to guide and develop the children’s faith. The activities were as follows:
teaching the children, teaching and assigning the children to practice praying,
assigning the children to do liturgical tasks, and assigning the children to
implement the faith in their real life.
To collect the data, the researcher conducted interview and observation.
There were 25 participants of the research. They were elementary school students
of grade 1 to 6. The method used in this research was descriptive in which the
researcher describe each indicators which were the focus of the research.
Based on the data gathered, the research produced satisfying result. The
findings showed that the children performed their faith development. It was
concluded based on the following indicators: the improvement of the children’s
knowledge, the improvement of the children’s ability in conducting liturgical
tasks, the improvement of the children ability to pray, the improvement of the
children’s willingness to pray personally, the improvement of the children’s
solidarity, the improvement of the children’s honesty, the improvement of the
children’s willingness to help each other, and the improvement of the children’s
participation in the Church activities.
As the follow up of this research program, the researcher proposed a
training program for the educators that should be held in the parish. Another
program is the procurement of textbooks for teaching, Holly Bible, Madah Bakti,
and the prayer books.
PDF 0 3
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2014
PERANAN DEWAN STASI DALAM MENINGKATKAN IMAN UMAT STASI URUMB PAROKI WENDU KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
URBANUS WETIPO (100 30 25)
parish staff the factors inhibiting the development of the faith
This thesis titled the role of the Board of Increasing Faith In Church of the Stasi Urumb Wendu parish Archdiocese of Merauke. Stasi is part of a local church which became the spearhead in realizing the Kingdom of God. Wide area in the coverage of the local church especially in the Archdiocese of Merauke ( KAME ), requires quite a lot of pastoral staff. But exactly, KAME always understaffed priest to serve the parish. Pastoral activities without involving lay people is something that is not possible. Although in all parishes the pastor there, but it is almost certain that only certain Stations are visited by priests and held a holy mass on Sunday. Most of the other stations, with a great longing to Holy Mass, Liturgy without priests, including stasi Urumb which is the part of Wendu parish. The role of the board in carrying out the work stations Urumb pastoral undeniable. The research in this paper focuses on 1) How does the role of the board Urumb stations in increasing the faith of people , and 2) What are the factors inhibiting the board of the stations in increasing the faith of people. The study used a qualitative approach. The technique of collecting data through observation and interviews. While the data analysis with qualitative descriptive. The role of the parish council Wendu want Urumb stations observed from the implementation of the five tasks of the Church. The results showed that the role of the board Urumb stations in the faith of the increase is still very low. The role of the board of the causes of low Urumb stations include their lack of understanding of the duties and responsibilities as a result of their low levels of education and income. They use a lot more time to work daily lives. The cause of the low role of the board of the other stations are facilities and infrastructure are inadequate. The factor which is the bottleneck of the development of the faith of the people and also be a cause of low council role Urumb stations, among others: 1) people do not understand the truth of liturgy, 2) people do not understand the rules in the liturgy, 3 ) the lack of a manual for easy worship leaders understood, 4 ) lack of understanding of the importance of attention to people and helping others who are sick, elderly and orphans, 5) absence of assistants in catechesis.
PDF 0 3
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2014
PARTISIPASI KAUM BAPAK DI LINGKUNGAN SANTA MARIA PAROKI SANTO FRANSISKUS XAVERIUS ASIKI DALAM MENGIKUTI PERAYAAN EKARISTI HARI MINGGU
SELSIA SEMBAH (1303015)
Ekaristi partisipasi kaum bapak
Judul skripsi adalah; “Partisipasi kaum bapak di lingkungan Santa Maria paroki Santo Fransiskus Xaverius Asiki dalam mengikuti perayaan Ekaristi hari Minggu”. Judul tulisan ini dipilih berdasarkan pengamatan dan pegalaman penulis tentang realitas keaktifan kaum bapak di lingkunagn Santa Maria paroki Asiki terhadap kehidupan menggereja, terutama dalam mengikuti perayaan ekaristi pada hari Minggu. Kaum bapak sebagai kepala rumah tangga sekaligus sebagai imam dalam keluarga seyogyanya harus mampu memberi teladan, terutama dalam hal iman, baik kepada keluarga maupun kepada masyarakat.
Ada banyak hal yang menjadi penyebab. Yang paling dominan adalah kesibukan kaum bapak serta tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga, yang mengharuskan mereka untuk bekerja ekstra. Selain itu, adanya tuntutan majikan kepada kaum bapak untuk tetap menjalankan tugas sebagai karyawan perusahan, walupun hari itu merupakan hari Minggu. Partisipasi aktif hari Minggu dalam perayaan ekaristi yang dijalankan oleh kaum bapak, tidak mendapat respon yang baik. Sehingga pada umumnya, yang lebih banyak hadir dalam perayaan ekaristi adalah anak-anak dan kaum ibu. Perayaan ekaristi sebagai perayaan bersama keluarga kurang diperhatikan. Kenyataan ini bukan karena kaum bapak tidak memahami apa makna ekaristi, tetapi yang paling utama adalah sikap mental dan kemauan untuk terlibat aktif sangat rendah. Dengan demikian, sebagian besar kaum bapak hanya mengikuti perayaan ekaristi pada hari-hari besar keagamaan. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan.
Maka atas situasi dan pengalaman tersebut, penulis mencoba mendalami persoalan ini dengan harapan bahwa pada saat yang tepat, akhirnya kaum bapak kembali menyadari arti penting dan makna terdalam perayaan ekaristi yang menuntut partispasi aktif dari semua aumat beriman. Metode penelitian yang penulis gunakan di dalam mengkaji masalah ini adalah dengan menggunakan metode penelitian lapangan (penyebaran angket, wawancara dan observasi). Penulis menetapkan populasi yakni seluruh kaum bapak yang ada di lingkungan Santa Maria dan sebanyak 15 orang kaum bapak dijadikan sebagai sampel.
Dari hasil analisis data, penulis mendapati bahwa sebagian besar kaum bapak kurang menampakkan tanggung jawab sebagai anggota Gereja dan sebagai pengikut Kristus. Mereka terlalu sibuk dengan urusan pribadi duniawi dan kurang terlibat dalam kegiatan Gereja yang seharusnya menjadi tugas pokok setiap anggota umat Allah.
Terhadap kenyataan di atas, diharapkan ada gerakan bersama, baik pada tingkat kelompok umat sendiri ( melalui katekese bersama), maupun dari pihak pastor paroki bersama Keuskupan, yakni memberikan pembinaan atau bimbingan kepada kaum bapak yang berupa pendalaman iman, rekoleksi, kunjungan pastoral dan kegiatan lainnya yang mampu menggugah keaktifan kaum bapak.
PDF 0 3
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2014
PENGARUH REKOLEKSI TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU ORANG MUDA KATOLIK DI PAROKI SANTA MARIA FATIMAH KELAPA LIMA MERAUKE
ODETA WELAFUBUN (0902026)
pengaruh rekoleksi perubahan perilaku Orang Muda Katolik.
Orang Muda Katolik (OMK) termasuk dalam golongan kaum awam Gereja Katolik dimana melalui sakramen pembaptisan kaum awam juga mengemban tugas yang sama seperti kaum klerus dalam tiga tugas Kristus yakni sebagai imam, nabi dan raja. Dalam melaksanakan karya ini perilaku orang muda Katolik dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi panutan bagi orang lain, oleh karena itu salah satu bentuk tawaran pembinaan iman adalah kegiatan rekoleksi.
Rekoleksi berarti mengingat kembali atau mengumpulkan kembali. Rekoleksi merupakan masa tenang atau hening yang tujuannya adalah mengasingkan diri untuk menenangkan pikiran dan mencari ketenangan batin. Rekoleksi merupakan salah satu upaya untuk melatih hidup rohani dan menumbuhkan rasa ingin berubah ke arah yang lebih baik. Dengan adanya rekoleksi ini diharapkan agar dapat merubah perilaku OMK agar menjadi lebih baik.
Dalam penelitian penulis menggunakan penelitian kuantitatif regresional, dan penelitian ini dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret 2014. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan penyebaran angket. Berdasarkan analisis data hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada pengaruh yang signifikan dari variabel pengaruh rekoleksi terhadap perubahan perilaku OMK di paroki St. Maria Fatimah Kelapa Lima Merauke sebesar 68 %, dengan kata lain 32 % perubahan perilaku OMK dipengaruhi oleh variabel lain.
PDF 0 3
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2014
PERANAN GURU AGAMA KATOLIK DALAM MENINGKATKAN IMAN ANAK MELALUI KATEKESE ANAK PADA SISWA KELAS III SD INPRES KAMPUNG BARU KABUPATEN MERAUKE
MARTINA OMBA (1003016)
Katekese Anak dan Perkembangan Iman Anak
Selama ini, Pendidikan Agama Katolik masih terkesan padat materi, formal dan dogmatis. Bagi anak-anak SD terutama kelas 1, 2, dan 3 PAK menjadi kurang menarik. Perlu ada keberanian dari guru untuk menciptakan PAK yang menarik.
PAK dengan menerapkan katekese anak seperti layaknya Sekolah Minggu merupakan terobosan dalam pendidikan untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap batin siswa agar mampu melihat kebaikan Allah dalam diri sendiri, sesama, dan lingkungan hidupnya. Sifat katekese anak yang menghadirkan suasana gembira dengan metode permainan, bernyanyi, bermain peran, dsb; lebih membuat anak tertarik untuk mengikuti pelajaran.
Masalah yang diteliti adalah: 1) bagaimana peran guru agama dalam perkembangan iman anak? 2) bagaimana perkembangan iman anak? 3) dan apakah penerapan model katekese anak dapat membantu meningkatkan iman anak? Sedangkan metode penulisan yang dipakai adalah metode kuantitatif. Uji hipotesis dilakukan dengan membandingkan data hasil post test dan pre test pada siswa kelas III A SD Inpres Kampung Baru, untuk melihat adanya pengaruh penerapan model katekese anak terhadap perkembangan iman anak.
PDF 0 3
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2014
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN PENGHAYATAN SAKRAMEN TOBAT PADA SISWA-SISWI SD INPRES POLDER MERAUKE MELALUI KATEKESE ANAK
MARIA MASINONA (100 30 15)
pemahaman penghayatan sakramen tobat katekese dan perkembangan iman anak.
Skrispi yang berjudul Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Penghayatan Sakramen Tobat Pada Siswa-Siswi SD Inpres Polder Merauke Melalui Katekese Anak menjadi pokok bahasan utama dalam tulisan ini. Akhir-akhir ini, pemahaman dan penghayatan terhadap sakramen tobat mulai pudar. Penekanan utama pada penelitian ini adalah berkaitan dengan pemahaman dan penghayatan anak-anak SD Inpres Polder Merauke, secara istimewa semua peserta didik yang beragama Katolik di kelas III SD (23 orang).
Alasan utama dari pemilihan siswa kelas III SD sebagai sampel penelitian adalah lebih kepada penilaian penulis sendiri yaitu kondisi psikologis anak-anak yang sudah dapat mempertanggungjawabkan imannya dengan akal budi. Pada usia ini (8-10 tahun), pada umumnya anak-anak dipersiapkan untuk menerima Sakramen Ekaristi.
Proses penelitian ini juga dilengkapi oleh pengambilan data dengan metode observasi, wawancara dan angket (pre-test dan post-test). Dari hasil pengolahan data, ditemukan beberapa hal, yaitu:
1)
Pemahaman anak terhadap sakramen tobat mengalami peningkatan prosentase dari 15 % pada pre-test meningkat menjadi 97% pada post-test.
2)
Penghayatan anak terhadap sakramen tobat juga mengalami peningkatan atau mengarah kepada yang lebih baik, yaitu dari 16 % pada pre-test meningkat menjadi 97% pada post-test.
Ada gerak maju atau peningkatan pemahaman serta penghayatan Sakramen Tobat pada anak-anak kelas III SD Inpres Polder. Hal ini dikarenakan adanya kegiatan katekese anak dan pendampingan yang cukup memadai bagi mereka. Peningkatan pemahaman dan penghayatan juga dipengaruhi oleh antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan katekese anak di sekolah.
Penulis menemukan factor pendukung peningkatan pemahaman dan penghayatan Sakramen Tobat pada anak antara lain: 1) adanya dukungan dari pihak sekolah, 2) kemauan anak-anak dalam mengikuti kegiatan katekese anak di sekolah. Sedangkan yang menjadi factor penghambat adalah: 1) para siswa kurang memahami Sakramen Tobat, 2) jarang diselenggarakan penerimaan Sakramen Tobat, 3) situasi lingkungan social kemasyarakatan yang kurang mendukung, 4) kurang nampaknya teladan penghayatan Sakramen Tobat pada orang dewasa.
PDF 0 3