Arsip Tugas Akhir

Repository publikasi ilmiah mahasiswa STK St. Yakobus Merauke

189
Karya Ilmiah
7
Kali Dilihat
1,591
Diunduh
Menampilkan 91–105 dari 189 karya ilmiah
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
PERAN DAN BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PEMBINAAN IMAN ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN ST. MIKAEL PAROKI BAMPEL MERAUKE
Makaria Ronkoa (1602071)
Peran pembinaan orangtua Pembinaan Iman Anak
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan peran dan bimbingan Orang tua terhadap pembinaan iman anak usia dini 2) menemukan faktor-faktor pendukung dan penghambat pembinaan Iman anak 3) upaya meningkatkan pembinaan iman anak di lingkungan santo mikael paroki santo yosep bambu pemali Merauke. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriprif kualitatif dengan model interaktif oleh Miles dan Huberman.(1984;23). Penelitian ini dilakukan di Lingkungan Santo Mikael, Paroki Santo Yosep Bampel Merauke. Adapun subyek penelitan terdiri dari: orangtua anak, ketua lingkungan, pembina iman anak. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Peran orang tua terhadap Pendidikan Iman Anak di lingkungan Santo Mikael Paroki Bampel Merauke bahwa; orang tua ikut berperan tetapi kurang dalam hal mendidik, membina Iman anak.( 2) Faktor-faktor pendukung dan penghambat pembinaan Iman anak usia dini di lingkungan santo Mikael adalah orangtua terlibat aktif dalam kegiatan bina iman anak sejak dini itu sangat membantu perkembangan iman anak. Bahkan sejak kecil mereka sudah mampu berdoa; doa-doa pokok, seperti; doa Bapa Kami, doa salam maria, tanda salib,atas nama bapa, dan putera dan roh kudus. Tahu sopan santun, dengan menyapa terlebih dahulu kepada orang yang lebih tua. Saling berbagi, saling mengampuni sejak usia dini, namun ada hambatannya yaitu; orangtua kurang aktif dan melibatkan anak dalam kegiatan doa di lingkungan maupun di gereja, orangtua kurang membiasakan anak berdoa bersama di rumah, orangtua umumnya kurang berpendidikan (3) Upaya – upaya yang bisa dilakukan untuk mendukung pembinaan iman anak usia dini di lingkungan santo mikael adalah dengan memberikan penyadaran kepada orangtua akan perannya sebagai pendidik utama dan pertama terhadap pembinaan iman anak sejak dini, yaitu dengan memberikan masukan kepada pihak gereja untuk mengadakan rekoleksi atau katekese bagi seluruh orangtua yang ada di lingkungan santo mikael. Orangtua harus meluangkan waktu untuk mendampingi iman anak, adanya komunikasi dan kerjasama orangtua, ketua lingkungan maupun pembina iman anak.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
PENGARUH LINGKUNGAN PERGAULAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PARA REMAJA KATOLIK DILINGKUNGAN SANTO YOHANES DON BOSCO PAROKI SANTO YOSEP BAMBU PEMALI
Maria Imakulata Tagu (1602010)
Lingkungan pergaulan Motivasi Belajar Remaja Katolik
Maria Imakulata Tagu 1602010, Pengaruh Lingkungan Pergaulan Terhadap Motivasi Belajar Para Remaja Katolik Di Lingkungan Santo Yohanes Don Bosco Paroki Santo Yosep Bambu Pemali. Skripsi Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke, 2021
Penelitian ini berjudul Pengaruh Lingkungan Pergaulan Terhadap Motivasi Belajar Para Remaja Katolik Di Lingkungan Santo Yohanes Don Bosco Paroki Santo Yosep Bambu Pemali. Tujuan dalam penelitian ini adalah Mengidentifikasi pengaruh lingkungan pergaulan terhadap motivasi belajar remaja katolik di lingkungan Santo Yohanes Don Bosco
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan model analisis regresi linear sederhana. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui angket, wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian di deskripsikan untuk menjawab pertanyaan peneliti. Teknik analis data menggunakan satu variabel independen dan satu variable dependen
Dari hasil penelitian diketahui bahwa Lingkungan Pergaulan Remaja Katolik di Lingkungan Santo Yohanes Don Bonsco Paroki Santo Yosep Bambu Pemali adalah baik. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Lingkungan Pergaulan sebesar 5 % menunjukkan Lingkungan Pergaulan cukup baik, 35 % sedang, 51 % baik dan 10 % menunjukkan Lingkungan Pergaulan yang sangat baik. Motivasi Belajar sebesar Remaja Katolik di Lingkungan Santo Yohanes Don Bonsco Paroki Santo Yosep Bambu Pemali adalah baik. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 11 % menunjukkan Motivasi Belajar kurang baik, 41 % cukup baik dan 48 % menunjukkan motivasi belajar baik. Berdasarkan uji regresi linear didapatkan data bahwa Lingkungan pergaulan berpengaruh terhadap motivasi belajar para remaja katolik yang berada dilingkungan Santo Yohanes Don Bosco Paroki Santo Yosep Bambu Pemali Keuskupan Agung Merauke, namun pengaruhnya tidak besar hanya 14,6 %. Selebihnya motivasi belajar remaja dipengaruhi oleh faktor lain.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA-MAHASISWI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE SEBAGAI CALON KETEKIS TENTANG SAKRAMEN PERKAWINAN
Korry Susanti Youw (1902021)
Pemahaman Calon Katekis Sakramen Perkawinan
Skiripsi ini berjudul UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA-MAHASISWI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE SEBAGAI CALON KATEKIS TENTANG SAKRAMEN PERKAWINAN. Topik ini termotivasi oleh kenyataan bahwa beberapa mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke sebagai calon katekis belum memahami secara baik sakramen perkawinan. Fakta tersebut membuat penulis untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang sakramen perkawinan, upaya-upaya apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa sebagai calon katekis akan sakramen perkawinan sebagaimana yang diajarkan oleh Gereja Katolik dan factor-faktor apa saja yang menjadi penyebabnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi STK Santo Yakobus Merauke semester VI, VIII dan X yang telah mengikuti perkuliahan yang berkaitan dengan sakramen perkawinan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 18 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa-mahasiswi STK Santo Yakobus Merauke menyadari akan panggilan sebagai katekis kelak, namun mereka kurang memahami tentang sakramen perkawinan. Realitas ini sesungguhnya menjadi pemacu untuk mahasiswa untuk lebih mempersiapkan diri dengan baik selama mengikuti formasi di STK Santo Yakobus Merauke agar kelak dapat menjadi katekis yang siap untuk melayani umat secara khusus dalam mendampingi para pasangan yang akan menerima sakramen perkawinan.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
PENGARUH KECERDASAN INTRAPERSONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
Jonglis Matares Salang (1602007)
Kecerdasan Intrapersonal Prestasi Belajar Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik
Skripsi ini berjudul PENGARUH KECERDASAN INTRAPERSONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DI SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE. Topik ini diangkat berdasarkan situasi dan kondisi yang sedang terjadi di Kampus Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke bahwa masih rendahnya kecerdasan intrapersonal mahasiswa di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dalam: kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi diri, tanggung jawab dan penghargaan diri yang tinggi. Hal ini berpengaruh terhadap rendahnya prestasi belajar mahasiswa. Skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh kecerdasan intrapersonal terhadap prestasi belajar mahasiswa di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi sederhana. Sampel dari penelitian ini yaitu sebanyak 68 orang mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dari semester I-IX dengan teknik sampling acak berstrata. Instrumen pengumpulan data yang digunakan metode kuesioner dalam bentuk skala Likert yang kemudian dikembangkan dalam 62 butir pernyataan tentang kecerdasan intrapersonal sementara data prestasi belajar menggunakan IPK mahasiswa. Hasil dari uji validitas 62 butir instrument, 7 butir instrumen dinyatakan tidak valid dan 55 butir instrumen dinyatakan valid. Sedangkan hasil dari uji reliabilitas diperoleh nilai cronbach’s Alpha sebesar 0,905 yang artinya reliabilitas instrumen adalah tinggi.
Dari uji analisis regresi sederhana dengan taraf signifikansi 0,05 (5%), diperoleh hasil nilai R Square sebesar 0,595 (59,5%) yang berarti terdapat pengaruh yang positif dan signifikan. Artinya kecerdasan intrapersonal berdampak secara positif terhadap prestasi belajar mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Sedangkan hasil penelitian ini juga terdapat variabel lain yang tidak diteliti terhadap prestasi belajar sebesar 40,5%. Hasil ini menunjukan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya kecerdasan intrapersonal berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada mahasiswa agar: memahami tipe kecerdasan yang dimilikinya, mampu memahami diri sendiri berdasarkan potensi atau kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya, mampu mengatur dan mengendalikan emosi atau perasaannya, bersikap tanggung jawab terhadap semua aktifitas yang di lakukanya baik itu di luar kampus maupun di dalam lingkungan kampus, dan mampu mengembangkan rasa harga diri yang tinggi sehingga dengan kemampuan yang dimilikinya dapat mendorong mahsiswa untuk semangat dalam meningkatkan prestasi belajar.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
PENGARUH METODE DISKUSI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 OBAA KABUPATEN MAPPI
HUBERTINA YERWUAN (1702035)
Metode Diskusi Motivasi Belajar
Skripsi ini berjudul Pengaruh Metode Diskusi Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Katolik Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Obaa Kabupaten Mappi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui adanya pengaruh metode diskusi terhadap motivasi belajar. 2) mengetahui besarnya pengaruh metode diskusi terhadap motivasi belajar dan 3) meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran pendidikan agama Katolik.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri Obaa sebanyak 40 orang. Instrument yang digunakan ialah angket dengan bentuk skala sikap deferensial semantik dengan jumlah butir instrument penelitian variabel metode diskusi sebanyak 30 soal dan motivasi belajar sebanyak 30 soal. Dari hasil validitas dengan taraf signifikansi 0,05 dengan N 40 orang dengan nilai kritis 0,31 pada variabel metode diskusi diperoleh sebanyak 23 item valid dan pada variabel motivasi belajar diperoleh 25 item valid. Sedangkan dari hasil uji realibilitas untuk variabel X diperoleh koefisien Alfa sebesar 0,620 yang berarti dalam penelitian ini reliabel atau dapat dipercaya dan untuk variabel Y diperoleh koefisien Alfa sebesar 0,870 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen dalam variabel Y yakni motivasi belajar dalam penelitian ini reliabel atau dapat dipercaya.
Hasil analisis data pada nilai Fhitung pada tabel anova yang menyatakan bahwa metode diskusi berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa diperkuat dengan hasil deskripsi data yang menunjukkan bahwa tingkat kegunaan metode diskusi dalam belajar tergolong cukup yakni sebesar 90% dan memiliki motivasi belajar yang cukup ditunjukkan dengan nilai persentase sebesar 67,5%. Artinya metode diskusi yang mereka gunakan untuk proses memperlancar atau mendukung kegiatan belajar mereka memiliki pengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil hipotesis pada tabel model summary diperoleh hasil yakni nilai koefisien determinasi sebesar 0,189. Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas berpengaruh sebesar 18,9% terhadap variabel terikat.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan guru harus berupaya meningkatkan motivasi belajar pendidikan agama Katolik, memperhatikan langkah-langkah metode diskusi yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Guru juga harus mengupayakan pendekatan pembelajaran pendidikan agama Katolik yakni pemahaman, pergumulan hidup dan penghayatan iman siswa.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
IMPLIKASI PRAKTEK PERDUKUNAN DAN MAGI TERHADAP HIDUP KEAGAMAAN SUKU MALIND ANIM DI STASI SANTO ANTONIUS KAISA PAROKI SANTO PETRUS DAN PAULUS KUMBE KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE
FRANSISKUS NAM KAIZE (1502011)
Dukun Kepercayaan Penyembuhan Pemahaman
Skripsi dengan judul, Implikasi Praktek Perdukunan Dan Magi Terhadap Hidup Keagamaan Suku Malind Anim Di Stasi Santo Antonius Paroki Santo Petrus Dan Paulus Kumbe Keuskupan Agung Merauke. membahas tentang okultisme sebagai salah satu ilmu yang mempelajari pengethuan tersembunyi yang terdapat dalam alam semester, pada diri dan alam sekitar kita Dukun yang dalam bahasa Malind anim disebut Kindti Anima amat berperpengaruh dalam kehidupan umat stasi St. Antonius Kaisa paroki Santo Petrus dan Paulus Kumbe. Dalam situasi mendesak (emergensi) seperti sakit dan kondisi-kondisi yang mengancam umat cenderung mencari bantuan dan penjelasan pada para dukun. Umat jarang bahkan tidak melihatkan kaitannya dengan iman untuk mencari perlindungan dan pertolongan pada Tuhan dan pengobatan medis.
Melalui studi ini hendak dikaji pertama; dampak praktek perdukunan (okultisme) terhadap kehidupan iman Umat stasi Santo Antonius Kaisa, kedua, mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan umat cenderung bergantung pada peran dukun dan pendekatan pastoral terhadap praktek perdukunan dan Magi di Stasi Santo Antonius Kaisa, Paroki Santo Petrus dan Paulus Kumbe, Keuskupan Agung Merauke? Kajian ini menggunakan pendekatan teknik observasi dan wawancara. Informan ditentukan sebanyak tiga orang dengan rincian informan kunci satu orang dan informan pendukung dua orang.
Secara etimologi okultisme berasal dari kata Bahasa Latin , occultus yang berarti tersembunyi, rahasia, sial, celaka, gaib, gelap, dan misterius. Jadi okultisme sesungguhnya bukanlah sihir, dukun atau kekuatan supranatural tetapi suatu ilmu tentang hal-hal yang tersembunyi atau bersifat rahasia. Dengan demikian praktek dukun dan sihir merupakan bagian kajian dalam okultisme. Di dalam praktek dukun dan sihir, pengetahuan bersifat rahasia dan tersembunyi diterapkan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keyakinan pada pengaruh kuasa sihir, roh-roh alam nyata dialami dalam kehidupan umat dari pada pengaruh Allah atau Tuhan dalam peristiwa sakit yang dialami. Justru karena itu umat tidak meminta pertlongan Tuhan dalam doa-doa mereka. Stasi santu Antonius Kaise yang secara geografis jauh dari pusat-pusat kota berdampak pada minimnya akses pelayanan public dalam bidang kerohanian, kesehatan, pendidikan dan bidang-bidang kehidupan lainnya. Kondisi di atas merupakan faktor utama pilihan umat tetap berpegang pada adat dan kebiasaan-kebiasaan yang diwariskan nenekmoyang mereka antara dalam keyakinan (kepercayaan) mereka dan praktek-prakteknya termasuk diantaranya praktek perdukunan.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
PERAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SD YPPK SANTO TARSISIUS BIANKUK-MERAUKE
FirllaFirlania N.N.N Miyak (1602027)
Peran Kompetensi Profesionalisme Guru Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Skripsi ini berjudul “Peran Kompetensi Profesionalisme Guru Dalam Upaya Peningkatan Kualitas PembelajaranDi SDYPPKSanto Tarsisius Biankuk-Merauke.”Penelitian ini merupakan sebuah Penelitian yang mendeskripsikan bagaimana peran sorang pendidik atau pengajar dalam tugas dan tanggung jawabnya di sekolah saat belajar mengajar di dalam kelas bersama peserta didik.
Pokok permasalahan yang diangkat ialah (a) Bagaimana kualifikasi akademik yang dimiliki oleh para guru yang bertugas di SD YPPK Santo Tarsisius Biankuk- Merauke? (b) Bagaimana kesadaran dan kedisiplinan para guru SD YPPK Santo Biankuk-Merauke dalam melaksanakan tugas utamanya di sekolah? dan (c) Faktor-faktor apa yang menyebabkan tidak maksimalnya pengembangan kompetensi profesionalisme para guru yang mengajar di SD YPPK Santo Tarsisius Biankuk-Merauke? Sedangkan tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan memahami sejauh mana peran para guru dan faktor-faktor yang menyebabkan tidak maksimal pengembangan kompetensi profesionalisme para guru di SD YPPK Santo Tarsisius Biankuk Merauke. Penulis menggunakan metode Penelitian deskriprif kualitatif yakni dengan melihat situasi yang terjadi di lapangan.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa peran para guru dalam proses belajar mengajardengan keempat kompetensi ini masih kurang, ada guru yang melaksanakan sesuiprofesi yang di miliki dengan berbagai keterampilan dan ada yang belum memenuhi syarat dan standar kompetensinya. Keterampilan para guru kurang lancer karena berbagai f aktor yang dating dari para guru, maka ini sangat mempengaruhi peserta didik dalam belajar sehingga proses penerapan ilmu pada peserta didik akan sangat menurun. Semua faktor tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama yakni dengan kelancaran komunikasi antara sesama pendidik di sekolah.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
RELEVANSI DIALOG SANTO FRANSISKUS ASISI DAN SULTAN AL-KAMIL BAGI FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN DIALOG KATOLIK-ISLAM DI KABUPATEN MERAUKE
Emanuel Herman Pukat Sogen (1902012)
Dialog Santo Fransiskus Asisi dan Sultan Al-Kamil relevansi upaya dialog FKUB
Pluralisme agama kerapkali membawa dua perspektif, positif dan negatif. Dalam konteks dialog Katolik-Islam, pluralisme agama masih menjadi masalah yang serius, sebab pluralisme agama mengandung perbedaan-perbedaan mendasar (fundamental). Pada wilayah inilah konflik antar agama terjadi, terutama ketika agama-agama masih memakai truth claim sebagai standar perspektifnya dalam berelasi dengan agama lain. Terhadap realitas ini, dialog antar agama merupakan upaya yang dapat menjembatani perbedaan yang ada, terlepas dari konsekuensi logisnya (tantangan dan hambatan). Upaya dialog Katolik-Islam sudah dirintis oleh Santo Fransiskus Asisi dan Sultan Al-Kamil pada Perang Salib kelima (1219-1221). Sehingga umat Katolik dan Islam di kabupaten Merauke melalui FKUB, dapat mengupayakan dan mengembangkan dialog antar agama seturut perspektif dialog Santo Fransiskus Asisi dan Sultan Al-Kamil.
Dialog antar agama adalah sebuah upaya menjalin hubungan yang positif dan konstruktif dengan pemeluk agama lain, melalui perjumpaan-perjumpaan yang intens dan komunikasi yang tulus (persahabatan dan persaudaraan) sehingga para pelaku dialog mampu berkerja sama guna menghadapi tantangan zaman. Peneliti melakukan penelitian terhadap upaya FKUB dalam mengembangkan dialog Katolik-Islam di kabupaten Merauke.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 23 Januari 2021 hingga 24 Maret 2021. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa ada relevansi antara dialog Santo Fransiskus Asisi dan Sultan Al-Kamil terhadap upaya FKUB dalam mengembangkan dialog Katolik-Islam di kabupaten Merauke. Hal ini didukung dengan data: sebanyak 3 informan (18,75%) menyatakan mengetahui dialog yang dilakukan oleh Santo Fransiskus Asisi dan Sultan Al-Kamil; 16 informan (100%) menyatakan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, bersifat terbuka (inklusif), dan menganjurkan dialog antar agama, serta menyatakan perlunya mengantisipasi bahaya isu-isu agama yang berpotensi menimbulkan konflik antar agama; 16 informan (100%) meyakini pluralisme adalah kehendak Tuhan, tak dapat ditolak oleh manusia, memerlukan sikap dialog, dan memiliki tantangan (masalah perspektif) yang berpotensi menimbulkan konflik antar agama; 9 informan (56,25%) menyatakan bahwa FKUB memiliki program kerja sebagai upaya mengembangkan dialog Katolik-Islam, serta 7 informan (43,75%) memberikan catatan kritis sebagai respon terhadap upaya dialog FKUB dan harapan agar semakin berkembang.
PDF 0 7
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2021
STUDI DESKRIPTIF GAYA HIDUP DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA ASAL KABUPATEN MAPPI PADA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE Suatu Tinjauan Pastoral
DOMINIKA KLARA WAIMU (1602066)
gaya hidup prestasi akademik mahasiswa
Gaya hidup dan prestasi akademik menjadi salah satu tujuan utama dalam penulisan skripsi bagi penulis sehingga mendorong penulis untuk melakukan penelitian khusus terhadapa mahasiswa Kabupaten Mappi dengan judul “Studi Deskriptif Gaya Hidup dan Prestasi Akademik Mahasiswa Kabupaten Mappi Pada Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke”. Dua fokus penelitian yang menjadi inti dalam penelitian ini yakni: (1) Faktor yang menghambat prestasi akademik (2) Faktor yang kurang mendukung gaya hidup mahasiswa Mappi sebagai calon Katekis dan Guru Agama Katolik, (3) Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan prestasi akademik dan perilaku yang mencerminkan sikap sebagai katekis dan Guru Agama Katolik.
Penulis mengambil mahasiswa Kabupaten Mappi yang kuliah di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke sebagai informan kunci. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 informan, dan dibagi dalam lima kategori, yakni semester dua, semester empat, semester enam, semester delapan dan semester sepuluh yang mendukung penelitian dimaksud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan dskriptif. Selain itu, teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan juga dokumentasi.
Berdasarkan pemaparan data dari hasil Observasi, StudiDokumentasi dan wawancara bahwa gaya hidup mahasiswa-mahasiswi Kabupaten Mappi kurang mencerminkan attitude katekis dan Guru Agama hal ini tampak dari kurang disiplin diri, disiplin waktu, perilaku kurang sehat, minum mabuk, perkelahian, kurang konsentrasi, kurang terlibat dalam perkuliahan, kurang terlibat dalam kegiatan akademik dan sering hadir tidak tepat waktu di kampus.
Hasil Studi Dokumentasi dan Observasi terkait prestasi akademik mahasiswa-mahasiswi Kabupaten Mappi memiliki perstasi akademik yang kurang memuaskan sebagaimana tercermin dalam Kartu Hasil Studi yang menunjukkan rata-rata Indeks Prestasi Komulatif 2, 00 hingga 2,35. Data ini mau menggambarkan dengan jelas bahwa capaian prestasi akademik mahasiswa-mahasiwi Kabupaten Mappi jauh dari yang diharapkan.
Dengan demikian disimpulkan bahwa gaya hidup mahasiswa Kabupaten Mappi yang mengeyam Pendidikan pada sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke kurang mencerminkan attitude sebagai katekis dan Guru Agama Katolik. Capaian prestasi akademik mahasiswa Kabupaten Mappi yang mengeyam Pendidikan pada sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke kurang memuaskan terbukti dalama capaian pada Kartu Hasil Studi mahasiswa dalam setiap semester. Oleh karena itu diperlukan dukungan dari semua pihak untuk memperhatikan hal dimaksud.
PDF 0 7
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
KURANGNYA KEHADIRAN UMAT STASI SANTO YOSEP PAYUM DALAM MENGIKUTI IBADAT SABDA PADA HARI MINGGU
YUVINIA MANDAWERI (1602017)
Ketidakhadiran umat faktor-faktor penyebab Ibadat Sabda
Skripsi ini berjudul “KURANGNYA KEHADIRAN UMAT STASI SANTO YOSEP PAYUM DALAM MENGIKUTI IBADAT SABDA PADA HARI MINGGU”. Penulis memilih judul ini bertolak dari suatu keprihatinan bahwa kehadiran umat dalam ibadat sabda pada hari minggu di stasi Santo Yosep Payum masih sangat kurang. Karena itu penulis ingin menggali secara lebih mendalam faktor-faktor yang menjadi penyebab ketidakhadiran umat dalam ibadat sabda pada hari minggu di stasi tersebut. Di sini penulis hendak mengangkat hal-hal yang menjadi penyebab ketidakhadiran umat dalam ibadat sabda pada hari minggu di stasi Santo Yosep Payum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran umat dalam ibadat sabda pada hari minggu di Stasi Santo Yosep Payum sebanyak 46,66%. Ketidakhadiran umat dalam kegiatan ibadat sabda pada hari minggu di Stasi Santo Yosep Payum dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, faktor eksternal. Terciptanya lingkungan sosial yang tidak kondusif karena sering terjadi kemabukan dan perjudian. Sebagian besar umat khususnya kaum bapak dan kaum muda cepat terpengaruh dan lebih memilih mabuk dan judi sehingga kegiatan ibadat sabda pada hari minggu ditinggalkan. Selain itu sebagian umat juga lebih memilih untuk menjaring ikan di laut karena alasan kehidupan ekonomi yang masih kurang maka kegiatan ibadat hari minggu juga diabaikan. Kedua, faktor internal. Sebagian umat stasi Santo Yosep Payum memiliki sifat malas tahu dan bersikap tidak peduli terhadap kegiatan ibadat sabda pada hari minggu. Selain itu hampir sebagian umat memiliki kecenderungan mudah menyerah jika menghadapi berbagai permasalahan hidup. Ketika sudah berhadapan dengan persoalan hidup seperti ini maka mereka akan mudah menyerah dan mulai menjauhkan diri dari Gereja.
Maka dari itu, penulis memberikan saran kepada dewan paroki dan stasi untuk melaksanakan kegiatan pendalaman iman dan kegiatan rohani lainnya agar umat semakin menyadari tentang pentingnya ibadat sabda pada hari minggu. Selain itu juga dewan paroki dan stasi dapat melakukan pendampingan khusus dalam kegiatan praktek kehidupan rohani agar umat memiliki semangat yang tinggi dan merasa didukung dalam usaha peningkatan kehidupan rohani mereka.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
STUDI FENOMENOLOGI INTERAKSI INTERPERSONAL ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DAN IMAN ANAK PADA KELUARGA KATOLIK DI STASI SANTO ANTONIUS SATUAN PEMUKIMAN III KUASI PAROKI SANTA MARIA ERAMBO
YOELITA ELCINIA MAYDAS (1602015)
Interaksi Interpersonal orangtua dan anak menjadi salah satu dalam pembentukan karakter dan iman anak di Stasi Santo Antonius Santuan Pemukiman Tiga Distrik Jagebob sehingga mendorong penulis untuk melakukan studi khusus dengan judul “Studi Fenomenologi Interaksi Interpersonal Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Dan Iman Anak”. Tiga variabel yang menjadi fokus penelitian ini yakni:(1) Faktor yang menghambat interaksi interpersonal orang tua dalam keluarga dalam pembentukan karakter anak, (2) Faktor yang menghambat sikap interpersonal seperti apa yang orang tua harus lakukan dalam pembentukan iman anak, (3) Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas interaksi interpersonal orang tua dalam mendidik anak pada keluarga Katolik.
Penulis mengambil orangtua dan anak serta Pastor Paroki sebagai informan penelitian. Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 informan, dan dibagi dalam empat kategori, yakni (1) tiga informan adalah keluarga yang sering memperlakukan anak dengan kasar, (2) tiga keluarga yang sering bertengkar dalam rumah tangga, (3) tiga anak yang mengalami masalah kekerasan, (4) tiga informan kunci yang mendukung penelitian dimaksud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Selain itu, teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan juga dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tiga faktor utama yang menghambat interaksi interpersonal orangtua dan anak dalam pembentukan karakter anak, yakni (1) Suasana psikologi, (2)Kepemimpinan yang otoriter, (3) Kepribadian keluarga kacau. Selain itu, ada dua faktor yang menghambat sikap interpersonal orangtua dalam pembentukan iman anak, yakni (1) Pendidikan iman bagi anak sebagai salah satu sikap yang harus diambil oleh orangtua, (2) Figur orangtua sebagai guru dan pembimbing awal bagi anak. Inilah dua hal yang menghambat sikap interpersonal orangtua dalam pembentukan iman anak. Hasil yang ketiga adalah upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan kualitas interaksi interpersonal orangtua dan anak dalam mendidik anak pada keluarga Katolik adalah (1) Memotivasi dan mengontrol anak, orangtua harus mendukung dan mengontrol perkembangan anak, baik dalam hal pergaulan, pendidikan, dan juga hal berdoa atau iman, (2) Pembinaan kepada suami-istri (orangtua) perlu adanya pembinaan secara berkala kepada orangtua demi terciptanya generasi gereja yang baik dan mandiri serta aktif dalam kehidupan menggereja dan masyarakat.
Hasil akhir dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi interpersonal orangtua dan anak dalam meningkatkan perkembangan karakter dan iman anak pada keluarga Katolik Satua Pemukiman III Distrik Jagebob masih terbilang rendah.Orangtua belum menjadi figur yang baik bagi perkembangan karakter dan iman anak.Oleh karena itu peran serta orangtua dan anggota masyarakat diperlukan untuk perkembangan kepribadian anak agar memiliki iman yang kuat dan pribadi yang matang.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
PERAN REKOLEKSI BAGI KETERLIBATAN KAUM MUDA DALAM IBADAT SABDA RUKUN KELUARGA JAYAWIJAYA DI KABUPATEN MERAUKE
TRESIA DOGA (1502025)
Peran rekoleksi keterlibatan kaum muda
Skripsi ini berjudul PERAN REKOLEKSI BAGI KETERLIBATAN KAUM MUDA DALAM IBADAT SABDA RUKUN KELUARGA JAYAWIJAYA DI KABUPATEN MERAUKE merupakan judul dari penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan karena terdapat permasalahan mendasar yakni kurangnya keterlibatan kaum muda dalam ibadat sabda di Rukun Keluarga Jayawija. Oleh karena itu, penulis berusaha membangkitkan semangat kaum muda Rukun Keluarga Jayawijaya untuk terlibat aktif dalam kegiatan ibadat sabda melalui kegiatan rekoleksi.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 orang. Dari hasil penelitian, penulis menemukan beberapa faktor yang menyebabkan kaum muda tidak terlibat dalam kegiatan ibadat sabda. Mereka lebih memilih untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah dan ada juga yang memilih untuk bersenang-senang di luar asrama bersama teman lain. Selain itu juga ada yang tidak terlibat dalam kegiatan ibadat karena tidak memiliki kendaraan pribadi karena ibadat yang dilaksanakan secara bergiliran dari rumah ke rumah dan jaraknya cukup jauh. Dari faktor-faktor penyebab di atas, penulis mencoba melakukan kegiatan rekoleksi untuk meningkatkan semangat kaum muda dalam ibadat sabda.
Berdasarkan analisis hasil data penelitian bahwa melalui kegiatan rekoleksi kaum muda secara perlahan-lahan mulai sadar dan terlibat dalam kegiatan ibadat sabda Rukun Keluarga Jayawijaya. Keterlibatan kaum muda Rukun Keluarga Jayawijaya nampak dalam keterlibatan mereka seperti menjadi lektor, memimpin lagu, membawakan doa umat dan bahkan ada yang bersedia memimpin ibadat sabda.
Dalam upaya meningkatkan keterlibatan kaum muda Rukun Keluarga Jayawijaya perlu ada kerja sama antara para pengurus Rukun Keluarga Jayawijaya dengan kaum muda yang tinggal di asrama. Para pengurus Rukun Keluarga Jayawijaya perlu menyusun dan memprogramkan kegiatan-kegiatan rohani lainnya secara bersama-sama untuk mendukung perkembangan dan spiritualitas iman kaum muda sehingga kaum muda mampu menata tujuan hidupnya lebih baik lagi.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
KESETIAAN MARIA SEBAGAI MODEL BAGI PASANGAN SUAMI ISTERI DALAM MENGHAYATI PERKAWINAN KATOLIK DI PAROKI SANTA TERESIA BUTI
Theodora Mahuze (1902056)
kesetiaan Maria model suami isteri perkawinan
Dalam Menghayati Perkawinan Katolik Di Paroki Santa Teresia Buti.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana praktek hidup setia pasangan suami isteri di lingkungan Santa Sisilia paroki Santa Theresia Buti dalam memaknai kesetiaan Bunda Maria, untuk mendeskripsikan dampak dari keetiaan Bunda Maria bagi hidup pasangan suami isteri (keluarga Katolik) di lingkungan Santa Sisilia paroki Santa Theresia Buti dan mendeskripsikan hal apa saja yang membuat keluarga Katolik tidak setia satu sama lain dan cara mengatasinya.
Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif; menjelaskan dan menganalisis fenomena dan realitas hidup umat Katolik di Paroki Santa Theresia Buti, terutama bagaimana menghayati hidup saling setia yang bercermin pada kesetiaan Bunda Maria. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah umat Paroki Santa Theresia Buti, terutama yang mendiami wilayah pusat paroki.
Dari hasil penelitian dan analisis dan analisis data yang berpusat pada tujuan penelitian ini menunjukkan bahwa pasangan suami isteri Katolik di Paroki Santa Teresia Buti, belum sepenuhnya memraktekkan cara hidup “saling setia” di dalam keluarga. Walaupun demikian, disimpulkan bahwa pasangan suami isteri dapat menjalankan hidup setia sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Ada yang secara terus-menurus berusaha untuk menciptakan suasana yang dapat membantu pasangan menjadi lebih baik dari hari ke hari. Hal ini mereka lakukan dengan berbagai cara seperti: berusaha untuk tetap ada waktu untuk berdoa dan berdevosi, berusaha mencintai pasangan dengan segala kelebihan dan kekurangan, berusaha terlibat dalam kegiatan menggereja, meneladani sikap Bunda Maria, dan cara lain yang memungkinkan pasangan dapat berkembang secara jasmani dan rohani.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
STEFANUS GELI (1502022)
Media Sosial Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Sekolah Tinggi
Skripsi ini berjudul PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MAHASISWASEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE. Topik ini diinspirasi oleh situasi dan kondisi yang terjadi di Kampus Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke bahwacukup banyak mahasiswa yang lebih dominan menggunakan perangkat gawai untuk mengakses media sosial pada saat jam kuliah efektif, sehingga skripsi ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh media sosial terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dari semester I-VIII sebanyak 60 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dengan model skala semantik yang dikembangkan dalam 30 pernyataan mengenai media sosial. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5%, N = 60 orang dengan nilai kritis 0,25 diperoleh sebanyak 25 item valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas diperoleh koefisien alpha sebesar 0,807 yang berarti reliabilitas instrumen tinggi.
Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai r² sebesar 0,452 (45,2%) yang berarti terdapat pengaruh meskipun pengaruhnya lemah. Artinya media sosial tidak terlalu berdampak secara signifikan terhadap hasil belajar para mahasiswa. Variabel lain yang berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa sebesar 54,8%, yang menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti media sosial berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar mahasiswa perlu untuk meningkatkan waktu belajar entah itu di dalam lingkup kampus maupun di rumah, serta ada dukungan dari para dosen dan orang tua. Dalam upaya untuk peningkatan efektivitas penggunaan media sosial bagi para mahasiswa di kampus, harus dukungan dari fasilitas jejaring internet agar para mahasiswa dapat menggunakan jaringan tersebut untuk mengakses internet guna mencari sumber belajar yang dapat meningkatkan hasil belajar para mahasiswa.
PDF 0 6
Pendidikan Keagamaan Katolik (S1) 2020
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERILAKU BELAJAR SISWA KELAS V SD YPPK BUDHI MULIA MERAUKE
NOFITA BERLINDA LAFINA (1502020)
Gadget Perilaku Belajar Gawai.
Skripsi ini berjudul PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERILAKU BELAJAR SISWA KELAS V SD YPPK BUDHI MULIA MERAUKE. Topik ini dinspirasi oleh situasi dan kondisi yang dialami oleh para siswa/siswi kelas V di SD YPPK Budhi Mulia Merauke. Penulis mengamati bahwa para siswa/siswi cenderung tidak bersemangat mengikuti proses pembelajaran, cenderung bersikap acuh, tidak menaruh perhatian saat guru sedang menjelaskan materi pembelajaran, ada pula siswa yang kerjanya hanya mengganggu temannya saat proses belajar sedang berlangsung dan juga kurang aktif dalam proses tanya-jawab di kelas. Maka dari itu skripsi ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan gadget itu berpengaruh terhadap perilaku belajar siswa/siswi kelas V SD YPPK Budhi Mulia Merauke, serta untuk mengetahui apakah siswa/siswi kelas V SD YPPK Budhi Mulia Merauke bisa membagi waktu atau tidak dalam mengunakan gadget dan belajar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model analisis regresi, populasi sekaligus sampel dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V SD YPPK Budhi Mulia Merauke sebanyak 68 orang. Instrumen yang digunakan ialah angket dalam 30 pernyataan mengenai penggunaan gadget dan 40 pernyataan mengenai perilaku belajar. Dari hasil uji validitas pada taraf signifikan 5%, N = 68 orang dengan nilai kritis sebesar 0,235 diperoleh sebanyak 57 item yang valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas penggunaan gadget diperoleh koefisian alpha sebesar 0,624 dan dari perilaku belajar sebesar 0,828. Dari hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai r² sebesar 0,355 atau 35,5%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel penggunaan gadget dapat mempengaruhi perilaku belajar siswa secara signifikan sebesar 35,5% sementara perilaku belajar siswa dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti sebesar 64,5%. Nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara variabel bebas (penggunaan gadget) terhadap variabel terikat (perilaku belajar siswa), oleh karena itu Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa penggunaan gadget bagi para siswa harus lebih diperhatikan dan diawasi oleh setiap orang tua, agar anak dapat menggunakan gadget lebih bijak dan bisa mengatur waktu antara menggunakan gadget dan belajar. Berdasarkan tabel korelasi diketahui nilai korelasi antara dua variabel sebesar -0,596 yang berarti ada hubungan yang kuat dan negatif antara variabel bebas dan terikat. Hal ini berarti semakin tinggi penggunaan gadget, maka akan rendah perilaku belajar siswa dan sebaliknya semakin rendah penggunaan gadget maka akan semakin tinggi perilaku belajar siswa.
PDF 0 6